Rabu, November 02, 2016

Dongeng Yuk Bersama Kak Awam



Menyampaikan Pesan Kebajikan
 Melalui Dongeng Yuuk!
(Workshop Dongeng Bersama PUAN mengajar)

 
Kak Awam in action!


Kemarin saya berkesempatan hadir di event Workshop PUAN Mengajar  1000 Guru dengan tema “Membangun Karakter Anak Melalui Media Dongeng” yang diisi langsung oleh pakar dongeng kak Awam Prakoso dari kampungdongeng.com .




Saya dan suami sendiri dipastikan bercerita pada anak-anak setiap hari. Sehabis subuh itu jadwal ayahnya dan pagi sekitar jam 9-an jadwal saya. Itu belum termasuk nanti saat ada waktu jeda sehabis salat maghrib bersama ayahnya. Dan menjelang tidur bersama saya.

Nah kemarin kak Awam menambah referensi saya nih agar sesi bercerita saya alias mendongeng saya lebih interaktif dan hidup. 
video

1.     Mendongeng Adalah kegiatan kreatif
Mendongeng itu adalah kegiatan kreatif dalam menyampaikan pesan. Percayakan kalau pesan itu akan lebih mudah sampai pada anak jika dalam bentuk diceritakan. Bukan sekedar nasihat yang panjang dan menggurui. Jadi pesan kebajikan yang ingin kita sampaikan benar-benar bisa diterima anak-anak.
2.     Kreatif dalam membuat naskah cerita
Jangan takut mempersiapkan naskah yang bagus untuk anak-anak. Sesuaikan dengan usia anak, sesuaikan naskah dengan tema yang akan disampaikan, naskah yang dipilih harus sesuai dengan tujuan untuk membangun karakter anak, yang berarti terhindar dari unsur yang tidak baik (semisal kata-kata jelek meskipun buat becandaan aja). Semakin banyak bacaan menurut saya menambah suplai kita untuk membuat cerita yang bagus.
3.     Kreatif dalam mengolah Naskah cerita
Ini memang sepertinya butuh jam terbang untuk menghasilakn naskah cerita yang kreatif. Yang penting sih perbanyak latihan. Perbanyak bacaan. Perbanyak wawasan dengan cerita-cerita bagus dikeliling kita. Kemarin saya sendiri benar-benar memberi aplaus luar biasa untuk kak awam dalam memberikan dongengnya. Saya bisa bayangkan bagaimana antusiasnya anak-anak kalau kak Awam sudah in action. Lah saya sendiri aja sampai nganga hahahaha.

4.     Kreatif dalam penyajian cerita
a.     Kreasi suara, jangan ragu menggunakan bermacam jenis suara. Buat suara masing-masing karakter berbeda. Jika bercerita tentang gajah dan singa ya cobalah menirukan suara gajah dan singa. Kalau saya kayaknya bakalan nyerah deh kalau bagian niru suara ini. Hahahaha. Yang ada anak-anak malah ngakak liat saya. Kalau cerita tentang kakek dan cucunya buatlah suara khas orang tua lanjut usia dan untuk cucunya buatlah suara anak-anak lengkap dengan cadelnya yang khas. Pasti seru kan?
b.     Kreasi wajah, ini bagian yang annoying banget buat saya, hahahaha. Tapi buang deh rasa jaim kalau pas bagian kreasi wajah ini. Lupakan rasa malu.
c.      Kreasi gerak tubuh, ini sepertinya lebih gampang untuk dilakukan. Lebih mudah untuk dilakukan banyak orang.
d.     Kreasi alat pendukung, jika butuh alat pendukung gunakan saja secara maksimal. Misalnya butuh boneka tangan, selendang atau benda-benda yang berkaitan dengan cerita.


Nah semoga sedikit cerita hasil workshop ini bisa dimanfaatkan oleh teman-teman ya. Oia Workshop Puan Mengajar ini hadir di 3 Kota lo. Antara lain Jogja, Jambi dan Lampung.

6 komentar:

  1. Jadi ngebayangin makirul cerita dengan gaya kak Awam. Kl pas ketemu, praktekin ya mak.

    BalasHapus
  2. Poin nomor 1, setuju banget, itu juga yg diajarin sama terapis mendengar nya Ubii, TFS ya, Mba Irul :*

    BalasHapus
  3. kadang aku suka cerita sama anakku, bukan dongeng beneran sih, Mba. Apa aja aku ceritain apalagi kalau ada hal penting hal harus anakku tahu. Aku ngarang2 aja sendiri :D

    BalasHapus
  4. Keren! Aku pun suka bercerita .. Dan lewat dongeng banyak pesan baik yang bisa kita sampaikan ya

    BalasHapus
  5. Lucu banget pas lihat kak awam mendongeng...full suara2 hewan juga...hehee

    BalasHapus
  6. Lucu banget pas lihat kak awam mendongeng...full suara2 hewan juga...hehee

    BalasHapus