Featured Slider

Allah yang menjamin rejeki semua mahkluk

 Ramadhan Hari ke-25



Salah satu kesombongan yang dilakukan manusia adalah merasa khawatir dengan masa depan. Padahal Allah yang memiliki perbendaharaan di langit dan di bumi. Dialah sang pencipta, pemberi rejeki sekaligus pemelihara. Materi tauhid rububiyyah ini sebenarnya udah ngelotok banget di kalangan para aktivis islam. Harusnya kita tidak pernah ragu dengan apa yang kita makan nanti. Allah sendiri berjanji wamaa min daabbah fil ardhi illa ‘alallah rizquha Allah yang menjamin rejeki semua mahkluk yang di permukaan bumi. Jangan pernah sedikitpun ragu dengan janji Allah. 

Ramadhan Kali Ini

 

Masjid Jamek KL (April, 2019)




Ramadhan kali terasa sekali bedanya. Mau gimana lagi taqdir berjalan seperti ini. Kata Lara Jane “ Kehidupan itu tidak pernah berjalan seperti yang kita rencanakan”. Ya namanya juga hidup. Bayangkan kita ini tinggal di bumi yang literally adalah wahana luar angkasa. Bumi itu selain berputar pada porosnya ia juga berputar mengelilingi matahari yang matahari juga berputar dan menjelajahi jagat raya. Makanya ga heran kehidupan kita di bumi ini jumpalitan tanpa kita sadari. Jangan sombong dengan satu keadaan yang baik. karena kita tidak pernah bisa menetapkan keadaan akan tetap baik-baik saja bahkan dalam hitungan detik ke depan. Masa depan benar-benar rahasia Allah. Dah-lah, ini preambule panjang bener.

Ziarah Religi Bersama TRAC Bus Service

 



Beberapa tahun lalu kami pernah mengadakan perjalanan keliling pantura dengan mobil. Satu keluarga diajak semua. Meskipun waktu itu belum ada Miqdad. Anaknya masih 5 orang. Satu mobil udah berasa penuh banget. Jadi kangen masa berkumpul semua anggota keluarga sebelum negara api menyerang. Hebohnya jangan ditanya. Meskipun setelah itu kami masih sering melakukan perjalanan bareng ke luar kota tetapi perjalanan menyusuri pantura Jawa itu beda rasanya.

Musibah di saat taat

 



Ada satu hal yang bikin saya sedikit menyesal. Saat si ayah hendak berangkat ke masjid untuk salat Jum'at saya tidak sempat bersalaman. Biasanya saya cium tangannya dan mendoakan. Tadi beberapa saat sebelum adzan  Jum'at saya tertidur dan bangun saat sudah adzan dan ayahnya beserta anak-anak sudah berangkat ke masjid. Saya bergegas salat dhuhur. Tadinya mau siap-siap janjian sama temen kampus karena mau ngerjain tugas makalah. Sambil menunggu si ayah. Karena saya tidak terbiasa pergi dari rumah tanpa pamit. Sedangkan si ayah tidak membawa hape. Bahkan laptop tergeletak begitu saja di atas meja. Tanpa password dan terbuka lebar dengan halaman Corel karena suami sedang mengerjakan proyek desain grafisnya permintaan seorang klien. 

Meskipun jujur dari beberapa hari ini perasaan saya tidak nyaman. Itulah kenapa saya membaca quran lebih banyak karena hati sedang tidak tenang. Sampai musibah dan ujian itu menimpa kami. 

Yang saya yakini suami tertimpa musibah dalam keadaan taat. Ia ditangkap saat hendak menunaikan kewajiban salat Jum'at. Di saat bersamaan iya juga sedang mentarbiyah putra kami untuk taat kepada perintah Allah untuk salat Jumat. Karena saat itu suami bersama anak bungsu kami berangkat ke masjid. Dua kebaikan berkumpul padanya. Insya Allah. Jadi ta pantas saya bersedih atas musibah ini. Sungguh seperti janji Allah. Sedihnya, lelahnya, gundahnya dan musibah yang menimpa orang beriman menjadi penghapus dosa-dosa mereka. Insya Allah. 

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana sedihnya saya jika suami saya tertangkap sebagai seorang koruptor atau sedang tertangkap di panti pijet atau tertangkap di hotel saat garukan prostitusi misalnya, naudzubillah. Itu lebih membuat saya sedih dunia akhirat. Tertangkap saat hendak berangkat salat Jum'at saat sedang mengajari anaknya untuk taat kepada Allah bukan sesuatu yang harus saya sedihkan. 

Inilah saatnya saya membuktikan kepada apa-apa yang pernah saya bicarakan tentang 'iman dan ikhlas'. Ikhlas terhadap ketentuan Allah. Ujian dan musibah ini tidak ada apa-apanya dibandingkan ujian teman-teman yang lain. Ya Allah saya sedang belajar tentang ikhlas dan percaya bahwa tidak pernah datang ujian di luar kemampuan hamba-Nya. Dituduh sebagai teroris tidak akan membuat saya kemudian berhenti membaca Qur'an, berhenti membaca sirah nabi. Tidak akan membuatmu saya berhenti belajar tentang Islam. Insya Allah saya akan terus meneruskan tesis saya tentang " Pendidikan Anak Lelaki Perspektif Ibnul Qoyyim Dalam Kitab Tuhfatul Maudud Bi Ahkamil Maulud" karenanya saya sudah berjanji pada diri sendiri untuk akan terus dan tetapi belajarlah. 


Lindungi orang-orang yang saya cintai ya Allah. Lindungi suami dan anak-anakku ya Allah. Lindungi orang-orang beriman dari musibah. 

Jatuh cinta pada orang yang juga jatuh cinta padamu




Beberapa waktu ini saya lagi ngikutin novel ongoing di sebuah blog khusus cerita fiksi fantasi. Sebenarnya ngikutin blog ini tuh sudah jauh dari beberapa tahun lalu. Waktu si mamak ini rajin nulis di wattpad. Meskipun sekarang udah pensiun dari wattpad. Nah, novel fantasi yang saya baca ini salah satu seri dari novel yang sebelumnya di terbitin di wattpad. Jujur suka banget sama novel ini. Tapi sayangnya ongoing alias tayangnya lama. Nyebelin asli nyebelin banget. Buahahaha. Untungnya aku ga penggemar drakor membayangkan kalau ketagihan drakor bakalan nunggu-nunggu seri berikutnya bisa-bisa hidupku ga tenang. Halagh.