The Paper Trail: My 2026 Literary Sanctuary

 



Tahun 2025 lalu (eh ternyata 2025 itu baru sebulan lebih dikit yah) bacaan buku saya di luar jurnal dan text book kuliah hanya beberapa bijik. Bahkan membaca Ranah 3 warna-nya A Fuadipun saya ga selesai. argh. Kalau ditanya tahun 2026 ini punya target baca buku berapa? duuh, ga berani jawab. Masalahnya buku-buku Handbook of Parenting saja ada 5 volume. Ituupun bacanya pilih-pilih chapter. Hahaha. Belum buku Family and Mariage dan Family Theoriesnya bu Boss dan kawan-kawan baru kebaca chapter: Structural functional dan Symbolic Interaction. Itupun belum dengan perintilannya. Dahlah ga usah cerita tentang teori keluarga di artikel ini ya. Panjang soalnya. 

Numpang foto di Shira Media Yogyakarta 


Meskipun belum punya target mau baca berapa buku, tetap ada listing buku yang ingin saya baca. Beberapa buku yang dibaca abang Namjoon yang sudah saya list dari kapan belum selesai. Lalu buku-buku yang dibahas di akun-nya Gani Rama. Suka banget dengan review buku ala Gani Rama (cari aja akunnya di instagram). Buku-buku yang direkomendasikan sama dia bagus-bagus. Kebanyakan self development sih. Oia, mau baca novel juga sih. Dan sementara ini menyelesaikan beberapa cerita AU (Alternate Universe) di twitter. iya, saya pembaca AU di twitter. Kebanyakan dari BTS dan Seventeen. Alamak. Ini jadi olok-olokan anak gadis saya. Tapi kalian harus baca AU-nya Rancang Renjana sih. Karena cuma AU dia yang keren dan tulisannya rapi. Sisanya banyak ribut masalah plagiat sih. Oia, untuk novel saya punya hutang untuk menyelesaikan Ranah 3 Warna lalu berencana membaca catatan perjalannya Agustinus Wibowo dan juga novelnya Js. Khairen. 

Selain buku-buku di atas yang pasti saya punya target lebih sering membaca al-Qur’an, masya Allah tabarakallah. Ga cuma membaca tetapi juga mengkaji tafsirnya terutama ayat-ayat yang berkaitan dengan keluarga. Sementara ini saya mengikuti kajian tafsir dari INSIST Indonesia. Mereka menyediakan kanjian offline dan online. Untuk jadwalnya langsung cek saja di akun instagramnya Insist Jakarta ya teman-teman. Oia, Insist singkatan dari Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization. Ini semacam lembaga riset dan pengkajian studi pemikiran islam dan peradaban. Jadi ga heran sih isinya para profesor dan peneliti islam. seperti: prof Dr. Hamid Zarkasyi, Prof. Dr. Syamsudin Arif, Dr. adian Husaini, Dr.Wido Supraha, Dr. Budi Handrianto, dll. Langsung aja ke Youtube-nya untuk ikutan belajar. Atau kalau offline, kantor pusat mereka di jl. Kalibata Jakarta. 

Nah, itu sedikit the paper trail yang saya harap sih bisa saya selesaikan di tahun 2026 ini. aamiin. Teman-teman punya keinginan baca buku apa nih tahun ini?


Tidak ada komentar

Terima kasih untuk kunjungannya. Semoga bermanfaat. Harap meninggalkan komentar yang positif ya. Kata-kata yang baik menjadi ladang sedekah untuk kita semua.