Sabtu, Juli 30, 2016

Mimpi Saya dan Shuhaib sepuluh Tahun Lagi


Bermimpi Menjelang Tidur
( Edisi Pillow Talk) 


Sudah beberapa hari ini anak sulung saya dan adiknya yang nomor dua sedang dauroh Qur’an di luar kota. Tetiba aja kangen. Meskipun daurohnya cuman dua bulan. Boleh ditelpon cuman hari Jum’at. Hiks. Meskipun kalau ada anaknya di rumah saya mah tetep galak. Kalau anaknya pergi berasa mewek aja bawaannya. Hiks. Padahal saya tipe Tiger Mom, Roaarrrr. Hahahaha.


Jadi teringat saat saya dan Shuhaib bermimpi bareng-bareng menjelang mau tidur malam beberapa malam sebelum dia berangkat dauroh qur’an.

Waktu itu pas mau tidur malam saya dan nomor dua ini berbincang-bincang sambil ngantuk-ngantuk gitu. Pillow Talk lah istilah kerennya. Meskipun saya agak-agak mikir sekarang pakai istilah Pillow Talk gara-gara Zain Malik sih bikin single dengan lirik yang gitu deh, Udaaaaah ga usah gugling juga. Hahahaha.

Saya cerita 10 tahun lagi saya dan ayahnya pasti bingung nih bikin seragam kata saya.
“Buat apa Mi?” Tanyanya.
“Yah buat menghadiri wisuda kamulah. Mosok pas Ummi dapat undangan dari Universitas Islam Madinah untuk menghadiri wisuda anaknya yang ganteng ini Ummi ga tampil maksimal. Rugi bandar” kata saya. Anak saya tersenyum malu.
“ Pasti saat itu Ummi sama Abimu ini nyari-nyari kain di Niagara (nama toko kain di Yogyakarta). Yang mana Yah maunya motif bajunya” ujar saya sambil ngelirik si anak ganteng di sebelah saya
“ Ih gitu aja repot” sahutnya sambil senyum-senyum.
“ iyalah, wisuda Universitas Islam Madinah gitu loh”
“ Bahkan repotnya ga cuman masih di Indonesia sampai di Madinah aja pasti Ummi sama Abi masih heboh, deg-deg-an, Ya Allah berasa mimpi umi bilang ke abi berkali-kali” hihihi padahal emang baru bermimpi.
“ Abi pasti nelpon syeikh Syarif dan Syeikh abdul Moneem buat bantuin anter jemput (temen ayahnya di madinah)” anak saya ketawa. Hahaha
“ Bikin repot orang” katanya. Saya ikutan ketawa. Membayangkan kelak itu terjadi suatu saat nanti. Hahaha.
“ Ummi pasti nangis deh besok” ujar saya
“ kenapa?” tanyanya
“ Ya iyalah masak ga nangis, waktu nama kamu di panggil ‘ Inilah dia wisudawan terbaik Shuhaib Abdurrahman Bin Chairul.... Mumtaz, huhuhuhu Ummi bisa pingsan” tambah saya sambil ketawa-ketawa. Padahal berasa mewek, Ya Allah mudahkanlah.
“ Kamu ga pengen nih mewujudkan mimpi kita sekarang, menghafal Qur’an, kuliah di Madinah, jadi ulama?” tanya saya dengan tatapan penuh cinta sama si anak ganteng ini.
Dia tersenyum malu.
“ Mau ga?” tanya saya lagi. Dia mengangguk malu-malu.
“ Selesaikan hafalan kamu kalau gitu. Dikiiiit lagi lo” ujar saya menyemangati. “Ga nyampe sepuluh juz lagi lo Heb” tambah saya.
Dia mengangguk sambil senyum-senyum.
“ sepuluh tahun lagi lo. Kalau sekarang tahun 2016 berarti besok kamu wisuda tahun 2026. Ih ga lama lagi” pekik saya heboh sendiri. Hahahaha. Anak saya ketawa.
“ Masih lama Mi” sahutnya dengan senyum masam.

“ Ih sepuluh tahun itu cuman sebentar lo” sahut saya bersemangat. 


     Malam itu entah mengapa tidur saya nyenyak banget. Saya tahu Allah akan menyimpan mimpi kami dan didekap oleh semesta dan akan mengabulkannya sampai saatnya tiba. Aamiin. 

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا


“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan:74)

3 komentar:

  1. Merinding bacanya, semoga di aamiinnn kan semesta dan diberi kemudahan untuk mewujudkannya.. Aaaamiinnnn...

    BalasHapus