Senin, April 24, 2017

Isra' Mi'raj dan Penjagaan Kita Terhadap Salat

Buat saya makna Isra' Mi'raj paling utama adalah ketaatan untuk menjaga salat. Betapa luar biasanya perjalanan Rasulullah sampai ke langit ini dan 'hanya' untuk menjalan perintah salat 5 waktu.
Masjid Sultan Singapura


Dari kemarin Salma sudah ribut aja minta uang jajan tambahan untuk bikin kado untuk acara kado silang di TPA-nya. Jadi dalam rangka peringatan Isra’ dan Mi’raj Taman Pendidikan Al-Qur’an tempat ia biasa belajar Qur’an mengadakan acara nonton film bersama sekalian tuker-tukeran kado. Isinya sih cuman makanan ringan khas anak-anak. Tapi hebohnya luar biasa.


Nah sambil dikasih duit si bapak ngajak anak-anak ngobrol tentang Isra’ Mi’raj ini. Obrolannya seru. Kalau yang saya tangkap sih, maklum dengerinnya sambil goreng tempe di dapur, intinya jangan cuman heboh merayakan aja kata si bapak tetapi inti perintahnya dalam hal ini adalah menjaga salat malah jadi ga penting. Anak-anak diwanti-wanti sama si bapak mau gimanapun keadaanya jangan sampai ninggalin salat. Mau lapang mau sempit, mau miskin mau kaya, mau apapun keadaannya jangan sampai ninggalin salat.
Bahkan untuk anak-anak kami yang laki-laki si bapak lebih aware lagi tentang wajibnya berjamaah di masjid. Kalau subuhan si bapak bangunnya lebih dulu daripada saya. Tugasnya ya bangunin anak-anak buat ke masjid.
Makanya ga heran si bapak kalau bepergian juga yang dicari ya masjid. Sampai nyimpen aplikasi khusus untuk jadwal salat dan lokasi masjid di smartphonenya. Bahkan sering banget si bapak ini dapat temen baru Karena sering mampir di berbagai masjid di beberapa tempat. Dan kalau pulang ke rumah ceritanya tambah seru.
Dan buat saya rasanya romantic banget saat denger suara si bapak pamit “ Dek, tak ke masjid dulu” saat adzan berkumandang eaaaaa. Asli romantic banget ini dibandingkan rayuan yang tebalnya sebantal hahahahaha.
Jadi waktu kami plesiran ke negeri jiran kemarin ga heran si bapak nyari-nyari masjid di sana. Waktu ke Kuala Lumpur kami mampir ke masjid Negara Kuala Lumpur, Masjid Jamek, dan Masjid Assyakirin di samping Menara kembar Petronas. Bahkan benar-benar menyediakan waktu buat hunting foto ke masjid-masjid itu.
Waktu mampir di Singapura kami mampir juga ke masjid-masjid di sana. Karena kami cuman sehari di Singapura saya sampai mengalah merelakan untuk mencoret list tujuan kunjungan saya seperti Universal Studio agar kami punya waktu untuk mampir di dua masjid di Singapura. Padahal sampai kemimpi-mimpi pengen foto di depan bola dunia yang bertuliskan Universal Studio itu, hiks.
Di Singapura kami mampir ke masjid Sultan Singapura dan Masjid Fathimah. Sebenarnya dua masjid ini lokasinya berdekatan. Tetapi Karena kami bingung kami malah muter naik taksi. Hahahaha. 


Masjid Sultan Singapura ini menjadi salah satu tujuan wisata para turis asing. Seperti halnya masjid Negara Kuala Lumpur, setiap pengunjung yang hanya datang melihat-lihat mereka wajib mengenakan baju khusus yang dipinjamkan oleh pihak masjid. Kalau dipikir-pikir ada benarnya juga sih Karena kebanyakan pengunjung non muslim memakai baju yang terbuka. Jadi untuk menghormati rumah ibadah mereka wajib menutupnya dengan baju yang dipinjamkan.


masjid Fathimah Singapura

Kami salat dhuhur sekaligus menjamak salat Ashar di masjid Sultan. Bahkan saya sempat bertemu rombongan ummahat asal Johor Malaysia di sana. Sempat mengobrol juga. Dari jauh kami sudah saling pandang. Soalnya rombongan ummahat itu juga memakai jilbab lebar seperti saya. Pas di tempat wudhu akhirnya mengobrollah kami. Sayangnya hape saya mati kehabisan batre jadi ga sempat tuker-tukeran nomor kontak. Berharap semoga kelak kami dipertemukan kembali oleh Allah. Aamiin.


Menjelang maghrib kami mampir ke masjid Fathimah di daerah Beach Road. Karena kami memutuskan balik ke Malaysia naik bis yang tempat pemberangkatannya berseberangn dengan masjid ini. Nah di Masjid ini si bapak malah dapat teman-teman baru. Saling bertukar alamat dan saling memberi hadiah. Ini sebenarnya kebiasaan si bapak yang kadang bikin saya terharu. Suka banget memberi hadiah untuk saudara baru. Dan si bapak mendapat sebuah polpen bermerk dari teman barunya ini. 


pict by: BBG Al-Ilmu
Tentang saling memberi hadiah ini sebenarnya adalah tradisi kaum muslimin lo. Bahkan hadistnya shahih “ Hendaklah kalian saling memberi hadiah maka kalian akan saling mencintai” HR. Abu Ya’la. Itulah kenapa si bapak suka banget ngasih hadiah untuk orang lain dan tak heran teman-temannya juga suka membalas dengan memberi hadiah. Ada banyak banget bingkisan yang sering kami terima yang dikirimkan dari jauh dari berbagai temapt di Indonesia bahkan dari teman-teman si bapak di luar negeri. Berharap banget semoga saya juga dimudahkan mengamalkan hadist yang mulia ini untuk terbiasa memberi hadiah. Aamiin. 


Jadi kalau ditanya apa makna Isra’ Mi’raj buat saya jawabannya adalah semoga saya bisa selalu memperbaiki salat saya sepanjang hayat. Menjaga salat, mendirikannya di awal waktu, dikaruniai anak-anak dan keturunan yang juga menjaga salat mereka. Seperti doa yang tak putus-putusnya saya lantunkan sehabis salat Rabbij’alnii Muqiimash shalaati wa min dzurriyyati Rabbana wa taqqabbal du’aa (QS. Ibrahim: 40)


Karena betapa hebat dan luar biasanya perjalanan Rasulullah dari Ka’bah menuju Masjidil Aqsha kemudian diperjalankan ke Sidratal Muntaha/ langit dan disana mendapat perintah menjalankan kewajiban salat 5 waktu. Bayangkan perjalanan sejauh itu untuk mendapat perintah menjalankan salat yang setiap rakaat salatnya paling banyak cuman 4 rakaat. Bahkan 4 rakaat salat itu paling poolll lamanya cuman 7 menit. Diantara 24 jam waktu yang kita punya kita hanya diminta menyisihkan waktu jika masing salat dipukul rata hanya 5 menit berarti 5 waktu salat hanya 25 menit. Bandingkan dengan lama waktunya kita tidur. Jadi mau dengan alasan apalagi sih kita sebagai seorang muslim masih harus mengakhirkan salat 5 waktu? Ya Allah astaghfirullah. Jagalah salat-salat kami ya Allah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar