Sabtu, September 10, 2016

Mencatat Invoice dan Pendapatan Dari Blog Agar Mudah Menghitung Zakat



 Catat Invoice dan Pendapatan Dari Blog Dan Keluarkan Zakatnya!







Sebagai blogger yang menjadikan blogging sebagai sumber penghasilan saya mulai belajar untuk melakukan pencatatan (meskipun masih) manual untuk setiap pendapatan yang masuk. Saya sebenarnya membaca dan menulis untuk Bersenang-senang. Tetapi saya berusaha profesional untuk ngeblog meskipun blog saya masih perlu perbaikan di sana-sini. 




Beberapa kali blog saya terlibat kerjasama dengan beberapa brand besar. Dan saya selalu berusaha memberikan postingan terbaik. Dan pihak agensi juga secara profesional membayar saya dengan harga yang masuk akal. Alhamdulillah. Benar-benar ga nyangka aja ternyata ‘karier’ saya di dunia ngeblog bisa sampai menghasilkan uang. Hahahaha. Dari sekedar tjurhat ala-ala sampai akhirnya dibayar itu sesuatu proses yang luar biasa untuk saya. Alhamdulillah.

Meskipun selalu saya ingatkan diri saya untuk mengingat terus alasan saya menulis “ Sarana Belajar dan Berbagi Manfaat Untuk Orang Lain”. Jadi jika suatu saat saya merasa begitu ngoyo dalam mencari sejumlah uang dari blogging maka saya harus ingat terus tentang nilai berbagi. Ini penting banget agar tulisan kita benar-benar memberi nilai untuk orang lain. Memberi manfaat. Jangan sampai saya jadi blogger yang ‘dikit-dikit duit ‘ -___- duuuh. Jangan sampai. Dan prinsip bahwa ngeblog menjadi sarana belajar dan berbagi ini menjadikan lebih 'ramah' terhadap nasib. Semisal ada job yang lepas dari tangan kita bisa legowo. Ga marah-marah, baper kemudian mensyen semua orang di sosial media. Duuuh jangan ya :D

Nah setelah melalui beberapa proses tadi saya juga mulai belajar mencatat penghasilan dari blogging. Dan bahkan saya mulai kenal invoice untuk agensi. Berikut saya beri sebuah contoh invoice yang bisa kita buat untuk diajukan ke pihak agensi. Yang terpenting adalah url postingan dan nominal uang yang telah kita sepakati plus jangan lupa buat tanggal jatuh temponya. Ada yang pernah? tulisannya baru dibayar berbulan-bulan atau bahkan tidak dibayar sama sekali. Fufufufufu -___-. Saya ada beberapa yang sudah saya anggap sedekah karena sudah males nagihnya hahahaha. Baik bangetkan saya. 

Berikut contoh invoice sederhana.
















Selain itu saya biasanya juga mengumpulkan invoice perbulan. Lalu kemudian saya juga buat note di smartphone khusus pendapatan saya dari menulis. Baik berupa bayaran dari ngeblog, hadiah lomba sampai hadiah menang kuis di sosial media. Iyah, saya mah gitu orangnya. Bahkan jika itu berupa barang akan saya konversikan dalam nilai uang agar mudah menghitungnya. Sebenarnya itu sebagai bentuk pencatatan sederhana untuk mengeluarkan zakat. Karena jika blogging kita jadikan sebagai profesi maka zakat yang dikeluarkan adalah 2,5% sebagaimana zakat penghasilan. Nah bila menang lomba yang di dalamnya tidak butuh effort banyak semisal menang undian zakatnya senilai 20%. tetapi ada juga yang mengambil pendapat jika menang lomba dari blog yang itu membutuhkan usaha (menulis, riset, membeli produk untuk di review) maka itu dihitung zakatnya sebagai zakat profesi yakni sebesar 2,5%. Tentang besaran nilai zakat yang harus dikeluarkan bisa dipelajari lebih lanjut. Monggo carilah orang yang ahli dibidang ini. Mudah-mudahan kita dapat pencerahan.

Kapan saya harus mengeluarkan Zakat?

Sebaiknya keluarkan zakat setiap bulan. Karena memang itu kewajiban yang harus ditunaikan. Biar rejeki kita ‘bersih’. Zakat bisa menjadikan harta kita lebih bersih dan berkah. Berkah artinya bertambah kebaikan. Pernah ga merasa sering banget dapet job review, sering menang lomba tapi duitnya habis aja. Jangan-jangan sebenarnya rejeki kita tidak berkah alias kebaikannya tidak ada sama sekali. Nah kalau sampai begitu harus cepet-cepet instropeksi diri. Cepat-cepat keluarkan zakatnya. 

Jadi kalau bisa kita harus bertekad semakin besar zakat yang harus kita keluarkan dari ngeblog. Yang artinya semakin besar juga pendapatan kita dari blogging. Aamiin.

18 komentar:

  1. Bagus banget bunda...ak masih remah remah dapetnya bund hehe, tp tetep hrs dihitung ya?

    BalasHapus
  2. remah2 tetap rejeki juga kan mbak :) mudah2an semakin rajin ngeblog semakin besar rejekinya aamiin.

    BalasHapus
  3. Manteup banget, Mak. Pada dasarnya usaha tidak mengkhianati hasil. Dan hasilpun harus kita keluarkan zakatnya karena di dalamnya ada hak bagi saudara-saudara yang kurang mampu.

    Sukses dan sehat selalu ya Mak. :)

    BalasHapus
  4. Nice reminder mbak.. kita mah sering banget lupa rezeki dari Allah, tapi kalau mau ngembaliin ke Allah suka nunda-nunda... :(

    Makasih mbak udah diingatkan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiks, iya, ini aja reminder buat aku jg sih

      Hapus
  5. Terimakasih infonya, Bu. Insyaa Allah saya praktikkan ^_^.

    BalasHapus
  6. Kayaknya ada batas nominalnya yg harus keluarkan zakat. Kalau gak salah, pendapatan di bawah 1,5 juta per bulan belum kena zakat. Kalo mau ngasih ya jatuhnya infak sedekah. Penghasilan ku ga menentu. Kadang sebulan ga ada pemasukan apa pun ha-ha-ha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb, makanya harus buka kitab fiqh biar bs u belajar :)

      Hapus
  7. setuju mbak, makasih ya mak sudah mengingatkan :)

    BalasHapus
  8. Ide bagus bunda mulai mencatat pendapatan ngeblog dan mengeluarkan zakat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb, biar rejekinya berkah

      Hapus
  9. Wah.., keren ya! ngeblog, dapat duit, zakat, elegant banget mba gayanya. Semoga aku termotivasi terus untuk ngeblog kayak mba.,! Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh bukan elegan mungkin ya, tapi untuk reminder karena itu kewajiban :)

      Hapus
  10. Duh paling males nulis-nulis administrasi keuangan, padahal sy lulusan akuntansi xixixi... sy paling liat di transferan buku bank :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, aq jg administrasinya sederhana banget :)

      Hapus