Selasa, September 06, 2016

Doa agar mendapat rumah yang baik






Doa ini semoga menjadi wasilah agar kita mendapat rumah yang baik
QS.Al-Mukminun:29



Setiap orang boleh berdoa dengan bahasanya sendiri. Toh Allah itu Maha Mendengar bahkan jika pake bahasa semut atau bahasa kutu juga Allah ngerti kok. Atau mau pakai bahasa planet Alpha Centaury Bb dari bintang Alpha Centaury (Ish kok ngerti, nganu saya barusan gugling ^_^) Allah juga tetep bakalan ngerti kok. Ga usah khawatir Allah tidak paham maksud kita. Gak bakalan. Yang seringnya ada adalah kita yang selalu gagal paham maksud Allah karena kita sering sok tau gitu deh.

Meskipun demikian tetapkan ya kita maunya doa kita dikabulkan. Di-ijabahi, diberi yang terbaik untuk hidup kita. Nah menurut ulama salah doa yang disukai adalah lafal-lafal doa yang sudah diajarkan dalam Al-Qur’an. Coba buka Al-Qur’an dan cek, banyak sekali doa-doa yang dilantunkan para nabi dan orang-orang shalih terdahulu. 

Salah satu doa yang saya tahu ada di Al-Qur’an adalah di ayat Al-Mukminun: 29. Coba cek yuuk bareng-bareng.
Doa ini adalah doa yang dilantunkan oleh nabi Nuh alayhisalam.
(29) وَ قُلْ رَبِّ أَنْزِلْني‏ مُنْزَلاً مُبارَكاً وَ أَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلينَ
                   
“Dan katakan pula:  Tuhan, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi. Dan engkau, ya Tuhan, adalah yang sebaik-baik pemberi tempat”
Kalau kita buka-buka tafsir ulama-ulama terdahulu (salaf) maka ada banyak pendapat yang mirip antara satu ulama dengan ulama yang lain. Jadi bisa dibilang ulama-ulama itu sepakat. Nah saya kutip salah satu tafsir yang saya ambil dari Tafsir Al-Azhar nya Buya Hamka.
Dan mohonkan juga olehmu hai Nuh, jika air itu telah mulai turun kelak, sudilah kiranya Tuhan me­milihkan suatu tempat perhentian yang baik, yang dianugerahi berkat, se­hingga di tempat yang baru itu kelak dapatlah dibangunkan suatu masyarakat baru, masyarakat yang menyandarkan hidupnya kepada iman dan kepercaya­an kepada Ilahi. Ada pun yang ahli di dalam memilih tempat itu bukanlah orang lain, kecuali Tuhan sendiri, oleh sebab itu baiklah serahkan bulat-bulat dengan tawakkal kepadaNya.

Doa ini kemudian banyak digunakan oleh orang-orang shalih saat meminta dipilihkan rumah atau tempat tinggal yang baik. Bahkan ada yang menjadikan doa ini sebagai ihktiar untuk memiliki rumah sendiri. Saya sering mendapat cerita beberapa teman yang melazimkan doa ini agar bisa memiliki rumah sendiri dan Masya Allah, Allah mengabulkan doanya ga pakai lama. Tetapi bukan berarti kalau belum punya rumah sendiri kemudian hidup kita tidak berkah ya. Tidak sama sekali. Malah kepasrahan kita pada Allah agar Allah yang memilihkan tempat yang terbaik untuk kita yang di dalamnya bertabur berkah itu lebih baik daripada kita punya rumah sendiri tapi merasa karena itu murni karena usaha kita sendiri.

Jadi kalau ditanya home sweet home itu seperti apa maka saya berharap home sweet home itu adalah rumah yang di dalamnya bertaburan berkah Allah. 


Apa itu Berkah

Berkah menurut para ulama adalah bertambahnya kebaikan. Jadi jika setelah kita mendapatkan sesuatu tetapi tidak ada kebaikan yang bertambah itu bukan berkah namanya. Bisa saja itu isti’jrad dari Allah. Alias kita di lulu sama Allah. Rumah megah, lapang, mewah dan penataannya indah tetapi tidak ada kebaikan yang bertambah di dalamnya maka itu bukan rumah yang home sweet home. Naudzubillah.

Jadi buat para kontraktor jangan bersedih jika masih belum punya rumah sendiri. Teruslah berdoa, teruslah berikhtiar dan yang penting memintalah pada Allah agar kita diberi tempat yang berkah. Lihat saja banyak orang-orang shalih terdahulu malah tidak punya rumah. Banyak ulama yang tidak punya rumah, berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menuntut ilmu dan mengajarkannya. Lihatlah Shoalhuddin Al Ayubi yang hanya tinggal di sebuah bilikkecil di samping masjid padahal beliaulah Pembebas Al-Quds. Lihatlah Ibnu Taimiyyah yang tidak memiliki rumah karena di usir dari negerinya sendiri. Lihatlah para sahabat nabi Abu Hurairah yang menjadi ashabu shufah. Ashabu shufah adalah para sahabat nabi yang tinggal di emperan masjid karena tidak memiliki rumah. Apakah kemudian karena tidak memiliki rumah Abu Hurairah hidup susah. Ternyata tidak?. Abu Hurairah menjadi salah satu sahabat nabi yang paling banyak meriwayatkan hadist dari Rasulullah.  
 
dok.pribadi



Semoga rumah kita adalah Home sweet home versi orang-orang shalih ya. Yang diberkahi dan bertambah kebaikannya setiap waktu. Meskipun itu masih ngontrak ataupun sempit. Semoga Allah memudahkan kita semua untuk mendapat tempat yang diberkahi di dunia dan di akhirat kelak. Aamiin. 

Tulisan ini semoga bisa jadi bekal buat para calon pengantin seperti putra teman blogger saya mbak Ade Anita yang denger-denger sudah lamaran ini. Hahahaha. Semoga dimudahkan Allah ya. Aamiin. 

1 komentar:

  1. aamiin Allahumma aamiin semoga anakku segera mendapat rumah yang nyaman dan barokah bagi keluarganya. Makasih ya mak irul

    BalasHapus