Rabu, Juni 22, 2016

Cantik Dari Hati Itu Adalah ...



Inilah Cantik Dari Hati Itu 


















Ada banyak versi cantik dari hati menurut setiap perempuan. Setiap kepala punya pendapat mereka sendiri. Dan ini pendapat saya tentang cantik dari hati setelah saya membaca kisah seorang sahabat perempuan Rasulullah, Rumaisha Binti Malhan.

Cantik Dari Hati Itu Adalah Saat Kita Taat Pada Perintah-Perintah Allah

Adalah sebuah kisah agung yang tercatat dalam sejarah. Saat seorang pemuda tampan dari kalangan bangsawan Quraish mendatangi seorang janda di kalangan wanita terpandang Quraish. Pemuda tersebut adalah Abu Thalhah. Berderak jendela-jendela kayu di kota Makkah jika Abu Thalhah melewati jalan-jalan di Makkah. Para gadis yang dalam pingitan berebut mengintip melalui jendela-jendela tinggi. Pemuda ini sangatlah tampan. Baunya harum karena parfum khusus yang di beli di negeri Syam sana ribuan kilometer dari Makkah. Kulitnya putih, rambutnya legam, hidungnya mancung dengan mata cemerlang. Jika ia meminang putri raja sekalipun tidak akan pernah ditolak.

Pada hari itu Abu Thalhah mendatangi rumah Rhumaisha’ binti Malhan alias Ummu Sulaim seorang janda di kota Makkah. Ia bermaksud meminang janda tersebut untuk dirinya. Ia jatuh cinta dengan janda cantik yang terkenal cerdas tersebut. Abu Thalhah sangat yakin lamarannya diterima. Dan dunia seakan runtuh untuk Abu Thalhah saat Ummu Sulaim menolak lamarannya. Tubuhnya lunglai seakan tidak percaya saat pinangannya di tolak. Padahal ia menjanjikan mahar yang sangat mahal untuk wanita tersebut.

Oh tidak dunia serasa kiamat untuk Abu Thalhah. Apa yang kurang dengan dirinya. Tampan iya sudahnya gelar bangsawan dan harta melimpah ruah untuk delapan turunan saudara-saudara. Tetapi  Abu Thalhah tidak berputus asa. Hanya sebentar ia merasa putus asa. Tolakan itu tidak membuatnya lemah. Ia langsung mengumpulkan kembali amunisi semangat. Ia berjanji akan datang lagi di lain waktu. Beberapa waktu kemudian Abu Thalhah datang lagi meminang Ummu Sulaim dengan membawa mahar yang sangat banyak, sebutlah apa yang diimpikan kaum wanita ada dalam daftar mas kawin Abu Thalhah, celeguk. Ini kenapa saya yang mupeng. Duh Ummu Sulaim ayo dong terima sajalah lamaran Abu Thalhah ini. Kurang apalagi seeeh? Hahahaha. Ini kalau saya ada di barisannya Ummu Sulaim sudah deh jadi kompor nomor wahid biar abang Abu Thalhah di terima.

Dan lagi-lagi abang Abu Thalhah nan tampan rupawan ini ditolak oleh Ummu Sulaim. Huhuhuhu. Sampai tiga kali (dalam riwayat disebutkan sampai tiga kali ia melamar) Abu Thalhah ini melamar Ummu Sulaim tiga kali pula ia ditolak dengan sempurna. Ditolak oleh Janda pula, Perfect!. Fufufufu. Banting Onta! Hahahaha. Abang lelah Hayati. Jawaban Ummu Sulaim tetap sama. Jadi penasaran apa sih jawaban wanita hebat ini. Sampai-sampai emas berlian intan mutu manikam lewat begitu aja.

“ Ya Abu Thalhah, sungguh Engkau adalah pemuda tampan yang tidak layak untuk di tolak” whueeee, preambulenya manis banget.
“ Akan tetapi saya seorang muslimah dan tidak patut bagi saya menikah dengan seseorang yang menyembah patung-patung buatan keluarga fulan? Bukankah patung-patung itu sangat lemah yang jika Kau sulut dengan api, pastilah ia habis terbakar”
“ Lihatlah maharku Rumaisha’!” perintah Abu Thalhah.
“Apa Maharmu wahai Abu Thalhah?” tanya Ummu Sulaim hanya sekedar bertanya, bukan penasaran dengan maharnya, bukaaaan.
“ Emas dan perak dan perhiasan” Jawab Abu Thalhah bangga
“ Duhai Abu Thalhah, sungguh aku tidak butuh emas, perak dan perhiasan. Aku tidak butuh dunia dan seisinya Abu Thalhah. Cukuplah maharku hanya engkau saja dalam keadaan menjadi seorang muslim. Cukup itu saja Abu Thalhah” duuuuh jadi mewek Hayati bang. Huhuhu. Ini kenapa kisah ini membuat saya ingin menangis.
Jawaban ini kemudian yang mengguncang hati dan pikiran Abu Thalhah. Ia kemudian memutuskan memeluk Islam. Rumaisha alias Ummu Sulaim mampu menaklukkan hati Abu Thalhah dengan kecantikan hatinya yang berselaput keimanan yang tinggi pada Yang Maha Kuasa. Bagi Abu Thalhah itulah wanita tercantik yang pantas menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya kelak. Masya Allah. Terharu.
Dan saya belajar taat pada perintah Allah itulah sebenar-benarnya cantik.

Cantik Dari Hati Itu Mau Berbagi di Kala Lapang Maupun Sempit








            Di lain waktu setelah mereka menikah pada masa itu Makkah diguncang paceklik. Kebun-kebun kurma tidak menghasilkan buah yang memadai. Kemudian datang seorang miskin yang meminta makanan kepada Rasulullah. Tetapi apalah daya sang Nabi Mulia pun tidak memiliki makanan juga. Ya Allah, nabiku kelaparan. Nabipun meminta kepada para sahabatnya untuk menjamu sang tamu ini. Kemudian Abu Thalhah mengangkat tangan bersedia menyediakan makan malam. Di bawalah sang tamu ke rumah mereka. Ummu Sulaim berbisik pada sang suami “ Duhai Kanda, makanan yang tersedia di rumah kita hanyalah untuk si kecil. Mereka bisa menangis kelaparan” ucapnya lirih.
Buatlah anak-anak tertidur segera, dan matikan lampu dan hidangkan makanan untuk tamu kita. Biarlah malam ini kita melipat perut kita” sahut Abu Thalhah pada istrinya tercinta. Dan Ummu Sulaim taat dengan perintah suaminya. Dan apa yang dilakukan suami istri ini kemudian di catat oleh sejarah dalam Al-Qur’an surat Al-Hasyr: 9 “ ..Dan mereka (orang-orang Anshar ) mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka sangat memerlukan (apa yang mereka berikan itu)”. Padahal dalam beberapa riwayat dikisahkan bahwa Ummu Sulaim ini termasuk wanita cantik dan kaya. Ia pandai berhias dan suka mengenakan perhiasan bahkan saat perangpun ia masih memakai gelang kaki sebagai perhiasannya. Tetapi hartanya banyak di sedekahkan untuk orang-orang tak mampu disekelilingnya. 
Dan kisah ini menambah keyakinan dalam diri saya bahwa cantik dari hati itu adalah saat kita mau berbagi.


Cantik Dari Hati Itu Bersabar Atas Ujian dan Merasa Cukup Atas Pemberian Allah

Suatu saat Ummu Sulaim dan Abu Thalhah mendapat ujian dari Allah. Putra mereka yang masih kecil terkena sakit parah. Sampai kemudian saat Abu Thalhah sedang melakukan perjalanan putra mereka meninggal dunia. Ummu Sulaim pun memberitahu para kerabatnya untuk tidak menyampaikan berita duka itu pada Abu Thalhah. Setelah putra mereka dikebumikan Abu Thalhah tiba di rumah. Rumaisha berdandan dengan cantik. Ia berhias untuk suaminya tercinta. Ia melayani sang suami dengan sepenuh hati. Kemudian malamnya setelah melayani Abu Thalhah ia bertanya “ Wahai Abu Thalhah seandainya ada seseorang meminjamkan sesuatu lalu beberapa waktu kemudian ia mengambil pinjamannya. Apakah akan Kamu tolak?”
Tentu saja tidak” Jawab Abu Thalhah dengan yakin.
Kalau begitu bersabarlah. Putra kita telah diambil kembali oleh pemiliknya” sahut Ummu Sulaim. Masya Allah.
Pagi harinya Abu Thalhah mengadukan itu kepada Rasulullah. Dan beliau bersabda “ Allah memberkahi apa yang telah kalian lakukan kemarin”. Seorang sahabat dari kaum Anshar berkata Ummu Sulaim dan Abu Thalhah dikaruniai 9 anak dan semuanya hafal Qur’an. Dan yang membuat merinding adalah saat Rasulullah menjalani peristiwa Isra’ dan Mi’raj beliau melihat Ummu Sulaim di Surga. Duuuuuh ngiri. “ Aku diperlihatkan surga. Aku melihat istri Abu Thalhah. Dan aku juga mendengar suara sandal di depanku ternyata itu sandal Bilal bin Rabbah” {HR. Muslim(2457) Ahmad (6/389-390) Abu Ya’la (6/51)}. Duhai para wanita kecantikan seperti apalagi yang kita butuhkan dibandingkan dengan kemuliaan  dijamin masuk Jannah?.  Dimana tempat yang tak adalagi gundah gulana, resah dan musibah. Tempat yang mengalir sungai-sungai dari madu dan susu. Tempat dengan buah-buahan matang yang selalu tersedia. Dan tempat dimana kita bisa berkumpul dengan orang-orang yang kita cintai dan mereka mencintai kita karena Allah.




7 komentar:

  1. Akhirnya perjuangan Abu Thalhah berbuah manis ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, duh ikut seneng u Abu Thalhah hahaha

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Iya, duh ikut seneng u Abu Thalhah hahaha

      Hapus
  2. Cantik itu..kamu..wkwkwkwk..*gombal mode on.

    BalasHapus
  3. kisahnya menyentuh dan inspiratif

    BalasHapus
  4. Cantik itu emang sebagoan dari rasa iman dan percaya sama Tuhan ya mbak. Inspirig ceritanya TFS

    BalasHapus