Sabtu, Maret 15, 2014

Ada saya dan anak di Rubrik Leisure, Republika

Wawancara dengan koran Republika untuk rubrik Leisure....
Inilah Homeschooling Kami 


Ga syaah rasanya kalau wawancara saya dengan Koran Republika untuk rubrik Leisure ga di pajang di blog. Bisa luntur kadar ke bloggeran saya sebagai blogger #jiahaaa…..tulisan ini tayang pada tanggal 25 Februari 2014. Tenang yang ga kebagian edisi kerasnya ini saya bagikan softcopy nya…aih berasa orang beken….^_^




1. Bisa diceritakan gak siapa anak mba yg homescholling, usia brp, sejak kapan mulai homescholling?


Anak saya ad lima orang. Si sulung usia 9,5 tahun setara kelas 4 SD. Yang nomor dua usia 8 tahun setara kelas tiga, no 3 usia 6 tahun, anak no empat usia 3,5 tahun dan anak kelima 20 bln. Saat ini semua belajar dirumah secara homeschooling kecuali yang no dua sejak bulan agustus 2013 meminta untuk lebih fokus menghafal Qur’an. Sehingga kami memutuskan untuk memasukkannya ke Pondok Pesantren Penghafal Qur’an milik ustadz Yusuf Mansyur yang membuka cabang di Yogyakarta.
Kami memulai HS sejak tahun 2012. Ketika si sulung duduk di kelas dua SD. Kemudian kami dan anak-anak sepakat belajar dirumah saja.


2. Kenapa sih mba pilih homescholling untuk anak mbak?

Sebenarnya alasan nya sederhana sih hanya ingin agar anak-anak menikmati proses belajar. Sebenarnya ada beberapa sekolah di yogyakarta yang konsepnya bagus tapi harganya terlalu tinggi dan tempatnya jauh dari rumah. Jika dipaksa2 anak untuk sekolah disana saya khawatir ujung-ujungnya anak tidak nyaman. Dan saya dan suami juga bukan termasuk golongan orang tua yang ketat untuk urusan nilai atau ijazah. Saya selalu tekankan pada anak2 bahwa rejeki itu dari Allah bukan karena ijazah atau yang sejenisnya. Jadi jika kita selalu bersemangat untuk mempelajari suatu hal dan bersemangat untuk melakukan banyak hal maka pintu2 rejeki akan terbuka.


3. Menurut mba apa manfaat homescholling?

Manfaat paling sederhana anak2 belajar bagaimana belajar yang menyenangkan. Jadi anak2 belajar karena mereka membutuhkan itu untuk mengetahui banyak hal. Bukan karena ada ujian atau sejenisnya.


4. Bedanya apa sama sekolah biasa?


Perbedaan utama mungkin pada konsep bahwa HS membebaskan anak2 belajar apapun yang mereka sukai. Sedangkan sekolah formal lebih ke arah struktural atau harus melewati tahap ini dulu baru itu. Klo di HS kami membebaskan anak belajar loncat2 alias belajar mana dulu yg dia sukai meskipun itu pelajaran kelas diatasnya atau meninggalkan pelajaran yang kurang diminati sementara waktu. Selain itu HS biasanya belajar dengan praktek.

5. Ada gak kekurangan homescholling?

Kekurangannya pada sistem pendidikan yang belum ramah thd anak2 HS. Terkadang agak sulit jika untuk mengurus ijazah formal. Meskipun sebanarnya jika mau mengurus ijazah bisa didapat dengan jalur yang mudah.

6. Apakah homescholling pilihan mba atau justru pilihan ananda? Kalo pilihan mba, bagaimana respon ananda?

Pilihan bersama sebenarnya. Saya hanya memberi pendapat2 pada anak2 tentang bersekolah dirumah. Dan anak2 kemudian memutuskan “ayolah kita coba”


7. Homescholling dimana?dirumah dgn mendatangkan pengajar atau ngajar sendiri? Atau justru di lembaga homescholling?sistemnya seperti apa?

Kami belajar sendiri dirumah. Menggunakan buku-buku pelajaran umum sebagaimana anak2 sekolah formal ditambah sumber2 dari internet.


8. Mba mengenal homescholling dari mana?

Saya mengenal HS pertamakali tahun 2005 dan langsung tertarik. Karena saya merasa zaman sekolah saya tidak begitu menyenangkan meskipun dari SD sampai SMP saya juara kelas.




9. Bagaimana memilih pengajar homescholling anak mbak?berikan tipsnya..


Kami mengajari sendiri anak-anak. Kecuali untuk pelajaran2 tambahan semisal ekskul diluar pelajaran sekolah. Anak2 saya mengikuti kelas bela diri pencak silat, panahan sempat ikut sosio drama dan belajar tahsin pada seorang kyai NU didekat kampung kami. Saran saya sih pilih ekskul2 yang memang diminati anak2.

10. Bagaimana dgn tanggapan suami, keluarga, tetangga maupun teman mbak?

Saya dan suami sepakata untuk HS. Tantangan terbesar datang dari keluarga terutama ibu saya. Tetangga dan teman juga kadang bertanya2 banyak hal tapi melihat anak-anak normal seperti anak2 yang lain mereka jadi bisa menerima. Bahkan banyak yang bilang anak2 HS kurang sosialisasi. Itu tidak benar. Anak saya malah mengenal banyak orang. Teman sekampung sampai beda kampung hafal dan semuanya jadi teman bermain. Anak2 saya juga karena punya banyak waktu luang jadi sering jalan2 jadi hampir dipastikan berinteraksi dengan banyak orang baru setiap hari.



Salam
Desy Susilawati
Wartawan Republika

14 komentar:

  1. Pengen banyak dapet cerita ttg HS secara langsung dari Mak Irul, tapi kemarin cuma ketemu pas mau pulang aja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ya mak dey..kita ketemuannya cmn sebentar kmrin

      Hapus
  2. iya Mak, ceritakan lebih banyak tentang HS nya dong. Saya sih belum mampu untuk HS sendiri, walaupun keinginan ke sana ada.

    BalasHapus
  3. hebat mak.. komitmen tinggi amat diperlukan utk HS.. aku sih blm sanggup maak, karena waktu yg fleksibel sekali, ga ada jam khusus seperti sekolah umum,membuat aku malah jadi terlena juga.. :) sukses ya maak..

    BalasHapus
  4. sukaaa baca segala sharingan tentang HS.
    saya pingin banget HSin anak-anak.. cuma kalau yg yakin belum kompak sama pasangan, blom klik rasanya.
    *ceritanya meyakinkan diri dulu ini mak ;))

    BalasHapus
  5. Senang, bisa mendampingi anak belajar di rumah.

    Tambah dket sama anak2 ya, Umiii. . . :)

    BalasHapus
  6. Anak-anak senang dan ibunya tenang dan nyaman juga yak Mak. Suskes ya untuk HSnya

    BalasHapus
  7. Saya tertarik banget mak soal HS, cuma merasa belum yakin saya bisa membimbing anak di rumah utk HS, sementara saya juga punya kerjaan di rumah utk dapet uang :p

    BalasHapus
  8. aku tertarik banget nih mak, tapi mungkin lebih ke bagaimana aku bisa mengajarkan anak sendiri di rumah dengan cara HS ini. boleh tau info lebih lanjut mak?

    BalasHapus
  9. Homeschooling menjadi suatu pilihan pendidikan bagi anak saat ini. Dengan maraknya bully,kriminalitas pd anak-anak, stress dan perubahan kurikulum yang membingungkan. Kami memperkenalkan Homeschooling dan Cyberschool (sekolah jarak jauh) yang fleksibel, biaya terjangkau dan customized. Cek website : www,anakpanah.sch.id / atau hubungi : 0811134560

    BalasHapus
  10. Homeschooling menjadi suatu pilihan pendidikan bagi anak saat ini. Dengan maraknya bully,kriminalitas pd anak-anak, stress dan perubahan kurikulum yang membingungkan. Kami memperkenalkan Homeschooling dan Cyberschool (sekolah jarak jauh) yang fleksibel, biaya terjangkau dan customized. Cek website : www.anakpanah.sch.id / atau hubungi : 0811134560

    BalasHapus