Rabu, November 06, 2013

Belajar dan Bermain bersama Acer Aspire Slim Series membuat Dunia menjadi Luas

Belajar dan Bermain bersama Acer Aspire Slim Series membuat Dunia menjadi Luas





Ada yang ingat lirik lagu Que Sera-Sera? Kalau ga ingat ini saya kutipkan…


 Que Sera Sera
(Whatever will be will be)
When I was just a little girl,
 I asked my mother..,
 "What will I be?
Will I be pretty?
Will I be rich?" Here's what she said to me:
"Que sera.., sera.., Whatever will be, will be;
The future's not ours to see. Que sera, sera, What will be, will be."  
When I was just a little boy, I asked my mother..,
 "What will I be?
Will I be handsome?  
Will I be rich?" Here's what she said to me: "Que sera.., sera..,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.  
Que sera, sera, What will be, will be."






Saya, pantai, senja, keluarga, belajar dan rasa syukur  adalah sempurna. Ya bagi saya kesempurnaan itu sederhana. Dulu ketika kecil saya membayangkan tinggal di kota, maklum saya anak pedalaman, sinar lampu yang terang benderang itu pasti indah pikir saya. Mimpi hidup dengan berlimpah listrik itu rasanya mewah. Hidup dan besar di pedalaman Kalimantan yang di lingkupi hutan tropis itu rasanya ga ada apa-apanya dibanding hidup di kota. Ternyata, saat ini saya merasakan rindu yang berdarah-darah dengan kampung halaman. Dengan rumah panggung dari kayu besi, atap sirap, suara burung Enggang yang riuh, ramainya suara lutung yang bersahut-sahutan, ayam hutan yang berkokok panjang (kalah ayam jago tetangga yang katanya ayam Arab itu dengan ayam hutan di pedalaman sana), suara ribut air sungai (yang memanggil-manggil untuk di renangi) dan bau hutan.


Bagaimana indahnya mendengar suara garempung yang bersahutan di malam hari. Sesekali suara babi hutan. Ketika malam hari datang bersiap-siap lampu minyak untuk penerangan. Listrik masuk kampung kami ketika saya sudah di penghujung sekolah dasar.


Saya sampai bingung bagaimana harus menjelaskan pada anak-anak bagaimana asyiknya bertemu gerombolan rusa di jalan setapak di kampung sana. Bagaimana asyiknya ketika kita melewati sungai di sore hari dan dipinggiran sungai masih banyak gerombolan banteng yang minum di pinggiran sungai. Bertemu buaya ketika bersampan. Melihat ular sebesar batang pohon. Dan masih banyak keajaiban yang sepertinya hari ini hanya ada di internet dan kebun binatang. Hiks...


Hari ini apa sih yang tidak bisa kita temukan di internet. Bahkan ‘surga- neraka’ sekalipun ada internet....#dijitak Ustadz Felix Siauw...:)))

http://www.technologyreview.com/news/506466/given-tablets-but-no-teachers-ethiopian-children-teach-themselves/

 "Daripada memberi tes tentang apa yg anak ketahui, jauh lebih baik jika anak belajar bagaimana belajar"


Saya tidak bisa membayangkan jika hari ini kiamat internet itu terjadi. Gagap, bingung atau malah mengutuk. Bicara tentang internet maka enaknya bicara juga tentang perangkat kerasnya. Semisal PC dan computer jinjing. Hari ini laptop tak ubahnya kebutuhan seperti beras (maksa…^0^)…tetangga saya saja baru kelas lima SD sudah dibelikan netbook karena kata ayahnya untuk persiapan menghadapi ujian..jiaaah kalah anak kuliahan (emang seberapa berat sih ujian anak SD hari ini, maklum anak saya ga sekolah, hehehe).


Tapi memang ga bisa protes la wong bayi-bayi kita sekarang saja bangun tidur langsung nyari lepi. Minta disetelin Ipin-Upin.


Teknologi seperti pedang bermata dua. Bermanfaat di satu sisi. Berbisa disi yang lain. Saya jelas memilih untuk mengambil manfaat sebanyak-banyaknya. Sehingga tak heran perangkat komputer dikenalkan pada anak-anak dirumah kami. Apalagi komputer sangat membantu saya dalam proses pembelajaran sekolah rumah keluarga kami. Jadi bisa dibilang bermain komputer adalah makanan kami sehari-hari. Bahkan jika berlatih soal pun anak-anak saya perbolehkan berdiskusi dan dan membuka internet. 


Seperti yang saya kutip dari sebuah tulisan

Mengajar di lingkungan dimana internet dan diskusi diperbolehkan dalam ujian akan menjadi sangat berbeda. Kemampuan untuk menemukan berbagai hal dengan lebih cepat dan lebih akurat akan menjadi kemampuan penting. Kemampuan untuk menentukan antara berbagai alternatif, kemudian menempatkan fakta-fakta bersama untuk menyelesaikan masalah akan menjadi kemampuan yang kritis. Inilah kemampuan yang sangat dicari oleh para pemilik perusahaan.



http://www.flickr.com/photos/kekekekekekeke/471614753/sizes/z/in/photostream/

bayangkan kalau outing harus membawa PC setebal bantal begitu...:)



Membayangkan ketika kami outing di sawah dengan Acer Aspire E1 Slim Series yang ringan itu. Sambil menangkap kodok dan anak yang lain membuka laptop Acer yang didukung performa Intel® Processor di dalamnya“ untuk mencari informasi tentang kodok di internet pasti sangat luar biasa. Apalagi Acer Aspire E1 Slim Series itu ringan dan tipis jadi mudahlah ditenteng anak-anak. Kemudian membawa telur kodok dalam toples kaca untuk dipelihara di rumah. Disimpannya di bawah tempat tidur. Jadi setiap hari bangun tidur anak-anak melongok ke bawah tempat tidurnya untuk memastikan seberapa besar ‘anak’ mereka sekarang…^_^….kemudian mencatatnya di laptop mereka dan mencocoknya dengan pendapat wikipedia di mbah Gugel. Woow pasti luar biasa….#ngarep.

images from: dari sini 


Atau ketika kami mecoba suatu resep masakan yang kami contek dari sebuah situs masakan lengkap di internet dengan menggunakan laptop. Karena keunggulan Acer Aspire Slim series adalah penggunaan layar LED HD sehingga gambar di layar persis seperti aslinya. Jadi anak-anak lebih mudah untuk membuatnya masakan yang sesuai aslinya. Paling tidak tampilan semirip aslinya..#soal rasa entar urusan belakangan...#sambilngelirik Chef Arnold...


Bahkan Acer Aspire Slim Series juga nyaman digunakan untuk menggambar dan bermain games edukasi yang banyak bertebaran di dunia maya. Dengan Intel HD Graphics yang tertanam didalam prosesor berbasis Haswell ini menghasilkan performa yang jauh lebih baik. K-E-R-E-N…. sangat membantu buat anak-anak dengan gaya belajar visual seperti anak-anak saya.



Begitulah kami bersama anak-anak belajar. Hari ini kami hanya menemani anak-anak menggapai mimpinya. Biarlah mereka yang memilih. Biarlah mereka yang menentukan takdirnya sendiri dengan mempelajari banyak hal. Biarlah mereka bermain dan mempelajari banyak hal sebanyak mungkin. Itulah kenapa kami memilih metode Homeschooling bagi anak-anak. Dan kami membantu mereka dengan menemani mereka dengan sumber dan teman belajar yang ampuh. Itulah mengapa perangkat sebagai teman bermain dan belajar itu harus mumpuni. Acer aspire Slim Series sangatlah luar biasa untuk di gunakan bersama anak-anak. Untuk mempelajari banyak hal dengan cepat dan akurat. Dan tentu saja tetap dalam pengawasan dan bimbingan kita sebagai orangtua.

Sehingga mereka Belajar bagaimana Seharusnya Belajar.  Karena The future's not ours to see. Que sera, sera, What will be, will be







“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan AcerIndonesia.


10 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. maaaakkk itu lagunya yg pagemana makkk.. *hayooo yanyiin yg keras mak.biar saya tau >.<

    BalasHapus
  3. Mak Irul, kapan-kapan ajak saya pulang kampong dong. saya sungguh ngiler pengen punya hutan dan punya rumah ditengah hutan. huhuhu.. suwer deh ! :)

    BalasHapus
  4. lengkap beserta lagu .. top deh

    BalasHapus
  5. sukaaaa lagu itu
    lihat di you tube aja, atau di program TV *haduh lupaaa...
    The future's not ours to see. Que sera, sera, What will be, will be

    thanks maaak, pelajaran buatku untuk bersyukur

    BalasHapus
  6. sya juga suka lagu itu...sukses ya mak :)

    BalasHapus
  7. itu lagu kesukaanku... dulu waktu kecil, sering banget diputerin sama ibuku ^_^

    BalasHapus
  8. Hwaaa..Mak Iroel top markotop deh !!!!

    BalasHapus
  9. aih...selalu keren tulisanmu mak...ada sesuatu...siip deh...:-)

    BalasHapus
  10. Jury visit. Terima kasih sudah berpartisipasi.

    BalasHapus