Main ke kampung wisata Purbayan bersama Perpuskota Yogyakarta

 





Liburan ini pada main ke mana? Sebagai warga Jogja tentu saja kami ga kemana-mana. Semua warga Indonesia main ke Jogja soalnya. Daripada ikut terjebak macet kami di rumah saja. Hahaha. Becanda. Liburan ini anak-anak tetap liburan, ya ga jauh-jauh sih. Mainnya cuma ke Kotagede. Itupun nimbrung liburan bersama Perpuskota Yogyakarta. Event tahunan yang diadakan oleh DPK Yogyakarta dengan perpustakaan di perpuskota di daerah Kota Baru dan perpustakaan PEVITA Yogyakarta di daerah Mantrijeron. Oia ini manajemennya beda sepertinya dengan DPAD DIY yang pusatnya di Ghratama Pustaka. Meskipun beda manajemen (mungkin), ke-2 perpustakaan ini sering kami kunjungi dan mereka rutin mengadakan event liburan untuk anak. 



Nah, tahun ini DPAK Yogyakarta mengadakan event Liburan bersama Perpuskota Yogyakarta selama tiga hari. Day 1 bertempat di perpustakaan PEVITA Yogyakarta. Para peserta yang berjumlah 60 orang berasal dari SD dan SMP se-kota Yogyakarta ini diajak belajar literasi dan membuat pembatas buku. Tahun ini yang ikut liburan dengan perpuskota adalah Miqdad dan Mush’ab. Hari pertama dua anak ini sudah ikut pembukaan dan seru-seruan dengan puluhan anak lainnya. Miqdad langsung dapat kenalan baru. Bahkan hari pertama Miqdad udah dapat gift dari perpuskota. Sebagai social butterfly Miqdad memang mudah berteman dan berkenalan dengan orang baru. Main aja ke kampung kami. semua warga kenal yang namanya Miqdad. Hahaha. 





Day 2, berlangsung di Kampung Wisata Purbayan, Kotagede Yogyakarta. Seluruh peserta diajak main ke rumah Prof. KH. Abdoel Kahar Moezakir. Anak-anak juga diajak membuat kue kembang waru khas kampung Purbayan. Selain itu anak-anak juga diajak membatik. Setiap anak mendapat kesempatan membuat batik mereka sendiri. Dan mencoba mengulir malam di atas kain dan hasilnya dibawa pulang. Saya yakin tidak semua anak Jogja pernah membatik. Dan event tahunan seperti ini memberikan kesempatan pada anak-anak Jogja mencoba warisan budaya leluhurnya. 




Day 3, seluruh peserta diajak berkeliling Kotagede. Mulai dari masjid Gedhe Mataram, masjid tertua di Yogyakarta. Berkeliling area masjid yang sangat bersejarah ini. Termasuk melihat pemandian di sekitar masjid yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Lalu keliling ke gang-gang sempit di kampung Wisata Purbayan. Oia, di Jogja yang terkenal sebagai ‘Maze Runner’nya Jogja tidak cuma di Pogung ya tetapi ada juga di Kotagede. Jalan-jalan tikusnya lebih ajaib lagi. Dan ini sudah didesain ratusan tahun sebagai strategi kerajaan Mataram Islam. Kalau sudah masuk jalan tikusnya Kotagede dijamin bingung arah dan susah keluar. Hahaha. Selain itu di hari ke-3 ini anak-anak juga diajak belajar menari.







Tiga hari yang insightful untuk seluruh peserta dan orang tua juga. saya akhirnya ikut jalan-jalan juga di Kotagede. Ikut pepotoan. dan menuliskannya di blog ini. Terima kasih perpuskota Yogyakarta untuk event keren ini. Semoga tahun depan Miqdad masih bisa bergabung dengan event-event perpuskota lainnya. Dan untuk pembaca catatansiemak.com ayo main ke Jogja dan mampir ke perpuskota dan main ke kampung wisata Purbayan, Kotagede. Semua sudut Jogja memang layak didatangi dan diabadikan. 






Tidak ada komentar

Terima kasih untuk kunjungannya. Semoga bermanfaat. Harap meninggalkan komentar yang positif ya. Kata-kata yang baik menjadi ladang sedekah untuk kita semua.