Kenapa Perempuan Harus Melek Keuangan
Bicara tentang literasi keuangan pada
perempuan kita seringnya menganggap hal itu sepele. Perempuan kan alamiah
pinter megang duit. Gitu sih kebanyakan kita ngomongnya. Padahal mengelola
keuangan dalam rumah tangga tuh bagian dari ketahanan keluarga lo. Berapa
banyak keluarga yang bubar karena masalah ekonomi. Dan mirisnya literasi
keuangan kita tuh hanya sekitar 48%. Bayangkan ga nyampe 50% penduduk Indonesia
bisa mengelola keuangannya sendiri. Kalau keuangan keluarga boncos langsung
istri yang dituduh sebagai sumber keborosan. Hmmm.
Obrolan bareng Female Digest di hari
Kartini kemarin memberi banyak insight penting nih untuk para perempuan tentang
literasi keuangan. Hadir sebagai pembicara di sharing session tersebut mb Dedek
Gunawan, SE, MA, CFP (Financial planner dan founder PBP) dan mb Diana Anggraini
ST, Msi (dosen LSPR of communication & Business). Dipandu oleh mb Nina dari
Female Digest.
Kenapa sih perempuan harus melek keuangan
Ada beberapa alasan penting kenapa perempuan termasuk para ibu memahami literasi keuangan.
1. Biaya hidup perempuan lebih tinggi daripada laki-laki.
2. Biaya hidup makin meningkat karena inflasi dan pendapatn kita tidak dengan serta merta mengikuti pengeluaran.
3. Karir seringnya on-off. Mengingat kebijakan negara yang seringnya sangat berpengaruh pada kebijakan perusahaan mau tidak mau ada banyak hal tidak terduga dalam usaha kita mencari nafkah. Hufft.
4. Seringnya pemasukan kita berhenti sebelum kita pensiun. Dan untuk switch career di usia pertengahan itu tydaclah mudah saudara-saudara.
5. Belum lagi yang terkena lay-off. Dan untuk membuka usaha sendiri butuh waktu dan dana yang tidak sedikit.
6. Sebagian keluarga meminta pihak perempuanlah yang mengelola keuangan keluarga.
7. Angka harapan hidup perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Usia perempuan 4-5 tahun lebih lama dibandingkan laki-laki. Artinya kita sebagai perempuan membutuhkan biaya lebih banyak untuk membiayai hidup kita.
Obrolan dengan mbak Dedek
dan mb Diana membuka banyak insight baru untuk saya. Mengingat saya
sendiri saat ini masih menyekolahkan anak dan saya sendiri lanjut kuliah
doktoral. Biayanya jangan ditanya, hahaha. Pokoknya masya Allah tabarakallah
dah. Pengelolaan keuangan keluarga tuh jadi tricky banget. Apalagi mengelola
keuangan yang duitnya tuh ga ada. Kata teman saya sih matematika paling susah
itu adalah menghitung 3 juta dibagi 30 hari. Hahaha. Apalagi saya domisilinya
di Yogyakarta dengan tingkat UMR salah satu yang terendah di Indonesia.
Obrolan seru sore itu
semakin bertambah ketika sesi tanya jawab. Oia, event ini disponsori oleh
Tropicana Slim, Nutrifood, Wardah Beauty dan Paragon Corp. Banyak nasihat bagus
yang saya dapat dari mb Diana tentang bagaimana manajemen diri sebagai
perempuan. Update diri terus menerus karena usia kitakan lebih panjang ya. Dan nasihat
bagus dari mbak dedek tentang bagaimana agar uang kita yang bekerja untuk kita.
Jangan asal FOMO dengan investasi. Salah satu yang saya sendiri kejeblos adalah
investasi dalam bentuk tanah dan rumah. Susah untuk dijual kembali dan biaya
operasional setiap tahun meningkat. Semoga ke depannya kami bisa menemukan
solusi bagus untuk tanah dan rumah menganggur yang kami miliki tersebut
sehingga bisa lebih bermanfaat untuk ummat. Tidak hanya dibiarkan menganggur
dan ditumbuhi ilalang.



Tidak ada komentar
Terima kasih untuk kunjungannya. Semoga bermanfaat. Harap meninggalkan komentar yang positif ya. Kata-kata yang baik menjadi ladang sedekah untuk kita semua.