Peringatan dari Allah

 





Bulan Juni ini sudah melewati setengahnya, dan kerjaan saya bukannya selesai malah nambah panjang. Tambah terburu-buru. Perasaan diburu-buru dateline tuh beneran ga nyaman banget. Sejujurnya sejak akhir Maret itu rasa terburu-buru itu mulai melekat. Seperti satu virus yang masuk ke pembuluh darah. Ikut kemanapun saya pergi. Sampai suami mengingatkan saya. Perbanyak doa ya, agar setiap perjalan hidup ini berkah dan bermakna. Hiks.


Dan paling parahnya saya banyak sekali melakukan kesalahan. Dan puncaknya adalah saya lupa mengkonfirmasi jadwal kolokium kepada dua pembimbing S3 saya. Saya memiliki tiga pembimbing untuk menyelesaikan tugas akhir doktoral ini. Saat ketua komisi pembimbing meminta tanggal sekian untuk sidang kolokium dengan syarat draft saya harus fixed dulu. Dan dalam pikiran saya jadwal itu sudah fit dengan semua pembimbing yang lain. Allahuakbar. Beneran lupa yang tidak boleh dimaafkan dengan mudah sih kalau ini. Saya malah menyibukkan diri dengan revisi draft, menyusun ulan instrumen pengukuran, yang ga selesai-selesai itu, hiks. Ada aja yang ga fit-nya. Itulah kenapa Rasulullah mengingatkan buruknya sifat tergesa0gesa. Ya Allah. Dua mingguan itu saya benar-benar tergesa-gesa. Padahal saya ke kampus, ngendon di perpusatakaan kampus. Meskipun saya juga menyempatkan pulang dua kali selama dua minggu itu. Beneran terburu-buru hidupku tuh kemarin. Ga heran saat undangan kolokium datang, dua dosen pembing yang lain bingung. Hiks, ya Allah. Maafkan saya njih bu Evadan bu Istiq. Ini memang benar-benar kelalaian yang parah dan tidak boleh dimaafkan dengan mudah sih. Bisa-bisanya inget belum konfirmasi kepada dua orang dosen pembimbing tersebut satu hari sebelum sidang. Astaghfirullah. Apa sih yang ada dalam kepala saya waktu itu? Hiks.

Tak heran sebelum sidang kolokium, itu hati saya tak tenang. Tak bisa tidur semalaman. Tubuh rasanya melayang. Bagaimana caranya saya harus meminta maaf ini? Bahkan baru inget makan itu setelah sidang kolokium. Jadi hampir dua hari saya ga menyentuh nasi. Idep-idep diet sih, tapi ini beneran karena lupa karena ternyata memang belum makan.

Setelah sidang dan pulang ke kost. Saya beneran baru merasakan yang namanya laper. Dan ini peringatan dari Allah. Peringatan untuk tidak tergesa-gesa melakukan sesuatu. Tergesa-gesa itu memang sifatnya syaithan kata para ulama. Ingin segera sesuai target, inging sesuai timeline studi, ingin segera mencentang listing. Ya Allah hampuni hamba-Mu ini. Dan jangan sampai lupa melibatkan Allah dalam segala hal. Kemarin itu tuh rasanya salat tuh kayak ya selewatnya aja, karena kewajiban aja. Ruhnya hampir ga ada. Karena ingin segera menyelesaikan draft proposal.disertasi ini. Ternyata Allah beri teguran dengan membuat saya lupa pada hal penting yang berurusan dengan manusia. Astaghfirullah.

Ilmu itu penting, tetapi hubungan dengan Allah dan manusia lain itu jauh lebih penting. Terima kasih untuk seluruh pembimbing saya yang selalu meluangkan waktu untuk saya belajar banyak hal. Jazakumullah khair njih, semoga menjadi amal jariyah njenengan sedanten.

Tidak ada komentar

Terima kasih untuk kunjungannya. Semoga bermanfaat. Harap meninggalkan komentar yang positif ya. Kata-kata yang baik menjadi ladang sedekah untuk kita semua.