Mengenalkan Remaja Pada CSR JNE

 




Dalam dunia pengasuhan ada salah satu teori yang bagus banget yang diperkenalkan para ahli tentang membangun jiwa sosial pada anak. Jika merujuk pada teori belajarnya Gardner kita bakalan ketemu dengan kecerdasan sosial. Dan kalau merujuk pada kecerdasan profetik berbasis maqashid syar’i yang digagas pak Kunto Wijoyo kita bakalan ketemu dengan Hifz an-Nasl (kecerdasan sosial organisasional).  Dan kecerdasan sosial ini memang harus dibangun pada diri anak. Agar mereka tahu bahwa kehidupan sebagai manusia dan mahkluk Allah tidak terlepas dari kehidupan orang lain dan lingkunganya.


Kecerdasan sosial pada anak yang dibangun dengan baik akan menumbuhkan empati yang bagus pada jiwa anak. Dan ini harus dibangun sejak dini. Membangun kasih sayang antara saudara di rumah. Kemudian kepedulian pada sekitar. Meminta mereka mengantar makanan ke tetangga itu juga hal sederhana untuk membangun kecerdasan sosial mereka. Untuk anak preteen bisa diajak dengan bergabung menjadi volunteer di berbagai kegiatan kemanusiaan atau komunitas di dekat rumah. Bahkan kami pernah membuat kurikulum khusus remaja yang yang salah satu isinya adalah menjadi volunteer sekian jam per tahun.



Ada beberapa hal yang perlu diingatkan pada si abege saat mereka tertarik bergabung sebagai volunteer di komunitas atau lembaga kemanusiaan. Jangan melarang anak yang pasti saat anak tertarik bergabung. Karena bergabung di komunitas yang peduli dengan orang lain sangat membangun kecerdasan sosial anak. Tak hanya itu kegiatan semacam itu juga mengasah empati dan jiwa kasih sayang anak abege. Mengingat saat ini banyak orang yang ga peduli dengan kerusakan di sekitarnya. Anak juga diingatkan tentang besarnya pahala menyelamatkan kehidupan orang lain. Ini sesuai dengan QS. Al-Maidah ayat 32 “ Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan seluruh manusia”.

Saat ini banyak lembaga kemanusiaan dan juga komunitas serta korporat yang memiliki CSR yang menjadi bagian dari kepedulian pihak perusahaan terhadap kehidupan masyarakat secara umum.

Berikut beberapa panduan pada abege di rumah saat akan menjadi volunteer kemanusiaan di lembaga kemanusiaan atau komunitas.

1.     Pastikan bahwa komunitas tersebut berlandaskan pada nilai-nilai luhur dan kemanusiaan. Bukan hanya sekedar komunitas kumpul-kumpul tanpa tujuan kebaikan semata.

2.     Minta anak untuk bergabung di berbagai divisi. Ini untuk anak belajar berbagai hal. Di sana mereka bisa mempelajari banyak hal yang tidak mereka dapat di bangku sekolah formal.

3.     Minta anak untuk menceritakan hal-hal yang dianggap mengganggu atau membuatnya tidak nyaman. Obrolan dengan orangtua tentang kegiatan anak tentu saja bisa menjadi pencerahan bagi orang tua bahwa anak mengikuti kegiatan yang baik.

4.     Bantu anak untuk melihat berbagai informasi tentang komunitas dan lembaga kemanusiaan yang mebuat dia bergabung sebagai volunteer.

Saya sendiri memberi berbagai pandangan tentang berbagai komunitas, lembaga kemanusiaan dan CSR yang menurut saya cocok untuk para teen di rumah.


Salah satu CSR kepercayaan saya adalah CSR-nya JNE. Sejak belasan tahun lalu kami sudah bekerjasama dengan CSR-nya JNE. JNE salah satu korporat yang sangat peduli dengan kemanusiaan. Di Jogja sendiri JNE menjadi salah satu rujukan untuk mengirim proposal pengajuan dana untuk semua kegiatan sosial. Makanya saya ga heran saat JNE menjadi bagian untuk mendukung program pemerintah dalam menyalurkan bantuan beras. JNE juga bagian dari program pemerintah untuk mendukung UMKM Indonesia berkembang dan maju bersama. JNE menjadi bagian dari banyak UMKM Indonesia lo. 

JNE sendiri selalu bersikap profesional dan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan yang bersikap penuh kasih sayang dan peduli dengan lingkungan sekitar. Ini poin plunya CSR-nya JNE lo. JNE sendiri selalu berkomitmen untuk mengikuti segala prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku apabila diperlukan. Ini komitmen yang harus selalu dijaga untuk korporat sekelas JNE yang sudah 31 tahun berkancah di Indonesia.  Dan menjadi bagian dari kebajikan dan #ConnectingHappines masyarakat Indonesia dan dunia.

Tidak ada komentar

Terima kasih untuk kunjungannya. Semoga bermanfaat. Harap meninggalkan komentar yang positif ya. Kata-kata yang baik menjadi ladang sedekah untuk kita semua.