Senin, Oktober 26, 2015

Wisata Sejarah, Masjid Gedhe Kauman






Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta 





Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Yogyakarta adalah kota tujuan wisata yang bertabur bangunan bersejarah. Banyak bangunan bernilai historis tinggi di kota ini. Masjid salah satunya. Ada banyak masjid berumur ratusan tahun di Yogyakarta. Pernahkah terpikir untuk mengunjungi masjid kuno sebagai salah satu tujuan wisata? Kalau iya, ayo mampir ke Yogyakarta.
Kali ini saya akan bercerita tentang masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Secara administrasi masjid ini beralamat di Kampung Kauman, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Masjid ini berada di sebelah barata  Alun-Alun Utara  kraton Yogyakarta. Masjid ini di bangun oleh Sultan Hamengkubuwono I. Masjid ini dibangun pada hari Ahad Wage, 29 Mei 1773 M atau 6 Robi’ul Akhir 1187 H (sumber: Wikipedia).
Seperti kebanyakan masjid di Jawa pada umumnya. Atap masjid Gedhe Kauman tumpang tiga berbentuk daun kluwih. Berdasarkan banyak literatur yang saya baca sih ini melambangkan: syariat, makrifat, dan hakikat. Untuk lebih dalam sih monggo baca lagi literatur tentang masjid-masjid milik Kraton Yogyakarta. Jujur saya suka dengan desain atap tumpang tiga ini. Rasanya lebih ‘dekat’ dengan masyarakat Jawa. No offense ya, saya yakin setiap bangunan masjid ada makna tersendiri dari para pendirinya. Dan saya mah hanya penikmat saja ^^.


Selasar Masjid Gedhe Kauman



Masuk kedalam bangunan maka kita akan bertemu dengan bangunan utama dengan tiang penyangga dari kayu jati utuh. Sekarang sih Masjid Gedhe Kauman sudah mengalami beberapa kali renovasi. Tetapi secara keseluruhan bangunan masjid tidak berubah.



Ruang Utama Masjid Gedhe Kauman

  Saya suka menikmati pemandangan masjid ini ketika menjelang maghrib. Syahdu sekali. Apalagi Masjid Gedhe Kauman terletak di sebelah barat Alun-Alun Kraton Yogyakarta. Tepat sekali letaknya. Kita bisa tarik benang merahnya. Kraton, alun-alun dan kemudian masjid. Begitulah mungkin seharusnya sebuah negara. Sebuah pemerintahan. Pusat aktivitas pemerintah, aktivitas masyarakat tidak boleh jauh-jauh dari tempat kita tunduk pada sang Khalik. Ah Yogyakarta. Selalu saja membuat saya kehilangan kata-kata


4 komentar:

  1. keren ya interiornya, saya baru tahu. Masjid Kuman ini memang terkenal ya...

    BalasHapus
  2. Dilihat sepintas kayak mirip mesjid keraton di Solo, tempatnya juga di Kauman. Tapi sepertinya Yang di jogja lebih keren interiornya...
    semoga bisa jalan-jalan kesana

    BalasHapus
  3. dulu kesini pas habis jalan2..siang2 sholat lohor dsini adem bangetttttt,mak ces gitu...semoga bisa ke jogja lagi^^

    BalasHapus
  4. Apik e.... pengen solat disana

    BalasHapus