Selasa, Mei 14, 2013

Review Film Life OF Pi

Sebagai keluarga dengan sistem yang ’tidak biasa’. Metode pembalajaran kami tentu saja beraneka rupa. Film –film dengan kualitas baik adalah salah satu sumber pengetahuan. Film Life of Pi (dibaca: Pai) adalah salah satu favorit di rumah kami. Film ini diadaptasi dari sebuah novel dengan judul sama. Ditulis oleh Yann Martel, penulis Kanada kelahiran 1963. Buku ini mendapat penghargaan Man Booker di tahun 2002 dan telah diterjemahkan ke dalam 40 bahasa. Wow keren. Bahkan menduduki tempat teratas dalam daftar buku laris New York Times selama 57 minggu. Ternyata buku-buku bagus juga punya tempat dihati pembaca. Kirain cuman buku-buku erotis ga jelas ala Fifty Shadow yg bisa laris. Halah....

Film ini sutradarai oleh Ang Lee dan kisah Pi Patel di perankan dengan sangat bagus oleh Irfan Khan. Disebuah situs luar yang saya baca Lee memanfaatkan teknologi digital untuk adegan-adegan bersama Richard Parker si Harimau Benggala itu. Iya juga sih, bayangkan gimana repotnya si Sutradara ngarahin aktingnya si Harimau coba?...

Saya paling suka film ini secara visual memikat banget. Fabolous...irresistible....haiyah ....apalagi dialog-dialognya keren. Kebanyakan sih cerita oleh si Pi Patelnya. Tahukan gimana kerennya orang India ngomong Inggris dengan aksen Hindi. Soooo Hot....hehehehe. suka banget kalo orang India ngomong Inggris, lekukannya itu loh. Gimana ya bilangnya. Makanya ga heran klo Justin Bieber memuji aksen Zayn Malik nya One Direction dengan Sexy Pakistany Accent..hohoho (malah ngomongin yang lain). But, beneran deh...orang India itu kalo ngomong Inggris indah banget ga kayak Cina yang jadi aneh gitu. Ups..ini bukan SARA ya...

Film ini (atau Novel ini) berkisah tentang seorang Pi Patel. Ia adalah seorang anak dari pemilik kebun binatang di Ponchinderry di India sana. Keluarga Pi memiliki sebuah kebun binatang disamping rumahnya. Kebun binatang mereka termasuk lengkap untuk ukuran tahun 1960-an. Nama Pi sendiri diambil dari sebuah kolam renang terkenal di Paris yang dikunjungi oleh pamannya. Piscine Molitor Patel. Lucunya si Pi ini bisa berenang (yang dulu sangat dibencinya) karena diajari sang paman. Si Pi ini sangat mencintai binatang. Ya iyalah, pemilik kebun binatang gitu loh. Dia punya binatang favorit. Seekor Harimau Benggala bernama Richard Parker. Sebenernya namanya Thirsty (yang saat ditemukan sedang minum air sungai sepuasnya) dan Richard Parker itu nama pemburunya. Tetapi ketika di Kebun binatang administrasinya jadi terbalik begitu. Si pemburunya bernama Thirsty dan harimaunya si Richard Parker.

Ada pelajaran bagus tentang harimau ini yang diajarkan oleh ayahnya si Pi. Ceritanya si Pi ini penasaran pengen kasih makan si Richard malah pengen ngelus2 gitu. Untungnya ketahuan ayahnya. Langsung ayahnya manggil petugas pemberi makan. Seekor kambing diikat didepan kandang sih Richard Parker dan ngasih tahu bagaimana sih caranya binatang buas makan. Mereka binatang predator, buas dan menggunakan insting. Ga perlu pake dielus kalo mau ngasih makan. Dia terbiasa berburu dirimba sana. Eh, betul, ga perlu waktu lima detik untuk si Richard Parker menyambar kambing yang terikat dan mematahkan lehernya dan menyeretnya kedalam kandang. Keren. Si Pi dan abangnya sampai ternganga-nganga. Ini pelajaran bener deh buat anak-anak laki kayak anak-anak gue yang biasanya pada sok tahu itu...(hahaha).


Petualangan dimulai ketika karena krisis politik India yang semakin memanas akhirnya ayahnya Pi memutuskan untuk menjual kebun binatang dan isinya (binatang-binatangnya) dijual ke seorang pembeli di Amerika Utara. Tepatnya di Toronto Kanada. Setelah transanksi yang rumit. Dibawalah sebagian binatang yang akan dijual itu ke Kanada. Diantaranya ada Richard Parker, Orange Juice (orang utan), Zebra, Hyena, dan binatang2 lain. Si Pi dan abangnya juga ikut dijual (itu sih istilahnya Pi, karena mereka ga mau pindah, Maklum si Pi lagi tahap pedekate sama seorang gadis temennya di tempat latihan tari) India gitu loh.Tapi suer, film ini ga ada tari-tarian ala Shakrukh khan gitu. Dengan menumpang kapal kargo Jepang mereka berangkat dari India menuju Kanada. Sempat berhenti di Manila untuk mengisi perbekalan. Berhari-hari di kapal juga mengharuskan para binatang disuntik obat penenang untuk mengurangi mabuk laut. Dan ketika suatu malam badai menghantam kapal mereka. Pi sempat bangun dan berlari menuju kamar ayah-ibunya. Tetapi balik lagi karena dek sudah dipenuhi oleh air. Ketika di geladak Pi disuruh melompat ke sekoci yang didalamnya ada Zebra. Ia sempat berteriak untuk meminta tolong agar mereka menyelamatkan ayah ibunya. Tetapi sebuah ombak besar menghantam sekoci dan melemparkannya ke laut lepas Samudra Pasific. Ia melihat kapal karam dengan air mata berlinang. Kehilangan ayah berarti lenyapnya panutan, kehilangan ibu tak ubahnya matahari tak terbit lagi, dan kehilangan abang sama dengan tiadanya teman sejiwa untuk beranjak tua bersama. Hiks nangis deh. Meskipun begitu Pi sempet nolongin si Richard Parker yang terapung-apung dilautan. Siangnya juga ada Orange Juice yang terdampar diatas pisang. Pokoknya sekocinya Pi jadi rame deh. Tapi bagaiamanapun penumpang adalah para binatang yang secara rantai makan klop banget. Ada Zebra, Orang utan, Hyena, Harimau dan si Pi. Wah akhirnya setelah seru acara makan memakan yang tinggal adalah si Pi dan Richard Parker.

Tinggalah Pi yang harus berpikir keras bagaimana memberi makan dirinya dan si harimau benggala. Untungnya di sekoci tersedia makanan yang secara matematis bisa untuk 100 hari. Itu artinyai si Pi aman seratus hari kedepan. Tetapi tidak untuk si Richard Parker. Tetapi jika Harimau itu mati maka si Pi akan kehilangan musuh yang artinya ia akan tenguk-tenguk dan berujung pada putus asa dan berakhir bunuh diri karena kesepian. Maknanya dalem ya, bahwa musuh itu membuatmu kuat man. Bahwa masalah itu akan menjadikanmu lebih hebat, gitu kali makna sederhananya. So, Carilah masalah, #eh..^_^....kabooor dululah ketimbang ditimpuk orang se kampung.

 Akhirnya dengan memanfaatkan peralatan yang ada di sekoci si Pi memancing ikan, mengubah air asin menjadi air tawar yang layak minum dengan solar still (ini pengetahuan banget untuk anak-anak). Anak-anak juga jadi tahu kalo dilaut itu ga boleh minum air asin karena bisa menambah dehidrasi. Memanfaatkan peralatan di sekoci untuk memancing. Bahkan Pi juga tetap menulis menggunakan pensil dan kertas dan membungkusnya dengan plastik. Pokoknya bahwa the life must go on dijalankan dengan benar oleh Pi. Penggambaran samudra Pasificnya juga keren banget. Bagaimana awan-awan nya yang indah, laut biru membentang, bahkan penyebutan samudra Pasific dengan lautan teduh bisa kita tangkap dengan baik karena terlihat banget kalau siang itu lautnya teduh ga terlalu panas. Anak-anak kan selama ini cuman dengar dan baca doang. Pas ngelihat film ini jadi lumayan bisa membayangkan lah. Ampe berbusa-busa gue bilang ke anak-anak kalo Samudra Pasific itu dibilang Lautan Teduh oleh Columbus, eh iya ya yang bilang Columbus. Klo salah tolong diingatkan ya.

Pi juga bertemu dengan banyak hewan laut yang menakjubkan lho. Ada gerombolan ikan terbang, Paus Biru, ubur-ubur yang menyala dan hiu tentunya. Kalau malam bertabur milyaran bintang. Soo romantic (ini ga berlaku kalo buat Pi nya kalee). Wuih keren kata anak-anak. Suka banget pas adegan si Pi nangkep ikan. Mana body nya si Irfan Khan kan six pack begitu. Anak-anak juga jadi menghargai ilmu bahwa banyak hal yang bisa membantu kita untuk survive ketika kita bisa mengetahui banyak hal dari membaca. Misalnya, mengumpulkan air embun, etcetera. Bahkan ada adegan si Pi terjun ke laut karena si Harimau itu ternyata bisa berenang. Iya sih, hampir semua binatang ternyata punya kemampuan berenang. Si Pi pokoknya selalu beraktivitas. Tidak menganggur apalagi melamun. Bayangkan kalo kita yang jadi Pi, heeeh, bisa-bisa terjun duluan ke laut. Boring tau ga sih lo?...jadi bisa mengerti mengapa malah banyak orang-orang hebat yang malah produktif ketika dipenjara. Bergerak terus itu malah membuat kita selamat lho.

Secara keseluruhan saya kasih 7,5  untuk film ini. Terutama untuk visualnya yang keren. Atau juga untuk kisah pulau Karniforanya. Itu benar-benar baru untuk saya. Untungnya saya sudah baca novelnya meskipun ngebut. Film ini layak ditonton oleh keluarga. Berakhir Happy Ending dan memberi banyak pengetahuan baru buat kita. So, tonton Life of Pi ya....
salam hangat dari Irfan Khan...muach...#plak..^_^


“ Cmon Richard Parker.....

9 komentar:

  1. Aduuh maak, jadi pingin nonton jugaa... dimana bisa dapet filmnya? aku juga lebih suka belajar bareng anak dengan cara sendiri, hehe dengan backpacking tentunya. dan sesekali nonton film. info ya maak..

    BalasHapus
  2. ini bagus loh filmnya....aq biasanya nyari filenya pesen diwarnet,,,hahahaha...ketahuan

    BalasHapus
  3. aduhhh mau cari juga ahhh

    mak aku terharu baca deskripsi blognyaahh

    BalasHapus
    Balasan
    1. doanya emak2 mak kinzihana..:)

      Hapus
  4. mak sekarang ini memang susah ya cari siaran TV yang bagus dan mendidik, malah iklan2 sekarang jadi ikutan ga mendidik

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak..tapi untungnya kami ga punya tipi mak..:)

      Hapus
  5. Baca bukunya... menurut saya bukunya lebih menarik dan mengharukan dari pada film...

    BalasHapus
  6. ngiler makkk,,,pengen nonton,,,wow,,wowoowow,,,

    BalasHapus
  7. iiih... saya suka bgt film ini, teknologi digitalnya keren bgt pantesan dpt 3 penghargaan academy awards, belum lagi dengan makna dari ceritanya, I love it :D

    BalasHapus