Diponegoro, Melawan dan Berjuang


pict by wikipedia


Ramadhan kemarin saya diminta mengisi mentoring anak-anak yang sedang mengikuti pesantren kilat. Kebetulan tempatnya di Goa Selarong, Bantul. Dan materinya salah satunya tentang perjuangan Pangeran Diponegoro dan istrinya yakni Raden Ayu Retnaningsih. Yang banyak diulas oleh para pakar sejarah islam Jawa sebagai salah satu istri pangeran Diponegoro yang turut berjuang dalam perjuangan Pangeran Diponegoro di tanah Jawa. Mungkin dari nama ini juga asrama Mahasiswi Universitas Gadjah Mada diambil. Yakni Asrama Mahsiswi UGM Retnaningsih. Tempat saya kalau mau ngacir dari kost. Karena beberapa teman kuliah saya tinggal di situ.


Diantara banyak pahlawan nasional jujur saya suka dengan kisah Pangeran Diponegoro. Bayangkan seorang pangeran terhormat, kaya raya, berstatus bangsawan Jawa tetapi memilih hidup sederhana dan berjuang melawan penjajahan Belanda. Padahal kalau mau bekerjasama dengan Belanda pastilah kedudukan Pangeran Diponegoro akan meningkat. Baik kekayaan maupun statusnya. Tetapi beliau memilih menepi dari dunia dan berjuang melawan penjajahan.
Ada banyak tipe orang. Dan Diponegoro memilih melawan dan berjuang. Ada banyak kisah pangeran Diponegoro yang bisa kita baca. Tetapi saya sendiri memilih selektif. Terutama jika sumbernya dari jurnal-jurnal asing terutama Belanda saya memilih membatasi diri untuk tidak membacanya. Salah satu buku yang say abaca tentang Diponegoro adalah ‘Api Sejarah” karya Ahmad Mansur Suryanegara. Tulisannya bagus dan detail. Terlihat sekali tulisan yang berisi ghirah perjuangan pangeran Diponegoro. Karena beliau memang seorang pejuang, seorang mujahid maka layk ditulis dengan tinta emas.
Saya selalu bilang sama anak-anak. Kita beruntung, karena tinggal di tempat yang menjadi saksi sejarah perjuangan pangeran Diponegoro yakni di Yogyakarta. Harapannya, jejak perjuangannya bisa tetap menginspirasi sepanjang masa. Agar jangan menyia-nyiakan masa muda. Tetap berada dalam barisan pejuang agama dan kebenaran. Tetaplah berada dalam barisan yang menghidupkan perlawanan terhadap kebathilan. Karena kitalah Diponegoro selanjutnya.

Tidak ada komentar

Terima kasih untuk kunjungannya. Semoga bermanfaat. Harap meninggalkan komentar yang positif ya. Kata-kata yang baik menjadi ladang sedekah untuk kita semua.