Terpesona Di Puncak Songgo Langit, Dlingo




Puncak Songgo Langit




Sebagai warga Pleret yang kalau mau main ke wisata hutan Pinus di Imogiri tinggal ngesot, eaaa, bisa dibilang semua hutan pinus di Imogiri sudah kami jelajahi. Fixed. Huahahaha, sombongnya. Mau poto produk main ke hutan pinus, mau leyeh-leyeh main ke hutan pinus, mau cuman sekedar ‘nyari angin’ main ke hutan pinus. Bahkan kalau lagi ngambek, mainnya yak e hutan pinus. Begh. Apapula ini.


Nah, kemarin kami nyempetin main ke hutan Pinus rumah Hobbit dan Puncak Songgo Langit. Kebanyakan turis yang datang ke Songgo Langit itu cuman brenti sampai ke rumah Hobbitnya aja. Padahal kalau mau ke Puncak Songgo Langit, viewnya lebih badai lagi. Cumaaaan. Memang butuh perjuangan untuk sampai ke puncak Songgo Langit-nya. Sesuai namanya ‘ Songgo Langit’ tempatnya memang di puncak.

Puncak Songgo Langit

Seperti udah saya ceritain di atas, kami udah puas main ke hutan Pinus Mangunan, Dlingo, Becici, Watulintang, dll. Nah, menurut saya pemandangan puncaknya yang paling keren ya puncak Hutan Pinus Songgolangit. Ini jawaban yang subyektif sebenarnya. Tetapi mengingat saya udah pernah mendatangi semua tempat hutan pinus di Imogiri, jadi jawaban saya bisa lah dijadiin patokan. Ciyeeee.

Puncak Songgo Langit

Untuk mencapai puncak Songgolangit memang butuh perdjoeangan sodara-sodara. Ga seperti puncak hutan pinus lain di Imogiri yang masuk area wisatanya jalan dikit udah sampai puncaknya. Nah, puncak Songgolangit ini kita kudu jalan menanjak melewati bebatuan yang sudah ditata sebagai jalan setapak. Di sisi-nya juga dibuatkan pegangan dari kayu yang lumayan kokoh.

Puncak Songgo Langit

Tadinya setelah poto-poto di rumah Hobbit, saya pikir itulah puncak Songgolangitnya. Ternyata tidak ibu-ibu. Kita kudu naik lagi. Dan saya yang mau balik badan ga bisa soalnya dua krucil si Miqdad dan Mush’ab udah mendahului naik ke atas, Jadi mau gam au si mamak ini ngikutin si bocah-bocah itu.

Puncak Songgo Langit

Si Mush’ab bilang “ Umi itu dekat lagi puncaknya” setelah naik sekitar 100 m. dan saya berucap Alhamdulillah dalam hati. Ternyata itu cuman tempat buat ‘ tarik nafas’ karena kita harus melanjutkan perjalanan. Kiri-kanan hutan pinus. Dan udah sepi. Ga ada suara orang. Suara burung-burung mulai rame. Whuaaa, area hutan ini bathin saya. Akhirnya kami lanjut lagi. Dan bahagia waktu menemukan tulisan di atas papan kayu “ Puncak Songgolangit 300 mlagi. Kowe Kudu kuat”. Ternyata yang dia bilang 300 m itu versinya orang Arab. Jadi kalau menurut saya perjalanan menanjak ke atas untuk ke puncak Songgolangit itu sekitar 800 m. serius Mak. Iya bener. Waktu liat gerbang puncaknya, saya sampe pengen sujud syukur. Ya Lord, finally, hahahaha.

Puncak Songgo Langit

Tapi sumpah, pemandangannya sepadan dengan kaki gempor. Masya Allah cantik banget. Tempatnya bagus banget. Saya sampe bilang sama anak-anak abege di rumah. Kalau kalian mau nyoba naik gunung cobain dulu berburu sunrise di puncak Songgolangit. Anggap aja sebagai latihan sebelum naik gunung beneran. Tapi saya jadi horror sendiri kalau mau nyobain hunting foto sunrise di Songgolangit. Jangan-jangan nanti ditemani macam kumbang. Whoaaaa.

Puncak Songgo Langit

Bahkan dari 8 orang kami kemarin yang sampai ke puncak cuman 5 orang. Yang lain nyerah duluan balik kanan turun ke bawah. Hahahaha. Dan saya dong langsung berburu buah pinus untuk property. Lumayan dapat yang bagus-bagus. Pokoknya, prinsip saya “ setiap pergi harus menghasilkan konten” huahahahaha.
Oia sebagai informasi kemarin kami masuk ke area wisata rumah Hobbit dan Songgolangit ini cuman bayar parker mobil 5000 rupiah. Dan ada fasilitas flying fox dan spot-spot khusus buat pepotoan. Dan khusus itu bayar sendiri. Kalau ga salah flying fox bayar 15 ribu. Ada banyak kedai makanan yang tersedia di area wisata di bawah. Kalau di puncak ada satu kedai makanan. Oia di bawah dan di puncak punya musalla sendiri-sendiri. Bisa dicari di Google Maps ya.

Dengan harga segitu, terhitung murah banget-lah. Dibandingkan wisata-wisata di luar negeri yang kebanyakan artifisial dengan harga selangit. Hutan tropis di Garden By The Bay, Singapore ga ada apa-apanya dibanding hutan pinus di Imogiri. Sungguh!.

Tidak ada komentar

Terima kasih untuk kunjungannya. Semoga bermanfaat. Harap meninggalkan komentar yang positif ya. Kata-kata yang baik menjadi ladang sedekah untuk kita semua.