Mengintip Masa Lampau di Museum Sains Dan Teknologi Islam Istanbul




Kalau punya kesempatan berkunjung ke Turki. Sempetin deh mampir di Museum Sains Dan Teknologi Islam Turki. Tempatnya ini layak masuk list tempat yang harus dikunjungi saat traveling ke Isanbul, Turki. Apalagi bagi muslim traveler yang seneng bias mengulik sejarah peradaban islam. Ketempat ini serasa dapat banyak harta karun yang luar biasa.


Saya dan sibapak kemarin dapat kesempatan mampir ke sini. Jadi sebenarnya kami ke museum ini nyari jalan sendiri. Soalnya kami terpisah dari rombongan city tour yang diadakan oleh Turkish Airlines. Sewaktu di Topkapi Palace kami ketinggalan rombongan. Harap maklum saat itu baru aja selesai lunch di pinggiran selat Bosphorus dengan menu Turki yang enak (dagingnya) dan mengkeret pas kena keju mudanya.


Istanbul Museum Of The History Of Sciense & Technology In Islam ini terletak di area Topkapi Palace tepatnya di Gulhane Parki Hasahirlar Binasi | Sirkeci, Fatih, Istanbul 34112, Turki. Berada di area taman Guhana Park yang masya Allah cantik bener. Mana pas kami ke sana pas musim semi. Double cantiknya. Bunga dimana-mana. Ya Allah Turki cantik banget. Insya Allah besok ke sana lagi sambil bawa rombongan krucil di rumah. Aamiin.

Penampakan depannya sih biasa aja. Terdiri dari dua lantai. Tetapi ada sebuah replica struktur kimia yang di pajang di depan museum. Jadi keliatan banget kalau museum ini erat hubungannya dengan sains dan teknologi. Saat masuk kita akan bertemu dengan meja pembelian tiket dan alat sensor. Tetapi kamera dan handphone boleh kok dibawa masuk. Dan kita diperbolehkan mengambil foto.

Di dalamnya lengkap banget. Alat peraganya juga lengkap. Petunjuk gambarnya juga lengkap dalam dua bahasa yakni bahasa Turki dan bahasa Inggris. Kita pasti takjub dengan teknologi bangunan-bangunan islam zaman dulu. Misalnya masjid yang luas tetapi suara imamnya bisa terdengar sampai jamah bagian belakang padahal zaman dulu ga ada mikrofon. Itu bentuk arsiteturnya berpengaruh banget. Kenapa bangunan istana dan masjid bisa sejuk di musim panas dan hangat di musim dingin. Nah lo, penasarankan.
Alat operasi untuk membantu ibu melahirkan (ngiluuu)

Terus saya juga sempet tertegun di hadapan alat peraga berupa alat-alat yang digunakan oleh para dokter-dokter khusus ginekologi islam zaman dulu. Jadi zaman dulu tuh para dokter sudah bisa melakukan operasi untuk membantu ibu-ibu melahirkan. Ngilu ngeliat alatnya. Huahahaha.


Saya juga dibuat takjub dengan lukisan-lukisan geometri yang biasa muncul di hiasan bangunan-bangunan istana kekhalifahan dan juga masjid-masjid zaman dulu. Oia, di Istanbul itu hiasan dinding masjidnya (kaca patri pada jendela, lantai keramiknya, dsb) itu khas banget. Warnanya didominasi oleh putih dan biru. I love blue so much. Hahahaha. Pecinta warna biru pasti jatuh cinta sama Turki.

Kita juga akan terpana melihat replica alat-alat yang digunakan oleh para ilmuwan astronomi islam zaman dahulu. Ilmu astronomi kaum muslimin itu canggih banget. Karena banyak sekali iabadah kaum muslimin yang erat hubungannya dengan perputaran benda langit. Misalnya penentuan waktu salat, penentuan awal ramadhan, penentuan hari Idul Fitri. Juga membantu para pelaut-pelaut muslim saat mereka menjelajah bumi untuk menyampaikan dakwah islam. Masya Allah. Saya anjurkan anda menyempatkan diri mampir ke museum ini.

Saya juga senang mengamati pas bagian contoh bebatuan mineral yang memang banyak dijadikan hiasan istana dan masjid zaman dulu. Cantik-cantik. Makanya ga heran kenapa misalnya Al-Hambra, Spanyol dan Taj Mahal India itu cantiknya luar biasa. Istana itu memang dibuat mengikuti gaya arsitektur islam pada masa itu. Huhuhuhu. Jadi pengen ke Alhambra dan Taj Mahal. Soon Insya Allah. Aamiin.

Senangnya di museum ini kita diperbolehkan mengambil foto. Tetapi memang ada larangan keras untuk tidak menyentuh barang-barang yang ada di museum. Sayangnya kamera DSLR kami macet ga mau on karena batre BG-nya ketinggalan di Indonesia. Huaaaa nangis. Jadi kemarin saat umroh itu kami cuman mengandalkan kamera hape dan Go-Pro. Tapi Alhamdulillah foto-fotonya lumayanlah.

Sayangnya karena keterbatasan waktu kami ga bisa berlama-lama di tempat ini. Masih banyak tempat yang hari itu rencananya akan kami kunjungi. Mudah-mudahan lain waktu bisa puas-puasin mampir ke sini. Insya Allah. Nah, setelah ke Istanbul kita jalan kemana lagi nih? (brb ngecek tiket Jkt-Rabat-Madrid-Jkt). Aamiin.

5 komentar

  1. Huaa struktur kimia itu menggoda sekali. Ada kenangan soalnya. Hoho.iya arsitektur Muslim emang oke punya ya

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Jadi Ingat Guru Kimia di SMA Mba, Kimia memang Spesial, dari Jurusan IPA cuma Kimia yang dooonngg, Islam itu Indah. Jadi pengen kesana heheheheheee Insya Allah bisa kesana Aaaammmiiinnn

    BalasHapus
  4. Banyak ilmuwan-ilmuwan islam yang hebat-hebat. Arsitekturnya juga menakjubkan

    BalasHapus

Beautynesiablog

beautynesia blogbeautynesia