Featured Slider

Menjadi Keluarga Harmonis Bersama HIJUP Dan Resik V

pict by: Primastuti Satrianto

Hampir 15 tahun pernikahan saya dan suami and still counting insya Allah. Saat ini kami sudah dikaruniai 6 anak yang Alhamdulillah semuanya sehat. Anugrah luar biasa buat kami. Punya anak banyak itu artinya ada banyak seni yang harus kami mainkan dalam rumah tangga kami.


Alhamdulillah rahim saya sehat. Tiga bulan setelah menikah saya langsung hamil anak pertama dan kemudian disusul adik-adiknya. Semuanya terlahir dengan persalinan normal. Sejak gadis sebenarnya saya terbiasa memakai rebusan daun sirih untuk membersihkan organ kewanitaan. Dan itu berlanjut sampai menikah. Bahkan di rumah saya menanam tanaman sirih yang subur merambat sampai ke tembok. Tak hanya itu saya sampai punya tiga jenis tanaman sirih di rumah, sirih hijau yang biasa digunakan untuk nginang, sirih merah dan terakhir saya sedang menanam tanaman sirih hitam yang harga bibitnya bikin uang dapur saya menipis banyak. Hiks, sirih hitam ini termasuk jenis langka dan manfaatnya banyak banget buat kesehatan itulah kenapa saya rela merogoh dompet dalam-dalam biar bisa membeli bibitnya.

Oxytocin Journey, Perjalanan luar biasa menyusui para ibu

pict by: www.primahapsari.com

Memiliki 6 orang anak adalah anugrah luar biasa buat saya. Sebelum menikah saya sudah mempersiapkan diri bahwa nantinya saa akan memberikan ang terbaik untuk anak-anak saya. Termasuk di dalamna makanan yang halal dan thayib. Dan saya berkomitmen untuk memberikan ASI untuk bayi kami.

Peti Hujan Kami Berisi So Good Cerdik




Orang bijak pernah bilang teknologi itu seperti sungai yang mengalir di depan rumah kita. Orang tua yang penyayang akan berusaha menutup semua akses menuju sungai agar anak-anak tidak tercebur ke sungai tersebut. Segala cara ditempuh agar anak-anak tidak dapat menuju sungai. Orangtua yang bijak akan mengajari anak-anaknya berenang agar mereka bisa bisa memanfaatkan sungai bahkan berenang menuju laut lepas dan mengambil banyak hal bermanfaat dari sungai.

Sebagai keluarga pesekolah mandiri kami berusaha sebaik mungkin memanfaatkan teknologi. Meskipun demikian kami termasuk ketat dalam penggunaan gadget bagi anak-anak. Anak-anak kami biasakan lebih banyak beraktivitas fisik. Bermain di luar ruangan dan berinteraksi dengan banyak orang.