WADJDA, Impian Seorang Anak Perempuan Arab


WADJDA, Impian Seorang Anak Perempuan Arab


Seperti yang saya bilang di akhir tahun kemarin. Saya akan memperbanyak postingan organik dan menambah value dengan mereview buku dan film yang saya anggap bagus. Kali ini saya mau berbagi sedikit review tentang film “WADJDA”. Film ini pernah mendapat penghargaan khusus di festival film Dubai. Dan beberapa penghargaan film internasional. Dirilis pertama kali di Islandia (bukan di Arab). Sebagai informasi tambahan, di negara-negara Arab perkembangan film bisa dibilang terbatas. Kecuali Iran yang memang dari awal melejit dengan film-film mereka yang berlatar belakang syiah dan bertema humanis. Ambil contoh : Children of Heaven, Baran, ect.

Belajar Tentang Marah Dan Bahagia Bersama Cican



Di rumah kami yang namanya read aloud alias membacakan buku untuk anak-anak dengan suara nyaring itu semacam  kebiasaan yang sudah mendarah daging. Bahkan kami sampai sekarang di zaman digital ini kami masih berlangganan 5 majalah dan dua diantaranya itu majalah anak-anak. Dan kalau majalahnya datang umminya ini jadi rebutan, buat apa? Buat bacain mereka majalahnya lah. Karena yang gedhe-gedhe kalau dia juga megang buku di tangannya ga mau bacain adek-adeknya.

#AksiFlashBunda Lebam Tanda Pintar?

Manjat itu hobbynya Miqdad :)
(doc.pribadi)


Lebam /Memar tandanya pintar, pernah dengar istilah itu. Kalau orang tua zaman dulu tuh bilang anak-anak yang aktif dan ada bekas memar-memar di badannya tuh tandanya ‘mundak pintar’ alias pinternya nambah. Sebenarnya ga sepenuhnya salah sih istilah itu meskipun ga bener semua juga. Maksudnya sih kalau anak-anak aktif dan sehat dia akan banyak melakukan stimulasi motorik kasar maupun halus yang biasanya memerlukan ketangkasan dan kekuatan. Semisal naik sepeda, manjat-manjat, merangkak-rangkak, main sembunyi-sembunyian. Yang seringnya tuh bikin mereka kejeduk-jeduk dan bikin lebam di beberapa bagian tubuhnya.

Atasi Diare Dan Sembelit Pada Anak Dengan INTERLAC


Bincang-bincang bersama dr. Diana Intan dan Pak Nurhadi dari INTERLAC
(doc.pribadi)


Saya ingat banget sulung saya ketika usianya masih 3 bulan pernah masuk RS karena sembelit. Hampir tiga minggu tidak bisa BAB. Pikiran saya udah ga enak banget. Apalagi saat itu dia hanya minum ASI. Saya udah mikirnya yang enggak-enggak aja. Dibawalah ke RS PKU Muhammadiyyah. Dan di sana dokternya cuman bilang “ Ga papa” ya ampun. Lalu diberi semacam jelly dimasukkan lewat anus eh ga lama si bayi itu bisa BAB dengan lancar. Dan mirisnya itu pasien sebelah kami itu bayi seusia sulung kami mondok di RS karena diare. Jadi jejer antara yang bayi kena sembelit dan bayi kena diare. Alhamdulillah kami ga lama sudah boleh pulang ke rumah.

Perlukah Anak-Anak Punya Resolusi?




“ Aku mau ke Syam” kata Zubair sambil membaca catatan tentang resolusi 2019-nya. Sedangkan Osama membaca tulisannya dengan lantang “ Aku mau lolos POPDA di tahun 2019 ini”. Itu sebagian resolusi anak-anak di rumah yang kemarin kami tulis dan bacain bareng-bareng di hadapan anggota keluarga . Harapannya sih dengan ditulis,  dan dibacain di hadapan semua anggota keluarga bakalan banyak yang membantu dengan doa. Aamiin.

Staycation Sehari Di Pose In Hotel Solo

serasa kolam renang pribadi @poseinhotel Solo



Tahun 2019 ini kami buka dengan staycation ke Solo sak rombongan. Bawa anak enam terus naik kereta rame-rame. Naik Prameks dari stasiun Tugu biar ga dempet-dempetan eh tetap aja kehabisan tiket. Akhirnya kami bagi dua kloter ke Solo-nya. Saya, Shuhaib dan Miqdad berangkat duluan dan kami dapet tempat duduk dong. Dan sisanya menyusul  keberangkatan berikutnya. Dan kami sudah reservasi kamar di Pose In Hotel Solo.