Madinah





Saat turun dari pesawat di bandara Jeddah King abdul Aziz dada saya terasa sesak. Oke, saya sudah berkali-kali membaca tentang pengalaman mereka yang pertama kali ke Saudi dan semuanya bilang, terharu. Saya pikir iyalah terharu. Tetapi terharu masih kurang pas menurut saya. Jika pernah ada yang membaca kitab Taman Orang-orang yang jatuh cinta dan memendam rindunya Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah maka definisi rasa yang saya alami persis seperti yang digambarkan oleh syeikh Ibnul Qoyyim. I love this land before i visit there. More, more and moooooooore. Yes, inilah rasa cinta. Ada banyak definis cinta menurut Ibnul Qoyyim. Al mahabbah bisa digambarkan rasa rindu, kesedihan, bangga, keteguhan, pengorbanan and more. 




Bahkan sebelum saya memasuki Madinah kami mampir dulu disemacam tempat istirahat. Dan saya sudah tersedu-sedu saat salat di masjidnya. Ini belum Madinah! Dan saya sudah sesak nafas. 

Dan saat masuk kota Madinah. I cant to explain this. Ya Allah terimakasih untuk rejeki yang luar biasa ini. Doa memasuki kota Madinah saya lafalkan dengan dada yang terasa penuh. Ya Allah ini kota Nabi-Mu. Di sinilah Rasulullah memulai membangun peradaban yang mulia itu. Saat melihat ujung-ujung menara Masjid Nabawi saya tidak bisa menggambarkan bagaimana diri saya saat itu. 

Dan setelah bersih-bersih diri di hotel kami pun mendatangi masjid. Saya datang bertepatan dengan salat maghrib. Inilah momen romantis saya sebagai seorang muslimah. Salat di pelataran masjid dalam keadaan tersedu-sedu. Ya Allah. Hamba yang tidak ada apa-apanya ini Kau beri kesempatan mengunjungi kekasih-Mu.





 Saya ingat banget saat maghrib itu imam Masjid nabawi membaca surat AlMulk dan Abasa di dalam salatnya. Ya Allah. Surat yang sering saya baca bersama anak-anak. Petilan ayat yang sering saya bacakan kepada para akhwat di majlis halaqoh kami ttg kesombongan Fir'aun saat ia berucapa " ana robbukumul a'la" dan saya dengar langsung hari ini dalan salat saya di masjid nabawi. Bagaimana dada saya tidak sesak. Ya Allah selamatkanlah aku dan keluargaku dari perilaku dzalim dan sombong seperti Fir'aun. 
Doa panjang saya selepas salat. Apalagi kemudian saat masuk ke dalam masjid Nabawi dan salat di dalamnya. 

2 komentar

  1. Cantik banget foto pertamanya mak!
    Payungnya kalo kebuka gitu apik yaa

    BalasHapus
  2. Ya Allah, begitu rindunya saya pengin ke Madinah dan Mekah. Menapaktilasi jejak Nabi agung. Semoga saya mampu, betapa ingin oh rindu banget. Terima kasih Mbak.

    BalasHapus