Reviews: Kisah 66 Muslimah Yang Mengukir Sejarah

66 Kisah Muslimah Pengukir Sejarah
(Books review)




Kebetulan saya suka banget ngoleksi buku-buku biografi, kitab-kitab sirah dan sejarah. Anak-anak di rumah juga salah satu portofolio mereka wajib membaca beberapa kitab sirah nabi dan sahabat nabi. Buat saya belajar sirah nabi dan sahabat itu keuntungannya double. Karena materinya lengkap. Kebanyakan sirah kan isinya tentang hukum dan kaidah fiqih. Jadi anak-anak lebih mudah memahami tentang hukum dan syariat dalam Islam.



Nah kemarin saya punya buku bagus yang diterbitkan Aqwam Solo. Judulnya 66 Muslimah Pengukir Sejarah karya Ummu Isra’Binti Arafah. Buku ini keren banget dan recommended untuk para muslimah.

Saya punya tiga kitab sirah sahabiyyah di rumah baik yang ummahatul mukminin (istri nabi) maupun yang shahabiyyah nabi. Nah buku yang barusan saya baca ini berisi tentang 66 muslimah dari zaman Nabi sampai hari ini. Di mulai dari sahabiyyah misalnya: Sumayyah, Khonsa lalu ada istri para istri ke khalifahan islam di zaman Tabi’in, Tabiut-tabiin, kemudian ulama-ulama perempuan, kemudian ibu amirul Mukminin Abdurrahman An-Nashier khalifah Andalusia, Saudara perempuan Shalahuddin Al-Ayyubi, dan banyak lagi yang lain.

Kalau ditanya mana cerita di atas yang paling berkesan, semuanya berkesan dan luar biasa.tapi ada dua kisah yang membuat saya takjub karena saya belum bertemu kisah itu di buku lain. Yakni kisah saudara perempuannya Shalahuddin Al-Ayyubi dan ibundanya Khalifah Abdurrahman An-Nashier. Jujur saya baru tahu tentang Sultan Shalahuddin Al-Ayubi yang ternyata punya saudara perempuan yang juga menjadi ulama muslimahnya kaum muslimin. Masya Allah. Benarlah kalau banyak ulama terdahulu bilang bahwa buku adalah intan berlian. Karena ternyata dari buku kita bisa menemukan hikmah luar biasa yang begitu berharga bahkan dibandingkan kehidupan kita sendiri.

Makanya saya kalau ngisi mentoring ke akhwat-akhwat pasti bawa kitab-kitab sirah agar mereka juga bisa mengambil hikmah dari kitab-kitab bagus warisan para ulama. Jangan sampai warisan itu hanya tersimpan rapi di toko buku. 

Buku ini bisa dibeli secara online. Atau kunjungi aja instagramnya di @ummulqurostore. Kemarin saya nemuin di feednya mereka menawarkan buku ini. Sesekali ga jajan bakso selama sebulan insya allah kebelilah buku kayak gini. Hahahaha. Saya sendiri berusaha membiasakan membeli dan membaca buku dalam sebulan. Berkunjung ke perpustakaan bersama anak-anak seminggu sekali. Baca ya tulisan saya tentang “ Perpustakaan Grahatama Pustaka”.


Udah gitu aja sih curhat saya tentang buku ini. Sana beli bukunya. Kalau mau pinjam ke rumah saya juga boleh. Kita bisa diskusi tentang banyak buku sirah di rumah saya bareng anak-anak. 

4 komentar

  1. Wah, baru tahu kalau Mak Irul senang koleksi buku Biografi
    Kapan-kapan kalau Jogja mau baca, ah

    BalasHapus
  2. Aku punya beberapa buku sirah nabawi, tapi ketinggalan di batam. Nyesel banget nggak kebawa pas pindah. Kalo baca buku surah, aku sering bingung sama nama2nya,panjang hehe...sering bacanya 2 kali.
    bubuky juga udah mulai aku bacain buku cerita sahabat nabi mak, sering aku baca bolak balik sampai hafal.
    Perlu ditiru kebiasaan beli buku sebulan sekali. Makasih ya mak tips buat anak2 ^^

    BalasHapus
  3. wah kayaknya perlu baca nih, makasih reviewnya

    BalasHapus
  4. Jadi pengen beli bukunya tertarik ni aku mba :)

    BalasHapus