Selasa, Juli 25, 2017

Buku saku Dzikir Pagi dan Petang (Hisnul Muslim)



Jaga Diri Dengan Dzikir 








Jujur akhir-akhir ini saya ngeri baca berita tentang orang-orang yang depresi dan ujung-ujungnya melakukan ' suicide'. Astaghfirullah. Dibelahan bumi lain banyak orang yang harus melakukan banyak hal untuk mempertahankan nyawa tapi di tempat lain banyak juga segelintir orang yang membuang nyawanya dan menyerah. Ya Allah, apa ini?. Di rumah saya sendiri topik ini jarang saya angkat. Bukannya takut tapi saya berhati-hati sekali dengan topik ini. Saya selalu berusaha agar anak-anak tahu kemana mereka harus bicara. Kemana mereka harus mengadu. 



Minggu, Juli 23, 2017

Jangan Berhenti Belajar






Osama  di masjid Gedhe Kauman Yogyakarta


Jika Kalian tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kalian harus sanggup menahan perihnya kebodohan seumur hidup (Imam Asy-Syafi'i Rahimahullah)


Selama setahun kemarin putra sulung kami tidak mengikuti pendidikan formal. Jadi setahun kemarin bisa dibilang Osama murni unschooling. Kami tidak mengambil pelajaran sekolah pada umumnya. Meskipun sempat dua bulan terakhir mendaftar di Sanggar Kegiatan Belajar Bantul tetapi kamimemutuskan nanti pas tahun ajaran baru saja Osama memulai lagi pelajaran setara SMP-nya. Beberapa kali saya membaca di temlen tentang perlu tidaknya sekolah. Dan banyak yang bertanya via inbox pada saya tentang tanggapan saya. Mungkin karena mereka tahu kami pelaku pembelajar mandiri jadi mereka semacam ingin tahu jawaban kami. Dan saya tetap kekeuh untuk tidak menjawab. Bahwa pertanyaan semacam itu sampai hari kiamat akan terus ada. Saya tidak pernah tertarik untuk membahas pilihan orang lain apalagi itu hanya urusan dunia. Ga bakalan tertarik. Hahahahaha



Jumat, Juli 21, 2017

Wisata Halal Di Bangkok, Adakah?

     
Wisata Halal Ke Bangkok?



 
Islamic Center Bangkok
(pict:halallivingthailand.com)


   Bulan April kemarin saya dan suami nyempetin mampir ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk meliput pameran gaya hidup halal internasional di sana. Nah, karena kami punya waktu 4 hari buat muter-muter mikirnya empat hari kalo dipakai buat keliling Kuala Lumpur bisa bosan sayanya. Awalnya mau ke Kepulauan Langkawi terus nyebrang naik feri ke Phuket, Thailand. Kan asyik tuh. Tapi pas dihitung-hitung kok budgetnya membengkak banyak. Akhirnya kami putuskan untuk sementara keinginan berkunjung ke Thailand ditunda dulu. Kami akhirnya melancong ke Singapore pake tiket promo hahahaha.


Kamis, Juli 20, 2017

Menulislah maka engkau akan kaya


Perjalanan saat meliput sebuah event Internasional di Kuala Lumpur


Saya ingat sempat kecewa dengan sebuah event yang saya ikuti. Padahal itu event besar dan melibatkan sebuah brand besar tanah air. Acaranya yang full tiga hari membuat saya harus meluangkan waktu yang cukup banyak. Kalau itu liputan event harga yang didapatkan bisa lumayan. Setelah acara berakhir banyak teman blogger yang kecewa termasuk saya (awalnya). Karena ternyata kami tidak mendapat fee untuk event tersebut. Kemudian banyak teman blogger yang memutuskan untuk tidak menulis tentang event tersebut. 

Anyang-anyangan? Cobain Uricran deh

Kalau anyang-anyangan jangan ikat jempol pake karet gelang ya




Masih pada keliling muter silaturahmi  nggak nih? Kan masih bulan Syawal. Orang Indonesia kalau bulan Syawal nya masih sisa masih dianggap lebaran hahahaha. Sudah selesai belum puasa Syawal nya. Meskipun cuman enam hari tapi pahalanya Masya Allah luar biasa.

Selasa, Juli 18, 2017

Dua Menu Favorit dari So Good Ayam Potong ( Serundeng ayam dan ayam goreng lengkuas



Serundeng Ayam dan Ayam Goreng Lengkuas


Buat saya masak pake ayam itu solusi cepat buat dapet makanan bergizi tinggi dan mudah didapat. Di pasar banyak tersedia ayam potong. Meskipun berlimpah ayam potong saya selektif kalau beli ayam. Saya harus yakin bahwa yang dijual itu ayamnya halal. Dipotong sesuai syariat dan higenis. Nah, kalau beli di pasar tradisional kadang-kadang dua syarat itu jadi ngambang. Kalau beli di pasar sih saya mengandalkan kenalan. Misalnya saya sudah kenal secara personal sama yang jual dan saya yakin dia ga bakalan jualin ayam bangkai misalnya. Atau memesan pada petugas bagian potong hewan di dekat pasar yang biasanya menyetorkan ayam potong ke pasar. Meskipun ribet tapi itu lebih aman.


Pengalaman Naik Bis dari Singapura ke Malaysia

               Dicegat Petugas Imigrasi Singapore Saat Cek Paspor Online


Saya jarang traveling yang jauh-jauh. Jadi kalau ada bepergian yang agak jauhan diinget terus hehehehe. Nah salah satu yang nempel itu adalah pengalaman naik bis dari Singapore ke Malaysia bulan April kemarin. Waktu itu saya berkunjung ke MIHAS atau pameran gaya hidup halal di Kuala lumpur. Setelah dihitung-hitung gimana kalau sekaligus mampir ke Singapore. Dari Kuala lumpur ke Singapore naik pesawat sih tapi balik nya ga ketemu harga promo -___-
Akhirnya diputuskan kami naik bis aja. Setelah diakusi sama simbok Olenka yang punya pengalaman banyak menjelajah Malaysia dan Singapore. Hahahaha.

 


Dari Singapore ada tiga titik keberangkatan dengan menggunakan bis. Nah kemarin saya ambil keberangkatan via Golden Mile Complex. Mikirnya sih karena itu jalur paling dekat dari tempat tujuan terakhir kami di Singapura. Ada lagi titik keberangkatan dari daerah Bugis Street dan satunya via.
Oia Golden Mile Complex ini lengkap fasilitasnya. Ada hotel, banyak restoran dan juga semacam pusat perbelanjaan. Depannya ada food court dan ada gerai makanan halal juga. Saran saya sih kalau nyari makanan halal di gerai depan Golden Mile Complex ini masuklah agak ke dalam sedikit di bagian sebelah kiri itu banyak menyediakan makanan halal. Yang jual muslim Melayu, India muslim dan Arab. Kalau bagian depan sih banyak Chinese food dan jelas pasang tulisan “No Halal Food”. Harganya terjangkau juga. Meskipun tetap jauh bedanya sama di KL. Sama-sama depannya 2. Tapi di KL 2 MRM di Singapura 2 $SGD beda kursnya jauh hahaha. Aku dan si bapak habis sekitar 90 ribuan lah. Itu sudah pake minum teh tarik segelas besar. Sudah gitu harap diingat ya di sana porsi kuli. Jadi kami berdua makan satu porsi yang satunya dijadiin bekal buat jalan. Beneran gue shock liat porsinya orang India makan hahahaha.

 




Nah kemarin berdasarkan rencana kami sih kami beli tiketnya di KL biar irit gitu. Jadi pas sampai di KLIA2 langsung kami ngacir ke Bandar Tasik Selatan alias pusat terminal di Malaysia. Terus ke bagian tiket. Dan kata petugasnya mereka ga jual tiket bis balik dari Singapore ke Malaysia. Duuh padahal waktu gugling katanya bisa. Batal deh kami beli tiketnya. Dan ternyata kami salah counter. Harusnya ke bagian konter tiket antar negara. Whoaaa. Padahal harganya lumayan jauh bedanya. Kalau beli di Singapura tiket bis ke Malaysia itu mulai 20 SGD sekitar200 RB an sedangkan kalau beli dari Malaysia cuman 35 MRM ngiiik emak mupeng. Hahahaha. Tapi ga papalah 200 ribu mah ya insya Allah kecil dibanding pengalaman yang luar biasa bisa ngerasain naik bis lewat dua negara. Hahahaha.
Jadi kami kemarin beli tiketnya langsung di lokasi aja. Setelah turun di Changi langsung ke Golden Mile Complex buat beli tiket bis dengan tujuan ke Bandar Tasik Selatan (BTS) bayarnya pake kartu debit. Mereka nerima kok akun bank Indonesia. Baru setelah itu kami jalan-jalan keliling Singapore.

Nah sorenya setelah keliling Singapore, ternyata Singapore itu kecil ya sodara-sodara hahaha. Ada sih yang ga sempet dikunjungi tapi ga papa buat besok lagi jadi punya alasan buat ke sini lagi. Hahahaha. Kami balik lagi ke Golden Mile Complex. Naik MRT dari Marina Bay. Oia tentang jalan kaki di Singapura ini sebenarnya jalannya enak cuman harus naik turun tangga atau eskalator dari satu stasiun ke stasiun lain. Gempor kaki si Mak. Lututnya sampel ngilu. Soalnya di Singapura sana kalo nyebrang jalan ga boleh asal nyebrang. Banyak jalan yang ga boleh kita sebrangi sembarangan harus lewat jembatan layang. Kalau mau nekat sih ga papa dengan resiko namamu masuk daftar black list dan ga boleh berkunjung ke Singapore lagi. Opo Ra ngelu ngunu. Hahahaha.


Sambil nunggu jam keberangkatan bis kami mampir dulu di masjid Hajjah Fathimah di seberang Golden Mile Complex ini. Di seberangnya memang kawasan Kampong Glam dan dekat sih kalau mau ke pusat wisata belanja di Singapura tapi ya itu tadi ga boleh sembarang nyebrang. Jadi kemarin kami dari Golden Mile ini naik taksi. Nah masjid Hajjah Fathimah ini tepat berseberangan dengan GMC. Mampir salat dulu dan ngobrol sama para pelancong juga yang nyempetin salat di sana.
Karena bis kami berangkat jam 8 malam kami pun balik lagi ke Golden Mile Complex dan nyari bisnya. Hari sudah malam Barre hape sudah setengah hidup dan ga inter buat foto bisnya. Bisnya dua tingkat lengkap dengan AC dan bersih. Nyaman lah buat perjalanan 5 jam ke depan. Sopirnya orang Melayu yang sepanjang jalan ngobrol terus via earphone nya buat nelpon. Nyetirnya enak kok ga ngebut dan jalannya juga mulus. Saya nyempetin buat menikmati pemandangan sepanjang jalan antara Sg-Malaysia. Kalau Singapore sih sepanjang jalan gedung pencakar langit semua dengan arsitektur menakjubkan buat orang desa macam saya. Sedangkan Malaysia kayak di Indonesia juga banyak juga rumah dari kayu. Dan banyak kebun sawit nya.

Kalau naik bis kita harus melewati dua check point untuk pemeriksaan imigrasi. Pemeriksaan pertama imigrasi Singapura dan pemeriksaan kedua imigrasi Malaysia. Saat ke imigrasi ini semua barang bawaan harus diangkut juga. Nah pas pemeriksaan di imigrasi Singapura paspor diperiksa secara online dengan menempelkan paspor pada semacam layar dan paspor saya ditolak sodara-sodara. Ta tempelkan lagi tetap ditolak. Saya sampai deg-deg an. Terus dipanggil petugas dan di tanya beberapa hal. Alhamdulillah lolos. Tadinya saya mikir apa nama saya masuk data interpol sebagai DPO halagh. Hahahaha mikirnya kejauhan. Alhamdulillahnya paspor saya baik-baik saja. Langsung dipersilakan naik ke bis lagi.

Sampai di Bandar Tasik Selatan sekitar jam 1-2 pagi gitu. Langsung deh beli tiket KLIA Express menuju KLIA. Kereta khusus untuk mke bandara KLIA. nyesek bayarnya 55MYR lumayan nguras kantong hahahaha.
Dan jam 5 pagi keretanya datang kami langsung cus menuju bandara ngejar penerbangan jam 9 pagi. Alhamdulillah traveling via darat dari Singapor- Malaysia itu berjalan lancar. Siangnya saya sudah leyeh-leyeh di Jogja sambil cerita-cerita sama bocah-bocah. Ah dunia sempit ternyata. Subuhan di Kuala Lumpur dhuhuran di Jogja. Hahahaha


Senin, Juli 17, 2017

Collage #WeeklyPhotochallenge

                          Collage


Kalau melihat foto-foto si bapak jika dia bertugas saya ga heran kenapa kami punya banyak anak. Lah si bapak suka sama anak-anak. Dia mudah banget tersenyum kalau liat anak-anak. Bibirnya itu default kayak bulan sabit kalau liat anak-anak.

Minggu, Juli 16, 2017

Lelah Dengan Mom War?


             Pasang tampang kalem aja 



Dulu waktu anak saya masih 1, 2 dan 3 saya masih punya waktu untuk ikutan komen saat terjadi perbedaan pendapat di kalangan para mamak. Tetapi semakin ke sini jujur saya tidak ingin terlibat sama sekali. Anak saya setengah lusin, wis ra kober le ikut perang hahahaha.


First Day for Be A Good Ulama




                  Sang Penghafal Qur'an Kami




Hari ini rasanya biru. Bukan karena drescode saya, ayahnya dan Shuhaib juga biru-biru. Ga sengaja ternyata make baju biru semua.


Sabtu, Juli 15, 2017

Tidur awal dan bangun lebih awal



      Tidur awal dan Brunei Darussalam



Ada beberapa resolusi yang saya canangkan di awal tahun kemarin yang Alhamdulillah sudah terwujud. Nah resolusi saya tengah tahun sampai akhir tahun nanti cuman 2 yang ingin banget tercapai. Tahun ini saya bersyukur banget bisa mewujudkan beberapa impian saya. Alhamdulillah ya Allah. Nah, sisanya saya ga ngoyo sama Allah. Saya ingin memperbaiki ibadah saya dan keluarga dulu. Membantu anak-anak benerin baca Quran mereka dan benerin salat mereka. Nah untuk resolusi sampai akhir tahun dua ini yang saya'kejar'

1. Tidur awal dan bangun awal. Saya bertekad membiasakan Sunnah Rasulullah untuk tidur awal sehingga bisa bangun awal. Selain itu ternyata kebiasaan ini sangat bermanfaat buat tubuh. Lebih sehat gitu. Jujur kalau terbiasa begadang tubuh ga fit.
Padahal saya terbiasa menulis dan ngeblog di saat sepi. Dan itu hanya bisa dilakukan di malam hari. Kalau ngedit atau masukin foto dan lain-lain bisa di siang hari tapi kalau nulis saya butuh ketenangan biar tulisan nya lebih 'berasa'.
Dan triknya ya cuman satu itu. Tidur awal dan bangun di awal waktu.
Saya juga ingin membiasakan lagi menghidupkan malam. Ada setengah lusin anak dibelakang saya yang butuh doa tulus seorang mamak. Kalau mamaknya doanya terburu-buru entah doanya nyangkut dimana nanti.

2. Saya ingin bisa ngunjungin Brunei Darussalam. Bisa melihat masjid-masjid ya dan melihat secara dekat sebuah negeri yang memproklamirkan diri mereka untuk menerapkan syariat Islam. Memang saya dan suami berencana untuk umroh dan itu butuh dana yang lumayan nah sementara ya ke Brunei mudah2an lebih terjangkau dan lebih dekat kalau dari Jogja.



Jumat, Juli 14, 2017

Uang Angpau Lebaran Dan Kisah Kafilah Dagang Abdurrahman Bin Auf




               Lembaran Uang Baru
Dan
Kisah Abdurrahman bin Auf



Kalau lebaran tiba pitutur orang tua tentang ‘ Banyak Anak Banyak Rejeki’ jadi bener banget rasanya. Hahahaha. Punya anak setengah lusin kalau lebaran bikin mupeng emak-bapaknya. Lah gimana enggak, mereka ngitung duit angpaunya sudah semacam saudagar batik di pasar Laweyan Solo aja. Sudah gitu diulang-ulang lagi. Tambah bikin emaknya mupeng dan gigit jari. 

Kamis, Juli 13, 2017

Libur Lebaran Bareng Perpus Kota Jogja









Habis lebaran kemarin saya dan anak-anak ikut Liburan Bersama Perpus Kota Jogja. Ini liburan bersama perpus kota jogja yang kesekian yang saya ikuti bersama anak-anak. 

Saya dan anak-anak termasuk familiar dengan perpus kota. Sebelum kami akrab dengan Grahatama Pustaka Jogja kami kerap kali ke Perpus kota. Tapi sekarang karena alasan jarak kami memilih Ghahatama Pustaka untuk membaca buku.Mampirlah ke Grahatama Pustaka Yogyakarta