Kamis, Mei 18, 2017

Tips Memilih Vacuum Cleaner Untuk Keluarga

Tips Memilih Vacuum Cleaner Ala Mamak


Hari ini banyak keluarga Indonesia yang masih menggunakan sapu sebagai alat kebersihan rumah tangga. Tetapi semakin ke sini semakin banyak orang tertarik memanfaatkan vacuum cleaner untuk menjaga kebersihan rumah. Beberapa waktu lalu saya mendapat voucher belanja yang lumayan dan rencananya dibelikan vacuum cleaner. Terutama sih merasa kurang sempurnanya sapu dalam membersihkan debu di rumah. Tetapi pas giliran lihat bermacam-macam vacuum cleaner saya langsung kliyengan sendiri. Yang mana ini yang harus saya beli?


Ada beberapa jenis penghisap debu. Dari yang kecil dan ramping sampai yang tinggi dan butuh tempat penyimpanan yang lumayan. Berikut beberapa jenis vacuum cleaner yang terdapat di pasaran.
Upright
Jenis ini tepat digunakan untuk tempat yang lapang dan minim perabot. Digunakan untuk menghisap debu-debu yang menempel di karpet. Bahkan debu yang paling membandel sekalipun. Tak hanya itu vacuum cleaner model ini membuat penggunanya tak perlu membungkuk lagi dijalankan sambil berdiri. Biasanya sih kayak yang dipakai di masjid-masjid atau sekolah.
Barrel /canister
Biasanya model ini banyak digunakan oleh keluarga kecil dengan rumah tidak terlalu luas. Berbentuk silinder dan kompak sehingga bisa menyentuh tempat-tempat yang susah dijangkau. Di sela-sela rak buku misalnya. Atau di bagian tirai yang menjuntai dan susah dibersihkan dengan sapu. Mudah digunakan karena lebih ringan dari model upright. Bisa dibilang model ini termasuk primadona para keluarga Indonesia.
Handled
Model ini adalah penghisap debu genggam. Biasanya digunakan untuk bagian-bagian tertentu dalam sebuah ruangan. Bahkan menjadi andalan para keluarga yang memiliki hewan peliharaan semisal anjing atau kucing. Bisa juga digunakan di sudut-sudut di dalam mobil. Banyak digunakan juga untuk membersihkan benda-benda kecil, misalnya sudut-sudut koper atau tas.
Ketika memilih perhatikan kapasitas batrei dan daya simpan tenaga yang bisa ditampung.
Robot
Nah untuk yang tipe robot ini banyak digunakan di negara-negara maju yang kesulitan membersihkan rumah sendiri atau untuk pabrik-pabrik besar dimana penggunaannya tanpa menggunakan manusia lagi. Manuver penghisap debunya sudah dijalankan oleh robot. Kayaknya kalau saya belum pakai ini. Maklum banyak personil yang bisa diberdayakan hahahaha. Idep-idep (hitung-hitung) sebagai latihan anak-anak untuk mandiri juga sih. Alasan emaknya mah kalau ini.
 
pict from pixabay
Tips Membeli Ala Mamak
1.     Sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan keluarga
Keluarga kecil tentu berbeda kebutuhannya dengan keluarga kecil. Keluarga dengan anggota keluarga yang sudah mandiri akan berbeda kebutuhannya dengan keluarga yang banyak memiliki anak kecil.
Menurut saya penting banget melihat kebutuhan keluarga. Waktu itu saya butuh banget alat pembersih yang sampai ke langit-langit dan dinding kamar. Bagian di sela-sela rak buku. Menghisap debu di karpet dan di bawah tempat tidur. Dan yang pasti tidak butuh tempat besar untuk penyimpanan. Karena anak-anak pasti sangat tertarik dengan benda macam vacuum cleaner ini. Ketimbang nanti rusak untuk dolanan bocah-bocah jadi selektif di awal itu perlu.
2.     Sesuaikan dengan kondisi budget keluarga.
Karena  ada banyak tipe dan merk vacuum cleaner dengan range harga yang luas. Mulai harga murah bahkan jika promo dapat diskon lumayan sampai harga yang kadang bikin mikir “ Ckckckck, cuman penghisap debu aja  harganya selangit”. Saran saya sih jika ada dana berlebih pilih vacuum cleaner dari merk-merk yang sudah terjamin kualitasnya di dunia elektronik alat rumah tangga. Saya inget banget ibu saya membeli sebuah mikser merk Philips tahun 1992 dan percaya ga kalau saya bilang sampai sekarang mikser itu masih saya pakai. Jadi kalau ada dana cukup untuk membeli merk-merk paten macam itu ya ga papa.
Untuk harga vacuum cleaner terbaru sudah banyak bertebaran di banyak laman e-comerce.

3.     Sesuaikan dengan kondisi rumah.
Maksudnya di sini adalah tipe lantai. Ubin atau keramik atau parket kayu. Memakai karpet tidak? Atau memakai vinil sebagai alas untuk kamar anak-anak misalnya. Ini perlu dipertimbangkan. Sehingga kita bisa memilih penghisap debu yang efektif untuk rumah kita.

4.     Perhatikan tingkat kepraktisan.
Antara lain perhatikan apakah memiliki alat penampung debu sendiri atau tidak. Bisa digunakan di kondisi kering atau basah. Kalau keluarga saya karena anak-anak masih dalam pengawasan saya saat membersihkan jadi kami memilih yang regular dan tidak rumit. Sekalian mengajari anak-anak sih maksudnya ketika mereka turut membantu menjaga kebersihan rumah. Ini alasan emaknya lagi aja sih biar keliatan eleykhan gitu. Wkwkwkwkwk.


Nah itu mungkin sedikit tips saya untuk para mamak-mamak yang masih bingung saat membeli alat penghisap debu untuk keluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar