Selasa, Mei 09, 2017

Roadshow Serempak 2017 di Yogyakarta, Cyber Crime Pencegahan dan Penanggulangan





Pernah dengar istilah SEREMPAK? Serempak sebenarnya adalah kependekan dari Seputar Perempuan Dan Anak yang digagas oleh Kementrian Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak. Nah kalua merujuk pada laman serempak.id Serempak adalah Portal interaktif menyebarluaskan informasi program-program pengembangan dan permberdayaan masyarakat dan perlindungan anak yang berbentuk kepemerintahan maupun nonkepemerintahan. Dimana menjadi wadah para pegiat pengembangan social. Terutamanya sih untuk mempercepat pengembangan dan pemanfaatan teknologi untuk perempuan. Sehingga nantinya meningkatkan akses dan partisipasi perempuan dalam program-program masyarakat.



Nah kemarin Selasa, 2 Mei 2017 Serempak.id mengadakan Roadshow pertamanya di tahun 2017 ini yang dimulai dari kota Yogyakarta. Kenapa dipilih kota Jogja? Karena banyak alasan. Diantaranya adalah ikon kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan.
Saya sangat mengapresiasi teman-teman Serempak. Saya sendiri mendirikan sebuah komunitas Emak School semacam sekolah perempuan di kampung sebuah komunitas Bersama para perempuan untuk mengembangkan keahlian, belajar, dan sharing tentang segala hal yang berkaitan dengan perempuan dan keluarga.

Jadi tak heran saat dikabari kalua Serempak akan hadir di Jogja saya tak sabar untuk mengikuti seminarnya.




Tema yang diangkat pada hari selasa yang lalu adalah ‘Waspada Cyber Crime, Penanggulangan dan Pencegahan”. Bertempat di STMIK Jendral Ahmad Yani Yogyakarta seminar ini diisi oleh bapak Surahyo Soemarsono (Konsultan dan Pengajar IT UGM), ibu Norma Sari MH, M.Hum ( dosen fak.Hukum UAD dan aktivis perempuan dan anak), ibu Ratna Susianawati MH, M.Hum ( asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI) dan di moderator oleh bapak Agung Yulianto Nugroho (founder Technopharia). 

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Kemudian pertunjukan seni tari dari Nusa Tenggara Timur dengan judul “ Nona Tidak Sendiri”. Tarian ini dipersembahkan oleh komunitas menari mahasiswa STMIK Jendral Ahmad Yani. Tadinya saya pikir bakalan tarian dari Jawa yang bakal disguhkan ternyata tarian dari daerah timur Indonesia. Jogja memang keren tempat beragam suku bangsa berkumpul. Jogja memang miniature Bhineka Tunggal Ika.


Setelah tarian kemudian sambutan dari perwakilan deputi Kesetaraan Gender Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DIY. Yang mengapresiasi event Serempak di Yogyakarta.



Pembicara pertama adalah ibu Ratna yang berbicara tentang IWITA dan Serempak.id. mengangkat tingginya kasus cyber crime yang menimpa perempuan terutama pada kasus Human Traficking baik dalam negeri maupun internasional. Kebanyakan para perempuan menggunakan teknologi internet tidak disertai dengan pemahaman yang memadai tentang bahaya internet. Sehingga penyalahgunaan internet bisa terjadi di banyak lini masyarakat.

Iwita Bersama serempak ingin mengedukasi masyarakat terutama kaum perempuan tentang pemanfaatan internet secara benar dan bermanfaat.

Ide ini sejalan dengan yang disampaikan oleh bapak Surahyo, dosen dari Universitas Gadjah Mada ini juga mengingatkan para pengguna internet tentang sisi gelap internet yang kadang luput dari pantauan para penggunanya. Banyak sekali contoh-contoh yang dikemukakan oleh pak Yoyok berkaitan dengan penyalahgunaan internet ini. Beliau menjelaskan  tentang Cyber Crime bahwa segala kejahatan yang berkaitan dengan dunia cyber bias dikatakan adalah cyber crime. Ada undang-undang yang mengatur tentang penggunaan dan tindakan jika terjadi penyalahgunaan. 


Hal paling sederhana dalam berinteraksi di dudnia maya adalah tidak mudah memberikan data pribadi di internet. Apalagi resiko terjadinya pembobolan data pribadi itu sangat mungkin. Atau penjualan data konsumen kepada pihak ke-3 itu sangat mungkin terjadi. Di era digital seperti saat ini memang agak sulit bagi kita tidak terhubung dengan internet. Tetapi sebenarnya kendali tetap ditangan kita.


Apalagi saat ini kejahatan dunia maya bukan hanya menyasar pada system tetapi sudah menyasar pada manusianya. Ini memungkinkan para penjahat untuk mengamati perilaku dan kebiasaan pengguna. Karena sebenarnya system internet itu buatan manusia juga. Ada banyak aplikasi sederhana yang bisa dijadikan untuk melakukan hacking.
Hal paling mudah untuk menghindari itu adalah UNCONNECTED kata pak Yoyok. Whoaaaaa, berat saudara-saudara. Hahahahaha.

Pembicara berikutnya adalah bu Norma, dosen fakultas hukum Universitas Ahmad Dahlan ini memaparkan kaidah-kaidah hokum yang memmungkinkan ditindak saat terjadi penyalahgunaan internet. Ketergantungan manusia abad ini dengan internet memang memunculkan tindak kejahatan baru sehingga memunculkan pula hukum baru untuk upaya pemberian sanksi pada pelaku kejahatan. Meskipun UU ITE saat ini sudah ada tetapi kata Bu Norma Undang-Undang tersebut masih memiliki kelemahan salah satunya pada perangkat pelaporan yang masih bisa di tarik-ulur.

Hal paling mendasar dalam perangkat hukum dalam cyber crime ini adalah untuk berhati-hati sebelum memposting suatu berita. Dasar paling penting adalah menjauhi sikap melakukan perbuatan tidak menyenangkan pada orang lain. Karena itu tadi ‘perbuatan tidak menyenangkan itu’ sangat karet banget. Bias ditarik dari sisi manapun.
Selain itu bu Norma juga mengingatkan para perempuan untuk tidak banyak mengunggah informasi pribadi ke ranah public. Dalam hal ini social media. Informasi penting seperti wajah anak-anak, nama lengkap sampai alamat sekolah anak berpotensi mengundang tindak kejahatan. Di era social media ini memang membuat banyak orang tergiur untuk berbagi banyak informasi yang bersifat pribadi. Dan merasa senang melakukannya. Bahagia jika mendapat apresiasi dari teman di dunia maya. Meskipun tidak mengenal dan belum pernah bertatap muka.

Dan sesi terakhir di bawakan oleh mbak Martina yang mewakili Serempak. Mbak Martha berbagi sejarah singkat tentang Serempak dan memperkenalkan portal serempak.id pada para peserta. Di portal ini kita bias berbagi artikel positif, berdiskusi dan membaca banyak informasi bermanfaat tentang perempuan dan anak terutama berkaitan dengan dunia informasi digital. Mbak Martha juga mengajak para peserta untuk turut aktif di portal serempak.id. bisa dalam berbagi artikel dan berdiskusi. Bahkan aka nada staf ahli yang disediakan oleh Serempak untuk menjawab berbagai persoalan berkaitan dengan informasi digital.


Jadi tunggu apalagi. Ayuuuk bergabung dengan Serempak. Untuk kemajuan perempuan Indonesia terutama dalam pemanfaatan informasi digital. Seperti salam three M yang dibawa oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 

3 komentar:

  1. kegiatan seperti ini harus sering2 diadakan utk mencegah lebih banyaknya kejahatan seperti ini

    BalasHapus
  2. Betul banget.. kita perlu lebih aware yaaa dengan cyber crime!

    BalasHapus
  3. Sayang Serempak ngundangnya mendadak. Aku sudah ada acara lain. Padahal materinya bagus ya.

    BalasHapus