Kamis, Februari 09, 2017

Membuat Clucth Bag dari Daluang


Membuat Clutch Bag Dari Daluang Sekaligus 
Ngedoodle Bareng 


Saya ingat banget ketika zaman putih-biru dan belum berhijab saya sering banget ikut menari tarian khas Dayak. Iya dari SD-SMP saya habiskan di Kalimantan Tengah. Bahkan kadang-kadang tampil saat ada acara-acara sekolah maupun penyambutan tamu dari Jakarta. Nah, yang khas saat tampil menari tarian khas Dayak semisal tari Mandau, Giring-giring dan lainnya kami biasanya para penari, memakai pakaian khas Dayak yang terbuat dari kulit kayu atau yang dikenal sebagai Daluang. Waktu itu sih biasa aja. Apalagi hampir semua pakaian khas Dayak terbuat dari kulit kayu. Bahkan seingat saya nenek saya selain punya daluang juga masih punya kain yang dibuat dari serat daun nanas dan diwarnai sendiri. Bahkan saya ga kepikiran untuk menyimpannya dan mengambil fotonya untuk dokumentasi. Dan sekarang kalau inget itu rasanya nyeseeeeeel banget. Ya ampun itu warisan dan kekayaan budaya yang luar biasa milik bangsa kita. Dan sedihnya para pemiliknya itu ga ngeh kalau itu luar biasa berharga. Duuuuuh.



Kostum menari saya dulu modelnya begini ini. sayangnya semua foto saat saya menari belum berhijab semua
Pict from: http://www.len-diary.com/pakaian-adat-dayak-ngaju-kalimantan-tengah/

Nah kemarin Sabtu, 4 Februari 2017 saya ikut workshop membuat clutch dari Daluang bersama Brother dan Pesona Kriya Indonesia. Dan rasanya terharu banget melihat daluang kembali setelah puluhan tahun ga menyentuhnya. Workshop bertempat di Pesona Homestay Jogja.

Apa sih Daluang?

Daluang serat dari kulit pohon kayu sae sejenis pohon mulberry. Nah 250-an lebih kulit kayu tersebut kemudian akan dipukul sampai menipis. Daaan memukulnyapun tak boleh pakai acara istirahat kayak coffeebreak gitu. Keburu keras lagi kayunya ntar. Jadi terus-menerus. Sampai ketemu ketebalan yang pas. Kebayangkan capeknya. Udaah ga usah dibayangin susahnya bikin daluang.

Nah kata Profesor Sakamoto, seorang pakar Daluang asal negeri Sakura, Jepang, Daluang ini ditetapkan sebagai warisan tak benda oleh UNESCO. Karena ia adalah fosil hidup. Bahkan alat untuk membuatnya saja sama seperti zaman dulu. Berupa batu besar (ikei) sebagai alat pemukulnya yang diperkirakan sudah ada sejak zaman megalithikum. What???? Kok keren banget sih sejarahnya. Bukan hanya itu, Daluang ini juga mampu bertahan hingga ribuan tahun lo. Tapi tentang keawetan ini ada benarnya juga sih. Karena melihat baju-baju dari kulit kayu zaman dulu itu kalaa penyimpananya tepat bisa awet sampai luamaaaaa banget.

Daluang sendiri adalah warisan ras Autronesia (Thailand, Melayu, Hawai sampai Madagaskar). Dan sekarang Daluang termasuk tinggi value-nya. Harganya tinggi. Hitungan percentimeter. Whoaaaa, clutch daluang saya ga bakalan ta jual deh buat simpenan aja siapa tahu ribuan tahun nanti ada yang mau beli buat koleksi. Hahahahaha. Becanda euuy, ini mau saya simpen buat kenang-kenangan soalnya buatan sendiri. Jarang-jarang blogger kayak saya bisa menjahit sendiri clutchnya. Hehehehehe.

Nah kenapa workshop daluang ini mengundang para blogger. Harapannya agar para blogger juga turut serta mengabarkan tentang daluang ini ke masyarakat luas. Jadi inget pas acara ultahnya KEB kemarin di Gendhis Bags. Kata teman-teman dari XL saat ini kebanyakan pengguna internet mencari informasi tentang suatu brand lebih banyak melalui blog pribadi loh. Nah tuuuh, blog tetap menjadi sumber rujukan para pencari informasi di luar sana.

Menjahit Clutch Bersama Brother Indonesia

Hasil karya ya. Duh terharu :)
Backgroundnya adalah mesin jahit Brother seri GS2700 dengan 27 hasil jahitan.
untuk daluangnya saya pakai setelan nomor 13. cantik kan? 

Saya sendiri sebenarnya suka menjahit. Meskipun mesin jahitnya masih jadul alias yang warna hitam tempo doloe itu loh. Nah, kemarin mbak Astri Damayanti (seorang blogger senior) mengajak para blogger dan crafter membuat clutch dari Daluang dengan mesin jahit portable dari Brother Indonesia. Saya pernah mengajukan proposal ke si bapak untuk membeli mesin jahit canggih ini. Dan kata si bapak “ Buktikan dulu niat-Mu!” hahahaha. Jangan-jangan rajinnya cuman sehari dua hari. Huhuhuhuhu.

Mesin Jahit Brother seri GS2700 ini sepatunya mudah digunakan dan dibongkar pasang.
Mudah dioperasikan oleh pemula sekalipun

Kemarin saat workshop yang digunakan adalah mesin jahit Brother seri GS2700 yang bias menghasilkan 27 macam jenis jahitan. Duuuh mupeng. Ssttt, seusai workshop saya sampai bagiin brosur ke si bapak dan menjelaskan dengan berapi-api tentang ‘keajaiban’ mesin jahit itu. Apalagi waktu saya tunjukin karya saya. Nampak terharu banget dianya. Semacam pingin komentar “ Kamu bisa jahit Mi?” hahahaha.
Nah berikut saya buat turorial sederhana membuat clutcth Bag dari Daluangnya ya.
Bahan:
Busa tipis
Kain pelapis
Kancing magnetik
Kain katun sebagai lapisan luar
Daluang untuk penutup clutch bagian atas


CaraMembuat:
 Siapkan bahannya. setrika kain pelapis dengan busa agar menempel dengan baik. Agar saat dijahit ga geser-geser. Stel mesin jahit untuk jahit lurus. Jahit kain bagian luar dengan busa berada di bagian luar. Nanti baru dibalik. Oia jangan lupa pasang kancing magnetiknya ya. baru tutup dengan menjahit daluangnya. Rapikan bagian sambungan dengan jahitan yang cantik. tadaaa jadi deh Clutch ala-ala Mamak Kece ini :)


Doodling bareng Mak Tanti Amelia

para peserta workshop dan karya doodle kami 

Jujur saya ga bakat yang namanya menggambar. Lah wong gambar kuda aja dikira kambing sama anak-anak. Beneran iri banget sama anak-anak saya yang pinter-pinter menggambar. Suami saya sendiri pinter gambar dan buat desain grafis. Dan kadang terharu lihatnya “ Ya Allah, kenapa tangan mereka bisa begitu ajaib dan saya tidak” huhuhuhu.
Dan kemarin seneng banget saat mbak tanti bilang tidak ada aturan yang pasti dalam doodle. Doodle is break the rules. Hohoho. Setujuuu, semacam hiburan buat para penggambar ecek-ecek macam saya ini.
Akhirnya saya punya kesempatan juga menggambar tanpa ada rasa ‘bersalah’ iya biasanya kalua gambar rasanya kok ga pas aja hasil gambaran saya. Kemarin saya merasa lega aja dengan hasil gambar saya padahal jauh dari kata bagus. Tapi beneran lebih rileks aja rasanya setelah ngedoodle.

Harusnya sih daluang saya kasih doodle tapi waktunya ga cukup euuy buat ngedoodling. Jadi daluang saya masih polos sampe sekarang. Tapi ga papa sih. Ntar di rumah banyak kok yang dengan sukarela ngegambarin clutch bag saya hahahaha. 

4 komentar:

  1. Seneng ya bisa menghasilkan clutch dari Daluang. Rasanya seperti menyimpan mahakarya, yang entah sekian ratus tahun lagi akan me jadi barang antik.

    BalasHapus
  2. Ya Allah.daluang kereen ya maak...prosesnya lhah panjaaang amaat

    BalasHapus
  3. dirimu cen selalu keren kok Mak Irul

    BalasHapus