Senin, Januari 09, 2017

The Great Wall, Antara Kesetiaan dan Kepercayaan ( review film)


The Great Wall



Kemarin Ahad saya dan si bapak nyempetin me time berdua. Jarang-jarang bisa pergi berdua. Mumpung para krucil dititipin tempat nini-nya. Jadilah sehabis njagong depan rumah (iya sekarang musim manteman yang ra uwis-uwis) kami berdua memutuskan nonton. Dari awal memang pengen banget nonton The Great Wall yang disutradarai oleh Zhang Yimou. Untuk dua orang dimana yang satu pecinta genre fantasi dan yang satunya suka banget film perang kolosal dan action jadilah film ini pas banget untuk kami berdua. Jadi buat mbak Amma ( http://chemistrahmah.com/ ) sebaiknya punya waktu berdua ya. 



Kami nonton di Ambarukmo Plaza. Dan nyempetin beli minum kemasan di Guardian (yang murah oyy). Ketimbang beli minum di bioskop. Ga pernah rela beli  minum segelas bisa-bisanya nembus 50 rebu -_______- (iya saya memang mamak-mamak pelit). Pokoknya prinsip kami mulai tahun 2017 ini adalah membeli di warung tetangga.



Kembali ke soal film. The Great Wall dibintangi oleh Matt Damon sebagai William yang seorang pemburu Black Powder. Barang mahal dan langka yang ada hanya ada di daratan Cina. Diawal waktu dia bilang black powder saya langsung teringat RPUL zaman SD. Siapa penemu mesiu? Cina. Iyep, black powder adalah mesiu. Buat William jika ia memeiliki mesiu maka ia akan kaya raya. Si William sendiri sudah membantu banyak perang di barat dan itu semua demi uang dan makanan. Bersama para teman-temannya diantara Tovar (Pedro Pascal) mereka berburu black powder sampai ke daratan Cina.

Sayangnya selama diperjalanan selain diburu oleh tentara kaisar Cina. Mereka juga bertemu dengan binatang pemburu buas yang menghabiskan kelompoknya William. Yang tersisa hanya William dan Tovar. Sukanya dari film ini adalah banyaknya dialog-dialog konyol antara si William dan Tovar. Sampai kemudian si Wlliam dan Tovar tertangkap oleh pasukan tentara Cina. Mereka dituduh sebagai tentara mata-mata. Tapi si William ngeles mereka berdua pedagang. Yang mengintrogasi adalah seorang komandan Cantik bernama Lin Mae (Jing Tian). Ada Andy Lau juga buat yang kangen pasti suka deh nonton ini huahaha. Ada artis boyband Korea juga lo si Lu Han. Sayangnya saya ga ngefans artis Korea #disambitmassa :D




Terjebak diantara perang melawan monster yang sangat mengerikan benar-benar horror yang tidak pernah diinginkan oleh William dan Tovar. Filma ini secara visual bagus. Tembok Cina yang megah digambarkan begitu kuat tak tertembus. Sayangnya penggambaran landskapnya keliatan ga asli. Hiks. Pegunungannya terlihat aneh. Tetapi gambaran para tentaranya keren banget. Ada infanteri dengan kostum hitam, pasukan pemanah dengan warna merah darah dan yang keren banget pasukan perempuannya dengan kostum biru elektrik. Whoaaaaa. I love blue so much, hatsyim.

Penggambaran monsternya agak-agak kayak T-Rex gitu sih (sorry spoiler). Dan yang bikin merinding mereka jumlahnya jutaaan yang ga uwis-uwis. Pemakan daging baik hidup mamupun mati. Ga ada yang selamat deh kalo ketemu si Tao Tei ini. Naudzubillah jangan sampe ketemu pokoknya. Pokoknya jangan!.....

Film ini menurut saya aman untuk anak-anak diatas 10 tahun meskipun rating 13+ . dan agak sedih karena sensornya kurang halus jadi berasa ada scene yang hilang. Ini semacam kode buat download di internet kayaknya hahahaha.

Penasaran gimana menaklukan para monster dan sang ratunya monster?. Penasaran bisa ga si William dan Tovar kabur dari perang dan membawa black powdernya? Baiknya nonton sendiri deh. Meskipun alurnya bakalan tertebak tetapi kalau untuk para remaja ini bagus untuk belajar tentang kesetiaan pada negara, pada persahabatan, perang untuk apa? (Karena William berperang untuk uang dan makanan).


Jadi penasarankan pengen nonton juga. Sana gih pesen tiketnya hahahaha. 

10 komentar:

  1. Film-film model begini (kolosal) kesukaannya Pak suami, saya kurang sukanya yang drama keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya yang ini kurang drama halagh hahahaha

      Hapus
  2. Oke. Masuk list. Makasih mbak :)

    BalasHapus
  3. Hai mba. Pas nih suamiku juga suka nonton film perang, mba. Makasih juga reviewnya ya. Jadi banyak tahu. Tapi sayang ya kalau landscap jadi ga asli. Hihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya bapak-bapak sukanya film perang ya, kayak di rumah kurang 'perang' aja hahahaha

      Hapus
  4. Wah Andy Lau ini artes ngehits zaman SMP haha. Udah tampak tua belum ya.

    BalasHapus
  5. Tapi secara keseluruhan jalan ceritanya kurang greget untuk film produksi luar ....

    Gemes ketika banyak slot jalan cerita yg aneh .. apalagi pas liat kaisarnya culun gitu..

    Tapi prajuritnya keren2 memang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh beneran rasanya kayak banyak yang kepotong gitu ya ceritanya. Aku mikirnya karena sensornya sih

      Hapus