Selasa, Agustus 01, 2017

Desa Gerabah Nglipoh, Sisi Lain Borobudur



Borobudur Punya Sisi Lain





Saya membuat gerabah karena ini turun temurun dari zaman kakek-nenek saya dulu. Sudah sejak Borobudur berdiri dusun kami juga ada

Saya sering berkunjung ke beberapa desa wisata di sekitaran Jogja-Jawa Tengah. Maklum rumah saya itu di desa. Kiri-kanannya ada banyak desa wisata. Rumah saya daerah Pleret ke selatan dikit sudah ketemu Imogiri dan berjejer tuh desa wisata di sana. Dari sekian desa wisata yang pernah saya kunjungi mungkin desa wisata Nglipoh menjadi salah satu desa wisata yang berkesan buat saya.




Klipoh dalam sejarah

Kenapa Nglipoh berkesan buat saya? Sebelum saya cerita tentang kesan saya saya cerita dulu ya tentang Nglipoh ini. Desa Dusun Klipoh, yang kerap diucapkan Nglipoh, berada di barat daya Candi Borobudur, tepatnya di Klipoh merupakan nama dusun yang terletak di desa Karanganyar, kecamatan Borobudur, kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Hampir sebagian besar warga dusun kecil ini bekerja sebagai pembuat gerabah dari tanah liat. Menurut warga, 80 persen warga Klipoh yang berjumlah sekitar 180 kepala keluarga bekerja sebagai pembuat gerabah.



Selasa, Juli 25, 2017

Buku saku Dzikir Pagi dan Petang (Hisnul Muslim)



Jaga Diri Dengan Dzikir 








Jujur akhir-akhir ini saya ngeri baca berita tentang orang-orang yang depresi dan ujung-ujungnya melakukan ' suicide'. Astaghfirullah. Dibelahan bumi lain banyak orang yang harus melakukan banyak hal untuk mempertahankan nyawa tapi di tempat lain banyak juga segelintir orang yang membuang nyawanya dan menyerah. Ya Allah, apa ini?. Di rumah saya sendiri topik ini jarang saya angkat. Bukannya takut tapi saya berhati-hati sekali dengan topik ini. Saya selalu berusaha agar anak-anak tahu kemana mereka harus bicara. Kemana mereka harus mengadu. 



Minggu, Juli 23, 2017

Jangan Berhenti Belajar






Osama  di masjid Gedhe Kauman Yogyakarta


Jika Kalian tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kalian harus sanggup menahan perihnya kebodohan seumur hidup (Imam Asy-Syafi'i Rahimahullah)


Selama setahun kemarin putra sulung kami tidak mengikuti pendidikan formal. Jadi setahun kemarin bisa dibilang Osama murni unschooling. Kami tidak mengambil pelajaran sekolah pada umumnya. Meskipun sempat dua bulan terakhir mendaftar di Sanggar Kegiatan Belajar Bantul tetapi kamimemutuskan nanti pas tahun ajaran baru saja Osama memulai lagi pelajaran setara SMP-nya. Beberapa kali saya membaca di temlen tentang perlu tidaknya sekolah. Dan banyak yang bertanya via inbox pada saya tentang tanggapan saya. Mungkin karena mereka tahu kami pelaku pembelajar mandiri jadi mereka semacam ingin tahu jawaban kami. Dan saya tetap kekeuh untuk tidak menjawab. Bahwa pertanyaan semacam itu sampai hari kiamat akan terus ada. Saya tidak pernah tertarik untuk membahas pilihan orang lain apalagi itu hanya urusan dunia. Ga bakalan tertarik. Hahahahaha



Jumat, Juli 21, 2017

Wisata Halal Di Bangkok, Adakah?

     
Wisata Halal Ke Bangkok?



 
Islamic Center Bangkok
(pict:halallivingthailand.com)


   Bulan April kemarin saya dan suami nyempetin mampir ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk meliput pameran gaya hidup halal internasional di sana. Nah, karena kami punya waktu 4 hari buat muter-muter mikirnya empat hari kalo dipakai buat keliling Kuala Lumpur bisa bosan sayanya. Awalnya mau ke Kepulauan Langkawi terus nyebrang naik feri ke Phuket, Thailand. Kan asyik tuh. Tapi pas dihitung-hitung kok budgetnya membengkak banyak. Akhirnya kami putuskan untuk sementara keinginan berkunjung ke Thailand ditunda dulu. Kami akhirnya melancong ke Singapore pake tiket promo hahahaha.


Kamis, Juli 20, 2017

Menulislah maka engkau akan kaya


Perjalanan saat meliput sebuah event Internasional di Kuala Lumpur


Saya ingat sempat kecewa dengan sebuah event yang saya ikuti. Padahal itu event besar dan melibatkan sebuah brand besar tanah air. Acaranya yang full tiga hari membuat saya harus meluangkan waktu yang cukup banyak. Kalau itu liputan event harga yang didapatkan bisa lumayan. Setelah acara berakhir banyak teman blogger yang kecewa termasuk saya (awalnya). Karena ternyata kami tidak mendapat fee untuk event tersebut. Kemudian banyak teman blogger yang memutuskan untuk tidak menulis tentang event tersebut. 

Anyang-anyangan? Cobain Uricran deh

Kalau anyang-anyangan jangan ikat jempol pake karet gelang ya




Masih pada keliling muter silaturahmi  nggak nih? Kan masih bulan Syawal. Orang Indonesia kalau bulan Syawal nya masih sisa masih dianggap lebaran hahahaha. Sudah selesai belum puasa Syawal nya. Meskipun cuman enam hari tapi pahalanya Masya Allah luar biasa.

Selasa, Juli 18, 2017

Dua Menu Favorit dari So Good Ayam Potong ( Serundeng ayam dan ayam goreng lengkuas



Serundeng Ayam dan Ayam Goreng Lengkuas


Buat saya masak pake ayam itu solusi cepat buat dapet makanan bergizi tinggi dan mudah didapat. Di pasar banyak tersedia ayam potong. Meskipun berlimpah ayam potong saya selektif kalau beli ayam. Saya harus yakin bahwa yang dijual itu ayamnya halal. Dipotong sesuai syariat dan higenis. Nah, kalau beli di pasar tradisional kadang-kadang dua syarat itu jadi ngambang. Kalau beli di pasar sih saya mengandalkan kenalan. Misalnya saya sudah kenal secara personal sama yang jual dan saya yakin dia ga bakalan jualin ayam bangkai misalnya. Atau memesan pada petugas bagian potong hewan di dekat pasar yang biasanya menyetorkan ayam potong ke pasar. Meskipun ribet tapi itu lebih aman.


Pengalaman Naik Bis dari Singapura ke Malaysia

               Dicegat Petugas Imigrasi Singapore Saat Cek Paspor Online


Saya jarang traveling yang jauh-jauh. Jadi kalau ada bepergian yang agak jauhan diinget terus hehehehe. Nah salah satu yang nempel itu adalah pengalaman naik bis dari Singapore ke Malaysia bulan April kemarin. Waktu itu saya berkunjung ke MIHAS atau pameran gaya hidup halal di Kuala lumpur. Setelah dihitung-hitung gimana kalau sekaligus mampir ke Singapore. Dari Kuala lumpur ke Singapore naik pesawat sih tapi balik nya ga ketemu harga promo -___-
Akhirnya diputuskan kami naik bis aja. Setelah diakusi sama simbok Olenka yang punya pengalaman banyak menjelajah Malaysia dan Singapore. Hahahaha.

 


Dari Singapore ada tiga titik keberangkatan dengan menggunakan bis. Nah kemarin saya ambil keberangkatan via Golden Mile Complex. Mikirnya sih karena itu jalur paling dekat dari tempat tujuan terakhir kami di Singapura. Ada lagi titik keberangkatan dari daerah Bugis Street dan satunya via.
Oia Golden Mile Complex ini lengkap fasilitasnya. Ada hotel, banyak restoran dan juga semacam pusat perbelanjaan. Depannya ada food court dan ada gerai makanan halal juga. Saran saya sih kalau nyari makanan halal di gerai depan Golden Mile Complex ini masuklah agak ke dalam sedikit di bagian sebelah kiri itu banyak menyediakan makanan halal. Yang jual muslim Melayu, India muslim dan Arab. Kalau bagian depan sih banyak Chinese food dan jelas pasang tulisan “No Halal Food”. Harganya terjangkau juga. Meskipun tetap jauh bedanya sama di KL. Sama-sama depannya 2. Tapi di KL 2 MRM di Singapura 2 $SGD beda kursnya jauh hahaha. Aku dan si bapak habis sekitar 90 ribuan lah. Itu sudah pake minum teh tarik segelas besar. Sudah gitu harap diingat ya di sana porsi kuli. Jadi kami berdua makan satu porsi yang satunya dijadiin bekal buat jalan. Beneran gue shock liat porsinya orang India makan hahahaha.

 




Nah kemarin berdasarkan rencana kami sih kami beli tiketnya di KL biar irit gitu. Jadi pas sampai di KLIA2 langsung kami ngacir ke Bandar Tasik Selatan alias pusat terminal di Malaysia. Terus ke bagian tiket. Dan kata petugasnya mereka ga jual tiket bis balik dari Singapore ke Malaysia. Duuh padahal waktu gugling katanya bisa. Batal deh kami beli tiketnya. Dan ternyata kami salah counter. Harusnya ke bagian konter tiket antar negara. Whoaaa. Padahal harganya lumayan jauh bedanya. Kalau beli di Singapura tiket bis ke Malaysia itu mulai 20 SGD sekitar200 RB an sedangkan kalau beli dari Malaysia cuman 35 MRM ngiiik emak mupeng. Hahahaha. Tapi ga papalah 200 ribu mah ya insya Allah kecil dibanding pengalaman yang luar biasa bisa ngerasain naik bis lewat dua negara. Hahahaha.
Jadi kami kemarin beli tiketnya langsung di lokasi aja. Setelah turun di Changi langsung ke Golden Mile Complex buat beli tiket bis dengan tujuan ke Bandar Tasik Selatan (BTS) bayarnya pake kartu debit. Mereka nerima kok akun bank Indonesia. Baru setelah itu kami jalan-jalan keliling Singapore.

Nah sorenya setelah keliling Singapore, ternyata Singapore itu kecil ya sodara-sodara hahaha. Ada sih yang ga sempet dikunjungi tapi ga papa buat besok lagi jadi punya alasan buat ke sini lagi. Hahahaha. Kami balik lagi ke Golden Mile Complex. Naik MRT dari Marina Bay. Oia tentang jalan kaki di Singapura ini sebenarnya jalannya enak cuman harus naik turun tangga atau eskalator dari satu stasiun ke stasiun lain. Gempor kaki si Mak. Lututnya sampel ngilu. Soalnya di Singapura sana kalo nyebrang jalan ga boleh asal nyebrang. Banyak jalan yang ga boleh kita sebrangi sembarangan harus lewat jembatan layang. Kalau mau nekat sih ga papa dengan resiko namamu masuk daftar black list dan ga boleh berkunjung ke Singapore lagi. Opo Ra ngelu ngunu. Hahahaha.


Sambil nunggu jam keberangkatan bis kami mampir dulu di masjid Hajjah Fathimah di seberang Golden Mile Complex ini. Di seberangnya memang kawasan Kampong Glam dan dekat sih kalau mau ke pusat wisata belanja di Singapura tapi ya itu tadi ga boleh sembarang nyebrang. Jadi kemarin kami dari Golden Mile ini naik taksi. Nah masjid Hajjah Fathimah ini tepat berseberangan dengan GMC. Mampir salat dulu dan ngobrol sama para pelancong juga yang nyempetin salat di sana.
Karena bis kami berangkat jam 8 malam kami pun balik lagi ke Golden Mile Complex dan nyari bisnya. Hari sudah malam Barre hape sudah setengah hidup dan ga inter buat foto bisnya. Bisnya dua tingkat lengkap dengan AC dan bersih. Nyaman lah buat perjalanan 5 jam ke depan. Sopirnya orang Melayu yang sepanjang jalan ngobrol terus via earphone nya buat nelpon. Nyetirnya enak kok ga ngebut dan jalannya juga mulus. Saya nyempetin buat menikmati pemandangan sepanjang jalan antara Sg-Malaysia. Kalau Singapore sih sepanjang jalan gedung pencakar langit semua dengan arsitektur menakjubkan buat orang desa macam saya. Sedangkan Malaysia kayak di Indonesia juga banyak juga rumah dari kayu. Dan banyak kebun sawit nya.

Kalau naik bis kita harus melewati dua check point untuk pemeriksaan imigrasi. Pemeriksaan pertama imigrasi Singapura dan pemeriksaan kedua imigrasi Malaysia. Saat ke imigrasi ini semua barang bawaan harus diangkut juga. Nah pas pemeriksaan di imigrasi Singapura paspor diperiksa secara online dengan menempelkan paspor pada semacam layar dan paspor saya ditolak sodara-sodara. Ta tempelkan lagi tetap ditolak. Saya sampai deg-deg an. Terus dipanggil petugas dan di tanya beberapa hal. Alhamdulillah lolos. Tadinya saya mikir apa nama saya masuk data interpol sebagai DPO halagh. Hahahaha mikirnya kejauhan. Alhamdulillahnya paspor saya baik-baik saja. Langsung dipersilakan naik ke bis lagi.

Sampai di Bandar Tasik Selatan sekitar jam 1-2 pagi gitu. Langsung deh beli tiket KLIA Express menuju KLIA. Kereta khusus untuk mke bandara KLIA. nyesek bayarnya 55MYR lumayan nguras kantong hahahaha.
Dan jam 5 pagi keretanya datang kami langsung cus menuju bandara ngejar penerbangan jam 9 pagi. Alhamdulillah traveling via darat dari Singapor- Malaysia itu berjalan lancar. Siangnya saya sudah leyeh-leyeh di Jogja sambil cerita-cerita sama bocah-bocah. Ah dunia sempit ternyata. Subuhan di Kuala Lumpur dhuhuran di Jogja. Hahahaha


Senin, Juli 17, 2017

Collage #WeeklyPhotochallenge

                          Collage


Kalau melihat foto-foto si bapak jika dia bertugas saya ga heran kenapa kami punya banyak anak. Lah si bapak suka sama anak-anak. Dia mudah banget tersenyum kalau liat anak-anak. Bibirnya itu default kayak bulan sabit kalau liat anak-anak.

Minggu, Juli 16, 2017

Lelah Dengan Mom War?


             Pasang tampang kalem aja 



Dulu waktu anak saya masih 1, 2 dan 3 saya masih punya waktu untuk ikutan komen saat terjadi perbedaan pendapat di kalangan para mamak. Tetapi semakin ke sini jujur saya tidak ingin terlibat sama sekali. Anak saya setengah lusin, wis ra kober le ikut perang hahahaha.


First Day for Be A Good Ulama




                  Sang Penghafal Qur'an Kami




Hari ini rasanya biru. Bukan karena drescode saya, ayahnya dan Shuhaib juga biru-biru. Ga sengaja ternyata make baju biru semua.


Sabtu, Juli 15, 2017

Tidur awal dan bangun lebih awal



      Tidur awal dan Brunei Darussalam



Ada beberapa resolusi yang saya canangkan di awal tahun kemarin yang Alhamdulillah sudah terwujud. Nah resolusi saya tengah tahun sampai akhir tahun nanti cuman 2 yang ingin banget tercapai. Tahun ini saya bersyukur banget bisa mewujudkan beberapa impian saya. Alhamdulillah ya Allah. Nah, sisanya saya ga ngoyo sama Allah. Saya ingin memperbaiki ibadah saya dan keluarga dulu. Membantu anak-anak benerin baca Quran mereka dan benerin salat mereka. Nah untuk resolusi sampai akhir tahun dua ini yang saya'kejar'

1. Tidur awal dan bangun awal. Saya bertekad membiasakan Sunnah Rasulullah untuk tidur awal sehingga bisa bangun awal. Selain itu ternyata kebiasaan ini sangat bermanfaat buat tubuh. Lebih sehat gitu. Jujur kalau terbiasa begadang tubuh ga fit.
Padahal saya terbiasa menulis dan ngeblog di saat sepi. Dan itu hanya bisa dilakukan di malam hari. Kalau ngedit atau masukin foto dan lain-lain bisa di siang hari tapi kalau nulis saya butuh ketenangan biar tulisan nya lebih 'berasa'.
Dan triknya ya cuman satu itu. Tidur awal dan bangun di awal waktu.
Saya juga ingin membiasakan lagi menghidupkan malam. Ada setengah lusin anak dibelakang saya yang butuh doa tulus seorang mamak. Kalau mamaknya doanya terburu-buru entah doanya nyangkut dimana nanti.

2. Saya ingin bisa ngunjungin Brunei Darussalam. Bisa melihat masjid-masjid ya dan melihat secara dekat sebuah negeri yang memproklamirkan diri mereka untuk menerapkan syariat Islam. Memang saya dan suami berencana untuk umroh dan itu butuh dana yang lumayan nah sementara ya ke Brunei mudah2an lebih terjangkau dan lebih dekat kalau dari Jogja.



Jumat, Juli 14, 2017

Uang Angpau Lebaran Dan Kisah Kafilah Dagang Abdurrahman Bin Auf




               Lembaran Uang Baru
Dan
Kisah Abdurrahman bin Auf



Kalau lebaran tiba pitutur orang tua tentang ‘ Banyak Anak Banyak Rejeki’ jadi bener banget rasanya. Hahahaha. Punya anak setengah lusin kalau lebaran bikin mupeng emak-bapaknya. Lah gimana enggak, mereka ngitung duit angpaunya sudah semacam saudagar batik di pasar Laweyan Solo aja. Sudah gitu diulang-ulang lagi. Tambah bikin emaknya mupeng dan gigit jari. 

Kamis, Juli 13, 2017

Libur Lebaran Bareng Perpus Kota Jogja









Habis lebaran kemarin saya dan anak-anak ikut Liburan Bersama Perpus Kota Jogja. Ini liburan bersama perpus kota jogja yang kesekian yang saya ikuti bersama anak-anak. 

Saya dan anak-anak termasuk familiar dengan perpus kota. Sebelum kami akrab dengan Grahatama Pustaka Jogja kami kerap kali ke Perpus kota. Tapi sekarang karena alasan jarak kami memilih Ghahatama Pustaka untuk membaca buku.Mampirlah ke Grahatama Pustaka Yogyakarta


Kamis, Juni 29, 2017

Miqdad dan Clodi Little Hippo-nya





Diary Miqdad dan Clodi Little Hippo-nya 



Assalamualaykum, namaku Miqdad Abdul Aziz. Sekarang usiaku sudah 2 tahun dan baru belajar toilet training. Sekali-kali bolehlah aku pinjam blognya mamak buat aku cerita. Gantian dulu ya yang cerita. Mamak lagi sibuk, ngitungin duit THR aku. Hehehehe. 

Aku lahir dengan berat 3600 gram dan panjang 51 cm. Dengan berat segitu membuatku termasuk lahir dengan berat yang lumayan. Apalagi aku sempat mengalami sunsang saat usia kehamilan mamak 36-37 minggu. Alhamdulillahnya akhirnya aku bisa salto dan balik ke posisi yang benar. Bisa baca di Bayiku Sungsang

Oia dengan badan yang seberat itu membuat tubuhku terlihat montok. Lipatan diantara tangan dan kakiku terlihat lucu. Tetapi hanya sedikit orang yang tahu bahwa dibalik tubuh yang semok selalu ada masalah yang mengikutinya. Hal yang paling sering muncul adalah lecet diantara lipatan-lipatan itu. Padahal mamakku termasuk rajin membersihkan tubuhku. Setiap mandi bagian lipatan itu disabuni dengan sabun khusus bayi yang lembut. Dikeringkan dengan handuk yang lembut dan dipakaikan pakaian yang juga lembut dan bersih.
           
Ketika umurku masih satu bulanan mamak masih memakaikan popok kain untukku. Kemudian setelah agak besaran dikit mamak memakaikanku clodi. Iya clodi atau cloth diaper. Jadi bisa dibilang diantara saudaraku yang lain aku ini anak go green. Saat hamil aku saja mamak sudah punya banyak koleksi clodi. Mulai dari yang premium sampai yang murah meriah. Mulai yang snap sampai pakai perekat. Yang fiber atau bamboo. Begh mamakku lagaknya kalau sudah bicara clodi serasa dia yang punya toko clodi. Baca deh tulisan mamakku tentang prinsipnya untuk memilih clodi di Resolusi Hijau

Tapi aku suka pakai clodi dengan syarat tapinya. Karena jujur nih ya kulit bokongku agak sensitif sama popok sekali pakai. Bahkan saat usiaku 8 bulanan aku pernah mengalami ruam popok yang parah. Karena saat itu aku sering dipakaikan pospak alasannya sederhana sih saat usia itu aku lagi suka banget berdiri dan belajar rambatan dan mamakku belum ahli banget masangin clodinya jadi deh clodinya kedodoran kemana-mana. Jadi biar aman aku dipakaikan pospak. Tapi ternyata kulitku berontak. Akhirnya mamakku membeli lagi clodi yang lebih bagus untukku.


Nah kemarin mamakku memakaikanku clodi Little Hippo. Clodi kelas premium tapi harganya terjangkau. Dan aku suka banget sama clodi ini. Kenapa? Karena ini nih yang bikin aku suka pakai clodi Hippo.

1.     Bahannya lembut baik outer maupun innernya. Aku pernah pakai clodi yang bahan luarnya panas dan kalau di pegang itu bunyinya kemresek kayak plastik. Pernah juga pakai clodi yang bagian innernya kalau kegesek kulit bikin kulitku jadi merah. Jadi aku maunya clodinya yang halus dan lembut di kulit. Nah Hippo ini mewakili keinginanku.

lapisan dalam outer yang lembut dan nyaman

2.     Ga cepet bau pesing. Ada jenis clodi yang baru kena pipis sekali dan mamak belum sempet ganti sudah deh baunya kayak bau sarden yang kelamaan itu. Iya beneran kayak bau sarden. Aku benci banget bau kayak gitu. Aku selalu bilang ke mamak “ au” alias bauk. Nah kalau pakai Hippo ini ga cepet bau pesing. Innernya benar-benar berkualitas jadi membuat cairan pipis cepat terserap dengan baik.

inner


3.     Bagian karetnya ga kasar jahitannya jadi ga bikin lecet lipatan pahaku. Lipatan pahaku kan semok jadi kalau karetnya jahitannya ga halus bagian lipatan itu bisa lecet. 

Outer, dengan jahitan karet yang rapi dan berkualitas. Ga bikin lecet di kulit

4.     Mudah dibersihkan. Aku punya clodi yang kalau dibersihkan susah banget. Ga cukup kalau cuman direndam sebentar. Karena kalau ga dikucek kuat-kuat kotorannya tetap menempel. Kan jijik kalau habis dicuci bagian innernya tetep kuning.
5.     Cairan pipis tidak tembus keluar. Aku bilang ga tembus ya. Karena memang ga tembus keluar cairan pipisnya. Ada beberapa jenis clodi punyaku yang cairan pipisnya akan tembus keluar terutama dibagian pinggiran karetnya. Karena sistem jahitannya yang ga bagus. Nah Hippo ini jahitan pinggiran karetnya benar-benar bagus banget jadi membuat cairan pipis ga merembes keluar. Bahkan karena sekarang aku lagi toilet training mamakku memakaikan clodi hippo untukku tanpa inner. Jadi kayak cuman pakai celana dalam biasa dan cairan pipisnya juga ga tembus keluar lo.Kalau menurut petunjuknya sih bisa menampung cairan 4-5 jam.
6.     Ga bulky alias njembubuk alias kalau dipakai tetap keliatan langsing. Kalian sih belum pernah ngerasain pakai clodi yang kalau kalian nengok ke kiri bokongnya langsung otomatis nengok ke kanan. Alias kayak dinosaurus gitu kayak bawa ekor tapi ekornya kegedean. Ya gitu deh, susah dijelaskan dengan kata-kata. -_______-
7.     Mudah distel sesuai ukuran tubuh pemakainya. Bagian pinggangnya ada perekatnya dan bagian depannya ada kancingnya yang bisa distel ukurannya. Baiklah karena bodiku bongsor kancing itu sekarang sudah tidak difungsikan lagi. Hehehehe. 

perekat dan kancing yang bisa di adjust sesuai ukuran bayi

8.     Harganya terjangkau. Karena bapakku kadang sebel sama mamak karena beli clodi yang harganya bikin muka bapakku kayak pakaiaan yang ga kering kalau dijemur. Gitu deh, lepek, eh. Nah Hippo ini harganya masuk akal. Terjangkau banget. Oia mamakku punya lo clodi yang harganya murah banget. Yang 50 ribu dapet 3 bijik. Tapi gitu deh, di bokong rasanya 
Cara Memakai Clodi Little Hippo:


   Yang berbentuk celana kita sebut outer dan bagian pengisinya kita sebut inner. Bagian innernya memiliki dua permukaan yang berbeda. Yang seperti handuk namanya layer microfiber dan yang lebih halus layer microfleece. Karena tipenya pocket jadi innernya harus dimasukkan ke dalam kantung di bagian outer. Masukkan inner dalam kantung dan lapisan layer microfleece berada pada bagian atas. Kemudian kenakan pada bayi terus sesuaikan perekatnya agar tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar. Taraaa, clodi Little Hippo siap digunakan dan bayi bisa beraktivitas seperti biasa.

Nah itulah kenapa sekarang aku nyesel banget kenapa baru sekarang mamakku kenal sama clodi Hippo. Kenapa ga dari duluuuuu. Oia clodi Little Hippo ini mudah dibeli via online lo. Bisa di cek di  


NB: semua foto adalah dokumen pribadi catatansiemak.com

Movie reviews "Transformers, The Last Knight"


              Transformers
                       ' The Last Knight'





Tadinya sih ekspektasinya tinggi untuk Transformers “The Last Knight” ini. Berharap ada sesuatu yang baru. Kayak dulu pas bawa-bawa Dinosaurus itu loh. Anak-anak pasti takjub luar binasa kalau sudah ketemu yang namanya mahluk purba itu.

Kamis, Juni 15, 2017

Puding Roti Dari Sisa Kolak Pisang

Bread Pudding With Peanut Dan Banana

Daripada kolak sisa buka puasa hari kemarin terbuang mending digunakan untuk bahan membuat puding roti saja. Tambahkan telur, selai kacang dan kismis. Dijamin enak

Selama Ramadhan saya terbiasa membuat kudapan untuk buka sendiri. Harap maklum penghuni rumahnya banyak kalau beli jatuhnya mahal. Coba bayangkan harga kolak segelas 5000 dan anggota keluarga saya ada 8 total habis 40 ribu hanya untuk kolak saja. Padahal kalau bikin sendiri harga sesisir pisang kapok paling 15 ribu ditambah gula pasir, gula merah dan santan paling pol 20 ribu itu juga biasanya pisangnya masih sisa.

Rabu, Juni 14, 2017

Pesan Paket Pesawat dan Hotel via AirAsiaGo.com

Pengalaman Memesan Paket Penerbangan Dan Hotel
 Via AirAsiaGo.com

Suka banget pesan tiket dan hotel via AirAsiaGo.com. Harganya murah kalau pas promo. Jadi harus rajin hunting kalau mau bepergian.

Awal April kemarin saya mengadakan perjalanan ke Kuala Lumpur bersama si bapak. Kebetulan pas menghadiri event pameran produk halal internasional di Kuala Lumpur. Nah, tadinya sih akan berangkat dewean gitu. Tapi terbentur ga bakalan dapat izin kalua bepergian tanpa mahram akhirnya berangkat berdua. Sudah hunting tiket pesawat disana-sini. Lalu jatuhlah pilihan pada paket Pesawat dan Hotel di AirAsiaGo.
Jujur saya seneng banget ketemu AirAsiaGo ini. Karena kalau beli system paket harganya asli jadi murah banget. Oia ini bukan endorse ya bener-bener ingin berbagi pengalaman aja. Jadi kemarin itu saya ambil paket pesawat PP Jogja-Kuala Lumpur dan menginap 3 malam. Ada banyak pilihan yang bisa dipilih. Pilihan hotelnya juga bejibun sampai ratusan hotel lo.