Sabtu, Desember 31, 2016

Moment Berkesan di tahun 2016





Alhamdulillah di penghujung tahun 2016 ini saya bersyukur atas karunia nikmat dari Allah. Keluarga yang sehat, anak-anak yang Alhamdulillah baik, dan rejeki yang cukup. Sepanjang 2016 ini bisa dibilang banyak banget moment berkesan buat saya dan keluarga. yang paling berkesan adalah ketika kami bisa mendampingi sulung kami untuk mendapatkan ijazah kejar paket A-nya. dan membuktikan bahwa anak Homeschooling mandiri bisa punya ijazah.

Bisa dibilang proses pengurusan ujian, pengumpulan berkas-berkas kelengkapan untuk maju ujian sampai akhirnya bisa ikut ujian membuat kami harus bernafas lebih panjang. Apalagi kami juga memutuskan untuk fokus pada apa yang bisa dipelajari Osama di tingkat lanjut (SMP). Fokus untuk mengembangkan skill bela dirinya, skill menggambar, dan kemampuannya dalam mempelajari sejarah-sejara (sirah nabawiyyah).

Ujian Kesetaraan dilaksanakan berbarengan dengan UN anak-anak SD lainnya. Kemudian hasil ujian keluar sebualan kemudian. Tetapi karena setelah ujian waktu itu Osama mengikuti daurah Quran selama 2 bulan akhirnya ijazah bisa kami ambil di bulan Oktober 2016. Lega? Alhamdulillah lebih lega sih meskipun kemudian muncul pertanyaan dalam diri sebagai orangtua ' Apa sudah cukup yang kami berikan untuknya sampai lulus SD ini?'. Proses pengambilan ijazah kejar paketnya juga tidak ribet. Hanya tanda tangan dan cap tiga jari. Biaya untuk pengambilan ijazah hanya 100 ribu. Jadi kalau ada yang bilang proses pengambilan ijazah anak-anak homeschooling mahal itu sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Kalau kita mau mengurus sendiri harganya sangat bersahabat.

Lalu apa setelah Ujian Kejar Paket A? Ternyata masih begitu panjang perjalanan anak-anak. Saat ini Osama mengambil kelas animasi di sebuah kampus di Yogyakarta. Intensif latihan silat dan belajar sirah Nabi.

Saya dan suami sendiri tak henti-hentinya mempersiapkan Osama memasuki masa balighnya. Selepas subuh dia mengikuti taklim yang dpegang langsung oleh ayahnya. Belajar Quran di sebuah lembaga tahfidz dekat rumah. Dan penjagaan salat 5 waktu di masjid yang langsung diawasi oleh ayahnya. Bahkan ada sangsi berat jika ia meninggalkan salat berjamaah di masjid.

Osama juga diperbolehkan memiliki media sosial dan dalam pengawasan ketat. Ada kisah sendiri tentang sosial media ini. Jadi sampai 3 bulan ke depan Osama tidak diperkenankan memegang smartphone miliknya. Ia ketahuan mengumpat di sosmed pada seorang teman perempuannya. Yang menurut ayahnya itu pelanggaran yang tidak bisa ditoleri yakni berlaku kasar terhadap perempuan. Jadi Osama harus bersabar kemana-mana hanya membawa handphone jadul yang hanya bisa dipakai untuk telpon dan SMS ^°^

Jadi begitulah moment berkesan kami tahun 2016 kemarin. Mempersiapkan Osama menghadapi masa balighnya.
Jadi anak shalih ya Nak. Jangan pernah berhenti belajar dan berbagi manfaat. Tetaplah bersemangat menjalani sunnah. Aamiin

1 komentar:

  1. Jadi anak baik hatinya dan cinta sama Tuhan ya Osama, aamiin :)

    Salam,
    Rasya

    BalasHapus