Kamis, November 03, 2016

Tanoto Scholars Gencar Tumbuhkan Minat Baca Anak di Makassar





Tanoto Scholars di Makassar 
Gencar 
Tumbuhkan Minat Baca Anak



Dalam keluarga saya pengeluaran terbesar dalam pendidikan kami adalah pengadaan buku penunjang. Meskipun literasi digital marak hari ini tetapi membaca buku tetap metode belajar yang kami lakukan. Bahkan saya dan suami sudah mengumpulkan banyak buku jauh dari sebelum kami menikah. Dan sekarang kehabisan tempat untuk buku kami yang setiap bulan bertambah. 


Buku adalah jendela dunia. Melalui buku, wawasan akan bertambah sehingga kemampuan dalam menghadapi tantangan kehidupan menjadi baik. Agar bisa mencintai buku, tentu dibutuhkan minat baca yang tinggi. Inilah yang tengah gencar ditumbuhkan oleh para Tanoto Scholars di Makassar.

            Tanoto Scholars adalah sebutan untuk para penerima beasiswaTanoto Foundation. Mereka tergabung dalam asosiasi sesuai daerah domisili masing-masing di bawah bendera Tanoto Scholars Association (TSA), seperti TSA Universitas Hasanuddin (UNHAS) yang menaungi para Tanoto Scholars di Makassar, Sulawesi Selatan.

            TSA UNHAS tengah berusaha keras menumbuhkan minat baca anak-anak di Makassar melalui kegiatan yang diberi nama Ransel Baca. Kegiatannya cukup unik, yaitu mendatangi anak-anak dengan membawa ransel yang penuh buku-buku sehingga memudahkan mereka untuk membaca.

            Tanoto Scholars memulai Ransel Baca sejak Maret 2015 dengan rutin mendatangi Desa Lakkang di Kota Makassar sambil menenteng ransel berisi buku. Tidak hanya meminjamkan buku saja, mereka juga menambahnya dengan kegiatan bercerita, tanya jawab, serta menggambar atau mewarnai.

            Para Tanoto Scholars memang cerdik untuk mengemas pembelajaran menjadi hal yang menyenangkan. Kegiatan yang dilakukan dalam suasana ceria ini sangat disukai oleh anak-anak di Desa Lakkang dan menjadi kegiatan yang selalu dinantikan. 

            “Antusiasme adik-adik dalam setiap kegiatan Ransel Baca semakin meningkat. Terbukti dengan terus bertambahnya jumlah siswa yang berpartisipasi. Bahkan saat kami baru tiba, mereka sudah menyambut sambil memanggil nama-nama kami,” ujar salah satu Tanoto Scholar, La Ode Muhammad Ilham Gafur.

            Sementara itu, bagi para Tanoto Scholars sendiri, kegiatan Ransel Baca menghadirkan manfaat besar ke dalam diri mereka sendiri. Menghadapi anak-anak dengan karakter yang berbeda-beda, membutuhkan kesabaran dan mengasah sikap kepemimpinan.

            Hal ini juga menunjukkan bahwa kegiatan Tanoto Foundation telah membuktikan bahwa memberi kemudahan akses pendidikan memang tidak hanya melalui beasiswa semata. Mereka ingin para penerima beasiswa Tanoto Foundation mampu menjadi orang yang berguna untuk masyarakat dan negara. Untuk mendukungnya, Tanoto Foundation memanfaatkan kegiatan Tanoto Scholars Gathering yang diselenggarakan setiap tahun untuk membekali para penerima beasiswa dengan soft skill agar kemampuan semakin meningkat.

            Misi Keluarga Sukanto Tanoto saat mendirikan Tanoto Foundation memang berharap besar terhadap para Tanoto Scholars. Mereka diharapkan membantu merealisasikan mimpi mengentaskan kemiskinan dari Indonesia.
           

9 komentar:

  1. Bagus sekali ya. Aku jadi membayangkan anak-anak pasti senang sekali dengan kegiatan Ransel Baca :)

    BalasHapus
  2. Keren banget program ransel bacanya itu. Kalau di Cilegon ada komunitas yag aktif bikin piknik buku, semacam taman baca keliling

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harusnya ada banyak kegiatan kayak gini ya di Indonesia terutama di daerah yg sulit terjangkau

      Hapus
  3. Ransel baca, sebuah program yang unik ya Mbak,jadi di mana pun diharapkan anak anak dan kita, manusia dewasa juga dihimbau untuk menyukai membaca buku.

    Salam buat anak anak, mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baca itu gerbang menuju pengetahuan gitu ya :)

      Hapus
  4. Setuju dan berharap semua keluarga di Indonesia bisa mengenalkan dunia literasi sejak dini.Budayakan cinta membaca daripada bermain gadget seperti trend masa kini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sedih liat budaya literasi kita skrg

      Hapus
  5. Programnya bagus sekali mba.. Kegemaran membaca itu luar biasaaa lho manfaatnya!

    BalasHapus