Rabu, Agustus 31, 2016

Bersama Bekal Masa Depan Chil-Go!, Mewujudkan Impian Zoe Untuk Membangun Jalan Dan Bangunan Di Masa Depan









Zoe, 6 tahun, sangat menyukai angka. Segala hal yang berbau angka dia suka. Zoe juga menyukai hal-hal yang berkaitan dengan ruang dan bentuk, bangunan-bangunan geometri dan tergila-gila dengan lego. Meskipun saya tidak pernah membelikannya lego asli yang harganya mahal itu tetapi kreativitasnya tetap jalan. Jika ditanya kelak besar ingin jadi apa? Jawabannya sederhana “ Mau bikin gedung bertingkat, jalan dengan terowongan panjang di bawah air dan bikin rumah-rumah bagus”. Zoe belum mengenal istilah arsitek. Yang ada dalam pikirannya mungkin asyik kali ya bisa bikin rumah, gedung-gedung pencakar langit, jalan-jalan dengan terowongan rumit dan sejenisnya.
 
Zoe dan jalan raya buatannya ^_^

Rencana Kami dan Zoe 
Seperti abangnya Zoe rencananya juga akan menjalani homeschooling mandiri. Tetapi mungkin ada beberapa program yang akan berbeda dengan pilihan abang-abangnya. Ia rencananya mengisi masa SD dengan belajar Qur’an, matematika logik rencananya mau ikut les Kumon, Mengambil kelas SAINS, mempelajari bahasa termasuk bahasa asing, ikut beladiri dan renang, dan ikut kepanduan. Sisanya akan akan diisi dengan belajar positive attitude dari rumah dan bersama anggota keluarga yang lain. Dan ia diperbolehkan mengubah, menambahi atau mengurangi program sesuai dengan minatnya. 

Dan untuk biaya memang banyak orang mengira keluarga Homeschooling biayanya akan lebih sedikit dibanding sekolah formal. Padahal belum tentu. Banyak biaya yang jika dihitung menjadi lebih besar dibanding sekolah. Apalagi saat ini ekonomi Indonesia mengalami kenaikan inflasi hampir 20% untuk pendidikan setiap tahunnya. Jadi semakin bertambah usia Zoe maka akan semakin besar dana yang harus kami keluarkan. 

 Investasi Kami Untuk Dana Pendidikan Anak-Anak
Saya dan suami sudah mengantipasi besarnya dana yang harus kami usahakan untuk biaya pendidikan anak-anak. Selama ini kami berusaha menabung dan investasi. 

Berikut yang kami lakukan untuk mengantisipasi biaya pendidikan anak-anak. Pertama: membuka tabungan pendidikan yang setiap bulan diambil secara rutin dari rekening, kedua: menabung emas, saya termasuk orang tua produk jadul. Jadi emas adalah investasi pilihan paling aman buat saya. Monggo dibaca di postingan saya tentang Menabung Ala Ibu RumahTangga, ketiga: mencoba investasi Reksadana Syariah di salah satu lembaga keuangan monggo mampir di Investasi Reksadana Syariah Ala Emak. Nah, ketiga pilihan itu sepertinya masih harus ditambah lagi. Karena ternyata biaya pendidikan mengalami inflasi sebesar 7%-15% pertahun. Dan berdasarkan data dari ZAP Finance bahwa tingkat imbal hasil masing-masing produk investasi berbeda, lihat tabel di bawah ini.

Jenis Produk investasi
Tingkat imbal hasil per tahun
Tabungan
5%
Reksadana Campuran
10%
Reksadana Saham
15%


Bisa di bayangkan besarnya dana pendidikan yang harus dikeluarkan saat Zoe nanti kuliah untuk mewujudkan cita-citanya menjadi arsitek. 

Sebagai ilustrasi bisa saya contohkan dari hasil perhitungan untuk adiknya Zoe, si Mush’ab yang berusia 3 tahun. Menurut ZAP Finance Reseach Division bisa dihitung besarnya biaya yang harus kita persiapkan untuk pendidikan anak-anak kita ke depan. Dengan bantuan kalkulator finansial tersebut ayah dan bunda bisa menghitung kira-kira besaran dana pendidikan yang harus dipersiapkan. 



         Wow, angkanya lumayan besar ya. Bikin mengkeret para orang tua kalau kita tidak mempersiapkan dari sekarang. 

Nah salah satu produk investasi yang mungkin bisa dicoba adalah Asuransi Dana Pendidikan. Saat ini ada banyak produk asuransi pendidikan dari berbagai lembaga keuangan. Termasuk Asuransi Pendidikan Syariah buat orang tua muslim. 

Makanya kemarin buat jaga-jaga saya juga ikutan nyoba gabung di Program Bekal Masa Depan Morinaga Chil-Go!. Dengan modal kebiasaan membuat sendiri permainan edukatif untuk anak-anak saya berharap ada ide kami yang nyangkut di program itu. Gimana tidak berharap? Hadiahnya bikin ngiler. 

Bekal Masa Depan Chil-Go! merupakan salah satu langkah Morinaga dalam mendukung gerakan #SiapCerdaskanBangsa yang ditujukan kepada para orang tua untuk dapat berbagi stimulasi dan ide kreatif dalam mengembangkan Kecerdasan Majemuk Si Kecil sehingga menjadi Generasi Platinum yang multitalenta. Morinaga Chil-Go! akan memilih 9 orang pemenang hadiah utama dan 3.035 orang pemenang hadiah hiburan selama periode program berlangsung.



Hadiah utama dari Bekal Masa Depan Chil-Go! Ini berupa Dana Asuransi untuk Pendidikan dengan total senilai 3 Milyar Rupiah dibagi menjadi 3 (tiga) kategori di masing-masing periode, yaitu :

a.      Platinum: Asuransi Pendidikan senilai Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah)*
b.      Gold: Asuransi Pendidikan senilai Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah)*
c.       Silver: Asuransi Pendidikan senilai Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah)*
* berdasarkan perhitungan investasi hingga anak berusia 18 tahun

         Saya sendiri sudah mendaftarkan dua ide permainan kreatif saya dan anak-anak. Bisa mampir di http://www.bekalmasadepan.com/galleries/detail/ular-tangga-generasi-platinum untuk melihat ide kami. 
 
Ide kreatif kami ^_^


     
 Cara mengikuti program tersebut juga mudah banget. Seperti yang saya tulis caranya saat kami mengikutkan ide kami  http://www.catatansiemak.com/2016/07/ular-tangga-generasi-platinum-stimulasi.html
           Bisa juga dilihat caranya di video di bawah ini




Pusat Belanja Buku Murah di Yogyakarta




Shopping Center Yogyakarta, Pusatnya Belanja Buku
Di Jogja
 
pict.from Tribunnews


Ini Budi
Ini bapak Budi
Ini ibu Budi
Itu Tini
Tini kakak Budi

Lanjutin sendiri deh. Sebagai generasi 80-an, haduh ketaun deh umur inyong. Kalimat-kalimat di atas sangat lekat di kepala saya. Apalagi saya termasuk pembaca segala. Suka banget dengan buku-buku paket yang dibagikan dari sekolah atau buku yang memang terpaksa beli di luar. Benar-benar melatih kemampuan membaca. 

Tetapi seingat saya kemudian sejak saya SMA buku paket menjadi sesuatu yang tidak urgent lagi. Entah kenapa saya lebih memilih membeli buku lain yang sejenis daripada mengambil dari buku paket yang seingat saya [ gitu-gitu doang’ hahaha. Lalu dikeplak massa.

Nah sekarang sejak kami menjalani sekolah rumah mandiri (homeschooling) otomatis anak-anak saya tidak mendapat buku paket. Kami mencari referensi sendiri untuk pelajaran yang kami pelajari di rumah.


Dimana sih saya biasanya mencari buku pelajaran di Jogja?

Favorit saya selain toko buku Gramedia kami biasanya blusukan di Shopping Center Yogyakarta. Dari zaman saya sekolah di Jogja saya sudah menjadikan tempat ini pangkalan untuk mencari buku. Semua ada di Shopping Center. Tanya saja ke orang-orang Jogja kalau nyari buku dimana? Jawabannya pasti di Shopping. 

Shopping sendiri adalah kumpulan kios buku yang berada di belakang benteng Vrederbug atau di Nol Kilometer Jogjakarta. Mudah dicari karena bersebelahan dengan Taman Pintar dan Taman Budaya. 

Saya suka banget mencari buku di Shopping. Semua jenis buku ada. Dan yang paling menyenangkan saya biasanya mendapat harga lebih murah dari toko buku. Bayangkan ya buku seri WHY terbitan Gramedia di jual di toko buku Gramedia seharga 80-90 ribuan dan di Shopping saya bisa membeli dengan harga 50 ribu saja. Lumayan bangetkan beda harganya. Sebagai barisa mamak-mamak irit. Tentu saja saya akan menjatuhkan pilihan pada Shopping meskipun harus blusukan dan kadang berdesakan dengan ibu-ibu lain. 

Segala macam buku paket sekolah ada di Shopping Center. Saya sendiri punya langganan kios untuk buku paket sekolah. Dan punya langganan sendiri untuk membeli novel dan buku-buku umum. Dan punya langganan kios sendiri juga untuk buku-buku agama. Bahkan kadang saya pesan dulu untuk buku tertentu. Dan biasanya mengeluarkan keahlian ‘jurus cincay tawar-menawar’ hahahaha. Dan bangga banget kalau dapet buku di bawah harga toko buku ternama. Hatsyim ,teganya akuuu. Hiks. 

Dan suami saya suka diajak ke Shopping dibanding Toko Buku besar adalah karena berdampingan dengan masjid. Jadi kalau pas datang waktu salat tinggal ngeloyor aja ke sebelah. Beda kalau ke Toko Buku besar suami terburu-buru kalau sudah datang waktu salat. Jadi ga asyik lagi memilih bukunya. 

Dan, entahlah mungkin ini cuman pendapat saya dan suami aja sih. Belanja di Shopping Center itu kita turut serta menghidupkan perekonomian rakyat kecil. Soalnya ada banyak teman suami yang menjadikan kios bukunya di Shopping sebagai mata pencaharian utama. Jadi belanja di Shopping hitung-hitung sebagai membantu teman. Yang penting kalau nawar ya ga usah tega bangetlah

Nah ini tips dari saya saat berkunjung ke Shopping Center Yogyakarta
Tips Berbelanja di Shopping Center Yogyakarta
1.     Pilihlan pagi hari sekitar jam 10 an. Itu saat-saat sepi, kecuali hari libur ya. Karena biasanya Shopping penuh orang kalau di sore hari.
2.     Langsung saja ke barisan buku-buku yang kita inginkan. Barisan depan itu biasanya buku-buku paket pelajaran lengkap. Suwer aku ga dibayar nulis promo ini ^_^. Bahkan barisan depan kiri itu harganya lebih murah dibanding kios buku paket yang lain. Lengkap juga. Bisa pesan buku juga. Asyik banget kan ya. Ga cuman buku penunjang bahkan kliping, laporan kerja sampai skripsi dan tesis ada di Shopping. Duh mupeng banget kan.
3.     Teliti dalam membeli. Karena di Shopping banyak beredar buku bajakan. Please ya untuk menghargai ilmu dengan tidak membeli buku bajakan. Ga berkah oyyyy.
4.     Tawarlah dengan wajar. Sekitar 20%-30% menurut saya masih wajar kok. Karena saya biasanya dapat diskon disekitaran itu. Meeskipun ada temen yang nawar sampai 45%. Haduh ga tega saya. Menghormati ilmu lah sedikit. Hahahaha.
5.     Kalau tidak bisa menghandle anak-anak mending berangkat sendiri. Beneran di Shopping itu pembelinya banyak kasihan kalau anak-anak harus diajak umpel-umpelan. Saya sendiri biasanya sama si bapak kalau beli buku. Lumayan punya bodyguard gagah perkasa (baca: badan macam raksasa begitu), benar-benar bermanfaat sebagai pbantal pelindung. Hahahaha.
6.     Mengobrollah dengan penjual. Inilah yang tidak dimilki oleh Toko Buku besar sebenarnya. Interaksi sosial antara penjual dengan pembeli. Ayolah akui saja bahwa kita senang jika kita bisa bertanya sedikit tentang isi buku pada si penjual. Saya sendiri suka minta refernsi novel langsung pada penjualnya. Asyiknya rata-rata penjualnya juga suka baca lo. Mereka jujur kok kalau menurut mereka ‘buku ini biasa aja’ atau ‘buku itu amazing banget’. Ini benar-benar membantu buat saya.  

                        Nah, buat pendatang baru di Jogja ayo mampirlah ke Shopping Center. Ga rugi kok datang ke sana. Apalagi sebelahnya ada Taman Budaya yang biasanya ada event – event budaya semacam pameran dan pertunjukan seni.

Selasa, Agustus 30, 2016

Fans Garis Keras Conan Edogawa

Fans Garis Keras Conan Edogawa
Hi Conan Fans, Welcome To The Club

sebagian koleksi komik Conan kami :)

Conan:”Jangan ada yang menyentuh benda-benda di dalam ruangan ini”
Aibara:” Conan, sepertinya kejadiannya baru saja terjadi”
Conan: “ Menurutku ini hanya jebakan”

Begitulah kira-kira dialog yang ada di komik Conan. Siapa penggemar Conan di sini? Sayaaaaaa (ngacung tinggi-tinggi). Ada banyak komik detektif dari Jepang tapi saya jatuh cinta pada Conan. Sebenarnya saya suka juga membaca beberapa komik detektif yang lain tapi tidak sampai tahap mengoleksi. Hanya sekedar baca-baca saja. Tetapi dengan Conan rasanya beda. Itulah mungkin kenapa sampai beranak 6 seperti sekarang saya tetap membaca Conan. Apalagi sekarang fans berat Conan di rumah kami bertambah personil setelah Osama akhirnya mentasbihkan diri sebagai #fansgariskeras Conan Edogawa. Hahaha.





Ada keuntungan lain sejak Osama ikut bergabung di ‘club’ ini (duuh istilahnya). Saya jadi ga perlu beli buku dobel-dobel. Apalagi akhirnya koleksi komik Conan lawas jadi tidak mubazir. Bisa di wariskanlah istilahnya. Huahahaha. Biasanya setiap terbit edisi baru kami sudah nangkring di Gramedia untuk membeli komik Conan. 
 
komik buatan Osama ^_^




Apa sih yang bisa diambil dari komik Conan?

Wow ada banyak hal dari komik itu yang bisa dipelajari. Bahkan ada edisi khusus yang membahas tentang sisi ilmiah dari kasus-kasus yang terjadi di dalam komik itu. Makanya tidak heran kami tidak hanya mengoleksi komiknya juga tetapi sampai komik edisi khusus dan spesial.
Bahkan karena suka banget sama Conan ada banyak gambar komik yang dibuat oleh Osama yang figurnya Conan Edogawa dan Sinichi Kudo. Kalau lagi iseng nunggu jemputan atau lagi bosan anak itu langsung deh nyoret-nyoret kertas (bahkan tembok kamar) dengan figur Conan. -______-. Biarpun emaknya ngomel-ngomel karena temboknya jadi belepotan aneka gambar tetap saja diulang kelakuan itu. Huffff. Punya anak berbakat gambar itu kadang bikin kesel tapi kalau liat hasilnya kadang bikin terharu. Duuuh kok bisa sih pada gambar bagus-bagus. Emaknya kalau gambar sudah deh kibarkan bendera putih alias nyerah. Wong gambar gajah aja dikira kambing sama bocah-bocah -___-.....

Sekarang yang jadi masalah kadang koleksi komik ini ngabis-ngabisin tempat. Ada sekitar seratusan lah komik ini dirumah termasuk edisi khususnya. Kemarin-kemarin sih masih rajin di sampul semakin ke sini semakin jarang di sampul. Untungnya Osama termasuk anak yang rapi dan telaten sama barang-barangnya jadi koleksi komik-komiknya termasuk komik Conan edisi lawas masih bagus-bagus. Dan dia agak pelit kalau ada yang mau pinjam koleksi komiknya. Hahahaha.

Dan melihat gelagatnya koleksi komik Conan ini akan terus bertambah. Yah begitulah cerita Conan ini entah kapan berakhirnya sudah ngalah-ngalahin Uttaran episodenya. Huahahaha. Okelah kalau begitu. Di tabah-tabahkan deh lihat Conan beredar di rumah. 

Senin, Agustus 29, 2016

Lagu Anak Ini Ditujukan Untuk Anak-Anak di Syria

Sebuah Lagu Untuk Anak-Anak Syria

            A'thuna Al Thoufuli اعطونا الطفولة




Beberapa waktu lalu anak-anak saya ikut sebuah kampanye yang ditujukan untuk anak-anak yang terkena imbas perang di Suriah. Lebih dari dua juta anak yang terkena dampak perang di Syria saat ini. Mereka ada yang masih terjebak di medan perang baik di Aleppo, Madhaya, Idlib dan kota-kota lain di Syria. Dan sebagian yang lain terpencar di tenda-tenda pengungsian di Libanon, Turki, Jordan bahkan sebagian negeri-negeri di Eropa.

Si bapak bersama pengungsi anak-anak
(dok.pribadi)

Kenapa anak-anak kami diperbolehkan mengikuti kampanye itu sendiri adalah karena alasan kami sepakat bahwa semua anak berhak untuk hidup normal sebagaimaana anak-anak dibelahan dunia yang lain. Kampanye #SaveThechildrenOfSyria itu sendiri diikuti oleh banyak anak dari berbagai negara.

dok.pribadi

Sampai kemudian muncul sebuah lagu anak yang ditujukan untuk anak-anak di Syria ini yang ngehits banget di berbagai negara. Dinyanyikan dalam dua bahasa yakni bahasa Arab dan Inggris. Lagu ini sukses membuka banyak mata bahwa ada banyak nyawa anak-anak yang harus diselamatkan karena perang Syria yang tak berkesudahan. Apalagi saat netizen dari seluruh dunia mengutuk kejadian yang menimpa Aylan Kurdi yang ditemukan mati tenggelam di perairan Mediterania dan yang baru saja menghangat adalah diselamatkannya Omran dari reruntuhan bangunan di Aleppo, Syria.

Lagu  A'thuna Al Thoufuli dalam versi Inggrisnya dikenal dengan  Give Us Childhood Give Us Peace. Lagu ini kemudian mendunia. Dan di rumah kami lagu ini menjadi semacam suport dari anak-anak saya untuk anak-anak Suriah. Apalagi saat itu ayahnya anak-anak ikut serta dalam pencanangan kampanye #SaveTheChildrenOfSyria ini di Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 31 Mei 2014 yang diikuti oleh NGO-NGO berbagai negara Melayu. Bisa dibilang mulai saat itu lagu ini jadi favorit di rumah kami. Bahkan lagu ini sendiri akhirnya dibuat dalam berbagai versi bahasa mulai Prancis sampai bahasa Turki.


Saya sendiri selalu mengajak anak-anak untuk peduli dengan sekitar termasuk anak-anak yang kurang beruntung. Nah sampai kemudian ketika Osama akhirnya mau ikut serta dalam kampanye membuat surat untuk anak-anak Suriah Ramadhan kemarin.  Dan satu hal berbicara anak-anak Syria ini tidak ada muatan politis atau terorisme yang identik dengan ISIS. No, Big No!. Berbicara tentang anak-anak Syria adalah berbicara tentang hati nurani dan kemanusiaan. Apakah kita akan berdiam diri terhadap suatu kedzaliman yang terjadi setiap hari yang mengakibatkan nyawa manusia menjadi begitu murah. Apakah kita akan berdiam diri saja saat tubuh manusia layaknya potongan-potongan lego yang tercerai berai. Saya dan suami selalu mengatakan pada anak-anakl “ tidak layak bagi kita tidur dengan nyenyak saat saudara kita yang lain meregang nyawa dan tinggal dalam ketakutan”. Semoga konflik di Syria segera berakhir dan anak-anak kembali ke rumah mereka dan berkumpul dengan keluarga tercinta. Kembali ke sekolah dan menuntut ilmu sebagaimana anak-anak lain menuntut ilmu.



Wahai anak-anak Suriah, salam anak-anakku untuk kalian. Semoga Allah senantiasa menjaga kalian dalam ketaatan. Aamiin.