Minggu, Juli 31, 2016

Ular Tangga Generasi Platinum, Stimulasi Cerdas Untuk Anak Cerdas


Permainan Ular Tangga
 Anak Generasi Platinum 


Add caption






Main Ular Tangga yuuuuk” itu ajakan Zoe pada saya pagi itu. Kebetulan abangnya baru saja beli (lagi) monopoli yang isinya sepaket dengan ular tangga. Tapi yang bikin gemes buat Zoe ular tangga itu terlalu mungil. Kemarin di penghujung bulan Juli 2016 Zoe merayakan usianya yang ke-6 tahun. Untuk usia anak segitu lagi seneng-senangnya belajar banyak hal. Sudah merasa gedhe juga. Usia 6 tahun biasanya adalah persiapan anak-anak untuk memasuki dunia Sekolah Dasar. Sebagai keluarga pesekolah mandiri (homeschooling) tentu saja saya juga mempersiapkan apa-apa saja yang harusnya dikuasai oleh anak-anak saat mereka memasuki dunia sekolah. Zoe sendiri berdasarkan hasil test sederhana di Morinaga MI Play Plan yang pernah saya tulis disini memiliki kecerdasan Logika Matematika yang menonjol kemudian diikuti oleh kecerdasan Kinestetik. Tetapi Zoe lemah pada kecerdasan musikalis.


Beberapa Stimulasi Saya Untuk Anak-anak di Rumah









         




   





            Zoe sangat menyukai angka, bangunan geometri, menyusun lego dan hal-hal yang berkaitan dengan dunia matematika sederhana. Dan ia juga aktif bergerak. Saya sendiri ingin Zoe belajar bisa berkonsentrasi dengan baik tetapi juga tetap tangkas dan santun. Itulah kenapa pendidikan karakter selalu saya tekankan dalam keluarga. Saya ingin anak-anak saya cerdas tetapi berakhlak mulia. Makanya tak heran ketika memberi stimulasi pada anak-anak saya selalu berusaha seimbang. Antara kognitif dan juga sosial. Biasanya Senin sampai Kamis kami punya jadwal bermain dan belajar bersama di pagi hari. Di hari-hari itu kami mencoba banyak hal. Membuat aneka kerajinan dan permainan edukatif sendiri. Monggo mampir di fanspage catatansiemak.com untuk melihat album khusus beberapa permainan edukatif yang pernah kami lakukan.


Penting Tidak Sih Menstimulasi kecerdasan Si Kecil?

Sebagai orangtua kita mempunyai kewajiban mendampingi anak-anak menjadi yang terbaik, itu menurut saya lo ya. Saya dan suami selalu berusaha belajar untuk menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak. Saya percaya Every Child is Unique. Kita tidak mungkin memaksakan anak-anak untuk mempelajari sesuatu yang memang bukan keahliannya di bidang itu. Setiap anak mempunyai kesempatan yang sama besar untuk berkembang menjadi yang terbaik sesuai kecerdasan masing-masing anak-anak. Suka sekali dengan teori 8 Kecerdasan Majemuknya DR. Howard Gardner. Menurut beliau ada 8 tipe kecerdasan anak Bahwa setiap anak dilahirkan dengan potensi mereka masing-masing. Delapan tipe kecerdasan yang dimiliki anak memungkinkan anak-anak melejit jika kecerdasan bawaan mereka di asah sebaik mungkin. Tipe kecerdasan majemuk itu sendiri meliputi Kecerdasan Musikal, Kecerdasan Intrapersonal, Kecerdasan Interpersonal, Kecerdasan Naturalis, Kecerdasan Visual Spasial, Kecerdasan Linguistik, Kecerdasan Logika Matematik dan Kecerdasan Kinestetik.


Ular tangga Generasi Platinum

            Nah diusianya yang bersia-siap masuk SD ini saya mencari-cari permainan apa yang bisa menstimulasi kecerdasannya sesuai minat dan bakatnya. Keywordnya: angka, bergerak aktif dan sekaligus pendidikan karakter. AHA, Inilah dia “ Ular Tangga Generasi Platinum”.


         






            Permainan ini mengadopsi dari permainan ular tangga konvensional. Tetapi saya modifikasi biar sesuai dengan perkembangan Zoe. Ular tangga ini dibuat besar, dari bahan yang kuat jadi awet, bisa dilompati, dan berisi pesan-pesan untuk menstimulasi pendidikan karakter anak-anak. Saya gambar di komputer bentuk ular tangga yang kami inginkan. Zoe juga terlibat dalam pemilihan gambar, warna dan beberapa ide. Kemudian dicetak di vinil ukuran 2m x 2m. Sangat memadai bukan? Untuk dadunya Zoe membuat sendiri dari kardus bekas yang dilapisi kertas putih dan ditempeli kertas berwarna sebagai penunjuk angkanya. Taraaaa Ular Tangga kami sudah jadi. Seharian Zoe bermain bersama adiknya dan kakaknya. Bahkan teman-temannya anak-anak tetangga pada ikut nimbrung juga. Capek main Ular Tangga mereka minum susu Chil-Go! ^_^. Anak-anak saya suka minum susu Morinaga Chil-Go!. Bahkan itu menjadi susu favorit mereka. 

Periode Emas 
















Pernah dengarkan istilah periode emas. Nah tubuh kita butuh tak hanya nutrisi otot tapi juga nutrisi otak. Dan dua nutrisi itu harus tersedia pada makanan sehari-hari kita. Jadi tidak sekedar bikin gemuk tapi benar-benar kaya nutrisi. Nah Morinaga Chil-Go! ini adalah susu cair pertumbuhan yang diperuntukkan untuk anak usia 1-12 tahun. Karena pada masa itu anak-anak benar-benar membutuhkan makanan yang kaya nutrisi. Selain itu diesediakan dalam bentuk cair yang mudah banget di konsumsi dan mudah diserap oleh tubuh. Oia jangan khawatir dengan kemasannya. Botol Morinaga Chil-Go! aman untuk makanan dan ramah juga untuk lingkungan karena bisa di daur ulang.

Morinaga Chil-Go! Mendukung kecerdasan multitalenta.
Sering yang kita tahu bahwa kecerdasan hanyalah kecerdasan akademik saja. padahal ada banyak kecerdasan yang di miliki oleh anak-anak. Nah setiap anak memiliki kecerdasan masing-masing. Jangan khawatir jika teman-teman tidak cerdas di musikalis karena mungkin teman-teman mempunyai kecerdasan di naturalis atau kinestetik. Nah Morinaga Chil-Go! mendukung semua tipe kecerdasan manusia.
Dimana kandungan nutrisinya dilengkapi dengan
1.     Kolin dan Inositol yang berperan dalam penyimpanan memori, berpikir, berbicara dan mengatur gerakan sadar.

2.     Vitamin B Komplek, Zat besi dan Yodium yang dimana vitamin yang berperan penting pada system syaraf dan konsentrasi anak.
    

Kelebihan Ular Tangga generasi Platinum
1.     Anak-anak bisa belajar angka dari 1-100
2.     Belajar bersosialisasi
3.     Belajar antri dengan tertib dan sportif
4.     Belajar banyak hal tentang pendidikan karakter. Setiap kotak yang berisi tangga naik diisi oleh hal-hal baik yang harus dilakukan. Dan setiap ular yang membuat kita turun diisi hal-hal buruk yang harus kita hindari.
5.     Anak-anak diajak bergerak aktif dengan melompat, maju, mundur dan melempar (dadu) yang membantu mereka lebih sehat.

Program Morinaga Chil-Go! Bekal Masa Depan




Punya ide permainan sendiri di rumah? Nah kebetulan banget nih kemarin langsung melayang gara-gara di mention di Instagram oleh GiSel_la. Iya itu selebritis tanah air itu lo. Mamanya si (cute) Gempi. Morinaga Chil-Go! mengadakan program Bekal Masa Depan  (BMD). Hadiahnya keren euuyy Dana Asuransi Pendidikan dengan total Rp 3 M (perhitungan investasi hingga anak berusia 18 tahun) dan juga hadiah keren lainnya.

Cara Ikutan
Cara ikutannya gampang banget. Klik saja www.bekalmasadepan.com. Lalu daftarkan diri di web ini. Kemudian ada dua cara mendaftar program ini. Bisa dengan cara offline atau online. Bisa di lihat di gambar di bawah ini ya.


Masuk ke web bekalmasadepan.com



Mekanisme Offline








Mekanisme Online

Add caption




Kemarin saya mencoba dengan cara offline


Kirim Formulir dan struk belanja 6 botol Chil-Go!



1. Saya membeli susu Morinaga Chil-Go! Sebanyak 6 botol ukuran 140 ml varian apa saja di Indomaret atau di store yang daftarnya bisa dilihat di web.
2. Lalu unduh formulir pendaftaran di web bekalmasadepan.com. cetak kemudian isi formulir dengan lengkap
3.     Kirimkan struk pembelian Morinaga Chil-Go! Dan formulir yang sudah di isi ke alamat  PT Bounche Indonesia Thamrin Office Park AA03-AA05 Jl. Boulevard Teluk Betung - Jakarta 10240
4.     Tunggu verifikasi dari pihak Morinaga maksimal 5x 24 jam. Lalu para bunda atau ayah akan mendapat notifikasi berupa SMS dan email beirisi kode unik dari panitia.
5.     Unggah ide permainan yang kita buat untuk menstimulasi si kecil.
6.     Jangan lupa bagikan di sosial media kita ya dengan hastag #BMDChilGo


Oia saya bantu juga untuk peng-aploud-an di webnya ya. Ikuti gambar di bawah ini.
1. Isi Kode Unik

2. Pilih Ide Bekal Yang Akan Di Aploud

3. Beri Judul
4. Beri penjelasan mengapa Ide itu kita buat 
5. Aploud foto dan video yang menarik


6. Submit ide kita
7. Berdoa semoga ide kita terpilih 

Untuk info lebih lanjut monggo langsung mampir saja 
Morinaga Platinum
Facebook: Morinaga Platinum
Twitter: @morinagaid
Instagram: @MorinagaPlatinum

           Gampangkan Bund ^___^. Doain juga ya ide Ular Tangga Generasi Platinum saya dan Zoe terpilih menjadi pemenang. Dukung ide kami ini ya http://www.bekalmasadepan.com/galleries/detail/ular-tangga-generasi-platinum . Hadiah dana asuransinya sangat bermanfaat banget buat Zoe untuk belajar banyak hal untuk menggapai cita-cita terbaiknya. Sssst Zoe bercita-cita jadi arsitek nih Bund. aamiin. Makanya kami menggelarinya Zoe Al Muhandis.



Sabtu, Juli 30, 2016

Anak Kecil Bawa Motor? GA KEREN !


Anak Kecil Bawa Motor Itu Ga Keren 

pict by here






Sore itu pas mau keluar gang deket rumah ‘mak srunthul’ aja ada anak-anak bawa motor ngebut di depan saya. Astaghfirullah, duh, elus-elus dada. Bikin kaget. Untung aja jantung saya masih sehat insya Allah ( harus sehat, biar saya bisa menemani anak-anak sampai dewasa, Aamiin). Rasanya pengen banget neriakin anak-anak itu. Woyyy, midak telek wae rung mlenyek, hahaha, alias nginjek ta* ayam aja belum mlenyek alias masih piyik gayanya sudah melebihi Rossi. Ini anak-anak harusnya nonton MotoGP dulu kali jadi biar pada ngerti adab-adab naik motor, halagh. Kali aja pada butuh Klasemen dan Jadwal MotoGP 2016 Sindonews. Sebel banget lihat anak-anak kecil masih SD-SMP sudah belagak bawa motor di jalan. Mana ga pake pengaman lagi. Eh sudahnya jalan kayak punya engkongnya.

Itulah saya langsung mencak-mencak waktu sulung saya mau pinjam motor simbahnya buat belajar motor katanya. Secara motor simbahnya ini jadoel abis. Mungil pulak. Jadi kaki anak-anak sampai buat pijakan. Duh, saya langsung senewen sendiri.
Langsung deh panjang kali lebar banget ceramah saya hari itu buat anak-anak. Padahal sudah sering banget saya dan ayahnya cerita tentang larangan anak-anak membawa motor saat masih kecil. Tetapi namanya di kampung banyak anak-anak lain pada bawa jadi memang harus diulang-ulang terus itu pidato.

Kampung tempat saya tinggal memang agak jauh dari pusat kota Jogja tetapi rata-rata orang kaya. Karena banyak banget peternak sapi di daerah kami. Jadi bisa dibilang rata-rata tetangga kami horang kayah ^_^. Sayangnya karena merasa kaya banyak orang tua yang kurang aware dengan bahaya memberikan apapun keinginan anak-anak. Salah satunya motor ini. Nah bisa dibayangkan kalau sore banyak banget anak-anak kecil pada sliwar-sliwer ngebut di jalan kampung. Oia ini juga pada banyak lho yang naik motor ke sekolah. Sekolah marah? Iya dong, tetapi anak-anak ini lebih ‘pintar’. Biasanya mereka menitipkan motor mereka di warung-warung dekat sekolah nanti ke sekolah jalan kaki -____-

Saya sendiri strict banget kalau urusan naik motor untuk anak-anak. Tahulah gimana labilnya para abege ini. Lah wong di suruh berangkat ke masjid kadang masih angot-angotan gimana mau taat peraturan yang lebih besar. Saya bilang sama anak-anak ada alasan sendiri kenapa naik motor itu harus punya Surat Izin Mengemudi (SIM). Ada standart khusus kenapa menunggu sampai 17 tahun dulu baru boleh punya SIM. Karena ini berkaitan erat dengan sikap labil anak-anak yang sangat besar dipengaruhi oleh hormon dan pendidikan. Saya sampai kasih contoh sama mereka lihat kenapa para pembalap MotoGP kalau di jalan raya mereka ga ngebut naudzubillah kayak di arena balap. Karena mereka tahu ga ada untungnya balapan di jalan raya. Beda banget kalau mereka balap di arena balap. Bisa bawa hadiah kalaupun terjadi kecelakaan mereka bisa mengantipasi sedemikian rupa biar resikonya minimal. Itulah pentingnya ilmu kata saya berulang-ulang. Kadang-kadang pas sempat ayahnya ngajak anak-anak nonton Racing di stadion. Apalagi rumah kami dekat banget dengan Stadion Sultan Agung. Si bapak hobby banget kalau ada waktu nonton balap motor atau pacuan kuda di sana. Nah biasanya anak-anak diajak ikut nonton. Ini pelajaran banget buat mereka tentang aturan naik motor. Tentang keamanan berkendara sampai kesempatan untuk meraih prestasi di ajang balap motor misalnya. Tapi sesekali anak-anak juga butuh nonton ajang yang lebih besar semisal MotoGP. Meskipun cuman lewat televisi misalnya. Klasemen dan Jadwal MotoGP 2016 Sindonews bisa dilihat lengkap disini.


Anak-anak perlu belajar bahwa membawa kendaraan bermotor itu ada aturan khusus agar tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain. Apalagi kendaraan bermotorkan bukan benda murah. Saya selalu memuji anak-anak saat mereka kemana-mana naik sepeda. Saya bilang pada mereka naik sepeda itu membiasakan diri hidup sederhana dan juga sehat. Apalagi untuk anak-anak naik sepeda kemana-mana itu membantu tubuh mereka menjadi lebih bugar dan badannya terbentuk bagus. Uhuk. 

Jadi buat para orang tua jangan merasa bangga lihat anaknya bisa bawa motor. Kalau niat jadi pembalap ya harus serius berlatih di arena bukan di jalan raya. Dalam pengawasan ahlinya dan bukan untuk gaya-gayaan aja. Karena ada banyak nyawa yang bisa jadi taruhannya. Semoga keluarga kita selalu dalam lindungan Allah. Aamiin.


Mimpi Saya dan Shuhaib sepuluh Tahun Lagi


Bermimpi Menjelang Tidur
( Edisi Pillow Talk) 


Sudah beberapa hari ini anak sulung saya dan adiknya yang nomor dua sedang dauroh Qur’an di luar kota. Tetiba aja kangen. Meskipun daurohnya cuman dua bulan. Boleh ditelpon cuman hari Jum’at. Hiks. Meskipun kalau ada anaknya di rumah saya mah tetep galak. Kalau anaknya pergi berasa mewek aja bawaannya. Hiks. Padahal saya tipe Tiger Mom, Roaarrrr. Hahahaha.


Jadi teringat saat saya dan Shuhaib bermimpi bareng-bareng menjelang mau tidur malam beberapa malam sebelum dia berangkat dauroh qur’an.

Waktu itu pas mau tidur malam saya dan nomor dua ini berbincang-bincang sambil ngantuk-ngantuk gitu. Pillow Talk lah istilah kerennya. Meskipun saya agak-agak mikir sekarang pakai istilah Pillow Talk gara-gara Zain Malik sih bikin single dengan lirik yang gitu deh, Udaaaaah ga usah gugling juga. Hahahaha.

Saya cerita 10 tahun lagi saya dan ayahnya pasti bingung nih bikin seragam kata saya.
“Buat apa Mi?” Tanyanya.
“Yah buat menghadiri wisuda kamulah. Mosok pas Ummi dapat undangan dari Universitas Islam Madinah untuk menghadiri wisuda anaknya yang ganteng ini Ummi ga tampil maksimal. Rugi bandar” kata saya. Anak saya tersenyum malu.
“ Pasti saat itu Ummi sama Abimu ini nyari-nyari kain di Niagara (nama toko kain di Yogyakarta). Yang mana Yah maunya motif bajunya” ujar saya sambil ngelirik si anak ganteng di sebelah saya
“ Ih gitu aja repot” sahutnya sambil senyum-senyum.
“ iyalah, wisuda Universitas Islam Madinah gitu loh”
“ Bahkan repotnya ga cuman masih di Indonesia sampai di Madinah aja pasti Ummi sama Abi masih heboh, deg-deg-an, Ya Allah berasa mimpi umi bilang ke abi berkali-kali” hihihi padahal emang baru bermimpi.
“ Abi pasti nelpon syeikh Syarif dan Syeikh abdul Moneem buat bantuin anter jemput (temen ayahnya di madinah)” anak saya ketawa. Hahaha
“ Bikin repot orang” katanya. Saya ikutan ketawa. Membayangkan kelak itu terjadi suatu saat nanti. Hahaha.
“ Ummi pasti nangis deh besok” ujar saya
“ kenapa?” tanyanya
“ Ya iyalah masak ga nangis, waktu nama kamu di panggil ‘ Inilah dia wisudawan terbaik Shuhaib Abdurrahman Bin Chairul.... Mumtaz, huhuhuhu Ummi bisa pingsan” tambah saya sambil ketawa-ketawa. Padahal berasa mewek, Ya Allah mudahkanlah.
“ Kamu ga pengen nih mewujudkan mimpi kita sekarang, menghafal Qur’an, kuliah di Madinah, jadi ulama?” tanya saya dengan tatapan penuh cinta sama si anak ganteng ini.
Dia tersenyum malu.
“ Mau ga?” tanya saya lagi. Dia mengangguk malu-malu.
“ Selesaikan hafalan kamu kalau gitu. Dikiiiit lagi lo” ujar saya menyemangati. “Ga nyampe sepuluh juz lagi lo Heb” tambah saya.
Dia mengangguk sambil senyum-senyum.
“ sepuluh tahun lagi lo. Kalau sekarang tahun 2016 berarti besok kamu wisuda tahun 2026. Ih ga lama lagi” pekik saya heboh sendiri. Hahahaha. Anak saya ketawa.
“ Masih lama Mi” sahutnya dengan senyum masam.

“ Ih sepuluh tahun itu cuman sebentar lo” sahut saya bersemangat. 


     Malam itu entah mengapa tidur saya nyenyak banget. Saya tahu Allah akan menyimpan mimpi kami dan didekap oleh semesta dan akan mengabulkannya sampai saatnya tiba. Aamiin. 

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا


“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan:74)

Rabu, Juli 20, 2016

Botol Classic Wide Neck Philips AVENT, Botol Susu Generasi Baru







Botol Classic Wide Neck Philips AVENT, Botol Susu Generasi Baru


Sekitar 12 tahun lalu saat sulung saya lahir saya masih berkuliah di salah satu PTN di Yogyakarta. Seminggu setelah melahirkan saya mengikuti ujian semester. Saya dan suami sepakat bayi kami akan tetap mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan. Jadi mulailah saya melewati drama memerah ASI dan mengajari bayi kami menyusu melalui dot. Awalnya kekeuh menggunakan sendok. Tapi ternyata yang bagian nyuapin pake sendok ga kuat sodara-sodara! Hahaha. Tahulah gimana cepatnya bayi menyusu. Glek-glek-glek. Akhirnya kami berburu botol susu yang pas buat bayi kami. Tadinya milih botol susu yang slim neck biar gampang juga megangnya. Terus yang lehernya sempit mikirnya sih kalau leher botol sempit bayi ga mudah tersedak saat menyusu melalui botol. Tetapi ternyata pikiran itu ga sepenuhnya benar. Bayi kami tetap saja sering kembung karena kebanyakan menelan udara. Bahkan bisa di bilang 3 bulan pertama adalah masa-masa kolik yang bikin saya dan suami frustasi. Ini bayi maunya apa sih? Hahaha. Maklum ibu baru.


Sempat kepikiran apa karena minum ASI perah ya? Tapi setelah banyak baca tentang ASI langsung deh membuang pikiran itu. ASI tetap makanan yang terbaik untuk bayi. Jadi jika bayi rewel ini hanyalah teknisnya aja yang kurang pas. Apalagi saat itu ASI saya melimpah sayang kalau dihentikan.


Setelah membaca lebih banyak sumber akhirnya sekarang Miqdad bisa dibilang ga mengalami masalah dengan botol susunya. Dari awal saya sudah pakai pompa ASI dari Philips Avent. Jadi saat milih botol susu ya langsung milih botol susu dari Philips Avent juga. Sekarang milihnya bukan slim neck tapi wide neck bottle.

Apa sih Wide Neck Bottle


Seperti saya bilang diatas saya dulu milihnya botol yang slim neck ternyata memang kebanyakan ibu Indonesia memilih botol slim neck juga. Bahkan 75% ibu-ibu yang memilih botol slim neck beranggapan botol slim neck lebih mudah dipegang oleh bayi. Duh bener-bener deh ya kesadaran para ibu tentang botol berleher lebar masih rendah.


Padahal secara ergonomis bentuk botol berleher lebar atau wide neck lebih memudahkan bayi dalam meminum susunya. Karena bentuk dot yang lebih lebar dari Philips AVENT, sebenarnya malah memudahkan bayi menghisap susu.




Selain itu Botol classic wide neck Philips AVENT  di desain dengan katup kembar yang berfungsi mengurangi kolik dan mengurangi rewel karena secara teknis mengalirkan udara ke dalam botol bukan ke dalam perut bayi. Nah itu dia kuncinya. Jadi udara tidak ikut tertelan oleh bayi.

Selain itu katup unik pada dot bekerja mengikuti ritme saat bayi menyusu.Jadi kecepatan susu yang masuk sesuai dengan hisap bayi. Jadi susu ga masuk berlebihan ke dalam mulut dan ga keluar dari mulut bayi juga.


Dan dengan mulut botol yang lebar memudahkan untuk dibersihkan. Dan ini menjadi botol lebih higenis sih. Punya pengalaman dengan botol susu yang lehernya sempit dan jadi susah dibersihkan. Nah sebagai pasangan wide neck bottle ini Philips Avent juga menyediakan sikat botol khusus. Sikat botol nya juga mudah digunakan. Ergonomis dengan genggaman tangan kita jadi ga mudah mlucrut (MLUCRUUUT???) hahaha. Meluncur dari tangan maksudnya. Hahaha.






Jadi sekarang ga perlu pake banyak alasan untuk memberi ASI eksklusif untuk bayi. Sekarang di pasaran sudah banyak tersedia peralatan bayi. Philips AVENT juga menyediakan perlengkapan bayi dan mengukuhkan diri sebagai penyedia botol susu bayi terbaik. Dan menjadi sahabat ibu menyusui di seluruh dunia. Oia untuk informasi bisa cek di
  

Senin, Juli 18, 2016

Mendampingi Anak Homeschooling Memasuki Dunia SMP

Mendampingi Anak Homeschooling Memasuki Dunia SMP
Apa Yang Dilakukan Anak Homeschooling Saat SMP?



























Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel saya beberapa waktu lalu. Isinya singkat, menanyakan apakah sulung kami melanjutkan ke sekolah formal (SMP) atau tetap menjalani Homeschooling. Lalu saya jawab setahun ke depan rencananya HS lagi, jika setelah setahun ia ingin mencoba sekolah formal ya monggo saja. Dan pertanyaannya jadi berbuntut panjang mulai bagaimana kurikulumnya? Bagaimana jadwalnya? Bagaimana pengajarnya? Dst....


Saat ini sulung kami sudah menyelesaikan masa SD-nya. Ia sudah mengikuti ujian kesetaraan kejar Paket A yang diperuntukkan bagi anak-anak homeschooling. Meskipun ijazahnya belum diterima. Rencananya tahun ini Osama menjalani homeschooling lagi. Bebarapa waktu lalu kami bersama-sama mencoba merancang apa saja yang bisa dilakukannya selama setahun ke depan.

























Saya dan suami mengajak Osama berbincang-bincang tentang banyak hal yang bisa dipelajarinya dalam waktu setahun. Saya juga melepas dulu kurikulum nasional. Jadi saya tidak membeli buku pelajaran yang diperuntukkan untuk anak-anak SMP kelas 1. Saya ajak dia “ Ayo kita cari apa saja yang bisa kamu lakukan dalam setahun ini dan apa saja hal-hal yang kamu sukai yang bisa kamu kembangkan dalam setahun ke depan”. Saya tahu ini pikiran yang nyeleneh. Nganu, saya sudah pusing duluan soalnya liat kurikulum ujian SD kemarin jadi saya ajak Osama bersenang-senanglah setahun ke depan saat menuntut ilmu. Udah gitu aja sih maunya. Halagh hahaha. 


Ada beberapa target yang ingin dicapai oleh si sulung. Dan beberapa hal baru yang ingin di coba. Saya juga menambahkan hal-hal yang wajib dipelajarinya karena berkaitan juga dengan masa baligh yang akan ditempuhnya. Karena sebenarnya menurut saya dan suami saat ini hal yang paling dasar yang harus dipelajari Osama adalah persiapan menjadi seorang muslim yang sesungguhnya. Pemahaman bahwa semua perbuatannya akan mendapat perhitungan dari Allah. Sekecil apapun. Serahasia apapun. Intinya sih mempersiapkan Osama untuk belajar menjadi seorang muslim sebenarnya.


Berikut beberapa target dan hal-hal baru yang ingin di capai selama setahun ke depan. Yang paling utama sih pelajaran Quran dan Sirah Nabi dan ini kami minta bantuan seorang ustadz. Lalu latihan beladiri yang lebih intensif seminggu 4 kali karena Osama juga sudah bergabung dengan kelas Training Center di perguruan beladirinya mengambil kelas Fighter. Tadinya sih saya rayu untuk masuk kelas seni tapi ditolak mentah-mentah sama ABG ini. Huhuhu. Bakalan sering mules-mules saya kalau dia ikut kejuaraan Silat. Ya Allah lindungilah anak-anakku. Aamiin.


 Kemudian ada kelas gambar & animasi serta kelas bahasa asing yang rencananya adalah bahasa Inggris. Osama juga minta rutin berenang dan mau belajar memanah kembali. Sepertinya setahun ke depan akan ada banyak pelajaran yang berkaitan dengan fisik dan ruhani untuk Osama. Keep Strong BANG! Hahaha. Saya yakin setiap ada niat insya Allah ada jalan dan rejeki yang dibukakan oleh Allah. Jadi saya bilang sama Osama yang penting adalah penjagaanya terhadap salat lima waktu berjamaah di masjid dan di tambah dengan ibadah sunnah termasuk di dalamnya salat sunnah duha dan puasa sunnah.

Nah hal yang saya tambahkan adalah Osama wajib belajar mencari penghasilan sendiri. Saya tahu bahwa pemikiran ini sangat sensitif. Duh, masa sih anak SMP sudah disuruh nyari duit sendiri. Tetapi saya dan ayahnya sepakat bahwa belajar mencari penghasilan sendiri benar-benar mengajarkan Osama untuk survive kelak. Jadi ini menjadi mata pelajaran wajib yang harus ditempuhnya. Saya jadi teringat dengan seorang sahabat blogger yang mendirikan SMK Kewirausahaan, namanya Suzie Icuz. Sekolah kejuruan yang didirikan oleh Icuz ini sangat inspiratif menurut saya. Bahwa pendidikan itu sebenarnya tidak melulu bicara tentang materi pelajaran tetapi juga tentang keahlian spesifik yang itu nantinya sangat bermanfaat bagi anak-anak di masa depan. Saya pernah menuliskan tentang Sekolah Yang Menyenangkan dan Manusiawi di sini yang di dalamnya berkaitan dengan keahlian khusus yang mulai menghilang saat anak-anak masuk sekolah formal.


Harapannya nanti Osama bisa belajar banyak dari belajar wirausaha ini. Belajar tentang bersabar, bergantung pada Allah dan usaha, belajar tentang manajemen waktu, manajemen uang, dan memintanya untuk berlatih berinfak secara rutin. Insya Allah.

Sebenarnya yang ingin ditambahkan lagi sih adalah keterlibatan Osama dengan dunia volunteering dari kemarin saya dan ayahnya mencari-cari apa sih yang bisa dilakukan oleh anak SMP. Sambil browsing juga di internet di Jogja mana aja yang bisa melibatkan anak SMP untuk bantu-bantu sebagai relawan. Saya dan ayahnya sepakat untuk hal ini harus dalam pengawasan saya dan ayahnya sih. Jadi masih mencari-cari komunitas yang cocok juga.

Dan Sebagai tambahan yang menjadi penambah portofolionya adalah memintanya lebih banyak membaca buku. Baik buku nonfiksi ataupun fiksi. Saya ingin Osama memperbanyak wawasan dari beragam bacaan. Seingat saya zaman SMP saya lalui dengan berlimpahnya bacaan dari banyak genre. Dan itu sangat membantu banget saat saya menghadapi kerasnya dunia masa pra remaja, halagh. hahaha. Jadi sepertinya akan ada banyak pengeluaran untuk buku-buku diluar komik Conan dan Wimpy Kid di rumah kami ^_^.

And than sebagai penutup postingan kali ini saya mohon doanya semoga rencana Osama dan anak-anak saya ke depan bisa berjalan lancar dan memberi pengetahuan yang luar biasa buat anak-anak dan semoga memberi manfaat bagi masa depannya kelak. Aamiin ya Allah.


Salam dari pinggiran Bantul Jogjakarta.