Selasa, Mei 24, 2016

Creative Thinking To Creative Making With Faber Castell



       
Kreativitas Tanpa Batas Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Bersama Faber Castell


Sebagai keluarga pesekolah rumah mandiri (homeschooling) yang tidak menjadikan ijazah sebagai acuan hidup bisa dibilang kami sangat terbuka dengan berbagai kampanye kreativitas. Meskipun alhamdulillah dengan beberapa usaha kami berhasil mengikutkan si sulung untuk UN kesetaraan kejar paket A di Yogyakarta. Tetapi tetap saja saya dan suami sangat terbuka dengan ide anak-anak jika nantinya mereka berpikir mencari nafkah tanpa ijazah. 



         Itulah sebabnya saya sangat antusias sekali ketika mendapat undangan media gathering yang diadakan oleh Faber Castell. Event ini sebenarnya adalah pameran seni yang bertajuk ‘Kreativitas Tanpa Batas”. Beberapa anak saya sangat menyukai dunia seni visual terutama menggambar dan fotografi. Sebagai informasi, tahun ini saja selepas lulus SD sulung kami memutuskan untuk melanjutkan homeschoolingnya dengan mengambil kelas animasi di sebuah oerguruan tinggi di Yogyakarta. Jadi ketika saya bilang saya dapat undangan dari Faber Castell ia yang antusias ingin ikut. Sayangnya hari itu, Rabu 18 Mei 2016 adalah hari terakhirnya mengikuti UN. Oke fix dia ga ikut ibu ke pembukaan pameran. Hahaha. Tetapi sang adik dapat kesempatan menemani si ibu untuk ikut pameran.


       Acara di buka oleh Managing directornya Faber Castell ibu Fransiska. Ibu Fransiska sendiri mengatakan bahwa saat ini kreativitas menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencari nafkah. Ga heran kalau sekarang sesuatu yang kreatif bisa menghasilkan uang. Kemudian sambutan oleh kepala dinas pendidikan kota Yogyakarta dan sambutan oleh Walikota Kota Yogyakarta bapak Hariyadi Suyuti. Kemudian sedikit sambutan oleh seorang pegiat seni bapak Fajar Srigunting. Saya setuju banget dengan sambutan pak Walikota yang mengajak kembali masyarakat Jogja untuk menulis. Bukan menekan tuts atau layar henpon. 


Kampanye creative thinking to creative making yang di usung oleh Faber Castell sangat pas untuk saat ini. Kampanye ini sendiri intinya mengajak masyarakat dunia untuk mengaktualisasikan idenya dalam bentuk karya nyata. Jika itu berupa gambar ayolah gambar itu kita buat dalam bentuk nyata sehingga bisa kita sentuh dan rasa. Makanya tak heran ketika pameran dipajang berbagai bentuk karya yang bisa disentuh di di rasa oleh semua indra manusia. 

          Pameran berlangsung dari tanggal 18-23 Mei 2016 di Jogja City Mall. Dan setelah Yogyakarta akan diikuti oleh Surabaya dan Medan. Ayo teman-teman yang berada di kedua kota tersebut jangan lewatkan pameran seni Faber Castell ini ya. 


Oia saya sangat setuju dengan pendapat bapak Fajar yang mengatakan bahwa Kreativitas Tanpa Batas adalah kreativitas yang memberi manfaat bagi manusia dan sekitarnya. Bukan hanya sekedar untuk gaya-gayaan.


Di pameran seni ini kita bisa melihat beberapa karya kelas dunia. Diantaranya sebuah gaun pesta dari 9000 pensil, seberat 25 kg karya Kerstin Schulz. Sebuah replika kapal pinisi yang terbuat dari 12.153 tutup connector pen, 879 batang connector pen dan 1.080 connector-connector dari Faber Castell, Susunan pensil yang diberi judul Mona Lisa, Charly, Twisted dan The Look. Beberapa karya berupa payung yang dilukis, sepatu dan benda-benda keramik berbagai bentuk. Karya para pemenang lomba cerpen menggunakan tulisan tangan. Karya para pemenang lomba melukis. 


Jadi mulai sekarang tidak perlu khawatir ya bu-pak kalau anak-anak memilih untuk menggeluti dunia kreativitas. Ada banyak jalan untuk meningkatkan kualitas hidup. 
Untuk info lebih lanjut bisa cek di twitter : @fabercastellid

2 komentar:

  1. Mbak, itu anak-anak di-homeschooling semua ya? Keren deh. Soalnya jaman sekarang kan orang mikir kalo nggak punya ijasah mau ngapain? Padahal yang dibutuhkan untuk nyari nafkah itu keterampilan, bukan ijasahnya. :)

    BalasHapus
  2. Asli keren banget ya mba hasil karyanya.. Outside of the box dan Penuh kreativitas

    BalasHapus