Rabu, Februari 24, 2016

Persiapan Lomba Menggambar dan Mewarnai Bersama Chil-Go!


Persiapan Berbagi Chil-Go! Di Gunung Kidul Yogyakarta

















Tanggal 8 Februari 2016 kemarin saya dan teman-teman komunitas Omah Parenting Yogyakarta berbagi sedikit kebahagiaan di Tepus, Gunung Kidul Yogyakarta. Komunitas Omah Parenting sendiri adalah komunitas nirlaba yang kami dirikan di tahun 2013 lalu. Komunitas perempuan yang konsen pada pendidikan anak dan pengembangan potensi perempuan khususnya kaum ibu. Anggotanya sendiri ada dari berbagai kalangan. Mulai dari ibu RT, akademisi, karyawan, PNS, aktivis media sosial dan para pengusaha. Kami melebur dalam komunitas dengan satu alasan bahwa “ Kaum ibu harus cerdas agar terlahir generasi cerdas yang bermanfaat


Ada banyak kegiatan yang sudah kami lalui bersama. Ada banyak cerita yang sudah kami bagi. Ada banyak keceriaan yang sudah kami bantu sebar luaskan. Dan masih banyak lagi inspirasi yang akan kami bagi, InsyaAllah.



Nah, hari Senin tanggal 8 Februari lalu kami melaksanakan kegiatan Bakti Sosial di dusun Kepuh Tule Tepus Gunung Kidul. Kami mengagendakan beberapa kegiatan di dusun tersebut. Diantaranya
1.     Pendirian Perpustakaan Desa
2.     Pelatihan pembuatan asesoris untuk para ibu dan remaja
3.     Pembagian sembako.
4.     Ada bazar murah dan penyaluran pakaian dan mainan anak pantas pakai
5.     Periksa dan konsultasi kesehatan gratis 
6.     Penyuluhan kesehatan
7.     Dan lomba mewarnai dan menggambar dengan tema makanan sehat yang kali ini diseponsori oleh susu cair Morinaga Chil-Go! Yeay




Sebulan sebelum hari H kami sudah heboh mempersiapkan acara. Mulai dari koordinasi panitia. Mencari sponsor untuk bazar, pembuatan perpustakaan, pelatihan pembuatan asesoris, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan dan konsultasi kesehatan,  pembagian sembako, dan sponsor untuk lomba menggambar dan mewarnai.


Untungnya ada banyak kalangan yang bersedia berbagi. Mulai dari uang tunai untuk pembelian sembako. Buku-buku keren untuk perpustakaan desa, menjadi relawan sebagai tenaga medis untuk pemeriksaan, konsultasi dan penyuluhan kesehatan sampai ada yang bersedia membagikan keahlian dengan menjadi tutor untuk pelatihan secara gratis. Duuuh terharu. Kalian memang hebat. Dan untuk lomba menggambar dan mewarnai sendiri kami mendapat sponsor dari susu cair pertumbuhan Morinaga Chil-Go!. Whuaaa pas banget dengan tema yang kami angkat “ Makanan sehat”.










Sebelum hari H, saya dan teman-teman Omah Parenting sudah berbagi tugas. Ada yang kebagian mengambil paket dari sponsorship. Ada yang kebagian survey lokasi. Ada yang kebagian sebagai humas untuk menghubungi pihak terkait. Dan masih banyak lagi. Daaan yang bikin terharu semuanya dilakukan tanpa bayaran apapun. Semoga Allah membalas semua kebaikan teman-teman Omah Parenting Yogyakarta ya. Aamiin.

Panitia sendiri berangkat dalam dua kloter. Kloter pertama berangkat H-1. Yang mempersiapkan lokasi acara dan berkoordinasi dengan masyarakat setempat. Sedangkan kloter kedua berangkat hari H.
Rombongan saya sendiri berangkat hari H. Berangkat pagi hari. Ohya sebagai informasi dalam setiap kegiatan Omah Parenting kami selalu melibatkan keluarga. Anak-anak selalu ada dalam setiap kegiatan kami. Dan para suami mendukung penuh kegiatan para ibu-ibu ini. Terimakasih keluarga tercinta.


      Sebelum hari H saya sendiri sudah mempersiapkan susu Chil-Go! Untuk dibagikan pada kegiatan baksos kami tersebut. Memastikan tanggal kadaluarsa pada botol susu. Memastikan kemasan botol harus tetap utuh dan tidak ada kerusakan. Kemudian proses pengepakan susu cair untuk dibawa ke lokasi. Rasanya bahagia bisa membagikan susu Chil-Go! Untuk anak-anak di Gunung Kidul. Karena saya sendiri sudah membuktikan bagaimana anak-anak saya sangat menyukai susu Chil-Go!. Monggo baca disini. Benar-benar bingkisan yang luar biasa untuk anak-anak kurang mampu di dusun Pule Kulon kecamatan Tepus kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.


Kenapa harus Chil-Go! Yang dibagikan saat acara?
Halal
Yang pasti sih saya dan teman-teman Omah Parenting yakin dengan kehalalan susu Chil-Go!. Susu Chil-Go! merupakan susu cair pertumbuhan produksi Kalbe Nutritional yang telah mendapat sertifikat halal dari MUI.
Sarat Gizi Penting
Dilengkapi oleh Kolin dan Inositol yang berperan dalam penyimpanan  memori, berpikir, berbicara dan mengatur gerakan sadar. Dan   Vitamin B Komplek, Zat besi dan Yodium yang dimana vitamin yang berperan penting pada system syaraf dan konsentrasi anak.
Selain itu Chil-Go! Juga dilengkapi oleh pertahanan tubuh ganda
1.     Prebiotic Inulin 1000 mg
Merupakan makanan bakteri baik dan serat pangan yang membantu kesehatan saluran cerna anak.
2.     Zinc
Membantu system imunita tubuh sehingga anak tidak mudah terserang penyakit.
3.     Tinggi kalsium
Membantu pembentukan tulang dan gigi yang sehat dan kuat
4.     Vitamin A, C dan E
Melindungi sel tubuh agar bekerja dengan baik.

Selain itu Chil-Go! Pasti disukai oleh anak-anak karena rasanya yang lezat dengan tiga varian rasa. Yakni Coklat, Vanila dan Strawberry. Untuk lebih yakinnya besok kita tanyakan langsung saat acara ya?. Ohya untuk meyakinkan sebelum hari H putra-putri teman-teman Omah Parenting juga sudah membuktikan kelezatan Chil-Go lo.

Demikian deh cerita saya dalam persiapan saya dan teman-teman Omah Parenting dalam berbagi Chil-Go! Di Gunung Kidul Yogyakarta. Tunggu postingan keceriaan kami pas acara ya. Sayonara

Berikut Foto-Foto Persiapan Acara Bersama Omah Parenting Yogyakarta


Sembako Yang akan dibagikan


Goodiebag untuk peserta

sebagian bingkisan untuk lomba 


Buku-buku untuk pengadaan perpustakaan desa
Menyiapkan pakaian dan mainan pantas pakai


Rabu, Februari 17, 2016

Pekerjaan Yang Bisa Diajarkan Pada Balita


Pekerjaan Sederhana yang bisa dilakukan Balita


Sebagai mamak-mamak dengan anak banyak. Harus diakui kalau waktu mengurus anak itu riwuehnya minta ampun. Rasanya 24 jam itu ga cukup, hahahaha. Banyak banget inbox yang masuk menanyakan bagaimana saya mengajari anak-anak sendiri dirumah padahal kami tanpa ART. Saya akui kadang-kadang kami keteteran juga. Apalagi jika ada anggota keluarga yang sedang tidak fit misalnya. Tambah keteteran lagi. Tetapi prinsip saya dan suami sih, anak-anak dipegang dulu, baru urusan yang lain.

Alhamdulillah meskipun berpayah-payah selama ini kami masih bisa menghandle. Mudah-mudahan berpayah-payahnya para orang tua dalam mendidik dan merawat anak-anak mereka kelak bisa menjadi tabungan untuk bekal di hari yang sudah kita tidak bisa lagi meminta bantuan. Aamiin.

     Sebagai tips dari saya ada baiknya kita terbiasa mengajarkan anak-anak untuk mandiri sejak kecil. Kemandirian ini penting agar anak mudah survive ketika mereka dewasa. Saya pernah berbagi silabus sederhana disini tentang pencapaian kemandirian yang harus dicapai anak-anak. Semisal, usia PAUD sudah bisa mengembalikan piring makannya ke tempat cuci piring, mencuci piring-gelas plastik, menjemur sendiri handuk bekas mandi mereka dan banyak lain tahapan-tahapan kemandirian yang sepertinya sepele tapi harus dimiliki anak-anak.

Kemandirian-kemandirian sederhana yang bisa diberikan pada anak di bawah usia  lima tahun adalah




Usia tiga tahun:
1.     Mengembalikan piring ke tempat cucian piring
2.     Membantu merapikan mainan sehabis bermain
3.     Membantu membawakan pakaian dari jemuran
4.     Mengelap sendiri tumpahan bekas air.
5.     Mengambil minum sendiri dari teko/dispenser (menggunakan gelas plastik)
6.     Memilih sendiri pakaian yang akan dikenakan.
7.     Memakai pakaian dengan bantuan terutama berkancing. Untuk melatih keterampilan memakai kancing beri mereka mainan pasang kancing seperti disini.

Usia lima tahun:
1.     Mencuci sendiri piring dan sendok bekas makan
2.     Menyiram tanaman
3.     Mengangkat jemuran
4.     Membawa pakaian  yang sudah dilipat ke box mereka
5.     Menata sandal dan sepatu
6. Memakai baju sendiri termasuk memadu padankan warna dan memakai baju berkancing. Seperti salah satu postingan teman saya di http://www.anakastinastanti.com/
7.     Mematikan dan menghidupkan lampu di pagi dan sore hari.
8.     Mengisi wadah es batu untuk kemudian di taruh di freezer.
9.     Mencuci sandal.
10.  Menyikat sepatu dengan sikat sepatu. Tidak termasuk menyemir lo ya.
11.   Membuat susu sendiri dengan air dingin.

Bisa ditambahkan lagi kalau kurang ya. Dan catatan pentingnya adalah jangan pernah mencela pekerjaan anak-anak. Beri mereka pujian sederhana bukan pujian setinggi langit. Misal pujian yang masuk akal itu menurut saya  “ waa abang hebat sudah bantuin tanaman minum”. Dan sejenis itu lah,kan pujian setinggi langit yang kadang ga masuk akal, ntar malah masuk perkataan dusta, semisal “ whuaaa abang hebat, tanamannya jadi hidup lagi setelah mati” wkwkwkwk, ini emaknya yang perlu di periksa tingkat ke alay-an nya -_____-.

Percaya deh setelah melewati masa enam orang anak saya percaya banget kemandirian ini sangat membantu. Yang perlu diperhatikan adalah tahan rasa gatal untuk memperbaiki hasil kerja anak-anak. Biasanya kan kita getel pengen mbenerin karya mereka. Yang ujung-ujungnya mengkritik yang ga perlu. Hellooooow, mereka baru tiga dan lima tahun ibu-ibuuuuuk.      
Dan terakhir jangan lupa doakan anak-anak kita. Anak-anak adalah titipan dari Allah. Biarlah Allah yang ‘menjaga dan mendidik’ mereka. Jangan merasa hebat atas apa yang kita lakukan terhadap anak-anak.


Rabu, Februari 10, 2016

Solusi Agar Anak Makan Lahap




 Tips Saat Anak Mogok Makan




           Saya pastilah bahagia kalau liat anak saya makannya lahap. Kayak Miqdad tuh apa-apa mau. Bangun tidur sudah cari-cari makanan. Hahahaha.  Alasannya sih sederhana, banyak makan sehat pastinya. Ini alasan yang sangat dipaksa. Tetapi menurut hemat saya sih kalau anak mau makan makanan yang sehat otomatis asupan gizinya dan nutrisinya terjamin. Jadi tubuhnya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Gitukan ibu-ibuuuuu?.
              Jangan panik dulu kalau buah hati sedang mengalami penurunan selera makan. Sebab kita bisa mengatasinya dengan beberapa cara sederhana ini :

Sajikan Makanan dengan Porsi Kecil
             Porsi makan yang terlalu besar dengan waktu makan berdekatan akan membuat si kecil tidak pernah merasa benar-benar lapar. Oleh sebab itu, atasi hal ini dengan menyajikan makanan dalam porsi kecil. Jadwalkan kegiatan makan si kecil pada waktu yang sama supaya perut si kecil terbiasa dengan kondisi lapar yang sama setiap saat.
Menyiapkan Camilan Sehat
                  Aneka camilan sehat berupa buah, roti isi, biskuit oatmeal, dan es krim buatan sendiri bisa menjadi alternatif hidangan selingan untuk si kecil. Tak perlu khawatir saat si kecil menolak hidangan utama. Sebab hidangan camilan yang sehat akan membantu memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Menyajikan Makanan Secara Menarik
Makanan yang disajikan secara menarik dengan bentuk yang lucu atau piring makan favorit akan membuat si kecil lebih bersemangat untuk makan. Kita bisa memperoleh pernak-pernik makan anak yang istimewa di tempat belanja online terlengkap, tentu saja di MatahariMall. Semua perlengkapan makan yang lucu dan terbuat dari material food grade akan membuat anak-anak jadi lebih penasaran dengan makanannya.
Jadi, tidak hanya butuh makanan yang lezat dan bergizi saja, perlengkapan makan anak pun harus memiliki tampilan yang menarik dan senantiasa bersih, ya.

Jangan Menjanjikan Sesuatu untuk Anak
Menjanjikan puding atau camilan manis sebagai hadiah bila anak menghabiskan hidangan utama justru akan membuat tujuan dari kegiatan makan jadi keliru. Si kecil akan menghabiskan makanannya hanya untuk mengincar hidangan penutup yang dianggap paling lezat. Sebenarnya hidangan penutup tidak harus selalu diberikan pada anak. Cukup 1 hingga 2 kali seminggu sebagai kejutan yang istimewa bagi buah hati.
Keempat cara sederhana ini tentu akan membangkitkan semangat kita untuk menyiapkan hidangan bergizi nan menarik untuk si kecil. Ini saatnya untuk mendukung tumbuh kembang si kecil dengan meningkatkan nafsu makannya.

Jumat, Februari 05, 2016

Mau Bertanya Biar Ga Sesat Di Jalan

Jangan Malu Bertanya, Biar Ga Sesat Di Jalan

Osama Mau Bertanya Ga sesat dijalan
Osama latihan Pramuka bersama teman-teman Homeschoolingnya

Setahun lalu saya dan suami agak risau ketika putra sulung kami menolak untuk ikut ujian nasional. Meskipun anak-anak homeschooling kami tetap mengurus ijazah untuk anak-anak. Sedianya tahun 2015 lalu si sulung mengikuti ujian level A untuk anak-anak pesekolah rumah. Tetapi ia menolak dengan alasan ingin belajar yang lain dulu. Memang sih waktu itu ia kami beri tambahan les pelajaran untuk persiapan ujian. Cerita tentang itu bisa dibaca disini. Akhirnya kami sepakat ia akan mengikuti ujian level A tahun ini (2016). Dengan syarat ia serius belajar beladiri pencak silat dan mulai usaha kecil-kecilan.


Sulung kami ini sendiri memiliki kecerdasan visual spasial yang dominan. Ia pandai menggambar, mendesain, mengambil foto dan pernah membuat film juga. Bahkan waktu itu ia pernah terpilih menjadi kameramen terbaik pada sebuah festival film anak amatiran.

salah satu kaos buatan Osama

Nah ia sekarang ia bantu-bantu mendesain kaos untuk dijual. Ditemani ayahnya ia membeli kaos polos kemudian membawanya ke pengrajin sablon langganan. Kemudian kaosnya disablon sesuai desain buatan Osama sendiri.  Bahkan ia menjual sendiri kaosnya di Masjid Kampus UGM saat hari Jum’at. Jadi kalau hari Jum’at Osama ikut ayahnya salat Jum’at di Masjid Kampus UGM Yogyakarta. Sebelum salat ia menggelar dagangannya. Lalu dagangannya ditinggal saat ia salat dan ia kembali lagi ke lapaknya saat selesai salat Jum’at. Hasilnya lumayan biisa dibilang besar untuk ukuran anak-anak berusia 11 tahun. Ia juga menjual kaosnya via online. Meskipun untuk via online saya bantu karena kesepakatan kami anak-anak tidak boleh memiliki akun sosial media sebelum berumur 13 tahun (taat asas bener sih buuk).

Tahun ini ia bersiap untuk mengikuti ujian level A nya kembali. Meskipun bersiap ikut ujian Osama tetap berdagang. Ia berencana ikut serta dalam turnamen pencak silat 2017 di Papua. Ia juga sudah memiliki paspor dan punya cita-cita jalan-jalan ke negara-negara melayu. Ia butuh uang lebih banyak kan. Untuk tambahan ia sekarang berbisnis susu segar. Maklum di dekat rumah kami banyak peternak sapi. Rata-rata tetangga kami adalah peternak sapi. Dan beberapa diantara mereka memiliki sapi perah. Setiap pagi Osama membawa susu segar ke rumah para pelanggannya. Biar keren susunya dijual bukan dengan plastik tetapi menggunakan botol kaca. Meskipun sedikit lebih repot dibandingkan berjualan susu dengan plastik. Ia harus mencuci sendiri botol-botol susunya. Merebusnya dengan air panas. Menyiapkan susu segar dari peternak. Ia belajar tentang susu segar. Belajar tentang ternak sapi perah. Belajar tentang kebersihan makanan. Belajar tentang manfaat susu. Belajar marketing. Belajar banyak hal. Karena ia anak pesekolah rumah mandiri (homeschooling) ia harus banyak bertanya ke ahlinya. Ia membaca buku. Membuka internet dengan pengawasan saya atau ayahnya. Ia sering mengobrol dengan peternak sapi tetangga kami. Bahkan ia ikut datang ke kumpulan RT setiap bulan bersama ayahnya. Karena biasanya saat kumpulan RT ia bisa berbincang dan bertanya banyak hal dengan banyak tetangga kami yang lain.

Tapi pagi itu saya berselisih dengan Osama tentang sabun cucian piring di dapur. Bisa dibilang sejak berjualan susu sabun cair cucian piring kami cepat sekali habis. Saya usul sama Osama untuk menjual susunya dengan plastik saja. Lebih praktis kata saya. Saya juga bilang padanya sabun cuci piring saya jadi boros. Air boros. Listrik boros. Bahkan saya sempat keceplosan “ Bisnis susumu itu bisa-bisa bikin uang bulanan ibu tekor” hahahaha. “Kenapa sih ga pake plastik aja?, sekali pakai terus buang” kata saya.

Dan dengan kalem Osama cerita kenapa ia memilih menjual susu dengan botol kaca.

pakai botol kaca itu bikin susuku jadi lebih keren Bu. Harganya jadi lebih mahal. Kan aku jualnya satu botol 5000. Padahal isi botolnya cuman 400 ml. Ga nyampe setengah liter. Padahal modal ku cuman 6000 untuk satu liter. Kan untungnya lumayan bu. Kalau aku jual pakai plastik aku ga bisa kasih harga mahal. Sudah gitu kalau pakai botol para pembeli mau ga mau jadi langganan sama aku. Kan botol susuku mereka pakai. Jadi besoknya mereka ‘harus’ beli susu lagi sama aku sekalian ngembaliin botol yang kemarin” dan saya melongo.

 APA? Itu strategi dia ternyata. Biar untung lebih banyak. Saya jadi mingkem. Mau ngomel-ngomel lagi saya ampet. Saya jadi ikutan mikir. Iya-ya. Hahahaha. Ibunya kena skak mat.

Itulah mungkin sebaiknya kita bertanya dulu sebelum memilih marah-marah ga jelas. Coba saya tanya dari kemarin-kemarin mungkin migren saya ga bakalan kambuh gara-gara tiap hari makan hati karena banyak tumpukan botol kotor didapur. Hufttt.

Nah sekarang yang jadi masalah gimana Osama mengelola uang hasil jualannya ya?. Selama ini ia menitipkan sebagian uangnya pada saya. Dan saya titipkan disebuah BMT dekat rumah. Tahun lalu ia pernah membuka rekening di sebuah Bank milik pemerintah. Tetapi sepertinya Osama kurang tertarik untuk menabung sendiri. Apalagi saat pembukaan rekening ia diminta menunjukkan kartu pelajarnya yang ia tidak punya. Ia juga sempat ‘diintrogasi’ petugasnya kenapa tidak sekolah dan beberapa pertanyaan yang bikin Osama garuk-garuk kepala ga jelas. Ia malas jika orang mulai penasaran kenapa ia tidak sekolah. Tapi tahun ini saya ingin ia disiplin dengan ‘penghasilan’nya

Fitur #AskBNI lewat Twitter @BNI46 
Awalnya saya kepikiran buat ngajak Osama ke Bank dan bertanya-tanya tentang tabungan apa yang pas buat anak ‘bolang’ macam Osama ini. Tetapi membayangkan saja saya sudah mules duluan. Lalu kemarin kepikiran buat nanya via online saja. Untungnya Bank BNI 46 punya fitur #AskBNI di twitter. Bisa tanya-tanya tanpa malu. Biar ga sesat di jalan. Mau Bertanya Ga Sesat Di jalan judulnya.


Caranya gampang banget. Yuk follow akun twitter @BNI46, kirim Direct Message (DM) dan dapatkan berbagai informasi produk, layanan dan program promo terkini dari Bank Negara Indonesia.

Untuk informasi cara penggunaan :


Kirim DM ke @BNI46, ketik : #AskBNI
Nanti akan ada reply via DM untuk cara penggunaan #AskBNI

Nanti akan muncul jawaban dari BNI46. Tinggal ikuti saja petunjuknya. 



         








            












         Rencananya sih saya akan mengajak Osama untuk membuka tabungannya sendiri. Agar ia bisa mengelola keuangannya dengan lebih rapi. Paling tidak jika berencana melanjutkan kuliah kelak ia sudah punya bekal sendiri. Eh ibunya jadi santai dong. Hahahaha. Ya enggaklah, kewajiban membiayai pendidikan anak-anak tetap kewajiban kami sebagai orang tua. Tetapi paling tidak Osama belajar menghargai uang. Belajar memanfaatkan dan mengelola uang dengan lebih bijak. Siapa tahu kelak ia mempunyai bisnisnya sendiri saat dewasa. Bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Dan membuat kami tersenyum di hari tua karena ia ternyata bisa membantu lebih orang. Aamiin.



Sekarang ga galau lagi kan. Doakan Osama ujiannya sukses ya teman-teman. Bisnisnya lancar. Latihan pencak silatnya lancar. Ia bisa mewujudkan rencananya jalan-jalan menjelajahi Indonesia saat masih muda dan jalan-jalan ke banyak tempat. Aamiin.