Senin, Januari 25, 2016

Teruslah Ngeblog, Biarlah Yang Berbeda Tetap Berbeda


Hai, sekali-kali bolehlah gantian aku yang bercerita tentang mamakku. Biasanya mamak yang selalu bercerita tentang aku dan adik-adikku. Sekarang biarkan mamak mengetik saja dan aku yang bercerita. Namaku Osama, usiaku menjelang 12 tahun. Tahun ini aku akan mengikuti ujian level A untuk anak-anak pesekolah rumah (homeschooling). Aku anak pertama dari enam bersaudara. Ya begitulah, rumahku tak pernah sepi. Dulunya tak ada orang yang tahu bahwa aku dan adik-adikku menjalani sekolah rumah. Tetapi sejak mamak ngeblog dan menuliskannya di blog ini mulailah orang tahu bahwa ‘kami tidak sekolah’. Dulu ketika tetangga kami bilang kami tidak sekolah aku sulit menjelaskan. Sekarang ketika orang tahu kami tidak sekolah mereka bilang kami ‘keren’, ah begitu cepatnya pendapat orang berubah. Tetapi aku yakin karena tulisan mamak tentang kamilah pandangan orang sedikit berubah.



Mamak banyak berbagi cerita tentang homeschooling di blognya. Dulunya kurasa sekolah rumah kami biasa-biasa saja. Sekarang hampir setiap minggu ada saja inbox dan email yang masuk ke alamat mamak dan bertanya tentang homeschooling.


Karena menulis di blog juga mamak akhirnya ikut Srikandi Blogger 2014. Yang meskipun berbulan-bulan paska Srikandi Blogger, bapak masih sering memanggil mamak dengan “ Inilah Srikandi Blogger kitaaaaa, maaak....” yah begitulah lelucon bapak untuk mamak. Karena itulah satu-satunya pemilihan yang mamak ikuti. Hahaha. Dan aku yakin jika bukan karena berhubungan dengan blog mamak tidak akan ikut Srikandi Blogger.
Mamak sendiri kerap bercerita tentang banyak hal yang dipelajarinya di grup Kumpulan Emak-Emak Blogger. Beberapa kali aku ikut mamak menghadiri acara yang berhubungan dengan blogging jadi aku tahu tentang KEB. Berkat belajar bersama teman-temannya di KEB mamak tahu banyak hal. Sekarang mamak lebih rajin memposting dengan foto-foto karyanya sendiri. Sekarang mamak tahu mengambil foto orang lain tanpa izin dan tidak menyebutkan sumber itu salah satu bentuk pencurian karya cipta. Padahal kata mamak dulu di awal-awal ngeblog mamak sering mengambil foto di google images dan tak menyebutkan sumbernya. Duh kasihan ya mamakku tanpa dia tahu dia terlibat pencurian karya cipta. Huhuhuhu.


Mamak jadi belajar tentang internet sehat yang kemudian diterapkan ke kami anak-anaknya. Mamak belajar tentang etiket dan networking dalam dunia blogging. Dan berkat bergabung di KEB banyak sudah hadiah lomba blog yang mamak raih meskipun, ssstttt, lebih banyak lomba lagi yang mamak kalah.  Hehehehe.


Berkat di KEB juga mamak berteman dengan banyak orang dan berbagi manfaat dengan banyak orang. Hal yang paling krusial yang dipelajari mamak di KEB adalah menghargai pendapat orang.


Betapa banyak postingan yang berseliweran di beranda mamak. Dari yang se-ide sampai berseberangan ide. Dari yang pro ASI ke pengguna sufor. Mulai blogger bayar duapuluh ribuan sampai yang bayaran tujuh digit. Dari postingan hebohnya memilih sekolah dan yang diam-diam sekolah dirumah seperti kami. Dari postingan traveling keliling dunia sampai blusukan ke kampung-kampung. Dari postingan makanan restoran sampai masakan ndeso. Mulai postingan fiksi sampai berita uptodate langsung dari ruang sidang PBB. Dari postingan disela-sela kesibukan ibu bekerja sampai postingan para mamak sambil mencuci pakaian. Dari postingan teman-teman blogger yang tersebar di penjuru dunia sampai postingan mamak yang berada di pinggiran Bantul timur. Semua hadir di beranda grup Emak-Emak Blogger. Mau cari apa saja ada.


Dan berkat banyaknya postingan ini mamak jadi belajar menahan diri jika ada postingan yang tak sependapat. Bahkan jika mamak membaca postingan yang menurut mamak layak dibantah maka mamak akan menulis postingan tandingannya di blog. Tetapi tidak dipublish. Mamak akan mendiamkan sehari dua hari. Kemudian di baca ulang. Jika mamak masih marah mamak menunggu lagi seminggu. Di baca ulang kembali. Sampai kemudian mamak sadar tulisan ‘sampah’ semacam itu tidak perlu mamak tayangkan diblog mamak. Hahahaha. Mamak memang lucu.


Mamak belajar menghargai banyak tulisan dari grup KEB. Dan yang baru saja di gagas oleh teman-teman mamak dari Srikandi Blogger dengan jargo #KEBOfChange nya. Mengusung ‘Lawan Kekerasan Pada Anak-Anak”. Mamak belajar untuk menghargai karya dari orang yang lebih muda dan orang yang lebih tua.


Modul #KEBOfChange di tulis oleh teman blogger mamak yakni Bu Ida Nurlaela sesama finalis di Srikandi Blogger 2014 dan Mak Gracie Melia. Mak Ida muslim taat dan termasuk blogger paruh baya. Dan Mak Gracie seorang nasrani dan masih muda. Dan mamak dengan santainya memakai modul #KEBOfChange untuk mengisi ibu-ibu pengajian di beberapa masjid di pinggiran Bantul. Bahkan beberapa kali aku ikut menemani mamak mengisi ibu-ibu dengan teman “Lawan Kekerasan Terhadap Anak” ini. Seharusnya begitulah orang-orang terbaik berkarya. Bekerja dengan baik tanpa meributkan hal yang tidak layak diributkan tetapi membawa perubahan. Untuk apa ‘bertengkar’ untuk hal sepele. Perbedaan biarlah dia tetap berbeda tetapi bekerja dan berkarya tetap harus jalan. Jangan berhenti berkarya hanya karena kita berbeda pendapat dengan orang lain. Karena ketika berhenti untuk meributkan hal sepele, orang lain sudah berjalan jauh didepan.


Selamat Berkarya para mamak. Ngeblog tetap jalan, jaga anak juga tetap jalan ya. Salam hangat dari pinggiran Bantul.



11 komentar:

  1. kereen... semua anaknya homeschooling mak? sukses terus... :)

    BalasHapus
  2. alhamdulillah, bisa terus berkarya dan berbagi ya Mak, :)

    BalasHapus
  3. Bener mak, perbedaan membuat hidup lebih berwarna. Good luck yaaa

    BalasHapus
  4. Yes bener mak.. Menghargai pendapat dan hidup berdampingan dalam perbedaan.. Sukses ya mak..

    BalasHapus
  5. Yes bener mak.. Menghargai pendapat dan hidup berdampingan dalam perbedaan.. Sukses ya mak..

    BalasHapus
  6. Belum kesampaian pingin main ke rumahnya mamak..
    Smg suatu saat ada kesempatan utk ngobrol langsung dg mamak ya..

    BalasHapus
  7. Belum kesampaian pingin main ke rumahnya mamak..
    Smg suatu saat ada kesempatan utk ngobrol langsung dg mamak ya..

    BalasHapus
  8. Setuju bangt mbak perbedaan bkn hidup lebih seru

    BalasHapus
  9. Osama... mamak mu itu emang keren. Meskipun imut, tapi semangat dan prestasinya patut diacungin jempol lho.

    BalasHapus
  10. Maju terus ya mamaaak.. Berbeda tidak menyusutkan langkah kita untuk maju 😘😘😘

    BalasHapus
  11. salut dengan kekonsistenan orang tua yang anaknya HS

    BalasHapus