Jumat, Januari 29, 2016

Penang dan sebuah Impian









Penang dan Impian Untuk Pengungsi


penang, pengungsi, rohingya
pengungsi Rohingya di Langsa Aceh Besar (doc pribadi)


Salah satu tempat yang paling ingin saya kunjungi adalah Penang.  Ga keren-keren banget sih hahahaha. Kalo orang pengennya ke Paris atau Madrid gitu nyari yang romantis eh gue nyarinya Penang. Disebut aja udah ga enak ditelinga hahaha. Pengen banget ke Penang karena satu alasan sebenarnya. Saya punya impian membuat film dokumenter khusus pengungsi perempuan di berbagai tempat. Dooooh, mimpinya ga ketinggian buuu? Ntar kalau jatuh sakitnya berasa banget mesti. Ga papa deh punya mimpi. karena bermimpi adalah salah satu alasan untuk tetap bersemangat menjalani kehidupan #sokwise banget. Nah salah satu tempat pengungsian populer terdekat itu adalah Penang. Di sana ada kamp pengungsian khusus masyarakat Rohingya. Ohiya ini sebelum Bangsa Rohingya akhirnya melarikan diri ke Aceh.

Nah pengungsian Rohingya di Penang ini menurut saya (waktu itu) adalah yang paling dekat dan terjangkau buat saya. Meskipun akhirnya si bapak lebih dulu mengunjungi pengunsi Rohingya di Aceh. Dan sempat mengambil video dan foto-foto para pengungsi perempuannya. Meskipun sangat terbatas. Tahukan ya? Kalau sebagian pengungsi Rohingya adalah muslim taat dan mereka enggan berdekatan dengan yang bukan mahram. Nah giitu deh.

Kenapa saya pengen banget jadi relawan kemanusiaan khusus pengungsi perempuan. Karena dari pengalaman si bapak di beberapa tempat. Kebanyakan dokumentasi untuk pengungsi perempuan itu terbatas. Karena kebanyakan pengungsi perempuan ga mau dengan relawan laki-laki. Jadi memang harusnya ada tim khusus yang beranggota kan perempuan untuk mendokumentasikan pengungsi perempuan ini. Karena di setiap tempat yang terjadi konflik atau bencana kemanusiaan makan korban paling parah itu adalah perempuan, anak-anak dan lansia.


Kebutuhan perempuankan lebih banyak dibanding bapak-bapak. Kalau mereka butuh pembalut misalnya kan pasti rikuh kalau mau ngomong sama laki-laki yang bukan keluarganya. Saya ingat banget ketika si bapak cerita tentang korban-korban pelecehan seksual di pengungsi Syriaa. Bayangkan kalau relawannya adalah laki-laki. Ga bakalan mereka mau cerita kan. Makanya jempol banget buat Angelina Jolie yang mau mengunjungi kamp pengungsi Syria di Zatari Yordania. Pasti hasilnya ga maksimal kalau yang jadi duta PBB-nya si Brad Pitt. Hehehehe.

 Saya pernah mengikuti sebuah kuliah umum yang diisi oleh Greg Constantine seorang fotografer yang mengabadikan dirinya tinggal bersama pengungsi Rohingya selama 8 tahun. dan kisahnya membuat saya sesak di dada. Hidup saya ternyata ga ada drama-dramanya sedikitpun jika dibanding mereka. Hidup saya sangat mulus. Tetapi masih saja saya mengeluh. Hiks. Ya Allah ampuni aku.


Nah kembali ke Penang. Ada blog teman yang membahas tentang Penang ini. Bisa dilihat di blog nurul noe. Disitu ada membahas tentang travelingnya mbak nurul noe ke Penang. Lumayanlah buat dikulik-kulik. Meskipun setelah melihat pengalaman si Bapak. Ternyata tiket ke Penang lebih murah daripada tiket ke Aceh #eh. 
Mudah-mudahan impian saya suatu saat terwujud. bisa mendokumentasikan kehidupan para pengungsi perempuan di banyak tempat. aamiin. 

16 komentar:

  1. Perempuan yang trauma dengan kejahatan, biasanya memang susah bicara dengan laki-laki. Semoga impiannya terwujud, mbak :)

    BalasHapus
  2. Aamiin Mak. Btw gaya banget Mak Irul di awal cerita pake gue2 an. Hihi..

    BalasHapus
  3. Amin. Semoga kesampaian membuat film dokumenternya mak Irul.

    BalasHapus
  4. Itu foto yang dipajang dapat dari si Bapak ya, dek Irul? Emang sekarang suami di Penang?
    Semoga suatu saat impian membuat film dokumenter pengungsi perempuan bisa terwujud dan harapan menjadi relawan juga terlaksana. Aamiin. Aih impianmu mulia sekali Dek Irul.

    BalasHapus
  5. Semoga impian terwujud ya mbak irul

    BalasHapus
  6. Harapan baik semoga segera terpenuhi yaaa makrul :) fotonya keren :)

    BalasHapus
  7. Memang seharusnya lebih banyak lagi relawan perempuan, karena kan multitasking. hehe
    semoga impiannya terwujud mak!

    BalasHapus
  8. Semoga tercapai niat muliamu mak.. Penang juga sarat dengan pengunsi Rohingya ya, I just notice that..

    BalasHapus
  9. nanti ajak aku ke Penang ya mak Irul

    BalasHapus
  10. Semoga terkabul bisa ke sana, Mbak Irul :)

    BalasHapus
  11. Niatmu mulia sekali Mbak Irul, ke Penang untuk membantu para pengungsi perempuan.

    BalasHapus
  12. Ayok, ke Penang bareng Embak Ceria :)

    BalasHapus
  13. Semoga terkabul impianmu utk membuat film dokumenter itu mak

    BalasHapus
  14. Hihi betul kok itu, tiket ke Penang lbh murah dibanding ke Aceh. wekeke. Ajak aku mba, pingin juga jadi relawan perempuan. meski kadang adaa aja yg mberatin langkah, ya mgkin niatku aja kali ya yg nlm cukup besar. huhuu

    BalasHapus