Minggu, Januari 31, 2016

Pasang IUD di Puskesmas Yogyakarta

           
Pasang IUD di Puskesmas Di Yogyakarta

Pasang IUD di Puskesmas Yogyakarta

         



 Saya mau berbagi info nih. Ceritanya kemarin baru saja pakai IUD. Karena alasan medis, Dimana paska melahirkan anak ke-6 kemarin yang terjadi pendarahan pasca lahiran. Saya diminta untuk memberi jarak untuk kelahiran berikutnya. Uhuk, pengen nambah lagi sih sebenarnya. Hahahaha. Lalu saya pikir sementara untuk pasang IUD dulu.

Jumat, Januari 29, 2016

Penang dan sebuah Impian









Penang dan Impian Untuk Pengungsi


penang, pengungsi, rohingya
pengungsi Rohingya di Langsa Aceh Besar (doc pribadi)


Salah satu tempat yang paling ingin saya kunjungi adalah Penang.  Ga keren-keren banget sih hahahaha. Kalo orang pengennya ke Paris atau Madrid gitu nyari yang romantis eh gue nyarinya Penang. Disebut aja udah ga enak ditelinga hahaha. Pengen banget ke Penang karena satu alasan sebenarnya. Saya punya impian membuat film dokumenter khusus pengungsi perempuan di berbagai tempat. Dooooh, mimpinya ga ketinggian buuu? Ntar kalau jatuh sakitnya berasa banget mesti. Ga papa deh punya mimpi. karena bermimpi adalah salah satu alasan untuk tetap bersemangat menjalani kehidupan #sokwise banget. Nah salah satu tempat pengungsian populer terdekat itu adalah Penang. Di sana ada kamp pengungsian khusus masyarakat Rohingya. Ohiya ini sebelum Bangsa Rohingya akhirnya melarikan diri ke Aceh.

Nah pengungsian Rohingya di Penang ini menurut saya (waktu itu) adalah yang paling dekat dan terjangkau buat saya. Meskipun akhirnya si bapak lebih dulu mengunjungi pengunsi Rohingya di Aceh. Dan sempat mengambil video dan foto-foto para pengungsi perempuannya. Meskipun sangat terbatas. Tahukan ya? Kalau sebagian pengungsi Rohingya adalah muslim taat dan mereka enggan berdekatan dengan yang bukan mahram. Nah giitu deh.

Kenapa saya pengen banget jadi relawan kemanusiaan khusus pengungsi perempuan. Karena dari pengalaman si bapak di beberapa tempat. Kebanyakan dokumentasi untuk pengungsi perempuan itu terbatas. Karena kebanyakan pengungsi perempuan ga mau dengan relawan laki-laki. Jadi memang harusnya ada tim khusus yang beranggota kan perempuan untuk mendokumentasikan pengungsi perempuan ini. Karena di setiap tempat yang terjadi konflik atau bencana kemanusiaan makan korban paling parah itu adalah perempuan, anak-anak dan lansia.


Kebutuhan perempuankan lebih banyak dibanding bapak-bapak. Kalau mereka butuh pembalut misalnya kan pasti rikuh kalau mau ngomong sama laki-laki yang bukan keluarganya. Saya ingat banget ketika si bapak cerita tentang korban-korban pelecehan seksual di pengungsi Syriaa. Bayangkan kalau relawannya adalah laki-laki. Ga bakalan mereka mau cerita kan. Makanya jempol banget buat Angelina Jolie yang mau mengunjungi kamp pengungsi Syria di Zatari Yordania. Pasti hasilnya ga maksimal kalau yang jadi duta PBB-nya si Brad Pitt. Hehehehe.

 Saya pernah mengikuti sebuah kuliah umum yang diisi oleh Greg Constantine seorang fotografer yang mengabadikan dirinya tinggal bersama pengungsi Rohingya selama 8 tahun. dan kisahnya membuat saya sesak di dada. Hidup saya ternyata ga ada drama-dramanya sedikitpun jika dibanding mereka. Hidup saya sangat mulus. Tetapi masih saja saya mengeluh. Hiks. Ya Allah ampuni aku.


Nah kembali ke Penang. Ada blog teman yang membahas tentang Penang ini. Bisa dilihat di blog nurul noe. Disitu ada membahas tentang travelingnya mbak nurul noe ke Penang. Lumayanlah buat dikulik-kulik. Meskipun setelah melihat pengalaman si Bapak. Ternyata tiket ke Penang lebih murah daripada tiket ke Aceh #eh. 
Mudah-mudahan impian saya suatu saat terwujud. bisa mendokumentasikan kehidupan para pengungsi perempuan di banyak tempat. aamiin. 

Senin, Januari 25, 2016

Teruslah Ngeblog, Biarlah Yang Berbeda Tetap Berbeda


Hai, sekali-kali bolehlah gantian aku yang bercerita tentang mamakku. Biasanya mamak yang selalu bercerita tentang aku dan adik-adikku. Sekarang biarkan mamak mengetik saja dan aku yang bercerita. Namaku Osama, usiaku menjelang 12 tahun. Tahun ini aku akan mengikuti ujian level A untuk anak-anak pesekolah rumah (homeschooling). Aku anak pertama dari enam bersaudara. Ya begitulah, rumahku tak pernah sepi. Dulunya tak ada orang yang tahu bahwa aku dan adik-adikku menjalani sekolah rumah. Tetapi sejak mamak ngeblog dan menuliskannya di blog ini mulailah orang tahu bahwa ‘kami tidak sekolah’. Dulu ketika tetangga kami bilang kami tidak sekolah aku sulit menjelaskan. Sekarang ketika orang tahu kami tidak sekolah mereka bilang kami ‘keren’, ah begitu cepatnya pendapat orang berubah. Tetapi aku yakin karena tulisan mamak tentang kamilah pandangan orang sedikit berubah.



Mamak banyak berbagi cerita tentang homeschooling di blognya. Dulunya kurasa sekolah rumah kami biasa-biasa saja. Sekarang hampir setiap minggu ada saja inbox dan email yang masuk ke alamat mamak dan bertanya tentang homeschooling.


Karena menulis di blog juga mamak akhirnya ikut Srikandi Blogger 2014. Yang meskipun berbulan-bulan paska Srikandi Blogger, bapak masih sering memanggil mamak dengan “ Inilah Srikandi Blogger kitaaaaa, maaak....” yah begitulah lelucon bapak untuk mamak. Karena itulah satu-satunya pemilihan yang mamak ikuti. Hahaha. Dan aku yakin jika bukan karena berhubungan dengan blog mamak tidak akan ikut Srikandi Blogger.
Mamak sendiri kerap bercerita tentang banyak hal yang dipelajarinya di grup Kumpulan Emak-Emak Blogger. Beberapa kali aku ikut mamak menghadiri acara yang berhubungan dengan blogging jadi aku tahu tentang KEB. Berkat belajar bersama teman-temannya di KEB mamak tahu banyak hal. Sekarang mamak lebih rajin memposting dengan foto-foto karyanya sendiri. Sekarang mamak tahu mengambil foto orang lain tanpa izin dan tidak menyebutkan sumber itu salah satu bentuk pencurian karya cipta. Padahal kata mamak dulu di awal-awal ngeblog mamak sering mengambil foto di google images dan tak menyebutkan sumbernya. Duh kasihan ya mamakku tanpa dia tahu dia terlibat pencurian karya cipta. Huhuhuhu.


Mamak jadi belajar tentang internet sehat yang kemudian diterapkan ke kami anak-anaknya. Mamak belajar tentang etiket dan networking dalam dunia blogging. Dan berkat bergabung di KEB banyak sudah hadiah lomba blog yang mamak raih meskipun, ssstttt, lebih banyak lomba lagi yang mamak kalah.  Hehehehe.


Berkat di KEB juga mamak berteman dengan banyak orang dan berbagi manfaat dengan banyak orang. Hal yang paling krusial yang dipelajari mamak di KEB adalah menghargai pendapat orang.


Betapa banyak postingan yang berseliweran di beranda mamak. Dari yang se-ide sampai berseberangan ide. Dari yang pro ASI ke pengguna sufor. Mulai blogger bayar duapuluh ribuan sampai yang bayaran tujuh digit. Dari postingan hebohnya memilih sekolah dan yang diam-diam sekolah dirumah seperti kami. Dari postingan traveling keliling dunia sampai blusukan ke kampung-kampung. Dari postingan makanan restoran sampai masakan ndeso. Mulai postingan fiksi sampai berita uptodate langsung dari ruang sidang PBB. Dari postingan disela-sela kesibukan ibu bekerja sampai postingan para mamak sambil mencuci pakaian. Dari postingan teman-teman blogger yang tersebar di penjuru dunia sampai postingan mamak yang berada di pinggiran Bantul timur. Semua hadir di beranda grup Emak-Emak Blogger. Mau cari apa saja ada.


Dan berkat banyaknya postingan ini mamak jadi belajar menahan diri jika ada postingan yang tak sependapat. Bahkan jika mamak membaca postingan yang menurut mamak layak dibantah maka mamak akan menulis postingan tandingannya di blog. Tetapi tidak dipublish. Mamak akan mendiamkan sehari dua hari. Kemudian di baca ulang. Jika mamak masih marah mamak menunggu lagi seminggu. Di baca ulang kembali. Sampai kemudian mamak sadar tulisan ‘sampah’ semacam itu tidak perlu mamak tayangkan diblog mamak. Hahahaha. Mamak memang lucu.


Mamak belajar menghargai banyak tulisan dari grup KEB. Dan yang baru saja di gagas oleh teman-teman mamak dari Srikandi Blogger dengan jargo #KEBOfChange nya. Mengusung ‘Lawan Kekerasan Pada Anak-Anak”. Mamak belajar untuk menghargai karya dari orang yang lebih muda dan orang yang lebih tua.


Modul #KEBOfChange di tulis oleh teman blogger mamak yakni Bu Ida Nurlaela sesama finalis di Srikandi Blogger 2014 dan Mak Gracie Melia. Mak Ida muslim taat dan termasuk blogger paruh baya. Dan Mak Gracie seorang nasrani dan masih muda. Dan mamak dengan santainya memakai modul #KEBOfChange untuk mengisi ibu-ibu pengajian di beberapa masjid di pinggiran Bantul. Bahkan beberapa kali aku ikut menemani mamak mengisi ibu-ibu dengan teman “Lawan Kekerasan Terhadap Anak” ini. Seharusnya begitulah orang-orang terbaik berkarya. Bekerja dengan baik tanpa meributkan hal yang tidak layak diributkan tetapi membawa perubahan. Untuk apa ‘bertengkar’ untuk hal sepele. Perbedaan biarlah dia tetap berbeda tetapi bekerja dan berkarya tetap harus jalan. Jangan berhenti berkarya hanya karena kita berbeda pendapat dengan orang lain. Karena ketika berhenti untuk meributkan hal sepele, orang lain sudah berjalan jauh didepan.


Selamat Berkarya para mamak. Ngeblog tetap jalan, jaga anak juga tetap jalan ya. Salam hangat dari pinggiran Bantul.



Kamis, Januari 21, 2016

Moricare+Prodiges dan MI PlayPlan Untuk Kecerdasan Generasi Platinum

Nutrisi Terbaik dan Stimulasi Sesuai Minat dan Kecerdasan Anak Bersama MI PlayPlan Dari Morinaga



Nutrisi Thayib dan Halal
Di Keluarga kami saya dan suami memegang prinsip bahwa hanya makanan baik dan halal saja yang boleh dikonsumsi. Itulah mengapa saya selektif dalam memilih nutrisi untuk keluarga. Sejak hamil anak pertama saya termasuk orang tua yang berpegang bahwa nutrisi termasuk dari peran penting dalam menciptakan generasi terbaik. Anak-anak sendiri lebih terbiasa mengkonsumsi makanan sehat. Semua anak saya termasuk ASIholic. Pecinta ASI. Mereka menikmati ASI eksklusif selama 6 bulan pertama.

Dan setelah usia satu tahun ke atas anak-anak juga mulai mengkonsumsi susu tambahan selain ASI. Saya dan suami sepakat susu adalah makanan yang thayib dan halal. Jadi kami tidak pernah melarang anak-anak meminum susu.

Keyakinan bahwa setiap anak di besarkan sesuai zamannya membuat kami sebagai orangtua berusaha keras memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Meliputi kasih sayang tanpa pamrih, nutrisi, simulasi, dan bekal spiritual agar mereka siap meraih kejayaan mereka sendiri.


Saat ini Zoe mengkonsumsi Morinaga Chil School Platinum MoriCare+ Prodiges varian vanila yang ditujukan untuk usia 3-12 tahun. Mush’ab masih mengkonsumsi Morinaga Chil Kid Platinum MoriCare+ Prodiges untuk usia 1-3 tahun dan sebentar lagi beralih ke susu seperti milik Zoe. Mush'ab agak sulit move on dari rasa madu Chil Kid. Hehehe. Moricare+ Prodiges sendiri adalah formula baru dari Morinaga Platinum. Komposisinya lebih lengkap karena dilengkapi dengan MoriCare+ Formula yang mengandung :





Brain Care, nutrisi yang berperan dalam perkembangan otak seperti DHA, AA, AL, AAL, Zat Kolin, Fosfolipid dan Zat Besi.
Body Defense, nutrisi yang berperan dalam menjaga kesehatan saluran cerna, berupa Prebiotik Laktulosa, Probiotik BB536 & M16-V, Laktoferrin dan Zink.
Body Growth, kombinasi unik nutrisi untuk menunjang pertumbuhan dan aktifitas Si Kecil, terdiri dari Prodiges (nutrisi mudah cerna : Whey Protein dan Lemak OPO).

Harapannya dengan nutrisi terbaik dari Morinaga anak memiliki  perisai pelindung yang sempurna. Menurut DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Soetomo / FK Unair Surabaya menjelaskan, “Perisai pelindung yang dimaksud, tersusun dari tiga sisi yang terbingkai menjadi satu kesatuan yang saling menguatkan.
Sisi pertama, terdiri dari stuktur dan sirkuit otak yang terbentuk dengan sehat dan kuat.
Sisi kedua, terbentuk dari sistem kekebalan tubuh yang mampu melindungi anak dari paparan negatif lingkungan sekitar.
Dan, sisi ketiga terbentuk dari bangunan fisik tubuh yang mampu tumbuh sesuai dengan tahapan usia.
Kekuatan bangunan Perisai ditentukan oleh bahan dasar penyusunnya, yaitu nutrisi sejak dini yang tepat dan seimbang. (sumber: News Letter Morinaga)

Home Education untuk anak-anak di rumah
Sebagai keluarga yang menjalani homeschooling tentu saja kami punya rancangan kurikulum ala-ala kami sendiri. Yah kurikulum sederhana yang biasanya diambil dari berbagai sumber yang kemudian meningkat sejalan dengan meningkatnya level masing-masing anak. Seperti biasa kurikulum dibuat berdasarkan kelompok usia. Karena Zoe dan Mush’ab berada di kelompok umur 3-5 tahun jadi saya buat kurikulum perpaduan PAUD dan TK.

Biasanya sistem penggunaan kurikulum dibuat untuk satu semester. Kalau mau liat kurikulum tahun lalu bisa dilihat disini. Nah, tahun 2015 kemarin saya membuat kurikulum untuk Mush’ab juga karena ia sudah masuk usia 3 tahun. Kegiatan sederhana untuk hariannya. Biasanya kegiatan Zoe dan Mush’ab mirip hanya kegiatan untuk Zoe lebih rumit satu level diatas Mush’ab.

Pentingnya Observasi Minat dan Bakat Anak
Kurikulum selalu saya usahakan di sesuaikan dengan minat dan bakat anak. Dulu ketika abang-abangnya seusia mereka berdua saya mengikutkan mereka tes sidik jari. Tes sidik jari adalah observasi terhadap kecenderungan dan minat manusia melalui sidik jari tangan yang harganya lumayan dan ternyata semakin kesini tes sejenis semakin melambung harganya. Semakin detil semakin mahal. Hadeuh. Lalu saya sadar bahwa sebenarnya minat anak bisa dilihat dari kesehariannya.

Sejak menikah dan hamil anak pertama saya sendiri belajar lebih keras tentang ilmu parenting. Saya membaca banyak buku. Dan teori Kecerdasan Majemuk yang di gagas oleh Dr. Howard Gardner membuat saya terbuka. Bahwa setiap anak dilahirkan dengan potensi mereka masing-masing. Delapan tipe kecerdasan yang dimiliki anak memungkinkan anak-anak melejit jika kecerdasan bawaan mereka di asah sebaik mungkin. Tipe kecerdasan majemuk itu sendiri meliputi Kecerdasan Musikal, Kecerdasan Intrapersonal, Kecerdasan Interpersonal, Kecerdasan Naturalis, Kecerdasan Visual Spasial, Kecerdasan Linguistik, Kecerdasan Logika Matematik dan Kecerdasan Kinestetik.

Sejak sulung kami memutuskan untuk menjalani sekolah rumah (homeschooling) kami kemudian bersama-sama mencari cara belajar yang menyenangkan buat kami. Kami menentukan jadwal sendiri. Kami membuat kurikulum sendiri. Anak-anak terlibat dalam pemilihan materi yang ingin mereka pelajari. Jadi selain mengikuti kelas bersama guru les sulung saya juga menjalani stimulasi di rumah. Saya merasakan sendiri hasil dari stimulasi ini pada anak saya yang terdahulu. Dimana si sulung yang memiliki kecerdasan visual spasial dan kinestetik bisa menyalurkan potensinya di bidang yang ia sukai yakni menjadi pesilat dan membuat film anak. Bisa dilihat disini. Saat ini sulung saya bersiap untuk mengikuti ujian level A untuk anak-anak homeschooling.

Dimana saya mencari sumber kegiatan belajar kami? Ada banyak sumber. Dari buku-buku dan internet. Kalau dulu sih saya suka berburu di pinterest. Ide-idenya kreatif dan fotonya bagus jadi terlihat detilnya. Biasanya sumber dari internet saya kumpulkan dulu lalu foto-fotonya di kelompokkan berdasarkan umur, kegiatan, kecenderungan minat anak dan lain-lain. Repot? Iya. Hahahaha. Terakhir baru di print kalau sudah fix.

 Nah Inovasi MoriCare+ Prodiges yang lebih dari sekedar nutrisi atau beyond nutrition, menghadirkan sebuah modul digital berjudul Multiple Intelligence PlayPlan atau MI PlayPlan, yaitu: http://www.morinagamiplayplan.com/.  yang di gagas oleh Morinaga dari Kalbe. Saya terbantu sekali dengan website ini. Karena para orangtua diajak mengobservasi dulu kecenderungan dan minat anak. Nah di MI PlayPlan ini ada empat laman yang bisa kita pakai untuk melihat kecenderungan dan minat anak. Dimulai dari

1.     Alat identifikasi MI, yang nanti berfungsi melihat kecenderungan anak berdasarkan jawaban-jawaban yang kita pilih untuk keseharian anak-anak kita. Ini membantu sekali buat saya. Nanti hasil akhirnya bisa menentukan (meskipun tidak mutlak) anak kita memiliki kecerdasan apa. Hasilnya bisa diprint pula untuk pegangan kita
2.     Rencana Bermain MI. Nah ini manfaat sekali. Jadi ibu-ibu bisa membuat jadwal sendiri dirumah. Bisa di sesuaikan dengan minat anak. Dan bisa diprint.
3.     Ide Bermain MI. Setelah membuat rencana bermain lalu bisa di isi dengan ide bermain yang ada di Ide Bermain MI. Saya sendiri langsung menyimpan semua ide bermain yang ada disini. Karena ini bisa dipilih berdasarkan usia, tipe kecerdasan. Jadi tinggal kita pilih mau yang mana disesuaikan dengan kecenderungan tipe kecerdasan majemuk anak-anak. Saya sendiri sudah mencoba hampir 80 % ide yang ada sana. Sebagian yang lain saya ambil idenya saja  kemudian saya modifikasi dengan ide saya sendiri.

Laman Ide Bermain yang lengkap dan mudah di akses


4.     Area cetak MI. Nah, rencana bermain dan ide bermain bisa kita ambil dari bagian ini yang kemudian bisa di print. Ada banyak lembar mewarnai disana. Juga ide untuk puzzle, crafting, banyak lagi yang lain.
Saya sendiri berterimakasih sekali dengan website ini. Karena setelah mengisi kuisioner yang berupa 64 pertanyaan saya bisa melihat tipe kecerdasan Zoe dan Mush’ab. Jawablah sejujur mungkin. Yang mendekati keseharian anak-anak kita dirumah. Terbayang kalau harus ikut tes. Huhuhuhu. Berapa duit? . Meskipun hasilnya tidak mutlak tapi paling tidak itu membantu saya untuk memberikan kegiatan yang disukai oleh Zoe dan Mush’ab.

Hasil identifikasi Zoe sendiri adalah ia memiliki kecenderungan tipe kecerdasan Logika Matematika yang menonjol dan di ikuti pada kecerdasan kinestetik tetapi lemah pada kecerdasan musikalis. Yang saya juga bisa melihat itu. Karena Zoe sangat menyukai angka, bangunan geometri, menyusun lego dengan bentuk rumit, ga banyak omong, suka berhitung dan ehm, menyukai hal-hal detil. 
Sedangkan Mush’ab yang sangat pandai bicara berdasarkan hasil identifikasi dari modul digital di MI PlayPlan kecenderungannya adalah tipe kecerdasan Interpersonal kemudian kecerdasan linguistik tetapi lemah pada kinestetik . Mush’ab sangat suka bercerita, suka mendengarkan cerita, pandai mengingat perkataan orang, bisa menceritakan kembali isi cerita. Ia juga mempunyai banyak teman dan supel dalam bergaul. Kloplah pokoknya.
Nah, kemudian saya membuatkan ide bermain sesuai tipe kecerdasan mereka yang idenya saya ambil dari morinagamiplayplan.com. Monggo di pakai idenya. Feel free to acces. Sebagian idenya sudah pernah saya pakai untuk abang-abangnya dulu. Berkat MI PlayPlan saya jadi punya dokumentasi kegiatan belajar bersama anak-anak. Rencananya tahun ini saya akan menerbitkan buku catatan saya selama homeshooling bersama ke-6 anak-anak saya. Mudah-mudahan dilancarkan. Dan semua foto yang ada di postingan ini sudah saya coba bersama anak-anak.
Tips dari saya jika kita ingin menjalani home education untuk anak-anak adalah
1.     Buat anak senyaman mungkin. Jika nyaman anak-anak akan menikmati dan berusaha untuk menyelesaikan kegiatan mereka sampai selesai. Tidak harus selalu di dalam rumah. Sesekali ajak anak-anak ke alam. Ajak berkebun. Memelihara binatang.
2.     Jangan paksa anak untuk menyelesaikan pekerjaannya.
3.     Selain itu kita bisa memanfaatkan barang-barang bekas disekitar kita untuk ide bermain ini. Saya sendiri membiasakan memilah barang yang bisa digunakan kembali untuk belajar anak-anak.
4.      Jangan putus asa. Hari pertama mungkin anak-anak ogah-ogahan menjalaninya. Hari besok bisa saja ia berminat sekali bahkan tidak ingin berhenti.
5.   Sesuaikan dengan usia anak. Sesuaikan juga dengan situasi dan kondisi kita berada.
6.     Lebih mudah jika kita membuat rencana belajar untuk satu semester alias enam bulan.
7.   Buat evaluasi sederhana setiap sepekan sekali. Ini bermanfaat sekali untuk portofolio anak-anak yang menjalani sekolah rumah (homeschooling). Karena nanti ini bisa kita pakai jika anak-anak ingin melanjutkan ke sekolah formal atau untuk sekolah yang lebih tinggi. Hasil evaluasi ini kemudian bisa di susun setiap satu semester. Buat saya evaluasi ini penting banget.
8.     Jangan lupa selalu imbangi dengan nutrisi terbaik.
Untuk nutrisi terbaik. Saya sendiri yakin stimulasi terbaik juga harus diimbangi dengan nutrisi terbaik.

Berikut sebagian kegiatan Home Education Zoe dan Mush’ab yang sempat terdokumentasi. Kegiatan-kegiatan ini sangat menstimulasi kecerdasan anak-anak sesuai tipe kecerdasan majemuknya. Saya sendiri berusaha agar anak-anak belajar banyak hal. Misalnya, mereka tidak mempunyai kecenderungan tipe kecerdasan musikalis saya tetap mengajak mereka membuat marakas dan mengajak mereka mengenali perbedaan bunyi marakas berdasarkan isinya.



A.    Ide Bermain Untuk Tipe Kecerdasan Logika Matematika

1. Membuat jalan raya sederhana dari selotip di lantai. Ini bisa juga untuk belajar taat aturan lalulintas.








2.   Membuat pohon angka.

3.    Menyusun benda berdasarkan jumlah.

4.    Menyusun benda berbagai bentuk dengan klip kertas.
5.    Mengurutkan benda dari paling kecil ke besar dan sebaliknya.
6.   Mencocokkan angka dengan bangunan geometri yang sesuai dengan kain flanel aneka bentuk dan warna


























B.    Ide Bermain Kecerdasan Visual Spasial


















1. Meronce sedotan warna-warni menggunakan tali kur dan untuk yang lebih rumit menggunakan manik-manik untuk membuat gelang dan kalung
2.     Memasang kancing dengan ide Ulit si ulat. Menggunakan flanel dan kancing baju
3.     Mewarnai gambar berbagai macam gambar
4.     Mencocokkan penjepit jemuran dengan warna yang sesuai
5.     Membuat mozaik dari potongan kertas

























C.     Ide bermain untuk kecerdasan majemuk Naturalis

















1. Tumbuhan juga butuh minum. Menggunakan sawi putih dan pewarna makanan. Anak-anak belajar bahwa tanaman butuh minum. Belajar mengamati perubahan alam dengan teliti
2.  Belajar siklus hujan dengan printabel siklus hujan dari morinagamiplayplan.com. Anak-anak belajar siklus hujan sederhana. Mewarna dan menyusun puzzle siklus hujan. Anak-anak juga diperbolehkan bermain hujan-hujanan dengan pengawasan.
3. Belajar tentang gunung berapi sederhana. Belajar tentang keadaan alam disekitar dimana Yogyakarta termasuk rawan bencana gunung berapi. Anak-anak belajar tentang proses lava gunung berapi sederhana.
4.   Belajar penyelamatan diri ketika terjadi bencana gempa. Ini penting sekali agar anak-anak aware terhadap lingkungan dan belajar survive. Apalagi kami tinggal di wilayah rawan bencana gempa.






























D.    Ide bermain Untuk Kecerdasan Mejemuk Musikalis







1.     Membuat marakas dari botol bekas yang di isi dengan beras dan kacang hijau. Belajar tentang perbedaan bunyi marakas berisi beras dan marakas berisi kacang hijau.

2.     Bermain alat musik sederhana dengan botol kaca yang di isi air. Anak-anak belajar perbedaan bunyi botol dimana ketinggian air di dalam botol akan mempengaruhi perbedaan bunyi.






E.     Ide bermain Untuk Kecerdasan Majemuk Linguistik





















1.     Membuat dan menyusun puzzle yang bertuliskan nama-nama benda
2.  Belajar bercerita dengan permainan “bertamu kerumah teman”. Aslinya di modul digital idenya tentang ke restoran. Kemudian saya modifikasi bertamu ke rumah teman. Agar anak-anak belajar sopan santun ketika bertamu.
3.     Mencocokkan huruf berdasarkan warna.
4.    Belajar perbedaan siang dan malam secara sederhana. Ajak anak-anak bercerita tentang perbedaan siang dan malam sambil menempel benda-benda langit di siang dan malam hari



























F.     Ide bermain kecerdasan majemuk Interpersonal




































1.     Membuat gitar dari kardus. Anak-anak menyukai suaranya yang aneh buat mereka. Mereka juga belajar berani tampil di depan.
2. Bermain telepon kaleng. Ini favorit anak-anak dirumah. Sampai sekarang telepon kaleng masih berfungsi dengan baik dirumah kami. Hampir tiap hari digunakan 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. hahaha. saking ngefansnya dengan telepon kaleng. 





G.    Ide bermain Kecerdasan Kinestetik





1.     Mencuci kaus kaki
2.     Bermain es batu warna-warni. 
3.     Lompat geometri dengan selotip di lantai
4.    Membuat mozaik masjid
5.     Bermain pasir dari garam yang diwarnai. 
6.     Menghubungkan garis putus-putus pada gambar 




























H.    Ide Bermain Untuk Kecerdasan Majemuk Intrapersonal




















1. Membuat papan kegiatan. Ini mengajari anak-anak untuk tertib menjalani jadwal harian. 

2. Membuat papan salat. Idenya saya ambil dari papan Ramadhan di morinagamiplayplan.com. Sebaiknya sih stiker tempelnya di print bentuk masjid jadi bisa  lebih memotivasi anak-anak untuk belajar salat. Kemarin saya terburu-buru. Padahal sudah ada templatenya di MI PlayPlan. 
3. Mengikat tali sepatu. Ini melatih kesabaran anak-anak. Belajar konsentrasi dan motorik halus. 


       Evaluasi 

          Ohya jangan lupa membuat evaluasi bersama anak-anak. Ini penting kita lakukan karena untuk mengetahui tingkat perkembangan si kecil. Saya sendiri biasanya membuat semacam jurnal untuk masing-masing anak. Yang bagi keluarga homeschooling jurnal ini bermanfaat untuk pembuatan portofolio anak-anak jika mereka kelak ingin melanjutkan ke pendidikan formal atau jenjang yang lebih tinggi.
Berikut beberapa evaluasi sederhana ala saya
Zoe 5 tahun

kemampuan
kelemahan
Motorik kasar
Bisa berlari dan melompat dengan kokoh
Belum begitu rapi jika menggunting.
Motorik halus
Bisa meronce manik
sudah kokoh memegang alat tulis.
Mewarnai gambar terkadang masih keluar garis.
kognitif
Berhitung 1-100
Menulis angka 1-10
Mengerti bilangan pada uang. Dan mengerti nilai uang dengan baik.
Masih perlu dibantu menulis angka 8
Belum menyukai menulis kalimat sederhana, meskipun bisa
Pendidikan karakter
Membuang sampah ditempat sampah.
Mandi pagi dan sore dengan tertib
Bisa menggosok gigi.
Mau antri.
Mau berbagi.

Kadang masih suka berteriak jika menginginkan sesuatu.
Kadang menolak makanan.
Agak sulit untuk keramas.
Berbahasa
Sudah bisa mengungkapkan keinginan dengan benar.
Masih belum fasih mengucapkan huruf F
Spiritual
Sudah mau melaksanakan salat jika mendengar adzan.
Hafal doa-doa dalam salat dan surat-surat pendek.
Bisa menceritakan tentang beberapa kisah Nabi.
Sudah rutin membaca Iqra di TPA dekat rumah.
Kadang sulit bangun subuh dan tidak salat isya karena sudah tertidur.




Mush’ab 3 tahun



Motorik Kasar
Bisa berjalan dan melompat dengan dua kaki
Terkadang masih belum kokoh ketika menjejakkan kaki ketika melompat
Motorik halus
Bisa meronce sedotan, meronce makroni.
Sudah bisa menempel.
Masih kesulitan memasang kancing baju.
kognitif
Bisa berhitung 1-10


Pendidikan karakter
Bisa membuang sampah di tempat sampah
Mengucapkan terimakasih dan minta tolong.

Terkadang tidak mau mengucapkan maaf.
berbahasa
Bisa menceritakan kejadian secara urut.
Bisa mengungkapkan keinginan dengan baik.
Belum fasih mengucapkan huruf R
spiritual
Hafal doa makan, minum dan beberapa doa harian.
Mau salat sesekali.
Sering menolak jika di ajak salat lebih memilih duduk melihat.
Masih tidak mau duduk untuk membaca Iqra’.


Berdasarkan hasil evaluasi di atas. Ada banyak kemajuan yang di capai oleh Zoe dan Mush’ab di banding anak-anak se-usia mereka. Meskipun ada beberapa juga yang harus di tingkatkan lagi stimulasinya. Saya sih tidak memaksa anak-anak menguasai banyak hal. Tetapi yang pasti mereka menjalani minat mereka dengan fokus sehingga hasilnya maksimal kelak. Saat ini adalah kesempatan bagi mereka untuk belajar banyak hal. Agar dapat menjadi Generasi Platinum kelak. Aamiin.