Rabu, September 16, 2015

AYAH BISU

“AYAH BISU”



Sebuah tulisan karya Sarah binti Halil bin Dakhilallah al-Muthiri yang ditulis untuk meraih gelar magister di Universitas Umm al-Quro, Makkah, Fakultas Pendidikan, Konsentrasi Pendidikan Islam dan Perbandingan, mungkin bisa menyemangati para ayah untuk rajin berdialog dengan anak-anaknya.
Judul tulisan ilmiah tersebut adalah:

“Dialog orangtua dengan anak dalam al-Qur’an al-Karim dan aplikasi pendidikannya”

Dari judulnya saja, sudah luar biasa. Dan memang luar biasa isinya.
Menurut tulisan ilmiah tersebut, terdapat 17 dialog (berdasarkan tema) antara orangtua dengan anak dalam al-Qur’an yang tersebar dalam 9 Surat.
Ke-17 dialog tersebut dengan rincian sebagai berikut:
• Dialog antara ayah dengan anaknya (14 kali)
• Dialog antara ibu dan anaknya (2 kali)
• Dialog antara kedua orangtua tanpa nama dengan anaknya (1 kali)


Lihatlah wahai ayah, Masya Allah
Ternyata al-Qur’an ingin memberikan pelajaran. Bahwa untuk melahirkan generasi istimewa seperti yang diinginkan oleh Allah dan Rasul-Nya, harus dengan komposisi seperti di atas.

Jika kita bandingkan, ternyata dialog antara ayah dengan anaknya, lebih banyak daripada dialog antara ibu dengan anaknya. Jauh lebih banyak. Lebih sering. 14 banding 2!

Kalau hari ini banyak muncul ayah ‘bisu’ dalam rumah, inilah salah satu yang menyebabkan munculnya banyak masalah dalam pendidikan generasi.

Sebagian ayah seringkali kehabisan tema pembicaraan dengan anak-anaknya. Sebagian lagi hanya mampu bicara dengan tarik urat alias marah.

Ada lagi yang diaaamm saja, hampir tidak bisa dibedakan saat sedang sariawan atau memang tidak bisa bicara.

Sementara sebagian lagi, irit energi; bicara seperlunya. Ada juga seorang ayah yang saat dia belum selesai bicara sang anak bisa menyela, “Cukup yah, saya bisa lanjutkan pembicaraan ayah.” Saking rutinitas pembicaraannya yang hanya basa basi dan itu-itu saja.

Jika begitu keadaan para ayah, maka pantas hasil generasi ini jauh dari yang diharapkan oleh peradaban Islam yang akan datang. Para ayah selayaknya segera memaksakan diri untuk membuka mulutnya, menggerakkan lisannya, terus menyampaikan pesannya, kisahnya dan dialognya.

Wahai Ayah, kembalilah ke Al-Qur’an
Dialog lengkap, utuh dan panjang lebar di dalam al-Qur’an, hanya dialog ayah kepada anaknya. Bukan dialog ibu dengan anaknya. Yaitu dialog Luqman dengan anaknya dalam QS.Lukman 13-19. Sebuah nasehat yang lebih berharga bagi seorang anak dari semua fasilitas dan tabungan yang diberikan kepadanya.

Dengan kajian di atas, kita terhindar dari kesalahan pemahaman. Salah, jika ada yang memahami bahwa dialog ibu tidak penting. Jelas sangat penting sekali dialog seorang ibu dengan anaknya.
Pemahaman yang benar adalah, al-Qur’an seakan ingin menyeru kepada semua ayah: ayah, harus rajin berdialog dengan anak. Lebih sering dibanding ibu yang sehari-hari bersama buah hati kalian.
Dan…
Jangan sampai menjadi seorang ayah bisu!

BY:Sarah binti Halil bin Dakhilallah al-Muthiri.

23 komentar:

  1. Makasih sharingnya mbak Irul.

    BalasHapus
  2. Noted mak.. hmm.. perlu bgt emang dialog ayah dgn anak

    BalasHapus
  3. ayah sy termasuk yg paling byk bicara dg anaknya kr beliau yg mengajari kami ttg agama,dan byk hal...

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah suami bener2 dekat & sering dialog sama anak, bahkan banyakan mereka interaksinya ketimbang sama saya, meski sebagian dialognya itu juga ada marah2nya, tapi juga banyak cintanya ^_^

    BalasHapus
  5. wajib, cari calon suami yang mengerti Al-Quran, biar ga jadi ayah yang bisu. mak share cara cari calon ayah yang ga bisu dong , hehe :P

    BalasHapus
  6. Sepakat Mbak. Saya juga sering menyampaikan kepada suami. Kalau pas dipanggil anaknya diam aja, saya ingatkan, "nanti kalau anaknya diam saja dipanggil Ayah jangan marah lho"..

    BalasHapus
  7. baru tahu,banyak juga ya pebandingannya..14/2 hehe
    makasih mak sharingnya^^

    BalasHapus
  8. Allhamdulillah tidak ada ayah bisu di rumah :) Anak-anak suka bertanya segala hal bahkan sebaliknya

    BalasHapus
  9. Judul thesisnya keren banget dan setuju banget. Ayah itu perannya besar

    BalasHapus
  10. Bener. Seorang ayah yang pandai berkomunikasi dg anaknya akan menjadikan anak yg lebih terjaga insya Allah

    BalasHapus
  11. Makasih sharingnya mak :)

    BalasHapus
  12. Saya di Rumah selalu sharing sama Bapak-ku, kami berdiskusi ^^

    BalasHapus
  13. Makasih sharingnya, Maaak

    BalasHapus
  14. makasih mbak sharingnya... amat bermanfaat..
    *ala-ala obat herbal :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. iki pengacau e teko wekekeke

      Hapus
  15. alhamdulillah anak2 dekat sama bapaknya. btw, baru tahu klo dialog ayah lebih banyak dari ibu di quran padahal selama ini terkesan anak2 tanggung jawab ibu full . tapi kalau diingat-ingat memang ya , yang diangkat dialog imran dan anak

    BalasHapus
  16. nice post blog mba.. terimakasih atas sharing nya :*

    BalasHapus
  17. Betapa seorang ayah mempunyai peran yang sangat penting dalam mendampingi tumbuh dan berkembang putra-putrinya.

    BalasHapus
  18. Aku sepakat banget mak, semoga gak ada ayah bisu dalam keluargaku. Amin.

    BalasHapus
  19. Aku sepakat banget mak, semoga gak ada ayah bisu dalam keluargaku. Amin.

    BalasHapus
  20. Dengan kajian di atas, kita terhindar dari kesalahan pemahaman. Salah, jika ada yang memahami bahwa dialog ibu tidak penting. Jelas sangat penting sekali dialog seorang ibu dengan anaknya.

    BalasHapus
  21. “Dialog orangtua dengan anak dalam al-Qur’an al-Karim dan aplikasi pendidikannya”

    BalasHapus