Sabtu, Juli 11, 2015

Kiat Sehat Berpuasa Bagi Ibu Menyusui



Kiat Tetap Sehat Berpuasa Sambil Menyusui



Sebagai ibu yang punya anak saya tahu bedanya berpuasa di saat hamil maupun menyusui. Jujur saya sanggup berpuasa sebulan penuh saat hamil tetapi sering lemas dan ujung-ujungnya bolong puasa saat menyusui. Apalagi saat menyusui bayi dengan ASI eksklusif alias bayi 0-6 bulan. Berpuasa saat menyusui itu benar-benar menguras energi. Belum tengah hari sudah lemas luar biasa. Apalagi jika bayi kita termasuk golongan bayi-bayi dengan kebutuhan akan ASI tinggi. Saya masih sanggup berpuasa meskipun lemas tetapi segera berhenti puasa jika melihat bayi saya nampak lemah dan lesu. Biasanya di tandai dengan tidak aktif seperti biasa.


Ketika menyusui kakak-kakaknya terdahulu saya tidak berpuasa sebulan penuh. Saya mendahulukan bayi saya agar terpenuhi kebutuhan nutrisinya. Dan tahun ini bulan puasa datang saat bayi saya belum genap enam bulan. Tadinya saya berpikir untuk tidak berpuasa seperti sebelumnya namun setelah membaca banyak artikel sebenarnya berpuasa saat menyusui itu tidak masalah asal kita dapat mensiasati kebutuhan akan air dengan baik, puasa kita bisa sukses lo.

Saya sempat bolong puasa tiga hari di awal Ramadan saya pikir itu karena salah manajemen dalam mengkonsumsi air putih. Setelah saya pelajari lebih lanjut tentang pola 2+4+2  dari AQUA hari berikutnya saya mulai menikmati proses puasa sambil menyusui.

Sejatinya sih sederhana, kita memindahkan kebiasaan pemenuhan kita akan air di siang hari menjadi malam hari. Memilih konsumsi air putih ketimbang minuman berkafein, manis ataupun minuman ‘bervitamin’. Mengatur jadwal minum menjadi 2 gelas saat berbuka, 4 gelas saat malam hari dan 2 gelas saat sahur.


Sebagai informasi ibu menyusui membutuhkan 700 kalori tambahan setiap harinya. Bagi ibu menyusui sebenarnya berapa liter air yang saya butuhkan? Berdasarkan banyak sumber diantaranya Institute of Medicine, kebutuhan ibu menyusui akan air putih adalah minimal 2,5 liter setiap harinya. Dan ditambah dengan cairan lain yang didapat dari makanan lain. Dimana 20% sumber air bisa diperoleh dari kuah atau cairan makanan yang lain.



Manajemen sederhana yang saya lakukan yang disesuaikan dengan pola 2+4+2 itu adalah mengkonversikan 2,5 liter air dalam gelas. Sehingga saya membutuhkan  gelas berukuran minimal 300 ml untuk sekali minum. Artinya saya harus minum 8 gelas air ukuran 300 ml setiap hari agar kebutuhan saya akan air putih terpenuhi. Saya bersyukur metode ini bisa disiplin saya jalani apalagi kebiasaan di keluarga kami adalah diwajibkan menghabiskan air minum yang diambil. Kebutuhan akan air bagi ibu menyusui saat berpuasa ini penting. Pertama penting bagi si ibu, kedua penting bagi bayi yang disusuinya. 




Berikut adalah tanda bahaya yang bisa muncul saat ibu menyusui berpuasa.
1.     Dehidrasi,
2.     Lemah dan lesu
3.     Urin gelap dan berbau tajam
4.     Sakit kepala dari ringan sampai hebat.

Tanda-tanda dehidrasi bisa dilihat dari tabel berikut

Persentase Kehilangan Air Tubuh dengan Tanda dan Gejalanya

% Kehilangan
Berat Badan Karena Air


Tanda-Tanda yang Ditimbulkan

1 – 2
Rasa haus yang kuat, kehilangan cita rasa, perasaan tidak nyaman
3 – 5
Mulut kering, pengeluaran urin berkurang, bekerja dan konsentrasi lebih sulit, kulit merasa panas, gemetar berlebihan, tidak sabar, mengantuk, muntah, ketidakstabilan emosi

6 – 8
Peningkatan suhu tubuh, peningkatan denyut jantung dan pernapasan, pusing, sesak nafas, bicara tak lancar, otot lemah, bibir membiru

9 – 11
Kejang, berhalusinasi. Lidah bengkak, keseimbangan dan sirkulasi yang lemah, kegagalan ginjal, menurunnya volume dan tekanan darah


 Jika tanda-tanda di atas muncul sebaiknya ibu harus membatalkan puasanya.

Sebenarnya tanda-tanda bahaya di atas bisa dihindari dengan menjalankan pola hidup sehat dan tepat. Berikut tips sederhana yang saya jalani saat menyusui sambil berpuasa
1.     Asupan gizi seimbang
2.     Konsumsi cairan cukup, terutama bagi menyusui yakni minimal 2 liter air putih setiap hari
3.     Istirahat cukup

Nah, agar kebutuhan air terpenuhi saya mengikuti pola 2+4+2 dari AQUA. Yakni, 2 gelas saat berbuka puasa, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur. Saya juga mengubah pola menyusui bagi buah hati kami. Yakni lebih banyak memberinya ASI pada malam hari. Ini penting, karena hormon prolaktin lebih banyak di hasilkan pada malam hari. Hormon prolaktin sendiri adalah hormon yang bertanggung jawab dalam produksi ASI bagi ibu menyusui.

Sehingga metode 2+4+2 dari AQUA sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan kita akan air. Dan terpenting lagi adalah tercukupinya ASI bagi bayi kita.

Sebagai informasi tambahan bayi memerlukan ASI sesuai umur mereka. Berikut infografik kebutuhan bayi akan ASI sesuai umur mereka.


Jika tubuh si ibu oke berpuasa saat menyusui bagaimana kita mengetahui bahwa bayi yang kita susui terpenuhi cairan tubuhnya? Berikut adalah tips sederhana untuk mengetahui bahwa bayi kita telah terpenuhi kebutuhannya akan cairan ( ASI).




Berdasarkan info grafik diatas kita bisa melihat apakah bayi kita tercukupi ASInya atau tidak kemudian kita bisa memutuskan untuk tetap lanjut berpuasa atau sebaiknya berhenti berpuasa. Asupan cairan bagi bayi dari ASI ini sangat penting sekali. Ini berkaitan dengan pentingnya 1000 hari pertama bagi bayi.

Menurut Fiastuti Witjaksono. “Masa kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan merupakan kesempatan untuk mencapai status kesehatan optimal di masa depan,”
Nutrisi selama 1000 hari pertama lanjutnya, akan menentukan kemampuan seorang anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Seribu hari yang dimaksud yakni, mencakup sembilan bulan dalam kandungan dan dua tahun pertama usia seorang anak.
Dokter yang berasal dari Departemen Ilmu Gizi FKUI ini juga menekankan, kekurangan gizi pada masa-masa krusial ini, bisa mengakibatkan berbagai efek negatif baik efek jangka pendek maupun jangka panjang. Ngeri sekali bukan dampaknya bagi bayi. 
Dan alhamdulillah sampai hari ini dengan melihat tanda-tanda diatas saya yakin bahwa saya sehat dan tercukupi cairan tubuh saya. Bayi saya juga tidak kekurangan cairan dan tetap aktif seperti biasa. Bersyukur rasanya bisa mengisi bulan puasa tahun ini dengan tetap full berpuasa dan bayi saya tetap mendapat ASI eksklusif.



Sumber bacaan:

info grafik dari facebook Philips

12 komentar:

  1. Mak irul hebat bisa puasa full sambil menyusui..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah masih bisa mak ari

      Hapus
  2. Bener banget tuh Mak. Aku dulu Alhamdulillah bs full puasa karena selama buka sampai sahur banyak minum air putih n buah2an. Pumping juga aku akali habis sahur n menjelang buka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. cukup minum sih intinya ya

      Hapus
  3. Iya bener mak Irul... cukup air itu bikin asi tetap lancar keluar bahkan meski kita berpuasa

    BalasHapus
  4. sangat penting nih mnum air yang cukup untuk ibu yang sedang menyusui

    BalasHapus
  5. wew..
    istri perlu tau nih..
    biar bisa optimal nyusuinnya..
    met happy liburan aja mbak.. :D

    BalasHapus
  6. Semoga selalu sehat bayi dan emaknya ya, mak. Air memang perlu untuk kesehatan.

    BalasHapus
  7. tips nyata dari mak irul yang lagi menyusui nih. Mak Edith kapan balik ke kandang udah kangen nih

    BalasHapus
  8. Sangat menginspirasi sekali, nanti saya coba terapkan pas bulan puasa 2016 ya mba, matur nuwun..

    BalasHapus
  9. Wah :D semoga bisa bermanfaat untuk ibu" hamil :3

    BalasHapus