Minggu, Mei 24, 2015

Berakhir pekan bersama Femina and Friends di Yogyakarta

Warisan Kuliner Nusantara  

KulinerNostalgia Jogja



        Sabtu, 23 Mei 2015 kemarin saya menghadiri acara yg diadakan oleh majalah Femina dan Mama Lemon Indonesia yang bertema Kuliner Warisan Nusantara #KulinerNostalgia #jogja. Acara berlangsung di Hotel Tentrem.

          Ada bincang kuliner bersama mas Arie Parikesit founder nya Kelana Rasa Culinary. Mas Arie berbagi cerita tentang pengaruh Kerajaan Mataram, Eropa, Arab dan Tionghoa pada kuliner Yogyakarta. Misalnya soto yang ternyata dari bahasa Portugis 'kaodo' yang artinya kuah kaldu. Apalagi soto Yogyakarta itu lebih' clean' dibandingkan soto daerah lain yang ditambah santan, susu atau yang lain.


       Mas Arie juga cerita tentang beberapa resep warisan kraton Yogyakarta yang kemudian menjadi konsumsi rakyat biasa saat Ini. Dan saya setuju banget dengan pendapat mas Arie ketika ditanya apa makanan yang paling juara 'masakan rumahan'. Mau ketemu pizza, burger, rainbow cake aneka warna tetep selera saya kembali ke tempe bacem, lotek, gado- gado, bronkos dan sejenis nya. Dasar lidah ndeso #akukicenngene #mbenakkesanggul, eyuuuuh ^_^

      Senang sekali mendengar cerita mas Arie tentang kuliner Indonesia. Kita memang kaya pokoknya. Hidup Indonesia, eh



Dendeng Age by Chef Haryo





Jadah Manten by Chef Haryo




foto bareng dengan chef Haryo





























        Sesi berikutnya ada demo oleh chef Haryo Pramoe. Chef Haryo mendemokan pembuatan Dendeng Age yang menjadi menu favorit Sri Sultan Hamengkubowono ke VIII. Oia Sri Sultan itu bisa masak lo. Apalagi waktu chef Haryo mendemokan menguleg bumbu sambil bersimpuh whuaaa keren hehehe sayang saya ga sempet moto. Agak nyesel juga ga bawa DSLR karena jadi agak susah mengambil gambar dari jauh. 

        Dan saya setuju dengan pendapat chef Haryo kebiasaan ibu pasti akan selalu menjadi kenangan yang akan terus diingat oleh anak, termasuk kebiasaan memasak dan mengolah makanan. Ketika ibu menyuapi kita dengan tangan beliau itu akan menjadi bonding untuk ibu-anak. Ga cuman nyuapin terkadang ibu memotong makanan menjadi bagian lebih kecil dengan gigi beliau dan potongan kecil di suapin ke mulut kita. Ini sentimentil banget sebenarnya. Ah ibu, peluk ibu.



isi gudibek kita kakaaa..
.
itu belum termasuk tas dan Mama Lemon reffil yang keburu diangkut si nyonya besar sebelum difutu :)


         Dan sesi terakhir adalah demo mencuci peralatan bekas masak oleh Choki Sihotang dengan menggunakan Mama Lemon Powerful Stain Remover. ini adalah Mama Lemon varian baru yang dikeluarkan oleh Mama Lemon Indonesia yang digunakan khusus untuk mencuci peralatan bekas masak. Oia varian ini tidak digunakan untuk mencuci piring dan gelas pastinya tapi ditujukan untuk panci, wajan dan sebangsa setanah airnya. hehehe. Dan Mama Lemon Powerful Stain Remover ini bisa digunakan pada peralatan masak berbahan Stainless, aluminium, melamin, dan  porseline. Saya sih belum pernah nyoba, tetapi melihat demo oleh Choki Sihotang sepertinya hasilnya bersih. Menyenangkan banget kalau benar-benar bisa bersih seperti itu. Memasak itu asyik yang ga asyik itu nyuci bekasnya -_____-  . mudah-mudahan dengan Mama Lemon varian ini acara memasak saya bisa lebih praktis. Eh, sampai rumah saya langsung pakai buat nyuci loyang hehehe. Kinclong kakaaaa ^.^

Dan hari itu saya pulang dengan bawaan yang berlimpah huehehehe. 

5 komentar:

  1. Aaaah, gudibek nya buanyaaak.

    BalasHapus
  2. Dari jauh udah kelihatan itu Mas Arie Parikesit ya :)

    BalasHapus
  3. hehehe...sayang pas Chef Haryo menepuk bahuku utk nanya mlh ku gak dipotret

    BalasHapus
  4. Nice post mak Irul.

    BalasHapus
  5. goodybagnya mantaaap...seru ketemu mas Arie dan Chef Haryo ya maaak..

    BalasHapus