Kamis, April 30, 2015

Biskuit dan Puding Milna sebagai cemilan untuk bayi dan balita



 Nyari Cemilan Bayi, Milna dong

https://www.facebook.com/MilnaID

Punya anak yang sehat itu tentu harapan terbesar para orang tua. Segala upaya dikerahkan agar buah hati kita sehat, cerdas dan berbudi pekerti yang baik. Asupan terbaik pasti menjadi pilihan. Alhamdulillah anak-anak saya mendapat asupan ASI lengkap selama dua atahun. Bahkan saya pernah menjalani Nursing Tandem disini. Selama enam bulan full ASI dan selepas itu mulai mengenalkan mereka dengan makanan padat. 


Kalau mengikuti aturan World Health Organization (WHO), pemberian makanan bayi harus mencakup 3 hal: inisiasi menyusu dini, ASI eksklusif minimal selama 6 bulan pertama dan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) pada usia 6 bulan sambil melanjutkan pemberian ASI. Memasuki usia 6 bulan, kebutuhan zat gizi bayi meningkat pesat. Berdasarkan Acuan Label Gizi Produk Pangan yang dirilis oleh BPOM (2007), kebutuhan energi bayi usia 6 bulan meningkat hingga 1.5 kali, kebutuhan proterinnya meningkat 2 kali lipat, kebutuhan karbohidratnya meningkat 2.4 kali dan kebutuhannya akan zat besi meningkat 26 kali lipat. Namun, menilik tabel nutrisi, kebutuhan gizi harian bayi usia 6 bulan terlalu besar untuk kapasitas perutnya. Misalnya saja, bayi usia 6 bulan membutuhkan zat besi sebesar 8 mg, yang bisa didapatkan dari 3 potong daging (150 gr) yang terlalu berat untuk dikonsumsi si kecil. Belum lagi kebutuhannya akan zat gizi lainnya. 

Nah, itulah kenapa MPASI itu menjadi penting untuk bayi selepas usia 6 bulan. Awal-awal sih biasanya saya memperkenalkan pure buah. Terus ganti bubur saring, bubur kasar, biskuit, puding, dan finger food. Pastinya sih meminimalkan penggunaan gula dan garam. 

Saat ini sih si Mush’ab sudah memasuki usia 2,5 tahun (toddler). Sudah makan makanan padat sebagaimana makanan untuk orang dewasa. Hanya porsi dan bahan makanan tertentu dikurangi jumlahnya. Nah, balita kami ini sangat suka ngemil. Cemilan favoritnya biasanya buah, biskuit, puding dan kue-kue manis Sebenarnya banyak sih biskuit, puding dan kue yang beredar di pasaran. Tetapi ya itu tadi kandungan bahannya terutama gula garamnya kadang diluar kontrol. Kalau ga manis banget ya asin banget.
Sudah pada tahukan ya para ibu kalau Kalbe Nutritional lewat brand Milna menyediakan cemilan buat bayi dan balita. Ada dua jenis cemilan yang disediakan oleh Milna untuk toddler yakni Milna Toddler Biskuit dan Milna Toddler Pudding. 

Biskuit Milna untuk Toddler
Biskuit dari Milna sudah saya kenal sejak anak pertama dulu. Bahkan sampai sekarang tetap menjadi pilihan meskipun sudah banyak bermunculan biskuit bayi berbagai merk. Ada beberapa alasan sih. Paling utama sih semua produk Milna itu mendapat sertifikasi Halal dari MUI pusat. Saya paling lega kalau menemukan logo halal pada produk makanan terutama logo halalnya MUI itu.
 Selain itu Sesuai dengan Regulasi SNI yang berlaku, biskuit Milna bebas bahan pengawet.Kombinasi antara proses dan pemilihan bahan baku serta bahan kemas, merupakan faktor utama yang menentukan umur simpan produk Milna. Bahan baku yang digunakan adalah bahan baku yang memiliki kadar air rendah dan aktifitas air (nilai aw) yang juga rendah untuk mencegah berkembangnya bakteri pathogen. Lalu kemasan yang dipilih adalah alumunium foil yang memiliki kekedapan udara yang secara signifikan mampu menjaga produk agar tidak mengalami kondisi “banyak udara” untuk mencegah berkembangnya bakteri pathogen.Hal penting lainnya adalah proses pengolahan di pabrik harus dalam kondisi steril dengan kelembaban udara yang rendah dan terkontrol, serta pencegahan kontaminasi yang maksimal sehingga produk yang dihasilkanpun memiliki kadar air rendah dan bebas dari cemaran bakteri pathogen. Secara keseluruhan, kualitas produksi ini bisa menjaga umur simpan produk hingga 18 bulan.

Dan jangan salah ya, semua produk Milna melewati riset mendalam sampai akhirnya bisa dihidangkan untuk bayi. 
 


Milna Toddler Biskuit
Milna memiliki dua varian biskuit. Biskuit Milna favorit si Aab yang rasa keju. Kejunya benar-benar kerasa jadi bukan sekedar ‘rasa keju’. Kalau yang coklat si emaknya juga doyan ^_^. Biskuit Milna itu teksturnya pas untuk pendamping ASI mulai 9 bulan ke atas. Bisa sebagai finger food juga. Melatih bayi menggenggam. Ada gambar timbul juga pada biskuitnya. Melatih motorik sekaligus kognitif buat anak. 


Milna Toddler Pudding





Selain biskuit cemilan favorit yang lain adalah Milna Todler Pudding. Ada tiga varian rasa: vanila, coklat dan strobery. Tekstur pudingnya sangat lembut jadi tidak membuat anak tersedak. Saya sangat berhati-hati dengan puding yang kenyal karena pernah dulu kejadian abangnya tersedak dengan puding kenyal yang banyak dijual di supermarket itu. Oia, puding dari Milna ini sangat praktis bikinnya. Tidak perlu dimasak. Cukup di tambahkan air panas saja kemudian dituang di wadah dan ga perlu waktu lama untuk menjadikannya padat. Praktis banget bikinnya. Jadi ga perlu pakai drama kalau mau bikin puding. Biasanya kan kalau mau bikin puding itu yang bete nunggu pudingnya mengeras. Bolak-balik buka kulkas. Hahahaha. 

 
saran penyajian






Dan, kotak kemasan Milna dapat dijadikan alat permainan edukatif lo ibu-ibu. Di kardus nya ada gambar-gambar hewan yang bisa digunting dan bisa dijadikan alat permainan si kecil. Kebetulan anak-anak saya bersekolah di rumah jadi kotak-kotak bekas kemasan Milna ini di buat menjadi rumah-rumahan dan mereka bermain menjadi pemilik peternakan deh. Seru pokoknya.

Si Aab bermain dengan bekas kemasan Milna ^_^

Jadi sekarang tidak perlu khawatir mencari cemilan yang aman buat bayi dan balita. Oia ibu-ibu yang punya bayi usia 6 bulan- 3 tahun bisa juga lo ikutan Kompetisi Bayi Hebat Milna 2015. Sebagai ibu-ibu pasti dong sering mengabadikan tingkah lucu anak-anak kita. Nah, jangan Cuma disimpan hasilnya ikutkan saja ke kompetisi diatas. Saat ini kompetisi sudah memasuki periode tiga lo. Ayo segera kirimkan foto terbaik si kecil. Jangan sampai menyesal gara-gara ga ikutan daripada jadi jerawat, hehehe. Hitung-hitung melatih rasa percaya diri anak dan juga orangtua. Untuk info lebih lanjut tentang Kompetisi Bayi Hebat Milna 2015 bisa dibuka disini.



Selasa, April 21, 2015

Sepucuk Surat kepada calon Besanku




Surat Cinta Untuk Calon Ibu Mertua Putriku


Sebagai seorang menantu pastilah kita akan bersentuhan dengan yang namanya sosok mertua.  Karena mertua saya sudah terlebih dahulu berpulang maka saya hanya ingin menulis sebuah surat khusus calon ibu mertua putri saya kelak. Dialah putri saya satu-satunya dari enam bersaudara. Perhiasan dunia terindah yang kami miliki. Qurrota A’yun keluarga kami.



Dear Besanku yang dirahmati Allah.
Kelak ketika hari itu datang, akan kutitipkan putri cantik kami padamu. Buah hati pengikat jantung kami. Cinta kami laksana berlian mutu manikam di keluarga kami. Percayalah ibu, putri kami ini sedari kecil udah kami ajarkan padanya untuk mencintai Allah dan Rasulnya sebagaimana seharusnya seorang muslim. Aku titipkan ia padamu. Karena kelak jika ia udah menikah dengan putramu maka engkaulah adalah orang yang terlebih didahulukannya ketimbang kami orangtuanya. Ia harus mendahulukan engkau daripada kami dalam urusan dunia dan akhiratnya. Ia harus bertanya terlebih dahulu kepada putramu jika ia ingin mengunjungi kami orangtuanya. wahai calon besanku. Jagalah putri kami sebagaimana engkau menjaga mutiara terindah. Cintailah ia sebagaiman engkau mencintai putra-putrimu sendiri. 



Jika ia berbuat kesalahan tegurlah ia dengan sebaik-baik nasihat. Nasihatilah ia dengan nasihat kebenaran. Saya yakin ia akan mudah menerima nasihatmu jika disampaikan dengan kelemahlembutan. 

Wahai calon besanku, kelak ia akan mendahulukanmu ketika di hari Ied daripada kami orangtuanya. Ia akan bersimpuh meminta maafmu terlebih dahulu daripada kami orangtuanya. Karena begitulah syariat mengajarkan. Maka kami minta bimbinglah ia selalu dalam ketaatan agar berbakti pada putramu dengan tulus, mendidik putra-putrinya sendiri kelak dengan baik dan mendoakan kami dalam doa-doa panjangnya. 



Wahai calon besanku, kutitipkan putri kami padamu. Lindungi ia selalu dalam dekapan kasih mu sebagaimana engkau melindungi bayi-bayi kecilmu dahulu. 

 11139416_837436716327333_2977273846571198362_n

Semoga Allah merahmatimu dan menuntunmu dalam kebenaran. Aamiin. 


Minggu, April 12, 2015

Dunia Tanpa Ijazah

Ketika Anak Sulungku Tidak Ingin Ijazah

sulungku menjadi leader untuk adik-adiknya

       Sejak keluarga kami memilih untuk bersekolah di rumah (homeschooling). Saya menjadi lebih aktif mencari informasi yang berkaitan dengan dunia tanpa sekolah. Meskipun demikian tetap saja berusaha agar anak-anak tetap mendapat ijazah untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Bahkan saya pernah menulis postingan tentang cara mendapatkan ijazah kejar paket bagi anak-anak pesekolah mandiri disini.


      Bahkan si sulung yang masih setara kelas lima SD pun sudah terdaftar untuk mengikuti ujian nasional kejar paket tahun ini di sebuah PKBM di Yogyakarta. Beberapa bulan ini sulung kami itupun bergelut dengan latihan soal untuk ujian. Tetapi kemudian beberapa saat menjelang ujian ia memutuskan untuk tidak mengikuti ujian. Bahkan mungkin ia tidak berminat untuk mendapatkan ijazah. Saya tentu saja kaget.


       Jujur saja pilihan untuk menyekolahkan anak-anak di rumah saja itu adalah pilihan yang tidak biasa di lingkungan kami ditambah dengan tidak berminat untuk memiliki ijazah. Saya sendiri memiliki ijazah S1 dan masih gelagapan ketika anak saya bertanya apakah saya bisa hidup tanpa ijazah.


     Sampai hari ini hanya beberapa kali ijazah saya keluar dari tempat penyimpanannya sejak saya mendapatkannya bertahun lalu. Saya bukan orang yang mendewakan ijazah sebenarnya tetapi pilihan anak saya untuk – sementara- tidak tertarik memiliki ijazah sangat berat buat saya. Pertama saya jadi tidak punya alasan bagi keluarga besar saya. Karena selama ini saya selalu beralasan bahwa anak-anak homeschooling juga bisa memiliki ijazah. Dan sekarang anak saya memilih untuk tidak ikut ujian. Bahkan saya sempat ‘ bertengkar’ dengan ibu saya tentang masalah ini. Tetapi kemudian saya dan suami sepakat bahwa hidup anak-anak adalah pilihan mereka. Saya hanya sekedar mengarahkan tapi tidak punya hak penuh untuk mengatur hidupnya. Saya bersikap untuk #BeraniLebih menerima apapun pilihan anak-anak yang berkaitan dengan pendidikan mereka. #BeraniLebih memberi kepercayaan pada anak-anak atas pilihan mereka. Meskipun berat tapi saya yakin bahwa hidup itu tidak hanya sekedar mencari selembar ijazah.

ketika terpilih menjadi kameramen terbaik
dalam sebuah event festival film anak

        Apalagi ketika melihat sulung saya yang tertarik dengan dunia fotografi dan desain grafis. Ia pernah terpilih menjadi kameramen terbaik dalam sebuah event pembuatan film anak di Yogyakarta.

       Ia juga setuju untuk menambah jam pelajarannya dengan belajar sejarah Islam dan dunia serta membaca buku biografi. Dan saya akhirnya menyetujui ketika ia meminta untuk menghapus pelajaran matematika dalam jadwalnya. Ia memang sudah bisa matematika dasar seperti menambah, mengurangi, perkalian dan pembagian. Tetapi menyerah ketika dihadapkan pada rumus bangun ruang dan sejenisnya. Saya pikir dunia tidak kiamat bukan jika kita tidak hafal rumus segitiga sama kaki ^_^. Apalagi saat ini ia sudah mendesain kaos dan menjualnya. Ia juga menabung dan memiliki paspor dan berencana untuk berkelana ke banyak negeri. Perjalanannya masih panjang. Sementara ini biarlah ijazah bukan prioritas utama kami. Prioritas utama adalah belajar banyak hal

Add caption

        Teruslah belajar Nak, karena belajar sesungguhnya adalah ‘membaca lebih banyak buku, bertemu banyak orang dan lebih banyak melakukan perjalanan mengunjungi banyak tempat’. Ibu dan bapak akan selalu mendukungmu dan menemanimu dalam doa-doa kami. Dan jadilah pewaris orang shalih dan memberi manfaat bagi banyak manusia.

Penulis: Siti Hairul Dayah
FB: Siti Hairul Dayah

Twitter: @sitihairul

Minggu, April 05, 2015

Nursing Tandem



Menjalani Nursing Tandem


        Ketika kehamilan saya yang lalu saya menjalani tandem nursing, atau breastfeeding while pregnant. Yakni menyusui dalam keadaan hamil. Ketika saya hamil abangnya berusia 19 bulan. Mau menyapih abangnya kasihan karena ia masih butuh ASI dan menolak sufor. Jadilah ketika hamil saya masih menyusui. Tetapi saya selalu mengajak si abang untuk ‘mengobrol’ dulu dengan sang adik. Semacam meminta izin untuk berbagi nutrisi begitu kira-kira. Jadi ketika setiap hendak menyusui si abang ini akan bilang “ dek, abang minta nehnya ya? Bolehkan?” dan nanti yang jawab dia sendiri “ iya boleh” sambil senyum-senyum. 
 
sang adik yang sehat dan montok di usia  bulan


Saya menghindari sikap mengolok-olok si abang dengan ungkapan semisal “ ga malu sama adek?”. Karena saya ingin memahamkan padanya bahwa ASI itu halal dan terbaik untuk dirinya. Dan saya bersyukur, ASI saya tetap melimpah. Dan ketika usia kehamilan saya semakin membesar si abang akhirnya memutuskan sendiri untuk berhenti minum ASI dengan alasan kasihan sama ibunya. Karena ketika usia kehamilan semakin tua kontraksi lebih terasa dan saya jujur pada si abang bahwa perut saya sakit. Dan alhamdulillah dia paham dan bisa menyapih dirinya sendiri tanpa drama. Hahahaha. 
 
stroller si adek yang di pake abang dulu ya :D
Dan ketika adiknya lahir dia sangat sayang pada adiknya. Tidak ada masa cemburu dan sejenisnya. Si adik ini juga sayang dengan abangnya. Bahkan di awal-awal kelahiran dimana produksi ASI saya melimpah saya memerah ASI saya menggunakan alat pompa manual dan memberikannya kepada si abang. karena waktu itu saya pikir saya hanya memakai alat pompanya sebentar saja maka saya membeli alat pompa nonbrand. dan ternyata terasa sakit dan ASI yang keluar sedikit-sedikit. tetapi saya tetap memerah karena ASI saya sangat banyak waktu itu. dan ternyata ASI itu jika di perah akan semakin banyak. Sebaiknya para ibu menyusui membeli alat pompa yang berkualitas bagus. Alat pompa yang bagus menurut saya termasuk investasi karena bisa dipakai sampai anak berikutnya. Saya memerah ASI sampai kemudian si abang memutuskan sendiri bahwa ia tidak ingin lagi minum ASI dengan alasan itu untuk adek. Sekarang si adik sudah berusia tiga bulan dan pandai mengoceh. Dan di pagi hari ketika orang serumah belum bangun si adik berisik sekali mengajak abangnya ‘mengobrol’.  
sedikit tips untuk yang ingin menjalani tandem nursing adalah

  1.  makan makanan sehat dan bernutrisi lebih banyak.
  2.  berhenti menyusui jika terasa kontraksi berlebihan
  3. sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis
  4. ajak si kakak meminta izin terlebih dahulu pada sang adik di perut.


Sehat terus ya Nak. Selalu kompak sampai besar dan jadi anak shalih yang menjadi penyejuk hati ayah dan bunda. Aamiin.