Sabtu, November 01, 2014

Bincang-bincang tentang Stabilitas Sistem Keuangan bersama BI dan Kompasiana


Nangkring bareng Kompasiana dan Bank Indonesia 
" Stabilitas Sistem Keuangan"
Yogyakarta 1 November 2014

narasumber yang semuanya adalah Perempuan dipandu oleh moderator dari Kompasiana

Senangnya hari ini 1 November 2014. Saya bisa ikutan nangkring bareng teman-teman kompasianer dari  kompasiana.com. meskipun jujur saya tahu diri banget saya bakalan banyak bengongnya sepanjang acara karena temanya yang berat. Bayangkan kompasiana kali ini menggandeng Bank Indonesia dan mengajak para kompasianer berbincang tentang Stabilitas Sistem Keuangan dan fungsi Bank Indonesia dalam menjaga Stabilitas keuangan Negara. WOW. Tema berat dan penting sebenarnya. Hehehe. Lah, sebagai salah satu penentu stabilitas keuangan RT (tsaaah….) tentu saya tertarik juga bagaimana BI menjaga stabilitas keuangan nasional. Siapa tahu ada yang bisa saya tiru dalam menentukan arah kebijakan stabiliats keuangan RT saya yang bisa di bilang mapan #uhuk.


Kompasiana Nangkring kali ini mengambil Tema “ Stabilitas Sistem keuangan “ yang di paparkan oleh tiga orang ibu dari Bank Indonesia dan satu narasumber dari desk ekonominya Kompas. DAAAAAn…semua narasumber kali ini adalah perempuan lo kawan-kawan. Benerkan? Kalau perempuan juga berperan penting dalam penentu kebijakan stabilitas keuangan. Dalam skala kecil ambil contoh ya RT tadi.

Sederhananya sih, Tugas BI adalah menjaga stabilitas sistem keuangan yang artinya menjaga agar mengatur perputaran uang dari kelompok-kelompok yang berkelebihan uang bisa berbagi kepada kelompok-kelompok masyarakat yang kekurangan uang agar tercipta kesejahteraan masyarakat. Sederhananya begitu. Tapi tindakan riilnya tidak semudah itu. Jika di ibaratkan kelompok orang itu adalah pohon maka yang di urus oleh BI itu adalah hutan. Dan pohon-pohonnya itu yang ngurus adalah OJK alias Otoritas Jasa Keuangan yang merupakan adik dari BI.

Bahasa kerennya BI mengawasi Makroprudensialnya dan OJK mengawasi mikroprudensialnya. Mumet, tenang…pembahasan masih panjang huehehehe.
Nah, untuk lebih jelasnya sodar-sodara bisa mampir di webnya Bank Indonesia di www. Bi.go.id disana semua lengkap-kap. Bahkan tingkat suku bunga di sajikan secara lengkap dan mendetil. Jadi kita sebagai masyarakat tidak ragu untuk memanfaatkan jasa perbankan dan lembaga keuangan yang lain. Apalagi BI juga melakukan pengawasan terhadap lembaga- lembaga perbankan sehingga bisa dilihat mana bank yang sehat dan mana bank yang sakit. Jadi masyarakat bisa lebih cerdas dalam memilih bank yang akan digunakan. Begitu teman-teman.

Ohya. Bank Indonesia dan Kompasiana juga mengadakan lomba blog yang hadiahnya bikin ngiler. Bayangkan, hadiahnya emas batangan Mak. Whuaaaa….bakat alamiah para emak adalah selalu berdiri kupingnya jika dengar emas. Nah, untuk infonya langsung saja klik disini ya Maks…..
hadiahnya ga tanggung-tanggung
juara 1: 25 gr emas batangan
juara 2: 10 gr emas batangan
juara 3: 5 gr emas batangan dan 7 favorit lainnya masing-masing mendapat uang tunai Rp. 1.000.000 
semoga emas batangannya ada yang nyangkut. Aamiin. Bisa membantu stabilitas sistem keuangan RT kita tuh maks #digencet ^_^

pinjam fotone mbak wien  ^_^ 


Dan yang menyenangkan juga, sepulang dari acara ini saya banyak mendapat pelajaran penting tentang bagaimana untuk berhati-hati dalam memanfaatkan produk lembaga perbankan yang bersifat konsumtif sejenis kredit dan sebangsanya. Jadi piker ulang lagi kalau mau pakai credit card. Dan benar-benar melihat mana yang kebutuhan dan mana keinginan.
Semoga dengan beberapa tips sederhana dari pihak BI tadi stabilitas keuangan RT saya bisa aman terkendali. Dan anak-anak saya yang banyak itu bisa sejahtera, bisa mengenyam pendidikan yang layak dan bisa berbagi dengan banyak orang. Aamiin.


Salam likuiditas ^.^ #halagh 

10 komentar:

  1. asyik banget ya mak di Jogja bisa ikutan, saya di Bandung belum ada nih.. hahaa bener, hadiahnya bikin ngiler

    BalasHapus
  2. waah emas batangannya kayaknya khusus blogger kompasiananya ya mak hairul..?

    BalasHapus
  3. waaaa mau emasnya maaaaak :D

    BalasHapus
  4. salam silaturahim, mak ...
    ini saya baru pertama mampir di rumah mak Irul hehe

    yang kebayang sih emasnya, nulisnya mah berat maak

    BalasHapus
  5. di Jakarta ada gak mak irul ?

    BalasHapus
  6. aku seneeng bisa ikutan acara inii :D

    BalasHapus
  7. Ada mikro, makro, dan emas batangan. Woow. .

    Sikat bae emas 25gram, Mak. :D

    BalasHapus
  8. Waduh, emas..mau bgt ini dpt emas..hihi

    BalasHapus
  9. waww emas, mau dong.... :)

    BalasHapus
  10. Moga2 dapet emasnya mak. Aamiin

    BalasHapus