Mengucek Pakaian Dengan Rinso Cair Molto Ultra Aroma Essence Energizing

Mengucek Pakaian Menjadi lebih menyenangkan bersama 
Rinso Cair Molto Ultra Aroma Essence Energizing


Saya terbiasa mencuci dengan mesin cuci. Bukan alasan sok tajir sih. Tapi lebih karena besarnya jumlah anggota keluarga kami. Anak lima dan semuanya masih belum mandiri. Sebenarnya si sulung sudah bisa melakukan banyak pekerjaan RT. Tapi kalau urusan mencuci pakaian kok ya belum percaya bisa bersih *sigh*...


hasil cucian yang bersih, wangi dan bebas noda 

Tetapi ada beberapa jenis pakaian yang saya cuci dengan dikucek. Terutama pakaian berbahan lembut dan halus. Seperti jilbab dan sweater. Sebagai pecinta jilbab square alias jilbab segi empat saya lebih memilih mengucek jilbab dengan tangan dibanding masuk mesin. Apalagi jilbab saya rata-rata berbahan halus dan susah dicari. Maksudnya jilbab saya adalah jilbab square dan berukuran besar. Ukuran nya antara 130x130 cm dan 150x150 cm yang jarang ada di pasaran. Apalagi jilbab bermotif dengan ukuran besar termasuk susah dicari toko jilbab. Dan kecintaan saya pada jilbab square menurun pada gadis kami satu-satunya. So, jilbab koleksi emaknya bisa diwariskan pada nya kelak.

jilbab kesayangan siap dikucek dengan Rinso Cair Molto Ultra Aroma Essence Energizing

Untuk menjaga umur jilbab saya mencucinya dengan sabun cair dan kemudian di beri pelembut. Tanpa pewangi. Khawatir jika terlalu banyak pewangi ntar malah jilbab-jilbab kesayanganku pada cepat aus.


Dan, saya baru mencoba Rinso Cair Molto Ultra Aroma Essence Energizing. Yang mana Rinso varian ini adalah Rinso cair konsentrat yang artinya butuh dikit saja kasiatnya banyak. Lebih irit dibanding detergen bubuk sebenarnya. Bahkan menurut petunjuk penggunaannya satu tutup botol cukup untuk mencuci 20 potong pakaian. Ohya waktu tutup botol di buka wanginya langsung menyebar dan enak banget. Sesuai petunjuk penggunaan detergen ini digunakan untuk cucian dengan manual alias mengucek.

berdasarkan petunjuk penggunaannya sih detergen ini
digunakan untuk mencuci manual alais dengan tangan 

Jangan khawatir tangan menjadi panas dan perih. Saya mencoba dan dan telapak tangan saya tidak mengalami iritasi tuh. Merendam pakaianpun tidak butuh waktu lama. Kucek sebentar dan noda langsung hilang. Jujur noda paling riweuh yang sering nangkring di jilbab adalah noda kopi instant favorit saya dan noda es krim anak-anak yang biasanya ikut nemplok ketika mereka ada di dekat saya. Nah, dengan Rinso cair Molto Ultra Aroma Essence Energizing ini noda-noda membandel semacam itu bukan masalah lagi. Rinso varian ini diformulasikan khusus untuk menghilangkan noda 2x lebih efektif plus tambahan keharuman dan kesegaran Molto Ultra Aroma Essence Energizing. Bahkan wangi tidak akan memudar ketika pakaian sudah dijemur dan kering. Wanginya awet dan nyaman. Tidak terlalu nyegrak dan bikin pusing.


Oia, saya juga mencoba detergen ini untuk mesin cuci lo. tetep ya, soalnya jatuh cinta sama wanginya. Jadi saya pengen juga pakaian yang lain kecipratan wangi Rinso Molto Ultra yang ini. caranya untuk cucian seperti biasa saya menggunakan satu tutup botol Rinso Cair ini yang saya tuang pada wadah khusus detergen pada mesin cuci. 
kemudian Mesin saya stel pada pencucian untuk wool alias bahan-bahan lembut.  Dan hasilnya tetap bersih, wangi dan warna pakaian tidak pudar. Harapannya sih Rinso Varian ini bisa dipakai di mesin cuci juga ^_^ hehehe. 



Dan buat para pecinta cuci manual sekarang mengucek pakaian tidak sehoror dulu lagi. Dan jilbab-jilbab kesayangan akan awet dan warna aslinya tidak cepat memudar.  

Weekly Photo Challenge #Cover-Art

Weekly Photo Challenge
Cover Art


Travel is the only thing can you buy
 that makes you richer


Cara Mendapatkan Ijazah Kejar Paket Bagi Keluarga Homeschooling #1



Cara Mendapatkan Ijazah Kejar Paket 


Bagi Keluarga Homeschooling Mandiri


Pendidikan bukan persiapan untuk hidup; pendidikan adalah kehidupan itu sendiri
 (John Dewey)




Beberapa waktu lalu saya ikut sarasehan tentang Homeschooling bersama beberapa teman keluarga pembelajar mandiri alias Homeschooling di Dinas Pendidikan Non Formal Yogyakarta. Ada beberapa informasi yang akan saya bagi terkait dengan pengadaan ijazah kejar paket bagi anak-anak Homeschooling mandiri. Homeschooling mandiri artinya adalah pembelajaran yang diadakan berbasis keluarga alias tidak melalui jalur bimbingan belajar atau lembaga kursus yang hari ini banyak bermunculan. Karena banyaknya informasi yang berseliweran kadang membuat banyak orang salah kaprah dengan Homeschooling mandiri. 



Bukan apa-apa saya agak sedih dengan sebuah tulisan seorang teman yang mendeskreditkan anak-anak HS. Padahal hampir bisa dipastikan teman-teman pelaku HS mandiri saja tidak pernah menyudutkan sekolah formal. Dan banyak dari keluarga HS mandiri yang sebelumnya anak-anak mereka bersekolah formal tetapi kemudian memilih jalur sekolah informal. Sedangkan beberapa orang yang mendeskreditkan anak-anak HS belum mencoba sekolah-sekolah nonformal dan informal. Tentu saja informasi yang diberikan orang-orang semacam ini jelas subyektif. La wong belum pernah mencoba HS koq sudah bilang HS itu buruk. Ayolah bersikap adil. Bukankah adil itu lebih dekat kepada TAQWA. 
Haiyah bawa-bawa ayat ^_^.
 La yang sono juga bawa-bawa ayat je -___-…..

foto: dokumen pribadi

Seperti yang tercantum dalam undang-undang SISDIKNAS n0 20 tahun 2003 bab VI pasal 27 ayat (1 s/d 3):
Tentang Jalur Pendidikan Informal
1). Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri
2). Hasil pendidikan sebagimana dimaksud dalam ayat (1) di akui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan stabdar nasional pendidikan.
3). Ketentuan mengenai pengakuan hasil pendidikan informal sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

Tentang Pendidikan Jarak Jauh

UU SISDIKNAS no 20 th 2003 bab VI pasal 31 ayat (1) “ Pendidikan jarak jauh dapat diselenggarakan pada semua jalur , jenjang dan jenis pendidikan”

Tentang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus

UU SISDIKNAS no 20 th 2003 bab VI pasal 32 ayat (1) “ (1) pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, social dan atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa”

Nah, saya rasa cukuplah dulu saya membawa tiga UU SISDIKNAS diatas sebagai acuan tulisan saya kali ini. Itu artinya pendidikan berbasis keluarga berhak mengadakan pembelajaran mandiri dan mereka diakui oleh pemerintah. Saya sendiri bersyukur HS mandiri di perbolehkan oleh pemerintah Indonesia. Karena ada beberapa negara luar yang menolak HS seperti di Cina.
Lalu bagaimana cara kita agar mendapatkan ijazah pendidikan. Karena HS adalah jalur informal maka ijazahnya adalah ijazaha kesetaraan alias melalui Ujian Kejar paket berupa A, B, C. daaaan ijazah kejar paket itu diterima disemua lembaga pendidikan baik didalam maupun di luar negeri. Jadi tidak perlu khawatir ijazah kita tidak diakui.

Bagi keluarga HS bisa mendapatkan ijazah melalui ujian-ujian yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Luar sekolah atau Dinas Pendidikan Non Formal. Nah gampangnya begini. Kita bisa lewat jalur swasta ata jalur negeri (kayak sekolah formal begitu). Jalur negeri artinya ujian nya melalui Sanggar Kegiatan Belajar atau SKB. Dan jalur swastanya adalah melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM. Nah dengan regulasi baru jalur swasta sekarang bertambah dengan diperbolehkannya lembaga kursus dan bimbingan belajar untuk mengadakan ujian kejar paket.

Harusnya SKB sendiri ada disetiap kabupaten di seluruh Indonesia. Kalau di Yogyakarta anda bisa mengunjungi Sanggar Kegiatan Belajar ( SKB) kota Yogyakarta bisa cek disini. Sayangnya tahun ini dan tahun depan karena keterbatasan biaya (begitu kata petugasnya ^^) SKB Yogyakarta tidak mengadakan ujian kejar paket A dan B. Jadi bagi keluarga HS di kota Yogyakarta bisa melalui jalur PKBM yang banyak tersebar di seluruh Kota Yogyakarta. Dan menurut saya, ini pendapat saya lo ya, mengurus ujian kejar paket itu kayaknya lebih mudah melalui jalur PKBM. Oia jangan lupa cari lembaga PKBM yang accountable alias yang benar-benar bisa dipercaya dan terdaftar di dinas. Karena di Yogyakarta sendiri ada ribuan lembaga PKBM. Wuih banyak juga ternyata. Mudah-mudahan sih dengan banyaknya PKBM ini memudahkan masyarakat Indonesia untuk mendapat pendidikan ya. Aamiin.


Nah, apa saja syarat agar bisa mengikuti ujian kejar paket di PKBM atau SKB.

1.Mengisi formulir pendaftaran
2.Membayar uang pendaftaran 20.000 (masing-masing PKBM ada kebijakan sendiri)
3.Membayar uang pengembangan 80.000 (tergantung kebijakan masing-masing PKBM)
4.Foto kopi AKTA kelahiran
5.Foto kopi raport terakhir
6.Fas foto berwarna(backgroun:merah)
Ukuran 3x4=8 lembar

Ohya tentang raport terakhir kita dapatkan dari SKB atau PKBM dengan rutin mengikuti pendidikan disana. Biasanya ada pertemuan rutin untuk belajar dan kemudian ada ujiannya juga sama seperti sekolah formal. Baru kemudian nilai hasil tes itu dikonversikan menjadi nilai raport oleh para tenaga pengajar. Jangan khawatir dipersulit atau sebagainya ya. InsyaAllah kalau lembaganya accountable sih pasti nilai yang kita peroleh murni hasil belajar. Dan satu hal berdasarkan pengalaman sendiri melihat anak-anak saya sendiri bahwa belajar pelajaran sekolah itu sebenarnya lebih mudah yang sulit itu belajar tentang pendidikan karakter. Nah yang ini saya akui SUUUUULIT ne POOOOOOl. Bertahap, butuh waktu dan harus sabar ya bapak-bapak dan ibu-ibu.



Nah, demikian uraian singkat saya tentang proses untuk mendapatkan ijazah kejar paket bagi anak-anak HS. Semoga ini bermanfaat dan saya berharap sebagai orang tua kita bisa mengurangi sikap nyinyir terhadap cara pendidikan keluarga lain. Lah, kalau kita sendiri sebagai orang tua suka nyinyir terhadap orang lain bagaimana mungkin anak-anak kita tidak menirunya kelak. Naudzubillah. Ayolah kita sama-sama mencari jalan agar pendidikan di Indonesia semakin baik dan berkualitas tianpa perlu melihat jalur formal atau non formal yang anak-anak kita tempuh. Toh, saya yakin semua orang tua percaya bahwa setiap anak mempunyai potensi mereka masing-masing.

Berkaitan dengan tuduhan kurangnya sosialisasi anak-anak HS saya rasa itu sangat subyektif sekali. Karena banyak juga anak-anak sekolah formal yang sosialisasinya kurang bahkan cenderung buruk. Apalagi ditambah sikap bullying anak-anak kita hari ini terhadap sesama teman yang tersisihkan secara fisik ataupun status. Karena alasan membully itukan bisa banyak faktor. Dan jangan lupa banyak orang-orang hebat hari ini yang masa kecil mereka dituduh kurang sisoalisasi tetapi kemudian menjadi tokoh-tokoh yang memberi manfaat bagi banyak orang. Thomas Alfa Edison ataupun Einstein misalnya. Haduh kenapa saya bawa-bawa Einstein sih hehehe. Sudahlah saya tidak ingin membela diri dengan mulut berbusa. Saya piker lebih baik saya focus dengan pendidikan anak-anak saya saja. saya tidak perlu khawatir dengan pendapat orang lain tentang jalur pendidikan yang kami pilih. Okey. Salam sayang dari keluarga pembelajar mandiri kami. Jika mau bertanya monggo kita ngobrol-ngobrol di rumah saya sambil minum kopi dan makan ubi rebus. Caiobella (lambaykan tangan ala Syahrini) ^_^.