Minggu, Agustus 31, 2014

Mengelola Air Dengan Bijak Bersama Keluarga dan Komunitas

Kasih Mamak Mengalir sepanjang Hayat
Kasih Air mengalir sepanjang hidup




Hai namaku Ocha. Aku tinggal di sebuah kampung di pinggiran Bantul, Yogyakarta. Aku tidak bersekolah di sekolah formal mamakku memilih mengajarkan aku dan adik-adikku dengan metode Homeschooling. Meskipun tidak bersekolah bukan berarti aku tidak belajar lo. Bahkan hampir setiap waktu aku belajar. Belajar banyak hal. Mamakku selalu mengajarkan pentingnya budi pekerti yang luhur salah satunya mencintai lingkungan. Karena bagi mamak belajar antri itu lebih di dahulukan dari belajar matematika. Belajar membuang sampah pada tempatnya lebih di dahulukan dari belajar tentang rumus Fisika.




Air membawa pesan hidup bagi Mahluk Hidup 

Belajar Sains : Membuat Penyaring Air sederhana

Mamak selalu bercerita tentang pentingnya air bagi kehidupan aku dan adik-adikku bahkan untuk kehidupan orang banyak. Dan aku melihat sendiri betapa hebatnya air itu bagi kehidupan kami. Mamakku mempunyai lima anak yang semuanya mendapat ASI penuh sampai dua tahun. Kata mamak memberi ASI itu salah satu bentuk penghormatan manusia kepada air. Bahkan di dalam rahim pun kami di kawal oleh air yang melimpah yang di kenal dengan cairan ketuban. Betapa luar biasanya cairan ini bagi janin di dalam perut. Ia yang melindungi kami dari benturan, Ia juga menjadi tameng bagi janin karena mengandung kimiawi-kimiawi imun yang melindungi kami dari virus, bakteri dan mikroorganisme berbahaya. Kami juga berlatih keseimbangan tubuh di dalam rahim dengan bantuan cairan ajaib ini. dan Tahukah kalian, bahwa cairan ketuban itu selalu berganti tiga hari sekali jadi ia bukan cairan yang sama selama kehamilan berlangsung. Wow luar biasa bukan?. 

Sebenarnya tak hanya manusia yang butuh air. Semua mahluk hidup bergantung pada air. Secara keseluruhan bumi ini di isi oleh 97% air asin dan sisanya 3 % adalah air tawar. Nah air tawar ini yang di bagi untuk memenuhi kebutuhan mahluk hidup di bumi. Apakah cukup? kata mamak seharusnya cukup. Karena di situlah Allah menciptakan keseimbangan untuk manusia. 

Setiap hari setiap bangun tidur aku selalu meminum air putih segelas dan jangan lupa membaca doa. Kata mamak, air yang di doakan itu akan memiliki bentuk molekul-molekul yang sangat indah. Berbeda dengan air yang diberi ucapan yang buruk dan sia-sia. Nah itulah mengapa mamak selalu berusaha mengucapkan kata-kata yang baik untukku dan adik-adikku. Karena kata mamak tubuh manusia itu terdiri atas 80% adalah cairan. Bahkan ada beberapa bagian tubuh kita yg memiliki kadar air di atas 80%. Misalnya Otak yang memiliki komponen air sebanyak 80%. Dan darah yang memiliki komponen air sebanyak 90%.

credit

Aku tidak bisa membayangkan jika mamak mengucapkan kata-kata yang buruk pada kami anak-anaknya. Bisa tidak karuan bentuk molekul cairan tubuh kami. Dan bisa – bisa kami menjadi anak-anak yang tidak baik. Aku sendiri pernah melihat di internet bentuk molekul – molekul air yang di beri tulisan yang baik dan bentuknya sangat indah. Minimal 8 gelas air yang kami minum dalam sehari. Dan air yang sehat sangat menentukan kualitas kehidupan kami sebagai manusia. Bahkan  Prof. Endang L. Achadi dalam Bincang Nutri Talk "1000 Hari Yang Menentukan Masa Depan Bangsa" di Yogyakarta mengatakan konsumsi air sehat sangat berpengaruh bagi 1000 hari pertama kehidupan manusia. 


Air sehat berpengaruh penting untuk tumbuh dan berkembang
  di 1000 hari pertama kehidupan manusia


Sebagai seorang muslim mamak selalu mengingatkan kami untuk salat lima waktu. Dan memulainya dengan wudhu yang benar. Kata mamak tanda fahamnya seorang muslim terhadap agama adalah meminimalkan air wudhu mereka. Iya. Berwudhu itu tidak harus menghabiskan banyak air. Bahkan Rasulullah saja berwudhu hanya dengan satu mud  yang kata mamak jumlahnya hanya 1  cidukan tangan. Iritkan.



Makanya mamak selalu mengawasi adik-adik yang sedang belajar berwudhu. Kalau aku sih sudah paham bagaimana berwudhu yang benar. Bahkan mamak menyediakan ember di bawah kran air kami berwudhu agar air bekas wudhu kami bisa digunakan untuk menyiram tanaman. Mamak juga mengecilkan aliran air kran adik-adik jika mereka berwudhu. Jadi seharusnya jika kita ingin menjadi muslim yang baik kita bisa memulainya dengan sedikit membuang air. Bahkan jika kita berwudhu di sungai sekalipun. Begitupun jika mandi. Aku pernah berkunjung ke rumah simbah temanku di Wonosari Gunung Kidul. Mereka harus mengambil air di tempat yang jauh. Berjalan kaki sambil membawa derigen.



Jika bepergian mamak juga membawakanku bekal dan botol minum sendiri. Lebih hemat dan pasti aku selalu bisa menjaga asupan cairan bagi tubuhku. Jika giliranku kepasar mamak selalu membawakan kantong belanja untukku. Karena mengurangi penggunaan kantong plastik sangat erat hubungannya dengan kualitas air tanah kata mamak. Plastik tidak bisa terurai secara langsung oleh tanah. Plastik membutuhkan ratusan tahun untuk terurai secara alamiah. 

Mengelola Air Untuk kehidupan yang Harmonis

Mengelola air tidak hanya bicara hemat air. Tapi juga bicara tentang kebiasaan menjaga lingkungan. Karena lingkungan yang bersih dan terjaga akan berpengaruh luar biasa bagi kualitas air. Usaha penghematan air sudah dimulai lama di rumah kami. Menghemat air itu sama artinya menghemat uang. Menghemat air juga sama artinya dengan tidak boros yang artinya jauh dari sikap mubazir dan mubazir itu perbuatan dzalim dan aniaya. Jadi jika menghemat air itu berpahala. Itu kata yang selalu di ucapkan oleh mamak. Bahkan mamak selalu mewanti-wanti kami untuk menghabiskan air minum yang kami ambil di gelas. Karena jika bersisa tidak ada yang mau meminumnya lagi. Dan kami dilarang mencuci tangan dengan air matang. 

Bayangkan jika satu rumah berusaha untuk menghemat air berapa banyak air dapat di hemat oleh banyak keluarga. Satu kampung, satu provinsi bahkan satu negara dan seluruh bumi ini.


 Bahkan aku sering melihat mamak di komunitas Emak Schoolnya berbagi ilmu tentang menghemat air.

 Emak school sendiri adalah komunitas yang di dirikan oleh mamakku di kampung kami. Sebuah sekolah untuk perempuan dan ibu-ibu di kampung kami. Setiap sebulan sekali mamak mengumpulkan para ibu untuk belajar tentang banyak hal. Kebanyakan tentang mendidik anak, pentingnya ASI, menjaga kebersihan lingkungan rumah dan juga pemberdayaan perempuan.

penyaring air sederhana 

 Kata mamak para ibu itu lebih mudah untuk di ajak berhemat air karena mereka yang mengerti tentang urusan RT dan memegang keuangan keluarga. Jadilah ada satu sesi dimana mamak bercerita tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola air di rumah dengan benar. Bahkan mamak juga mengajari ibu-ibu di kampung kami membuat penyaring air sederhana dari botol Aqua dan bahan-bahan yang mudah di dapat. Mamak juga membuat stiker tentang penghematan air dan dibagikan kepada para ibu di Emak School. Mamak juga pernah mengajari ibu-ibu di Emak School cara mengelola sampah Rumah Tangga menjadi kompos. Yang tentu saja hal itu mampu melindungi kualitas air tanah di kampung kami. Kata mamak tidak cukup jika hanya keluarga kami yang menghemat air. Lingkungan kami juga harus sadar untuk hidup bersih, sehat dan peduli lingkungan.
ini Emak School mamakku. Bisa dilihat disini dan disini

Jadi menempelkan stiker dan poster hemat air mamak lakukan dari rumah ke rumah. Tidak hanya kali ini mamak membagikan stiker. Program stiker yang pernah Emak School bagikan antara lain stiker “ Jangan merokok di dalam rumah. Di rumah ini ada bayi, balita dan ibu hamil”. Dan para ibu selalu senang menempelkan stiker dari Emak School di rumah mereka.

Pelatihan pembuatan Alat Penyaring Air sederhana
dan pembagian stiker Hemat Air ke anggota Emak School

Tak hanya di Emak School mamakku mengkampanyekan hemat air. Mamak juga berbagi ilmu dengan komunitas Omah Parenting tempat mamak dan teman-temannya dari kalangan akademisi Jogja berkumpul untuk berbagi tentang ilmu pendidikan anak. Dan mamak selalu saja membagikan stiker bermanfaat yang mamak punya. Kata mamak yang berhemat air itu tidak saja orang yang tak berpunya. Dan kampanye hemat air itu tidak hanya untuk orang-orang dari kalangan berpendidikan rendah. Justru orang-orang yang mampu dan berpendidikan itu kampanye nya harus menyentuh kalangan bawah kata mamak. Karena itulah keseimbangan hidup. Dan kampanye hemat air untuk kehidupan yang lebih baik harus dimulai oleh para ibu. Karena kasih ibu mengalir sepanjang hayat.
Kampanye Hemat Air bersama
Komunitas Omah Parenting Jogja



Mari kelola air dengan bijak dari keluarga dan komunitas untuk Indonesia yang lebih sehat. Dan untuk bumi yang lebih nyaman. 






1.       Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu :
“Bahwasanya Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam biasa berwudhu dengan 1 mud ( 1 genggaman tangan orang Arab zaman Nabi ) air dan mandi dengan 4 sampai 5 mud air.” (HR: Al Bukhari no. 201, Muslim no. 325, menurut lafazh Muslim).

Emoto's book, The Hidden Messages of Water 



Sebuah Carita dan Harapan Dalam Bingkai Kamera Untuk Sebuah Property Layak Bagi Pengungsi Perempuan


Mengabadikan Kehidupan Para Pengungsi Perempuan Dalam Bingkai Kamera dan Pemukiman Layak Untuk Mereka




“Orang yang paling picik adalah orang yang merendahkan cita-citanya”
 ( Umar Bin Khattab)

Jangan pernah bercita-cita rendah. Bermimpilah setinggi langit. Karena jika kau jatuh kau akan jatuh diantara bintang-bintang. Kata-kata ini sering menjadi penyemangat ketika saya sedang lelah dengan impian-impian yang belum terwujud. Saya membuat daftar impian saya dan memasukkannya ke sebuah kotak kaca. Saya menyebutnya Dream Box. 
Ini Dream Box saya ^_^


Ada satu impian saya yang dulu saya pikir terlalu muluk untuk seorang ibu Rumah tangga yang kariernya bisa di bilang mentok. Saya ibu beranak lima dan memilih metode Homeschooling untuk mengajari mereka. Hampir tak ada waktu untuk mengejar impian-impian aneh. Tapi saya yakin setiap doa-doa kita akan dikumpulkan oleh malaikat di langit dan menanti untuk dikabulkan satu persatu. Apa impian aneh saya itu. Saya ingin sekali mempunyai dokumentasi perjalanan – perjalanan ke tempat-tempat pengungsian dari negeri-negeri konflik. Ingin sekali menjadi videographer khusus pengungsi-pengungsi perempuan. Ingin sekali mengabadikan detil-detil wajah duka mereka dan menyampaikannya pada dunia. Pada perempuan-perempuan lain yang lebih beruntung.
 
menjadi satu-satunya emak2 diantara para peserta workshop pembuatan film dokumenter ^_^




Beberapa waktu lalu saya pernah terhubung dengan beberapa perempuan pengunsi dari Rohingya. Dan itu membuat banyak mimpi saya berubah. Selama ini hanya sedikit orang yang bersinggungan dengan perempuan pengunsi dari negeri-negeri konflik. Bagaimana kehidupan mereka di pengungsian dan bahkan duka mereka ketika menjalani peran ganda sebagai ibu dan sebagai ayah di Negara-negara lain jauh dari tanah air mereka. Saya juga menulis tentang pengungsi perempuan dari Suriah yang melarikan diri ke Malaysia. Rasanya ingin sekali bercerita banyak tentang perempuan-perempuan yang dilupakan ini pada dunia. Saya ingin membuat film dokumenter tentang kehidupan pengungsi perempuan. Untuk mewujudkan mimpi ini saya sampai mengikuti pelatihan pembuatan film dokumenter yang di isi oleh seorang videografer dari National Geographic. Kemampuan fotografi saya yang terbatas juga saya asah dengan mengikuti beberapa workshop fotografi. Diantaranya workshop Fotografi bersama National Geographic Indonesia dalam rangka " Jelajah Imaji Indonesia". 


Saya juga mengikuti seminar dan diskusi tentang Rohingya bersama Greg Constantine seorang fotografer yang mengabadikan pengungsi Rohingya selama 8 tahun. Saya sangat ingin menjadi bagian orang yang terlibat langsung dengan orang-orang terpinggirkan seperti para perempuan Rohingya. Saya yakin ada banyak kisah luar biasa di balik sikap diam dan pasrah yang mereka tampakkan. 


Di Libanon, tercatat ada sekitar 1 juta pengungsi Suriah. Sebanyak 80 persennya adalah perempuan dan anak-anak. Mereka tinggal berdesakan dalam apartemen murah, garasi dan bangunan yang belum selesai di kota-kota di seluruh negeri itu. Para pengungsi termiskin hanya mampu tinggal di tenda perkemahan tenda informal yang ada di pedesaan.

( http://international.sindonews.com/read/887498/43/pilu-wanita-suriah-jadi-psk-di-pengungsian).

Dalam krisis-krisis terkini, lagi-lagi wanita dikorbankan. Para perempuan Suriah di kamp-kamp pengungsian bahkan dijual melalui suatu laman Facebook, sebagaimana dilansir dari ANSAmed, 23 Mei 2014.
Hanya butuh beberapa ribu euro untuk membeli wanita-wanita Suriah, termasuk bocah-bocah perempuan, yang mengungsi dari negeri mereka dan hidup di kamp-kamp pengungsi, demikian dikabarkan oleh kelompok-kelompok hak azasi manusia (HAM) Arab.
Kelompok-kelompok HAM ini memberikan peringatan sehubungan dengan para wanita yang dijual melalui Facebook.
Fenomena ini bukanlah hal baru. Tahun lalu, terbit beberapa laporan yang menengarai adanya para perempuan Suriah yang hidup di kamp-kamp pengungsian di Yordania, Turki, dan Iran yang telah dijual kepada pria-pria dari negara-negara Arab, terutama dari kawasan Teluk. Kelompok-kelompok HAM juga menyingkapkan kasus-kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang korbannya termasuk bocah-bocah berusia 12 atau 13 tahun.
 ( http://news.liputan6.com/read/2054668/miris-perempuan-pengungsi-suriah-dijual-lewat-facebook).



anak-anak pengungsi Syria yang menjadi yatim
Foto: dokumen pribadi




seorang janda Syria dengan anaknya
foto: dokumen pribadi



Menurut Kementerian Imigrasi, yang dikutip dari Thomson Reuters Foundation, ada sekitar 1,33 juta pengungsi Rohingya di Bangladesh. Banyak dari mereka yang mengalami tindak kekerasan dan penganiayaan. Mereka juga tidak bisa berpergian, menikah atau bahkan sekadar untuk menerima layanan kesehatan tanpa izin pemerintah setempat. (http://www.bumisyam.com/tak-ada-hari-raya-bagi-pengungsi-rohingya.html/) 








pengungsian Suriah di Turki
images from: http://www.islampos.com/wp-content/uploads/2014/07/syrian-refugee-children-f-023.jpg?1d327d








Pengungsian warga Rohingya di Bangladesh
images from: here




Dan Oktober ini saya berencana mengikuti perjalanan Road For Peace Asia
peralatan 'perang' untuk pembuatan dokumentasi
dan film dokumenter  yang saya cicil dr hasil tabungan
mengunjungi  pengungsi masyarakat Rohingya di Asia. Semoga nanti perjalanan ini bisa memberi manfaat bagi saya dan juga banyak perempuan. Dan saya berharap dari setiap perjalanan itu nanti bisa memberi jalan untuk sebuah pemukiman layak bagi para perempuan pengunsi ini dan anak-anak mereka. Rumah yang nyaman. Rumah tempat mereka kembali dari lelahnya menjalani hidup. Rumah tempat mereka berkumpul dengan keluarga dan orang-orang yang mereka cintai. Rumah tempat mereka mendidik dan membesarkan anak-anak mereka. Rumah tempat mereka beribadah dengan nyaman. Rumah impian setiap perempuan normal. Rumah dengan air bersih yang cukup. Rumah dengan jendela besar. Rumah dengan sedikit tanah kosong di samping rumah tempat mereka berkebun di sore hari. Rumah dengan dapur nyaman tempat mereka memasak makanan untuk orang-orang terkasih. Rumah impian yang menjadikan bahagia mereka nyata. 







Sabtu, Agustus 23, 2014

Fray #Weekly Photo Challenge

Fray 
Drini Beach, Yogyakarta, Indonesia



Belajar Pasang Kancing dengan Kain Flanel #mainanedukatif

Si Ulil
Belajar memasang kancing dengan kain flannel



Karena si Zoe lagi semangat belajar warna dan berhitung maka si emak ini akhirnya bikin mainan yang mudah2an bisa bermanfaat buat si balita ceriwis ini. Yang pasti harus gampang di buat biasa #baladaemakpemalas J. Akhirnya si Ulil ini di buat juga. Oia mainan ini selain untuk belajar warna juga melatih motorik si kecil untuk masang kancing. Kan sekarang ceritanya si Zoe belajar salat di masjid jadi setiap berangkat ke masjid harus pake baju rapi yang biasanya pake kancing depan. Jadi mainan ini banyak manfaatnya. Kalo emaknya rajin sih sebenarnya bisa ditambahin angka yang djahit pake benang. Tapi ya itu tadi #baladaemakpemalas J.



Bahan:
1.     Flannel warna-warni. Sebenarnya bagus lagi kalau pakai kain warna-warni. Lebih aman untuk bayi.
2.     Pita
3.     Kancing baju besar. Karena saya ga nemu kancing besar akhirnya ndedel kancing bekas jas almamater UGM…haiyah, kuliah  cuman buat ambil kancing bajunya doank #pecahinkaca :P
4.     Jarum plus benang jahit
5.     Klo mau bagus bisa pake mata bonek atau klo ga ada pake aja kain flannel hitam u matanya.






Cara
1.     Potong kain bentuk bulat sebanyak warna kain. Beri lubang sebesar kancing baju.
2.     Pasang kepalanya dulu diujung pita. Kasih mata.
3.     Kemudian pasang kancing baju di ujung pita yang lain.
4.     Taraaaaa jadilah si Ulil.

Selamat mencoba 

Rabu, Agustus 20, 2014

Indonesian Traditional Toys #WordlessWednesday

 Indonesian Traditional Toys
Wordless Wednesday 



Saya suka membeli beberapa permainan tradisional Indonesia yang dijajakan berkeliling oleh para pedagang kecil. Harganya yang murah bukan berarti nilai seninya rendah. dulu saya kira mainan burung-burungan ini terbuat dari daun kelapa tapi ternyata tidak sodara-sodara. ini terbuat dari daun pandan laut yang biasanya digunakan untuk bahan baku bakul. dan Penjualnya jauh-jauh datang dari Lamongan sana untuk menjajakan barangnya di kota Yogyakarta. Sebuah perjuangan luar biasa untuk mencarai rejeki. Dan tanpa disadari oleh si penjual ia turut serta melestarikan warisan bangsa berupa permainan tradisional











dan permainan tradisional yang satu ini siap-siap bikin kita tidak bisa tidur siang. Berisiknya minta ampun. Tapi tetap saja dibelikan biar anak-anak menghargai permainan tradisional. oia ini pembuatannya rumit lo.....ga seperti yang terlihat :)

Otok-otok


















Kamis, Agustus 14, 2014

Home Education Untuk Balita



Panduan kegiatan anak Homeschooling
 usia Balita










Mengajari sendiri anak-anak dengan usia yang beragam tentu butuh trik tersendiri. Saya tidak bisa menyamakan materi terhadap anak-anak. Si sulung mulai menginjak five grade atau setara kelas lima SD. Si gadis kami mulai masuk first grade atau masuk SD. Dan si Zoe mulai belajar level TK A.
Biar kelihatan sibuk #tsaaah, emaknya ini menyusun materi dan kurikulum sendiri. Menggabungkan beberapa materi kemudian di sesuaikan dengan visi misi keluarga kami. 

Setiap anak di buatkan silabus. Dan semacam panduan kegiatan harian. Yaelah Bu koq kelihatan ribet ya. Eh jangan di bayangkan yang rumit ya. Silabus ala saya itu sederhana. Apalagi saya bukan berbasis guru. Jadi saya sesuaikan dengan kurikulum diknas aja. Gampang koq. Homeschooling itu sederhana. Intinya sih agar anak-anak nyaman dan MENIKMATI INDAHNYA MENUNTUT ILMU.







Di bawah ini rancangan kegiatan dan kurikulum sederhana ala Emak untuk Zoebair Abdurraheem ( 4 tahun) untuk satu semester atau enam bulan kedepan.  Ini bukan target ya hanya semacam panduan buat saya saja sih. Agar memudahkan mencari parameter sampai dimana kemampuan si Zoe ini ^_^. mungkin anak-anak yang lain bisa lebih cepat atau sedikit di bawah daftar ini kemampuannya. Dan itu bukan masalah besar ya 




Zoebair (4th, 31 july 2014)


Ad-Dien


1.       Hafal syahadat
2.       Mengenal rukun Islam
3.       Mengenal rukun Iman
4.       Hafal gerakan wudhu dan bs wudhu sendiri
5.       Meniru gerakan salat
6.       Hafal alfatihah, al-ikhlas, annaas, dan al-falaq
7.       Bisa ditambah 1-2 surat lain
8.       Mengenal huruf hijaiyyah
9.       Doa tidur, bangun tidur, makan, naik kendaraan, memakai baju, masuk dan keluar km (beserta adab masuk km).

Kemampuan motorik


1.       Membuat lingkaran
2.       Membuat garis tegak dan garis mendatar
3.       Menghubungkan titik-titik
4.       Mewarnai dengan rapi
5.       Menggunting plate besar
6.       Menempel dengan rapi
7.       Sudah bisa bersuci dari najis ( BAK dan BAB)
8.       Menyiapkan piring dan sendok sendiri ketika mau makan
9.       Mengembalikan piring dan gelas setelah makan ke tempat cuci piring
10.   Bisa mencuci tangan setelah makan


Kemampuan kognitif


1.       Mengenal warna
2.       Mengenal anggota tubuh
3.       Berhitung 1-10
4.       Huruf hijaiyyah
5.       Mengenal huruf latin A-Z
6.       Mengenal angka 1-10

Adab

1.       Menggosok gigi dengan benar (terutama sebelum tidur malam)
2.       Mengucap salam jika masuk rumah
3.       Salaman dan mencium tangan org yg lebih tua
4.       Meminta maaf
5.       Belajar antri
6.       Mengucapkan terimakasih
7.       Mengucapkan kata tolong jk memerlukan bantuan
8.       Hafal waktu2 salat. Diam sejenak jika mendengar adzan
9.       Menahan diri untuk tidak berlarian di dalam masjid dan majlis ilmu.
10.   Belajar mengungkapkan keinginan dengan berbicara
11.   Mencuci tangan sehabis bermain


 semoga sedikit ini bisa bermanfaat. Sebenarnya saya jarang memposting silabus keluarga kami. Khawatirnya nanti beberapa keluarga HS yang baru belajar malah bingung. Karena kegiatan Home Education masing-masing keluarga tentu sangat berbeda.