Rabu, April 30, 2014

Resensi buku Ummahatul Mukminin

Belajar menjadi wanita Shalihah dari istri-istri Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam  
(Resensi Buku Ummahatul Mukminin)



Penulis Buku     : Muhammad Fathi Mas’ad.
Judul asli : Ummahatul Mu’minin.
Cetakan Arab    : Darul Tauji’ wal Nasyr Islamiyah. Cet 1 : 1421 H / 2001 M.
Judul terjemahan : Ummahatul Mukminin (Isteri – Isteri Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, Ibunda Orang – Orang Beriman)
Cetakan Edisi Terjemahan : PustakaAl-Qowam. Cetakan 1 : Sya’ban 1434 H / 2013M.
Penerjemah : Irawan Raihan.
Editor : Laely Mucholishotin.
Tebal Buku : 255 halaman ditambah xvi halaman.
Harga : Rp 43.000


Halah, saudara perempuan Khadijah datang berkunjung ke Madinah. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam  yang mendengar suaranya di halaman rumah langsung terkejut. Suaranya mirip dengan suara Khadijah.

Nabi : Ya, Allah ternyata itu adalah Halah saudara Khadijah
Aisyah yeng cemburu berkata : “ Aku cemburu. Mengapa Engkau mengingat salah seorang dari sekian banyak wanita tua Quraisyy yang merah kedua pipinya dan sudah mati sekian tahun yang lalu. Bukankah Allah telah memberimu pengganti yang lebih baik daripada dia”

Nabi menahan marah sampai-sampai sebagian depan rambutnya berguncang dan kemudian bersabda: “ Allah tidak menggantiku dengan yang lebih baik dari pada dia. Dia beriman kepadaku ketika orang-orang mengkafiriku. Dia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku. Dia membantuku dengan hartanya ketika orang-orang menahan hartanya dariku. Allah mengaruniakan rejeki kepadaku dengan anak-anaknya ketika Dia menghalangiku mendapatkan anak-anak dari wanita selainnya” (diriwayatkan oleh Ahmad dalam musnadnya, VI/118. Haitsami bertutur pada Majma’uz Zawaid, IX/22, “sanad hadist ini hasan”.
 
si sulung yang saya minta secara khusus membaca buku Ummahatul Mukminin sebagai salah satu bentuk pendidikan tarbiyatul aulad keluarga kami 

Sulung saya pernah protes koq anak laki-laki di suruh membaca buku perempuan ( Ummahatul Mukmunin). Jawaban saya sederhana
“ Biar kamu belajar bagaimana besok besar bisa mencari pendamping hidup yang mempunyai prinsip mulia” saya sih belum yakin anak saya akan mengerti maksud saya sekarang. Tapi saya yakin bertahun-tahun mendatang ia akan mulai mengerti betapa pentingnya membaca buku ini.

membekali satu2nya anak gadis kami dengan kisah wanita mulia. Ummahatul Mukminin


saya menceritakan pada anak2 tentang kisah istri-istri Nabi
Buku Ummahatul Mukminin ini wajib di baca laki-laki maupun perempuan. Baik dia seorang muslim ataupun bukan. Sering kita dengar ketika banyak fitnah datang berkaitan dengan istri-istri nabi yang mulia. Nah buku ini menuliskanya dengan adil. Seperti cerita di atas. Digambarkan bagaimana cemburunya Aisyah dengan istri nabi yang pertama yakni bunda Khadijah Ra. Cemburu adalah hal yang alamiah terjadi pada seorang istri. Dan di buku ini tetap di ceritakan sisi itu. Seandainya kaum muslimin hanya menampakkan yang baik-baik saja dari istri-istri Rasulullah tentu cerita ini tidak lolos sensor. Tetapi buktinya riwayat ini menjadi salah satu kisah yang masyhur dikalangan periwayat hadist.

Dan riwayat di atas juga menceritakan bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam  tidak menikah hanya karena nafsu. Buktinya istri pertama Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam  sendiri adalah seorang janda dan berumur. Jadi satu lagi fitnah para pembenci Nabi terputus. Tetooot, anda gagal kali ini bung, hehehehe. Gitu kali ya kalimat yang tepat buat para pendusta agama yang hobbynya menebar fitnah.  


Senangnya lagi buku ini isinya kumplit-plit-plit. Isinya lengkap. Mulai dari kisah-kisahnya sampai periwayatnya dan kedudukan tentang hadist-hadist yang berkaitan dengan kisah-kisah didalamnya. Semua kisah didalam buku ini selalu dilampiri penjelasan lengkap baik periwayat sampai kedudukan hadistnya.
Jadi tidak seperti kebanyakan buku yang hanya mencantumkan sebuah hadist  yang diakhiri dengan kata ‘ sumber al-hadist’. Aish apa itu, ga jelas banget. Ga percaya? Coba buka bukunya. Dan cek kebenaran kisah-kisah di dalamnya.  Ga punya bukunya sini saya pinjamin ^.^….


buku Ummahatul Mukminin saya jadikan referensi saya dalam mengisi ta'limat
Bagi saya kebenaran sebuah sumber pengambilan ilmu dalam agama adalah mutlak. Terutama yang berkaitan dengan hadist. Harus jelas sanad dan matannya. Karena agama ini bukan bersumber pada pendapat manusia tetapi dari wahyu. 
Nah, buku Ummahatul mukminin ini sumber referensinya sangat jelas dan lengkap. Catatan kakinya lengkap. Oleh karena itu buku Ummahatul mukminin menjadi salah satu rujukan saya ketika saya mengisi tentang Sirah Ummahatul mukminin dan Shahabiyyah. Seperti beberapa waktu lalu saya mengisi kajian Muslimah Mahasiswa Pencinta Islam (MPI) Yogyakarta. Saya memakai rujukan kisah hidup bunda Hafshah binti Umar dari buku Ummahatul Mukminin ini.

Buku ini juga menjelaskan secara lengkap sanad para ummahatul mukminin. Mulai dari kalangan bangsawan sampai rakyat jelata. Dari kalangan aghniya’( orang kaya) sampai orang tak berpunya. Semua di gambarkan lengkap dan adil. Jadi terjawab fitnah dari kalangan penebar kedustaan yang mengatakan bahwa Rasulullah hanya menikahi kalangan bangsawan dan orang kaya.


Buku ini juga menjelaskan hikmah pernikahan nabi dengan setiap istrinya. Beruntunglah kita masih memiliki ulama yang hanif dan mulia. Karena banyaknya kisah tentang hikmah pernikahan Rasulullah yang di kupas oleh para ulama. Dan di buku ini kisah-kisah berhikmah itu bertebaran. 

Seperti salah satu kisah tentang hikmah pernikahan Rasulullah dengan bunda Maimunah binti Harist.
Syeikh Muhammad Rasyid Ridha bertutur: “ Diriwayatkan bahwa paman Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam yakni Abbas, menganjurkan kepada beliau untuk menikahi Maimunah, karena dia adalah saudara perempuan istrinya (istri Abbas) yakni, Ummu Fadl. Abbaslah yang kemudian mengakad nikahkan beliau dengan Maimunah, dengan seizin Maimunah. Andaikata Abbas tidak melihat adanya kepentingan yang besar dalam pernikahan itu, niscaya dia tidak akan memperhatikannya dengan perhatian yang seperti itu “ ( Nida’lil Jinsi Lathif fi Huquqin Nisa’ fil Islam, hlmn.84).

Jadi hikmah dengan pernikahan nabi dengan Maimunah adalah terwujudnya banyak kemaslahatan. Dimana nabi menjadi dekat denan bani Hilal yakni kaumnya Maimunah. Menreka mengagungkan keperwiraan diri, perlindungan dan pertolongan yang ada dalam diri Nabi. Sehingga mereka berbondong-bondong masuk ke dalam Islam dan menjadi penolong agama Allah. Subhanallah.

salah satu catatan kaki  yg menunjukkan lengkapnya refernsi buku ini

Bahkan di buku ini banyak dikisahkan riwayat-riwayat tentang kisah-kisah sederhana dan remeh tentang rumah tangga nabi dengan para istri beliau. Saya kasih spoiler lagi ya.
Ummu Salamah diriwayatkan sebagai perempuan yang sangat menyukai mencari ilmu dan kebenaran.

Ia bertanya kepada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam “ Wahai Rasulullah sesungguhnya saya adalah perempuan yan senang mengepang rambut, apakah sayaharus membuka jalinannya untuk mandi janabat?”.
Rasulullah menjawab
“ Tidak, sudah cukup bagimu untuk mencidukkan air diatas kepalamu tiga kali cidukkan, kemudian kamu menuangkan air diatasnya lantas kamu bersuci” HR. Muslim dalam bab Al – Haidh, IV/10, 11(330)



Banyak kisah lain yang penuh hikmah di buku ini. Lebih baik baca sendiri. Tidak akan pernah rugi jika membeli dan membaca buku seperti ini. Bisa di wariskan dan pahala selalu mengalir in shaa Allah. 

Dan sebagai penutup satu kritik saya untuk buku ini. Covernya yang tebal donk. Masak buku sebagus ini bersampul standar. Saya yakin buku bisa di wariskan sampai ke beberapa generasi. Kalau sampul tebal kan lebih awet. Barakallahufiekum.  

6 komentar:

  1. jadi pengen baca....tapi itu terbitan lama ya mak...mungkin sudah tidak diperjual belikan lagi ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih banyak kayaknya bukunya...saya beli di toko buku di solo itu :)

      Hapus
  2. itu yang warna orange quran ya mak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak Lid..yg orens itu Al-Qur'an :)

      Hapus
  3. Setuju... buku tsb memang tak hanya utk dibaca kaum perempuan aja, karena laki2 juga harus tahu isi buku tsb Mak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mak Ren..laki2 juga harus baca buku ini...HARUS! :)

      Hapus