Rabu, April 30, 2014

Resensi buku Ummahatul Mukminin

Belajar menjadi wanita Shalihah dari istri-istri Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam  
(Resensi Buku Ummahatul Mukminin)



Penulis Buku     : Muhammad Fathi Mas’ad.
Judul asli : Ummahatul Mu’minin.
Cetakan Arab    : Darul Tauji’ wal Nasyr Islamiyah. Cet 1 : 1421 H / 2001 M.
Judul terjemahan : Ummahatul Mukminin (Isteri – Isteri Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, Ibunda Orang – Orang Beriman)
Cetakan Edisi Terjemahan : PustakaAl-Qowam. Cetakan 1 : Sya’ban 1434 H / 2013M.
Penerjemah : Irawan Raihan.
Editor : Laely Mucholishotin.
Tebal Buku : 255 halaman ditambah xvi halaman.
Harga : Rp 43.000


Halah, saudara perempuan Khadijah datang berkunjung ke Madinah. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam  yang mendengar suaranya di halaman rumah langsung terkejut. Suaranya mirip dengan suara Khadijah.

Nabi : Ya, Allah ternyata itu adalah Halah saudara Khadijah
Aisyah yeng cemburu berkata : “ Aku cemburu. Mengapa Engkau mengingat salah seorang dari sekian banyak wanita tua Quraisyy yang merah kedua pipinya dan sudah mati sekian tahun yang lalu. Bukankah Allah telah memberimu pengganti yang lebih baik daripada dia”

Nabi menahan marah sampai-sampai sebagian depan rambutnya berguncang dan kemudian bersabda: “ Allah tidak menggantiku dengan yang lebih baik dari pada dia. Dia beriman kepadaku ketika orang-orang mengkafiriku. Dia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku. Dia membantuku dengan hartanya ketika orang-orang menahan hartanya dariku. Allah mengaruniakan rejeki kepadaku dengan anak-anaknya ketika Dia menghalangiku mendapatkan anak-anak dari wanita selainnya” (diriwayatkan oleh Ahmad dalam musnadnya, VI/118. Haitsami bertutur pada Majma’uz Zawaid, IX/22, “sanad hadist ini hasan”.
 
si sulung yang saya minta secara khusus membaca buku Ummahatul Mukminin sebagai salah satu bentuk pendidikan tarbiyatul aulad keluarga kami 

Sulung saya pernah protes koq anak laki-laki di suruh membaca buku perempuan ( Ummahatul Mukmunin). Jawaban saya sederhana
“ Biar kamu belajar bagaimana besok besar bisa mencari pendamping hidup yang mempunyai prinsip mulia” saya sih belum yakin anak saya akan mengerti maksud saya sekarang. Tapi saya yakin bertahun-tahun mendatang ia akan mulai mengerti betapa pentingnya membaca buku ini.

membekali satu2nya anak gadis kami dengan kisah wanita mulia. Ummahatul Mukminin


saya menceritakan pada anak2 tentang kisah istri-istri Nabi
Buku Ummahatul Mukminin ini wajib di baca laki-laki maupun perempuan. Baik dia seorang muslim ataupun bukan. Sering kita dengar ketika banyak fitnah datang berkaitan dengan istri-istri nabi yang mulia. Nah buku ini menuliskanya dengan adil. Seperti cerita di atas. Digambarkan bagaimana cemburunya Aisyah dengan istri nabi yang pertama yakni bunda Khadijah Ra. Cemburu adalah hal yang alamiah terjadi pada seorang istri. Dan di buku ini tetap di ceritakan sisi itu. Seandainya kaum muslimin hanya menampakkan yang baik-baik saja dari istri-istri Rasulullah tentu cerita ini tidak lolos sensor. Tetapi buktinya riwayat ini menjadi salah satu kisah yang masyhur dikalangan periwayat hadist.

Dan riwayat di atas juga menceritakan bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam  tidak menikah hanya karena nafsu. Buktinya istri pertama Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam  sendiri adalah seorang janda dan berumur. Jadi satu lagi fitnah para pembenci Nabi terputus. Tetooot, anda gagal kali ini bung, hehehehe. Gitu kali ya kalimat yang tepat buat para pendusta agama yang hobbynya menebar fitnah.  


Senangnya lagi buku ini isinya kumplit-plit-plit. Isinya lengkap. Mulai dari kisah-kisahnya sampai periwayatnya dan kedudukan tentang hadist-hadist yang berkaitan dengan kisah-kisah didalamnya. Semua kisah didalam buku ini selalu dilampiri penjelasan lengkap baik periwayat sampai kedudukan hadistnya.
Jadi tidak seperti kebanyakan buku yang hanya mencantumkan sebuah hadist  yang diakhiri dengan kata ‘ sumber al-hadist’. Aish apa itu, ga jelas banget. Ga percaya? Coba buka bukunya. Dan cek kebenaran kisah-kisah di dalamnya.  Ga punya bukunya sini saya pinjamin ^.^….


buku Ummahatul Mukminin saya jadikan referensi saya dalam mengisi ta'limat
Bagi saya kebenaran sebuah sumber pengambilan ilmu dalam agama adalah mutlak. Terutama yang berkaitan dengan hadist. Harus jelas sanad dan matannya. Karena agama ini bukan bersumber pada pendapat manusia tetapi dari wahyu. 
Nah, buku Ummahatul mukminin ini sumber referensinya sangat jelas dan lengkap. Catatan kakinya lengkap. Oleh karena itu buku Ummahatul mukminin menjadi salah satu rujukan saya ketika saya mengisi tentang Sirah Ummahatul mukminin dan Shahabiyyah. Seperti beberapa waktu lalu saya mengisi kajian Muslimah Mahasiswa Pencinta Islam (MPI) Yogyakarta. Saya memakai rujukan kisah hidup bunda Hafshah binti Umar dari buku Ummahatul Mukminin ini.

Buku ini juga menjelaskan secara lengkap sanad para ummahatul mukminin. Mulai dari kalangan bangsawan sampai rakyat jelata. Dari kalangan aghniya’( orang kaya) sampai orang tak berpunya. Semua di gambarkan lengkap dan adil. Jadi terjawab fitnah dari kalangan penebar kedustaan yang mengatakan bahwa Rasulullah hanya menikahi kalangan bangsawan dan orang kaya.


Buku ini juga menjelaskan hikmah pernikahan nabi dengan setiap istrinya. Beruntunglah kita masih memiliki ulama yang hanif dan mulia. Karena banyaknya kisah tentang hikmah pernikahan Rasulullah yang di kupas oleh para ulama. Dan di buku ini kisah-kisah berhikmah itu bertebaran. 

Seperti salah satu kisah tentang hikmah pernikahan Rasulullah dengan bunda Maimunah binti Harist.
Syeikh Muhammad Rasyid Ridha bertutur: “ Diriwayatkan bahwa paman Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam yakni Abbas, menganjurkan kepada beliau untuk menikahi Maimunah, karena dia adalah saudara perempuan istrinya (istri Abbas) yakni, Ummu Fadl. Abbaslah yang kemudian mengakad nikahkan beliau dengan Maimunah, dengan seizin Maimunah. Andaikata Abbas tidak melihat adanya kepentingan yang besar dalam pernikahan itu, niscaya dia tidak akan memperhatikannya dengan perhatian yang seperti itu “ ( Nida’lil Jinsi Lathif fi Huquqin Nisa’ fil Islam, hlmn.84).

Jadi hikmah dengan pernikahan nabi dengan Maimunah adalah terwujudnya banyak kemaslahatan. Dimana nabi menjadi dekat denan bani Hilal yakni kaumnya Maimunah. Menreka mengagungkan keperwiraan diri, perlindungan dan pertolongan yang ada dalam diri Nabi. Sehingga mereka berbondong-bondong masuk ke dalam Islam dan menjadi penolong agama Allah. Subhanallah.

salah satu catatan kaki  yg menunjukkan lengkapnya refernsi buku ini

Bahkan di buku ini banyak dikisahkan riwayat-riwayat tentang kisah-kisah sederhana dan remeh tentang rumah tangga nabi dengan para istri beliau. Saya kasih spoiler lagi ya.
Ummu Salamah diriwayatkan sebagai perempuan yang sangat menyukai mencari ilmu dan kebenaran.

Ia bertanya kepada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam “ Wahai Rasulullah sesungguhnya saya adalah perempuan yan senang mengepang rambut, apakah sayaharus membuka jalinannya untuk mandi janabat?”.
Rasulullah menjawab
“ Tidak, sudah cukup bagimu untuk mencidukkan air diatas kepalamu tiga kali cidukkan, kemudian kamu menuangkan air diatasnya lantas kamu bersuci” HR. Muslim dalam bab Al – Haidh, IV/10, 11(330)



Banyak kisah lain yang penuh hikmah di buku ini. Lebih baik baca sendiri. Tidak akan pernah rugi jika membeli dan membaca buku seperti ini. Bisa di wariskan dan pahala selalu mengalir in shaa Allah. 

Dan sebagai penutup satu kritik saya untuk buku ini. Covernya yang tebal donk. Masak buku sebagus ini bersampul standar. Saya yakin buku bisa di wariskan sampai ke beberapa generasi. Kalau sampul tebal kan lebih awet. Barakallahufiekum.  

Kamis, April 24, 2014

Bersama Emak School menuju Indonesia Move On




Emak School

for 

Indonesia Move On



Sebagai emak dari kampung rasanya kata pemberdayaan masyarakat itu adalah kosakata dari planet Alien sana. Jauh dan tak terjangkau, hehehe. Ia serupa dengan makanan aneh yang saat ini menjamur di mal-mal. Mahal dan rasanya aneh (jangan protes, namanya juga emak kampung, jadi lidahnya cuman cocok dengan sayur asem dan sambal terasi).


Saya tinggal di kampung dengan pemukiman yang beragam. Di dusun Besalen, Ngipik, Baturetno, Banguntapan, Bantul Yogyakarta. Tetangga saya mulai dari pejabat dari kejaksaan, pedagang, petani gurem alias buruh tani, tukang cuci dan pengangguran. Saya khawatir jika saya membawa-bawa kata smart dalam lingkungan saya bisa-bisa saya di kira tukang sales panci yang biasanya ngider di kampung kami. Biasanya tukang panci ini merayu bu RT kami dan meminta sang ibu yang berkuasa di kampung kami ini agar mengumpulkan para ibu untuk mendengarkan penjelasan dan demo tentang betapa panci-panci di rumah kita hari ini sangat tidak sehat. Tidak memenuhi standart kesehatan dan sebaiknya diganti dengan panci baru yang harganya setara dengan harga kambing atau anak sapi. Gila. Ckckck. Tapi karena di kampung ya ternyata edisi arisan panci ini ya laku juga. Hehehe.

Saya sendiri sebagai ibu rumah tangga yang biasa-biasa saja merasa hal itu lumrah saja. Apa iya arisan panci saja ya dilarang?. Tetapi mamak saya yang lebih kampung dan ndeso dibandingkan saya malah nyinyir. Menuding-nuding saya dengan telunjuknya. Masak kamu sarjana tapi cuman plonga-plongo di kibulin sales panci. Seharusnya kamu dengan gelar sarjana itu bisa lebih baik lagi ceramah di depan para ibu dan mengajak mereka lebih daripada hanya sekedar arisan panci. Ini kata mamak saya lho.

saya dan anak-anak

Jujur saya sendiri sibuk mengurus keluarga. Anak saya lima dan kami pelaku Homeschooling alias bersekolah dirumah. Rasanya bisa habis energi jika harus sibuk mengurus orang lain. Tapi apa iya saya tidak bisa melakukan apapun untuk #IndonesiaMoveOn. Paling tidak ketika saya tidak bisa membantu dengan dana saya bisa berbagi dengan pikiran dan sedikit tenaga. 

si emak yang kemana-mana selalu menggendong baby

Saya jadi mikir juga. Dahi dikerut-kerutkan. Tanda berpikir sedikit keras (ssssttt, padahal itu memang faktor umur, alias sudah tua). Sering saya melihat para ibu-ibu di kiri kanan ini punya banyak waktu untuk mengobrol tentang banyak hal. Mirisnya mengaku sering ga punya waktu untuk membuat sekedar camilan sehat untuk anak-anak dan memilih menjejalkan anak-anak dengan jajanan tidak sehat ala warung. Bahkan sering saya melihat para ibu ini membelikan para suami mereka sebungkus rokok tetapi mengaku tidak mampu membeli se-sachet susu. Miris binti menyedihkan….oh Indonesia. Kalau saya berkoar-koar ini semua salah pemerintah dan pejabat yang ga mau peduli sama rakyat kecil koq rasanya saya ga jauh beda dengan para pejabat itu yaaaa. Jika ingin #IndonesiaMoveOn ya saya duluan yang harus MOVE ON, cling, itu dia kata kuncinya.
kelas EMAK SCHOOL kami

Setelah putar otak, putar badan, putar mata, akhirnya dengan memanfaatkan posyandu yang tertib muncul sebulan sekali. Dan dipastikan para ibu – ibu ini hadir karena ada pembagian makan gratis. Setelah bekerjasama dengan dukuh kami yang seorang perempuan, saya bergerak.Maka di mulailah kelas parenting kami. Jangan bayangkan kelas ini ala parenting class mahal yang biasanya di adakan di hotel-hotel dengan sponsor wah dan gudibek seabrek ya. Kelas kami ini hanya sebuah pojokan TK PKK di kampung kami. Beralas sebuah tikar butut dan kertas fotokopian sebagai makalah. Wah berasa smart sudah judulnya. Dan kami menamakan kelas kami dengan Emak School.

Kelas ini berisi para ibu-ibu di kampung saya. Jadi setiap sebulan sekali duduklah saya dengan manis membawakan materi tentang pendidikan anak, hidup sehat, pelatihan wirausaha kecil-kecilan dan banyak hal diselingi dengan cekikikan para ibu tetangga yang ramai menimpali obrolan kami. Awalnya sih pesimis para ibu ini peduli tetapi setiap bulan kelas kami selalu ramai dan ditunggu-tunggu.


Melihat betapa para ibu ini bersemangat meluangkan waktu untuk belajar saya jadi merasa bahwa sebenarnya mereka adalah ibu-ibu yang smart. Gimana ga smart coba, dengan segala keterbatasan mereka mau belajar banyak hal, kalau bukan SMART apa namanya?.

Saat ini bahkan dengan usulan salah satu ibu kami membuat stiker “ Dilarang merokok didalam rumah. Di rumah ini ada ibu hamil, bayi, balita dan lansia”. Sebagai sentilan kepada para bapak yang bal-bul setia dengan rokoknya membuang asap di dalam rumah.

Harapannya semoga kelas Emak School ini bisa terus berjalan dan berkembang. Sehingga lebih banyak perempuan tercerahkan. Dan lebih banyak keluarga yang mendapatkan manfaatnya. Aamiin. Dan senangnya saat ini banyak teman terutama dari kalangan perempuan juga yang bersedia membantu menjadi relawan.


Dan semoga saja apa yang saya lakukan dengan Emak School ini bisalah di sebut dengan pemberdayan masyarakat seperti yang sukses di galangkan oleh teman-teman dari #DompetDhuafa. Seperti visi #DompetDhuafa yang tercantum di websitenya www.dompetdhuafa.org 
Terwujudnya  masyarakat berdaya yang bertumpu pada sumber daya lokal melalui sistem yang berkeadilan
Dan harapannya dengan masyarakat yang berdaya mengantarkan kita menjadi pribadi #IndonesiaMoveOn. 

Rabu, April 23, 2014

Mothercare dan Early Learning Center, Hadir di Yogyakarta


Mothercare dan ELC sekarang hadir di Yogyakarta





Public Relation Kenmo Retail, Diana Riasari
untuk Kanmo Retail Grup bisa di cek di kanmoretail.com
Kamis, 17 April 2014 kemarin Mothercare (retailer global nomor satu pasar ibu, bayi dan anak-anak asal Inggris) dan ELC (Early Learning Center) meresmikan gerai pertamanya di Yogyakarta. ELC   sendiri adalah sebuah produsen mainan anak internasional yang berpusat di UK. Sebagai sebuah brand ternama tentu saja ELC bukanlah brand ecek-ecek. Komitmen mereka untuk menghadirkan segala macam bentuk permainan untuk anak memang perlu mendapat pujian.
Vice President Mothercare dan Early Learning Center
sedang jumpa pers bersama awak media 
Public Relation Mothercare, Bianca Febriana
Gathering media di buka oleh mbak Diana Riasari selaku Public Relationnya Kenmo Retail di House of Balconi Ambarukmo Plaza. Dan sepanjang acara saya langsung manggut-manggut oleh penjelasan dari pihak Mothercare dan ELC. Saya dan Kumpulan Emak-Emak Blogger juga mendapat kesempatan meninjau langsung gerai Mothercare dan ELC di lantai dua.




semua kebutuhan orang tua dan anak tersedia lengkap
Whuaaaa….produk-produk Mothercare and ELC bikin emak yang satu ini langsung mupeng berat. Langsung deh berkeliling muter-muter counter Mothercare and ELC sambil megang dompet dan dua lembar voucher dari Mothercare….kyaaaaaa langsung main mata. Apalagi sebagai seorang mamak yang peduli dengan pendidikan anak tentu saja selama ini saya tidak asal comot mainan anak. Yang pasti setiap mainan yang masuk list belanjaan kami harus lolos kriteria sebagai mainan yang safety buat anak-anak, bernilai edukatif dan membantu anak-anak untuk berkembang lebih kreatif, cerdas dan mandiri.




display busana ibu dan anak yang lengkap
Mothercare

Untuk produk ibu dan anak Mothercare, saya benar-benar mengacungi dua jempol untuk brand yang satu ini.
seperti kata mbak Bianca selaku Public Relationnya Mothercare pengalaman brand ini sudah teruji lebih dari 50 tahun. Sehingga mengukuhkan namanya sebagai penyedia segala kebutuhan ibu, bayi dan anak. Jadi wajarlah jika Mothercare berani menempatkan diri sebagai sahabat bagi para orangtua dan berusaha membantu hidup mereka lebih mudah. Saat ini Mothercare mempunyai lebih dari 1200 toko yang tersebar di 55 negara. Aaaakkkk…kerennnn ini mah.
semua feeding set Mothercare di jamin aman untuk bahan makanan
Hebaaat :)

Oia di Mothercare para emak dapat menemukan semua keperluan ibu hamil, bayi sampai anak usia 8 tahun di satu tempat. Mulai maternity, babywear, travel, home safety, nursery, bath time, feeding dan playtime. Semua ada. Dan tentu saja dengan kualitas terbaik yang sudah teruji secara  internasional. 
produk perawatan kulit bayi dari Mothercare. Sudah teruji secara klinis aman bagi kulit bayi dan anak.
dan menggunakan bahan organic...kereeen ga tuh Mak ^_^

semua produk mainan Mothercare dan ELC
di lengkapi petunjuk umur dan penggunaan dan aman untuk anak-anak
Bahkan di tahun 2013 kemarin  Mothercare memperoleh penghargaan dari majalah Mother & Baby Reader’s Choice Award 2013 sebagai pemenang favorit 1 untuk berbagai katagori diantaranya: produk busana hamil, Produk busana bayi, produk sepatu anak dan produk anak. Tak hanya itu Mothercare juga menggondol penghargaan “ Produk Perlengkapan Perjalanan Bayi terfavorit” versi Ayahbunda Community Award 2013. Wuiih keren ya. Ayoooo yang suka travelling dan punya baby jangan travelling dulu sebelum mampir di gerainya Mothercare ya. Ayo di borong ya Maaak….semua ada pokoknya…..^.^ 
Mothercare juga menyediakan produk "music for babies" juga looo...hihihihi

ELC  


Nah buat emak yang sayang anak dan juga peduli tumbuh kembang anak maka permainan di ELC adalah pilihan tepat. seperti kata mbak Lina selaku Vice President Mothercare dan Early Learning Center.
petugas yang ramah dalam melayani pelanggan
bahkan ketika si emak ini cerewet menukar vouchernya ^_^
Produk ELC sendiri tersedia dalam berbagai katagori, ada: Baby and Toddler, let’s pretend, sport and activity, puzzle & games, action &adventure, art & creativity, making music, and learning and books. Dan seperti juga Mothercare tahun 2013 lalu ELC memperoleh penghargaan dari Mother and Baby Reader’s untuk kategori “ The Most Favourite Toys for Kids 1-5 year old dan Ayahbunda Community untuk “ Mainan Terfavorit”. Nah lo, terlihat kan kalau mainan anak produk ELC di akui banyak orang tua.

 Jadi buat para emak kalau mau mencari produk yang berkaitan dengan ibu dan anak juga permainan berkualitas terbaik langsung saja datang ke gerainya Mothercare dan ELC di Ambarukmo Plaza Yogyakarta. bahkan Bu Lina sendiri menjamin bahwa brand mereka menyediakan garansi dan after service untuk produk merek. Lengkap sudah kalau begini pelayanannya.  dan kalau mau tanya-tanya bisa langsung mensyen di twitland lo dan langsung di tanggapi sama pihak Mothercare dan ELC. 

mampir saja di twitternya Mothercare dan ELC

atau langsung kunjungi website mereka di mothercare.co.id


Dan senangnya hari itu selain mendapat banyak informasi saya membawa pulang banyak oleh-oleh 

belanjaan saya hari itu...yihaaaa #nyengirlebar :D

selfie dimanapun berada wkwkwkwk :D




isi goodiebag saya







Selasa, April 22, 2014

Jalan-Jalan Yuuk ! ke Resort World Sentosa

 Kalau Jalan-jalan 

ke

 Resort World Sentosa, Singapore


images from here



Sebagai mamak kampung pengenlah sekali-kali ngajak anak sulung saya abang Osama untuk jalan-jalan keluar negeri. Mosok mentang-mentang tampang ndeso jalannya ga jauh-jauh dari hutan dan pantai. Sebagai keluarga penganut homeschooling tentulah jalan-jalan adalah mata kuliah wajib keluarga kami. Seperti falsafah hidup kami “ Belajar sesungguhnya adalah membaca lebih banyak, mengunjungi lebih banyak tempat dan bertemu banyak orang”. Ya sesederhana itu makna belajar bagi kami. Tentu saja jika mendapat kesempatan mengunjungi Singapore ada banyak hal yang bisa kami pelajari di sana. Paling tidak anak saya belajar untuk tidak menjadi jago kandang. Belajar untuk mandiri di negeri orang dan menyerap banyak budaya positif bangsa lain.


Tujuan pertama jika berlibur di Pulau Sentosa yang di kelola oleh Resort World Sentosa tentu saja Universal Studio.
images from here

Keliling sampai kaki pegal dan dan mata merah karena ga mau kedip dan Selfie sampai meriang-meriang ^.^. Kalau perlu langsung update status terbaru lengkap dengan foto berlatar tulisan Universal Studio yang cetar badai itu. Wkwkwkwk.

sementara ini mejeng dulu dengan replika gabusnya si Optimus ^_^

Anak mana sih yang ga pengen melihat langsung  wahana dan pertunjukkan modern dari film-film kerennya Hollywood. Bisa ngelus-ngelus gengnya  Transformer  dan langsung foto di depan si Bumblebee atau Optimus dengan ukuran asli….kyaaaa impian yang kayaknya bakalan lama bisa terwujud kalau menunggu di Indonesia. Menjerit sepuasnya ketika masuk The Lost World nya Jurasic Park. Dan lompat-lompat kegirangan waktu liat gengnya Madagascar. Whuaaaa #nangiskenceng2 deh.


images from here


 Dan yang tak ketinggalan mengunjungi SEA Aquarium Marine Life Park
images from here
Mengajak si sulung melihat keajaiban dunia bawah laut dalam sebuah akuarium raksasa terbesar dunia. Mengagumi secara langsung lebih dari 800 spesies bawah laut. Mulai dari Giant Manta yang mengagumkan. Melawan kengerian dengan bertatap langsung dengan 200 ikan hiu lengkap dengan mitos-mitos yang mengiringinya.  Atau hanya sekedar berputar-putar di sekeliling terumbu karang warna-warni dan hahahihi menggoda belut Moray yang melegenda itu.

Dan buat emaknya cukuplah bisa mendapatkan tidur nyenyak di kamar sambil menikmati suasana laut di Beach Villas. Bayangkan seorang emak pecinta pantai dan laut ini melihat air laut dari tempat tidur. Berasa Coleopatra #eh ( bukannya Coleopatra tinggalnya ga deket laut Mak?) whateverlah :).....

ini Beach Villas itu...Wuih banget kan ((:

images from here



Keajaiban alam yang wah dan benar-benar pelajaran berharga bagi seorang anak yang tidak bersekolah formal. Semua tempat yang kami kunjungi akan benar-benar menjadi rekaman ilmu pengetahuan yang sangat luar biasa bermanfaat bagi kehidupannya kelak. Aamiin.


Semoga kesempatan itu bisa datang melalui cerita ini. Seperti kata pepatah bijak “ Jika rejeki tak akan kemana” meskipun akhirnya bukan lewat jalan ini maka ada banyak kesempatan lain yang bisa mengantarkan impian kami. Namun tak ada kata gentar sebelum berperang. Semoga saja tulisan ini menjadi jalan terwujudnya impian seorang mamak kampung ini. Aamiin. 

Rabu, April 02, 2014

Wordless Wednesday, How Wonderful Life?




Wonderful Life



"follow your bliss and the universe  will open the doors for you where there were only walls"
(Joseph Campbell)






Only life lived for others is life worth while

(Albert Einstein) 







Happines is not something you postpone for the future 
it is something you design for present

(Jim Rohn)



Selasa, April 01, 2014

Cara membuat Passpor Anak di Kota Yogyakarta

Cara Mudah bikin Passpor Ga pake Calo 


suasana ruang tunggu kantor Imigrasi Yogyakarta

Seperti janji saya pada anak-anak. Tahun 2014 ini mereka dibuatkan passport. Jalan-jalan keluar negerinya belum tau kapan. Yang penting punya passport dulu. Mudah-mudah-an rejeki sehingga bisa dapat tiket murah. Aamiin. Hahaha. ….

daftar harga pembuatan passpor




Untuk wilayah Yogyakarta. Kita harus datang ke kantor Imigrasi kelas 1  yang beralamat di Jl. Solo km 10. Yogyakarta. Tepatnya di depan bandara Adisutjipto Yogyakarta. Berkas yang dipersiapkan adalah:
1.     KTP
2.     Kartu keluarga/KK/C1
3.     Akte kelahiran/ ijazah terakhir (pilih salah satu)
4.     Surat nikah/akte perkawinan/surat baptis
5.     Surat rekomendasi bagi PNS/TNI/Polri/karyawan
Untuk anak-anak di bawah 17 tahun
1.     KTP kedua orang tua
2.     KK
3.     Akte kelahiran anak
4.     Surat nikah orang tua
5.     Surat pernyataan orang tua (materai)
6.     FC paspor orang tua (jika ada)
Semuanya  berkas di FC dan dilampirkan pula dokumen asli kedalam map yang sudah kita dapatkan di bagian pendaftaran.


Map berisi berkas dan no antrian 
Pertama-tama. Mintalah formulir pendaftaran pada petugas. Berupa map kuning dan berisi formulir pendaftaran. Kemudian mintalah nomor antrian. Lalu antri sambil mengisi formulir. Saran saya sih antri agak pagian. Soalnya di kantor Imigrasi Yogyakarta rata-rata pemohon 160-180 berkas perhari. Gilaaak…pada mau kemana sih orang Jogja? ….hahaha. sebaiknya sih tidak membawa anak kecil kecuali mereka yang dibuatkan paspor. Bawalah buku dan makanan ringan. Pengalaman saya saja. Nunggunya dari jam 10 sampai jam 3 an….asli, boseeeeennnnn banged….:D. anak-anak saja sampai mati gaya. Mau nangis sudah ga bisa. Hahaha. Nah setelah dipanggil baru tunjukan berkas2 milik kita. Untuk pemilik nama kurang dari tiga suku kata harus menambahkan nama lagi dibelakang nama kita. Biasanya diambil dari nama ayahnya. Ohya boleh mencantumkan nama alias lho. Wkwkwkwk. Nah setelah itu kita akan mendapat kertas tanda terima.


Map yang diminta di front office



berkas yang harus di isi 

Lalu dengan membawa formulir itu kita bisa membayar di Bank BNI terdekat. Jadi ceritanya urusan kita hari itu sudah selesai. Kemudian datang lagi tiga hari kemudian untuk foto dan wawancara. Ohya jangan lupa bayar dulu di Bank BNI ya. Biayanya sangat murah. Biaya passport: 200ribu ditambah jasa TI Biometrik 55ribu. Total hanya 255 ribu. Tetapi ada yang leawat agen (bahasa kerennya calo). Hanya rogoh kantong mulai 500rb-1 jeti. Dan sehari jadi. Nah, kalo lewat jalur biasa jadinya semingggu setelah foto.





Lalu kita datang lagi ke kantor imigrasi dengan membawa tanda bukti sudah membayar di Bank BNI. Kemudian antriiii lagiiiii bo. Kali ini antri untuk foto dan sesi wawancara. Oia, untuk yang berhijab sebaiknya memakai hijab yang menampakkan alis dengan jelas. Entar setelah foto sidik jari kita dipindai juga. Kemudian antri untuk wawancara. Jangan bayangin pertanyaannya njelimet ya. Santai aja. Saya yakin anak-anak bisa melewatinya dengan senang. Pertanyaannya standar koq. Kayak nama, bikin paspor buat apa ( buat ngelamar kerja #eh)….ya sekitaran itulah pertanyannya.

berkas yang harus di bayar ke Bank BNI (harus bank BNI ya)

Taraaaaaa, seminggu kemudian passport kita sudah jadi sodara-sodara sebangsa dan setanah air. Horeeeee. Sekarang kencengin ikat pinggang buat nabung ya Nak. Ehm :D