Weekly Photo Challenge, Reflections



Reflections - snoitcelfeR




Al-Mujahidin Masque, Yogyakarta State University, Indonesia

How people treat  other people is a direct reflection
 of how they feel about themselves









Everything in your life is a reflection 
of a choice you
Have made of you
Want of Different 
result make 
Different Choice


Wordless Wednesday "Couple"

Couples


I Love seeing Couples







Love is what is left  in relationship when the selfishness is taken out









Never let the things You want make You forget
 The things You have








Remember, When you forgive you heal. And when you let go you Grow





We are only as blind as we want to be







Hold my hand my Brotha...:D
#edisiakur 






"Love is what makes you smile when you are tired"
 (Paulo Coelho)


Bapukung, Buaian ala Masyarakat Dayak

Bapukung, Buaian ala Masyarakat Dayak

Dok.Pribadi


Sebagai orang Dayak saya mempunyai kebiasaan dan tradisi tertentu yang tetap saya jalani hingga hari ini. Meskipun Dayak saya Muslim lo. Dan suku Dayak Bakumpai memang dikenal sebagai suku Dayak Muslim di Kalimantan. Bahkan suku Dayak Bakumpai dikenal sebagai pejuang-pejuang tangguh yang membantu Pangeran Antasari dari Kesultanan Banjar dalam mengusir tentara Belanda. Kapan-kapan saya akan berbagi kisah tentang “Wangkang, Sang Hulubalang” kisah seorang panglima dari Dayak bakumpai yang ikut bertempur bersama P. Antasari. Sekarang saya hanya ingin berbagi sedikit tradisi masyarakat Dayak dalam mengasuh anak.



Seperti kebanyakan masyarakaat Indonesia pada umumnya. Seusai bayi lahir biasanya bayi di ‘bedong’ atau dibungkus kain dengan sedikit erat sehingga membuat bayi nyaman dan hangat. Nah masyarakat Dayak memiliki kebiasaan menidurkan bayi dengan “ Bapukung”. Bapukung sendiri adalah menidurkan bayi di ayunan kain yang kemudian bayi ditidurkan didalamnya kemudian di ikat dengan kain lain di luarnya. Sambil di ayun dan di nyanyikan atau di bacakan shalawat atau syair-syair tentang perjuangan berbahasa Dayak, atau cerita-cerita tentang fable, dongeng atau dan sekedar dendang pengantar tidur. Ada beberapa syair yang sering didendangkan ibu saya ketika mengayun anak-anaknya dalam buaian ini


dok. milik Bang Budi Dayak Kurniawan 


Nah, tradisi Bapukung ini sampai hari masih saya terapkan pada anak-anak saya. Kelima anak saya mengalami “bapukung’ ketika masih bayi. Sebenarnya ini semacam pelampiasan karena saya tidak pandai membedong bayi. Hehehehe….suami saya yang asli Jogja awalnya khawatir jika bepukung ini nanti malah mencederai bayi kami. Tapi akhirnya si bapak malah menikmati proses mempukung bayi kami. Karena bayi yang di tidurkan dengan cara di pukung ini tidurnya lebih nyaman dan lama banget. Bahkan sampai bayi saya itu kalau di pukung sampai ngiler saking enaknya tidur. Syaratnya satu saja ayunannya di ayun terus. Hehehehe….
Bapukung ini sebenarnya sederhana. hanya memanfaatkan dua buah kain panjang, Jawa= Jarik, Dayak= Bahalai, Banjar= Tapih. satu kain di gunakan sebagai ayunan kemudian kain yang lain digunakan untuk mengikat bayi. saya tidak bisa menemukan kata yang pas untuk istilah mempukung ini dalam bahasa Indonesia. jadi mempukung ini adalah mengikat bayi dengan pas tapi tidak menyakitkan si bayi. namun ikatan tetap kuat dan aman bagi bayi. bayi di posisikan setengah duduk dengan kaki agak lurus. dulu saya kurang begitu ahli melakukan tradisi pukung-mempukung ini. Namun sekarang setelah semua anak saya mengalami proses ini, saya bisa melakukannya dengan cepat dan tetap safe. banyak tetangga kiri kanan di Jogjakarta yang mengeluhkan perlakuan saya pada bayi saya. mereka khawatir ini membahayakan dan merusak postur tubuh anak kelak. Tapi saya jamin, in shaa Allah ini aman. Ini adalah tradisi ratusan tahun masyarakat Dayak dan terbukti aman hingga hari ini. In shaa Allah. dan saya berjanji saya akan mengajarkannya pada anak-anak saya kelak tentang tradisi "Bapukung" ini. saya sih berharap tradisi masyarakat Dayak ini masih bisa berlangsung terus dan di lakukan oleh suku Dayak sendiri bagi anak-anak mereka. 


Saya sampai hari ini belum menemukan ada berita tentang bayi yang cedera karena tradisi ini….jadi saya yakin ini aman dan salah satu dari kekayaan local yang perlu di lestarikan oleh masyarakat Dayak….



Salam…” Tempun Petak Nana Nyaran” 

Tips menghafal Qur'an untuk-untuk anak Visual


Menghafal Qur'an dengan Mudah


dokumen pribadi

Di Sekolah rumah kami tidak ada patokan kurikulum yang spesifik. Tapi saya sangat menekankan anak-anak untuk mencintai Alqur’an dan akhlaq mulia. Dan susahnya untuk dua katagori ini parameternya agak susah. Untungnya untuk hafalan Qur’an penilaiannya agak mudah. Berdasarkan hafalan anak-anak setiap hari. Meskipun anak-anak tidak ditarget kecuali anak kedua saya Shuhaib yang saya minta sudah hafal Qur’an sebelum umur 10 tahun. Ssstttt saya ga maksa, dia sendiri yang ingin hafal lebih dini biar bisa serius lagi belajar ilmu dien yang lain. Doa emak untukmu selalu yang Bang Shuhaib. Semoga umurmu berkah. Aamiin




Kami memulai hafalan Qur’an setelah salat subuh dipagi hari. Lebih mudah sih menghafal di pagi hari. Lupakan sejenak panci, cucian piring dan korek ya….hahaha. kadang malas mendera, menerjang, menghantam #lebaynya kumat…tapi saya selalu menekankan pada diri saya bahwa kelak apa yang saya lakukan pada anak-anak ini akan menjadi hujjah (alasan) saya pada Allah.


 “Ya Allah jauhkan saya dari api neraka….sedari pagi buta saya menunggui anak-anak menghafal Kitabullah”….hahaha doa yang mengancam.


Putra sulung saya Usamah termasuk anak visual. Anak ini sangat suka menggambar, mendisain, menata sesuatu agar terlihat indah, membayangkan hal-hal ajaib. Tapi lemah di hafalan. Nah, saya punya tips khusus buat anak-anak seperti ini.

Karena sangat sulit untuk memintanya menghafal sendiri baru kemudian menyetor hafalannya pada saya. Maka saya lah yang mengulang-ulang hafalan didepannya dan ia melihat mulut saya bergerak. Saya minta ia menghafal letak ayat dan surat. Awal dan ujung ayat harus dihafalnya letaknya. Ia juga mengamati bibir saya dengan seksama. Setelah membaca dengan lancar saya minta ia memejamkan mata kemudian memindahkan bayangan ayat yang dibaca di depan matanya….apaseh ini….hahaha …maksudnya saya minta ia membayangkan ayat itu bergerak didepannya matanya. Jadi bayangkan saja seperti tulisan menyala di perempatan lampu lalulintas itu loh. Apa sih namanya itu. Jadi entar tulisan itu gerak dalam bayangan dia sambil dihafalnya. Itulah sebabnya mengapa kita diminta untuk tidak berganti-ganti mushaf Al-Qur’an sehingga tidak bingung dengan letak ayat dan besar kecilnya huruf.  selain itu sebaiknya pilih Al-Qur'an yang sederhana. alias ga banyak hiasan. maksudnya ga banyak ukiran-ukiran daun oaku itu loh...apa ya namanya. pilih Alqur'an yang polosan. yang hurufnya besar dan cetho' (terlihat jelas).
Apakah cara ini mudah, Ga juga sih. Tapi paling tidak cara ini cara paling sederhana buat anak –anak seperti Usamah.


Untuk anak kedua saya Shuhaib karena ia anteng dan hafalannya bagus dan cepat agak lebih mudah. Ia suka mendengarkan murottal. Jadi saya belikan ia MP3. Pengennya sih besok beliin doi Ipod…ih coba kemarin saya diundang nikahannya anak skreteraris MA itu (ngayal….hahaha) bisa dapet Ipod gratis…
Untuk adik-adiknya saya hanya mengulang-ulang hafalan didepan mereka. Bosan.?…saya bosan mereka lebih bosan lagi. Tapi Karena pagi hari itu suasananya enak banget buat ngafalin jadi anak-anak masih bagus konsentrasinya. Si bapak suka ngerekam anak-anak yang lagi setor hafalan kemudian entar anak-anak yang lain ngeliat bareng2. Dan ngetawain ternyata kamu kalo ngaji gitu toh. Hahaha…pokoknya kalo baca Qur’an itu ga usah jaim-jaim banget. Biarkan bibirmu kesan-kemari :D


Dan selalu saya kobarkan pada mereka tentang keutamaan menghafal Qur’an. Selalu saya tanamkan pada mereka bahwa Tidak  ada  sejarahnya  penghafal Qur’an itu hidupnya  tidak  mulia.

Ma shaa Allah. Hasbunallahu wani’mal wakiil.

Ada saya dan anak di Rubrik Leisure, Republika

Wawancara dengan koran Republika untuk rubrik Leisure....
Inilah Homeschooling Kami 


Ga syaah rasanya kalau wawancara saya dengan Koran Republika untuk rubrik Leisure ga di pajang di blog. Bisa luntur kadar ke bloggeran saya sebagai blogger #jiahaaa…..tulisan ini tayang pada tanggal 25 Februari 2014. Tenang yang ga kebagian edisi kerasnya ini saya bagikan softcopy nya…aih berasa orang beken….^_^




1. Bisa diceritakan gak siapa anak mba yg homescholling, usia brp, sejak kapan mulai homescholling?


Anak saya ad lima orang. Si sulung usia 9,5 tahun setara kelas 4 SD. Yang nomor dua usia 8 tahun setara kelas tiga, no 3 usia 6 tahun, anak no empat usia 3,5 tahun dan anak kelima 20 bln. Saat ini semua belajar dirumah secara homeschooling kecuali yang no dua sejak bulan agustus 2013 meminta untuk lebih fokus menghafal Qur’an. Sehingga kami memutuskan untuk memasukkannya ke Pondok Pesantren Penghafal Qur’an milik ustadz Yusuf Mansyur yang membuka cabang di Yogyakarta.
Kami memulai HS sejak tahun 2012. Ketika si sulung duduk di kelas dua SD. Kemudian kami dan anak-anak sepakat belajar dirumah saja.


2. Kenapa sih mba pilih homescholling untuk anak mbak?

Sebenarnya alasan nya sederhana sih hanya ingin agar anak-anak menikmati proses belajar. Sebenarnya ada beberapa sekolah di yogyakarta yang konsepnya bagus tapi harganya terlalu tinggi dan tempatnya jauh dari rumah. Jika dipaksa2 anak untuk sekolah disana saya khawatir ujung-ujungnya anak tidak nyaman. Dan saya dan suami juga bukan termasuk golongan orang tua yang ketat untuk urusan nilai atau ijazah. Saya selalu tekankan pada anak2 bahwa rejeki itu dari Allah bukan karena ijazah atau yang sejenisnya. Jadi jika kita selalu bersemangat untuk mempelajari suatu hal dan bersemangat untuk melakukan banyak hal maka pintu2 rejeki akan terbuka.


3. Menurut mba apa manfaat homescholling?

Manfaat paling sederhana anak2 belajar bagaimana belajar yang menyenangkan. Jadi anak2 belajar karena mereka membutuhkan itu untuk mengetahui banyak hal. Bukan karena ada ujian atau sejenisnya.


4. Bedanya apa sama sekolah biasa?


Perbedaan utama mungkin pada konsep bahwa HS membebaskan anak2 belajar apapun yang mereka sukai. Sedangkan sekolah formal lebih ke arah struktural atau harus melewati tahap ini dulu baru itu. Klo di HS kami membebaskan anak belajar loncat2 alias belajar mana dulu yg dia sukai meskipun itu pelajaran kelas diatasnya atau meninggalkan pelajaran yang kurang diminati sementara waktu. Selain itu HS biasanya belajar dengan praktek.

5. Ada gak kekurangan homescholling?

Kekurangannya pada sistem pendidikan yang belum ramah thd anak2 HS. Terkadang agak sulit jika untuk mengurus ijazah formal. Meskipun sebanarnya jika mau mengurus ijazah bisa didapat dengan jalur yang mudah.

6. Apakah homescholling pilihan mba atau justru pilihan ananda? Kalo pilihan mba, bagaimana respon ananda?

Pilihan bersama sebenarnya. Saya hanya memberi pendapat2 pada anak2 tentang bersekolah dirumah. Dan anak2 kemudian memutuskan “ayolah kita coba”


7. Homescholling dimana?dirumah dgn mendatangkan pengajar atau ngajar sendiri? Atau justru di lembaga homescholling?sistemnya seperti apa?

Kami belajar sendiri dirumah. Menggunakan buku-buku pelajaran umum sebagaimana anak2 sekolah formal ditambah sumber2 dari internet.


8. Mba mengenal homescholling dari mana?

Saya mengenal HS pertamakali tahun 2005 dan langsung tertarik. Karena saya merasa zaman sekolah saya tidak begitu menyenangkan meskipun dari SD sampai SMP saya juara kelas.




9. Bagaimana memilih pengajar homescholling anak mbak?berikan tipsnya..


Kami mengajari sendiri anak-anak. Kecuali untuk pelajaran2 tambahan semisal ekskul diluar pelajaran sekolah. Anak2 saya mengikuti kelas bela diri pencak silat, panahan sempat ikut sosio drama dan belajar tahsin pada seorang kyai NU didekat kampung kami. Saran saya sih pilih ekskul2 yang memang diminati anak2.

10. Bagaimana dgn tanggapan suami, keluarga, tetangga maupun teman mbak?

Saya dan suami sepakata untuk HS. Tantangan terbesar datang dari keluarga terutama ibu saya. Tetangga dan teman juga kadang bertanya2 banyak hal tapi melihat anak-anak normal seperti anak2 yang lain mereka jadi bisa menerima. Bahkan banyak yang bilang anak2 HS kurang sosialisasi. Itu tidak benar. Anak saya malah mengenal banyak orang. Teman sekampung sampai beda kampung hafal dan semuanya jadi teman bermain. Anak2 saya juga karena punya banyak waktu luang jadi sering jalan2 jadi hampir dipastikan berinteraksi dengan banyak orang baru setiap hari.



Salam
Desy Susilawati
Wartawan Republika

Candid di Arena Srikandi Blogger 2014

Candid Camera 
Srikandi Blogger 2014, Museum Nasional 2014




kemeriahan acara Penganugerahan Srikandi Blogger 2014 di Museum Nasional Jakarta kemarin masih terasa sampai hari ini...jika dari kemarin banyak emak2 blogger lain yg berbagi foto2 cantik paska di make over oleh Sariayu. nah saya berbagi foto-foto candid yang ada di kamera saya....
buat yang merasa tidak berkenan tolong inbox saya ya...akan saya turunkan fotonya jika ternyata dianggap melanggar ranah pribadi...maafkeun saya...#teteppasangsenyum manis :)




emaknya sibuk anaknya juga sibuk, sibuk naikin skor game angry birds wkwkwkwk



lokasi meja oleh2
eh, guwe minta ya. kresek-mana-kresek 
(bu Ida punten....wkwkwkwk)



ssttt...jangan nyaring2, entar peserta denger. eh emang siapa Srikandinya?...ga tau juga #tepokjidattetangga ^_^




mak Shintaries : mak hanie, cariin gue kebaya yang pas donk buat besok
mak Hanie: eh, jangankan elu, gw juga masih bingung




yak...eksyeeen (logat Cinta Laura boooo)



ternyata gw klo moto keren juga yak...#barunyadar (sambil cekikikan ) 


maaaks, itu gudibek mau di bawa kemane?...besok baru boleh di bw pulang



 Pakdhe: oh ini ya Srikandinya, ternyata cantik aslinya ya...#benerinkudung :P


mak Myra : sabaar mak, gw cariin dulu Rinsonya
mak Haya : pusyiing gw..kemane yak itu gudibek....#sambil elus2 kudung :)


yang belakang gembira banget...ga taunya yg depan mumet ngurus acara wkwkwkwk

Worldless Wednesday

Ancient Volcano Nglanggeran

 Gunung Kidul- Yogyakarta- Indonesia


(Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunung Kidul- Yogyakarta-Indonesia) 

from here


Nglanggeran mountain located in the northern Baturagung Gunungkidul with a height between 200-700 meters above sea level, precisely in the District Patuk Nglanggeran village with the distance 22 km from the city Wonosari. This area is a region composed by volcanic material litologinya old and has a beautiful landscape and geology are very unique and of high scientific value. From the research and reference existing, otherwise Nglanggeran mountain is an ancient volcano. 











































AdventureTravel

Contour challenging, Ancient Volcano Nglanggeran make the right choice for those who like adventure tourism. There are rock climbing, mountain cruising and fringe Cave you can enjoy here.



See you in Yogyakarta.....:D