Sisi Gelap diri kita

TEMPAYAN RETAK..

here

Setiap orang punya semacam sisi gelap...seperti bulan, Ada sisi yang tak pernah kita lihat dari Bumi. Itulah mengapa banyak para penyair bilang bulan itu misterius. Ada saatnya bahkan sering kita tak ingin sisi gelap kita nampak bukan?
Tulisan ini buat reminder saya saja sih. karena teringat dengan seorang kawan yang sering kepleset melihat orang hanya dari sisi gelapnya. Jika orang bersisi gelap itu tampil di muka publik sibuklah kawan saya ini membisiki " Dia ini ada aibnya" Oyyyy...setiap orang ada aibnya. Jika diminta saran untuk mencari pembicara untuk suatu kegiatan maka si kawan ini langsung membuka sisi gelap para calon pembicara.
 "Dia ini aibnya begini-begini" 
whuaaaa...saya langsung melipir ke pojokkan...secara cukup tahu diri bahwa sisi gelap saya sangat GUELLLLLLLAB BangeD...^_^
untunglah saya saya di kelilingi oleh para sahabat yang peduli. meskipun ia sekarang jauh dari saya. Tapi saya beruntung mempunyai sahabat yang tulus dan berhati penyayang.Alhamdulillah.

Namun kekurangan itulah yang menjadikan hidup kita bersama menjadi beragam dan menjadi berarti dengan saling melengkapi 1 dengan yg lain. Karena bisa jadi pendapat kta tidak selamanya benar adakalanya pasti salah, pendapat orang tidak selamanya salah kadang ada benarnya... 

Di dunia ini bukan mencari seseorang yang sempurna,, tapi belajarlah menerima seorang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna... Saling menasihati dalam kebenaran Al Qur'an, saling membantu dalam ketakwaan kepada Allah وتعالى سبحانه ...

 Imam syafe'i Rahimullah berkata (tentang adab bergaul);
"Jika engkau memiliki sahabat maka peganglah kedua tangannya erat-erat, karena mencari sahabat (sejati) sangatlah sulit, adapun meninggalkan sahabat perkara yang mudah" "Siapa yang tulus menjalin persaudaraan dengan sahabatnya maka ia akan menerima kesalahan-kesalahannya, mengisi kekurangannya, dan memaafkan ketergelincirannya" "Barangsiapa yang menyebarkan namimah (mengadu domba) kepadamu maka ia akan bernamimah tentangmu. Barangsiapa yang menukilkan kejelekan orang lain kepadamu, maka ia akan menukilkan kejelekanmu (kepada orang lain)"
 Dari Malik bin Anas berkata : “Imam Said bin Musayyib (tabi’in) rahimahullah berkata
 “Sesungguhnya tidak ada satu pun orang mulia, orang berilmu dan orang yang terhormat kecuali ia pasti memiliki aib (cacat), akan tetapi di antara manusia ada yang tidak sepantasnya disebut-sebut aibnya”. Beliau berkata lagi : “Barangsiapa yang keutamannya lebih banyak dibanding kekurangannya, maka kekurangannya itu diberikan (ditutupi) kepada keutamaannya” (Shifatus Shohwah 2/81, Al Bidayah Wan Nihayah 9/100)

يْكفِ اللهُ بَارَكَ
(tulisan biru saya copas dari status WA seorang kawan)

18 komentar

  1. kayanya banyak yg seperti ini :D *ngomong di depan kaca*

    kalau kita menutupi aib seseorang, insyaAllah, Allah juga akan menutupi aib kita ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mak Eda...jika kita menutupi aib org in shaa Allah aib kita juga akan ditutupi.amin :)

      Hapus
  2. Menerima kesalahan orang lain, apalagi sahabat sendiri, itu susah ya Mbak. Tapi bukan berarti kita ngga bisa. Toh kita sendiri pasti punya salah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mak Dey...selalu bercermin sebenarnya salah kita lebih banyak :)

      Hapus
  3. Membicarakan yg jelek2 ttg seseorang itu bikin stress mak. Apapun yg jelek2 pasti bikin stress. Nice share :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mak lusi klo yg jelek2 itu bikin capek pake banged :)

      Hapus
  4. Tulisan ini juga saya jadikan remainder bagi diri sendiri.
    Sebuah pengingat yang luar biasa. No body perfect ya Bun
    Setiap orang punya dua sisi dalam hidupnya. Hitam dan putih.
    Saya suka sekali tulisan ini. Terima kasih atas inspirasinya Bun :)

    Salam saya,
    @apikecil

    BalasHapus
    Balasan
    1. saling mengingatkan ya sayangku :)

      Hapus
  5. Keren.. sahabat itu sulit didapat.
    Yang membuat manusia runtuh adalah keegoisannya,

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas...sahabat sejati sulit dicari :)

      Hapus
  6. ngga ada yang namanya Mr.Perfect atau Mrs.Perfect ya maak

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mak rahmi tak manusia yg sempurna :)

      Hapus
  7. bagus banget mbak... hiks :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. hiks juga....mudah2an kita selalu berprasangka baik thd sahabat ya mbak :)

      Hapus
  8. artikelnya membuatku menjadi berpikir, makasih yo Mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mak astin :) hugs

      Hapus
  9. Selalu berprasangka baik kepada orang lain memang jauh lebih baik :)

    BalasHapus
  10. kayaknya kawan yang dimaksud jauh itu aku ya mak.... #GR tingkat Dewa... hemmm dewa apaan yaaaa

    BalasHapus