Jumat, Januari 31, 2014

Profile si Emak #50FinalisSB2014

Kampanye untuk #50FinalisSB2014 

mamak kampung jadi finalis 
#cincing kain  dan benerin kudung ^_^




Nah setelah pidato panjang dan melelahkan di twitland #tsaaah…dan kampanye di FBland..sekarang kita buka lapak dulu ya. Jangan muntah dulu mak. Tahan, tahan mak ini belum selesai. Diakhir acara saya nyiapin kresek koq mak….hehehe. 





Di bawah ini adalah sedikit tentang profile saya yang saya ajukan untuk menjawab tantangan dalam pemilihan Srikandi Blogger 2014. Salah satu tantangan #50FinalisSB2014 adalah campaign di grup emak-emak blogger. Sebenarnya saya mau juga kampanye di wall sendiri tapi malunya ga nguatin. Minder parah…^_^. Tetapi sebagai kenangan boleh lah materi kampanye saya kemarin say tuliskan ulang di blog emak ini. Sebagai kenangan buat anak cucu (cuih) hahaha.

Assalamualaykum. Saya mak Irul  (Siti Hairul Dayah). Seorang ibu rumah tangga dan mamak dari 5 anak hebat dan luar biasa yang memutuskan untuk bersekolah di rumah alias Homeschooling. Bisa dibayangkan bagaimana gegap gempitanya rumah kami. Sungguh melihat anak-anak menjalani proses belajar membuat saya yakin bahwa anak-anak adalah pembelajar sejati. Meskipun kadang saya sampai pusing, mual2 dan kejang2 menghadapi anak2. Hahahaha, lebay. Tapi beneran deh mak, anak2 itu mainan dengan batre yg gapernah soak.

Saya suka membaca dan menulis. Bagi saya membaca dan menulis untuk bersenang-senang. Ada beberapa tulisan saya yang nangkring di media cetak. Dan beberapa lomba menulis yang saya ikuti berbuah kemenangan. Meskipun yang kalah lebih banyak lagi. Tapi saya akan terus menulis maaaks. Dan saya bersyukur bertemu dengan dunia blogging. Tempat saya menyalurkan impian, semangat dan harapan untuk terus berkarya. Blog adalah buku harian saya dan anak-anak dalam menjalani sekolah rumah kami. Blog adalah tempat saya belajar, bertemu banyak orang hebat. Para blogger yang seolah sahabat karib padahal saya hanya bertandang ke rumah maya mereka. Dan dari banyak blog itu saya menjadi semangat untuk berkarya dan bermanfaat. Karena seperti nasihat mamak saya yang selalu saya ingat
 “ merasa bersalah jika tidak berkarya dan bermanfaat”. 
Saat  ini saya memiliki dua 

1. catatansiemak tempat saya menuliskan catatan harian sekolah rumah kami. Harapannya suatu saat buku harian kami ini bisa dibukukan.amin 

2.
Rakbukuemak yang baru launching. Blog yang saya khususkan untuk review buku-buku yang saya baca. Tapi saat ini masih dalam perbaikan. Maklum mau ngejar lomba review buku maks. Dasar2 emak2 banci kontes. 

Dan dua blog bersama:

1. mak siti/ kompasiana.com. jarang aktif sih kecuali koment. 

2. Blog khusus fiksi tempat saya berlatih menulis novel. Dimana komentar-komentar para pembaca membuat saya terharu.  ada sebuah komentar yang masuk ke inbox saya, begini " Demi apapun aku suka banget tulisan kakak. dan aku minta izin novel kakak aku jadikan tugas untuk telaah novel pelajaran Bahasa. Terus menulis ya kak " nyesss. tulisan itu selalu terkenang. Inilah yang membuat saya rajin menulis. memacu diri bahwa saya yakin bahwa tulisan saya bermanfaat untuk diri saya sendiri. Dan memacu diri bahwa suatu saat tulisan itu di bukukan. amin. Saya bermimpi suatu saat bisa menulis sebuah novel sejarah. Amin. Karena saya malu kalau ketaun nulis novel jadi blog ini di rahasiakan mak.#tutupmuka

Selain semangat untuk selalu belajar hal-hal baru saya mendirikan sebuah sekolah untuk para emak. Kami menyebutnya “ Emak School”. Kelas ini sudah dimulai setahun lalu. Jangan bayangkan ini ala seminar parenting mahal yang biasa dilaksanakan di hotel atau gedung mewah ya. Ini hanyalah sebuah kelas di pojokkan rumah atau teras rumah tetangga. Beralaskan tikar butut dan kertas fotokopian sebagai modul. Tak ada yang istimewa di dalamnya. Kecuali semangat para emak-emak kampung untuk belajar ilmu mendidik anak dan menjadi perempuan yang bermanfaat. Meskipun saya berada didepan mereka untuk mengajar sungguh saya banyak belajar dari mereka. Emak-emak hebat yang memilih untuk belajar banyak hal meskipun keterbatasan ekonomi, pendidikan dan status sosial melingkupi mereka. Saya mengajarpun sambil menggendong bayi dan seringnya bersandal jepit ^0^….dan lagaknya kayak emak2 kantoran sambil menenteng laptop #aih 
Saat ini saya juga menjadi ketua dari komunitas Jogja Islamic Parenting Club yang saya dirikan bersama teman-teman yang peduli dengan pendidikan anak. Sebenarnya bagi saya jabatan ketua ini semacam kutukan buat emak kampung seperti saya ini. Lha wong biasanya megang uleg-an sekarang disuruh megang mik didepan forum. Tapi karena saya ini kadang ga tau diri jadi hayoo ajalah. Meskipun muka jauh dari tampang bu ketua. Hahahaha
Selain itu saya juga bergabung dengan komunitas Omah Parenting. Komunitas tempat saya belajar banyak hal tentang dunia pendidikan anak dan pemberdayaan perempuan. Intinya segala hal yang berbau pendidikan anak dan kemajuan perempuan pasti membuat saya tertarik. 




Dan semangat seorang pembelajar selalu melahirkan impian-impian yang selalu tumbuh menguat. Kelak suatu hari saya bisa melihat Emak School saya bertebaran di seluruh penjuru negeri. Agar banyak emak dari kalangan tidak mampu mendapat kesempatan belajar banyak hal. Dan saya sendiri cukuplah menjadi seorang mamak yang sabar bagi anak-anak sukses yang lahir dari rahim saya (bermimpi punya anak banyak #eh). Bisa Hafal Al-Qur’an dan mengunjungi banyak negeri untuk belajar banyak hal dan berbgi kebaikan. Amin.
Beruntung rasanya bisa bergabung di#50FinalisSB2014. Salam sayang buat semua emak hebat di Komunitas Emak-Emak Blogger. Bersama kalian membuat saya merasa sangat diterima. Kalian sungguh luar biasa menginspirasi buat saya. Mohon bimbingannya selalu.
Peluuuuk satu-satu.




Dan sebelum saya tutup kampanye ini mari kita tunaikan sebagian rejeki yang kita dapatkan di kala lapang. Mari bersama #KEBPeduliBencana salurkan donasi emak2 semua untuk emak2 lain yang membutuhkan. Salurkan ke Rekening BCA KEB melalui Mak Irma di No rek 066-2857-546. konfirmasi jika sudah transfer ya melalui sms ke 0813-8909-5599 atau 0852-1033-4998 
salam sayang untuk semua emak hebat di grup ini...peluuuuk #50FinalisSB2014 peluuuuk semua emak-emak blogger di seluruh dunia. Kita ada untuk berbagi….muach-muach-muach….:D

Kamis, Januari 30, 2014

Mamak dan Internet #SB2014

Mamak dan internet




Hanya ada dua cara mengatasi kesulitan. Ubah kesulitan itu atau ubah diri anda untuk mengatasi kesulitan-kesulitan itu ( Phyllis Bottome, Novelis Inggris)


Suatu pagi terjadi sebuah dialog yang membuat saya beruntung bertemu dengan internet

Mamak          :” Dia sayang dengan ijazahum? Jadi kejau-kejau kuliah si UGM malah manganggur si huma” ( Ga sayang dengan ijazahmu? Sudah jauh-jauh kuliah di UGM malah menganggur di rumah)
Saya     : :kuan eweh aku dia bagawi? Aku bagawi kiya” (kata sapa aku ga kerja?. Aku kerja koq)
Mamak            : “ buhen dia basapatu?” ( kerja koq ga bersepatu?)
Saya    : “aku bagawi bara huma. Gawianku nah menulis en kukirim ke kuran” (kerjaanku tu menulis dan kukirim ke koran)
Mamak          : “ haw iyelah...jitelah ji gawimmu...pantas i ikau si saran laptop tarus” (oh itulah kerjamu. Pantas saja kerjaanmu di pinggir laptop terus)

Jangan pusing ya mak baca bahasa Dayak. Sungguh kaya ragamnya bangsa kita jika melihat bahasa masyarakat Indonesia.
Sebagai perempuan saya sangat berterimakasih pada para penemu tiga hal ini. Menurut saya tiga penemuan ini sangat berharga bagi ummat manusia terutama seorang mamak seperti saya (halagh). Bohlam lampu, mesin cuci dan internet. Karena lampu saya bisa membaca sampai malam hari bahkan pagi buta. Dengan mesin cuci saya bisa sedikit lega ketika melihat timbunan pakaian kotor di ember. Dan karena internet saya bisa belajar banyak hal dan berkarya meskipun sibuk di dapur. Karena internet saya masih bisa ikutan kuis sambil ngelonin baby. Masak sambil buka resep di blog seorang teman. Bahkan dengan internet saya bisa mengirim surat tanpa perlu harus jalan ke kantor pos dan antri panjang sambil menggendong bayi dan menggandeng anak. Harap maklum sebagai ibu dari lima anak. Sepanjang kehidupan pernikahan, saya sangat terlatih untuk angkat beban sambil menggandeng tangan anak yang lain. Antri di tempat publik termasuk pekerjaan yang berat. Belum ditambah perilaku masyarakat kita yang tidak sadar budaya antri. Nah, internet adalah anugrah terindah buat perempuan seperti saya. Saya bisa berbagi foto untuk keluarga jauh dengan sekali klik. Menelepon suami dengan biaya ringan. Menulis di blog dan media online. Bahkan saya bisa belajar lagi via online karena internet. Membeli flatshoes favorit cukup dengan sekali klik dan tiga hari kemudian sepatu sudah bisa saya kenakan. Tanpa repot berkeliling toko atau pasar sambil menggeret anak ke-4 yang tantrum.







Bagi keluarga Homeschooling seperti kami. Internet adalah sumber belajar yang sangat kaya. Semua ada di internet. ‘Surga neraka’ sekalipun #langsung digampar sama MUI. Saya bisa membaca tulisan para ahli dengan bantuan internet. Mengunjungi blog-blog yang luar biasa dengan bantuan internet.






Saya menyelesaikan skripsi dengan dua balita dan dalam keadaan sedang hamil. Mengumpulkan referensi dan mengolah data penelitian. Selain harus bertanggung jawab terhadap civitas akademi saya juga harus melaporkan hasil penelitian ke perusahaan sponsor. Mengirim email di tengah malam adalah hal biasa.



Kumpulan Emak2 Blogger



Dengan internet saya terhubung dengan komunitas Emak-Emak Blogger. Tempat blogger perempuan berkumpul. Tempat perempuan hebat dan inspiratif dengan sukarela berbagi ilmu. Tempat berkumpulnya perempuan yang mengerti bagaimana memanfaatkan internet. Dari merekalah saya banyak belajar bagaimana internet bisa membawa perempuan ke kehidupan yang lebih baik.




Rabu, Januari 29, 2014

Jumat, Januari 24, 2014

Rubella Day and Rubella Weeks for Rumah Ramah Rubella


Rubella Day and Rubella Weeks for Rumah Ramah Rubella




Pertemuan saya secara dekat dengan anak-anak yang terinfeksi TORCH adalah tahun 2008. Saat itu saya mengantar putri saya untuk fisioterapi di RS. PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Putri saya saat itu alergi pada suhu dingin yang menyebabkan batuk berkepanjangan. Nah saat di ruang fisoterapi saya bertemu seorang ibu dan putri cantiknya. Gadis kecil itu berusia sekitar 18 bulan kalau tidak salah. Ia mengalami beberapa gangguan motorik. Ibunya bercerita anaknya terinfeksi virus TORCH ketika masih di dalam kandungan. Saya yang awam berpikir TORCH itu identik dengan virus yang di bawa oleh kucing (sok tau banget ya). Ternyata virus itu tidak hanya berhubungan dengan kucing saja lo. Banyak hal yang saat ini yang kita salah pahami tentang virus TORCH. Saya sendiri bersyukur atas karunia Allah dengan putra-putri yang sehat. Tetapi keinginan untuk mempelajari banyak hal tetap selalu saya kobarkan.
Saya sempat gugling di internet tentang virus ini. Tetapi tetap saja bertemu langsung dengan ahlinya dan para ibu yang pernah terinfeksi jauh lebih banyak memberi informasi. Nah, dengan berdirinya Rumah Ramah Rubella yang didirikan mak Gracie Melia ini sangat membantu masyarakat awam seperti saya. Apa itu Rumah Ramah Rubela. Ini sedikit informasi yang saya copas dari FB. RumahRamahRubella :
RUMAH RAMAH RUBELLA
Rumah Ramah Rubella adalah komunitas terbuka yang diperuntukkan khususnya bagi para orang tua dengan anak yang terkena Congenital Rubella Syndrome. Orang tua yang sekedar ingin tahu apa itu Congenital Rubella Syndrome dan dampaknya atau ingin tau tentang fisioterapi, pengasuhan, dll dari anak yang spesial juga boleh bergabung. Di sini kita semua berbagi, belajar, dan berkeluh kesah bersama.

'Rumah' adalah suatu tempat di mana kita merasa diterima oleh keluarga kita. 'Ramah' adalah attitude yang diharapkan antar sesama anggota keluarga. 'Rubella' mengacu pada Congenital Rubella Syndrome yang saat ini menjadi concern kita.

Jadi, harapannya adalah di Rumah Ramah Rubella ini kita tidak merasa sendiri melainkan memiliki sebuah keluarga yang sama-sama berjuang untuk melawan Congenital Rubella Syndrome dan membantu menyadarkan masyarakat tentang bahaya virus Rubella dan pentingnya tes TORCH serta vaksin MMR untuk mencegahnya.

Dan agar komunitas Rumah Ramah Rubella ini lebih berkembang dan lebih banyak luas lagi jangkauannya. Saya punya usul.
# adakan Rubella Day atau Rubella Weeks
jadi di buat kampanye Rumah Ramah Rubella pada satu hari khusus. Satu hari khusus dimana RRR membuat pertemuan langsung dengan masyarakat. Rubella Day itu bisa diisi dengan seminar tentang Rubella oleh para ahli, workshop terapi untuk anak-anak yang terinfeksi virus Torch, bagi-bagi brosur pada masyarakat atau bagi-bagi bunga.
Jika itu Rubela weeks maka  bisa ditambah dengan pameran, bazaar, pojok konsultasi langsung dengan ahlinya dan kopdar para ibu dan anak-anak yang terinfeksi Rubela. Hal ini pasti luar biasa bermanfaat. Para orang tua bisa saling menyemangati dan orang awam bisa mendapat informasi yang benar.
Mungkin ini ide saya buat kemajuan Rumah ramah Rubella mak Gracie Melia. Semoga berkenan dan bermanfaat. Salam sayang untuk Ubii. Saya akan selalu bersedia membantu jika ada yang bisa saya bantu.


Kamis, Januari 23, 2014

Irit dengan teh herbal buatan sendiri

Teh herbal mahal? bikin sendiri aja

Ada yang suka teh herbal ga? Saya termasuk suka teh herbal. Biasanya beli di supermarket. Ada macam-macam teh herbal. Biasanya sih teh yang di tambah dengan tanaman-tanaman lain yang berkhasiat. Ada teh bunga chamomile yang rasanya enak bingit. Hahahaha...tapi sayang mehong...#langsungkekepdompet. Dan harga teh herbal itu mahalnya bikin sesak nafas. Kayak harga sebutir berlian (lebay. oke, abaikan ini >.<)...

Kalau jadwal ngetehnya tiap hari bisa-bisa eike langsung koma. Gara-gara jatah bulanan dari bapak habis untuk teh herbal. Langsung pijit2 kening. 

Nah saya sering dikasih tahu sama bakul bumbu pawon di pasar. Seorang simbah-simbah yang meskipun sudah berumur tapi badannya masih sehat dan ehm, awet muda ^_^. Kata beliau bumbu pawon itu bisa loh di jadikan teh. Ya istilahnya sih wedang githu kali ya. Ada banyak yang beliau tawarkan. Dan langsung saya respon. Ini solusi yang irit dan hemat bukan. Ga perlu rogoh kocek dalem-dalem. Beli aja bumbu pawon terus direndam pake air mendidih. 

Teh daun jeruk purut
Bahan
Daun jeruk purut  secukupnya
Gula batu sesuai selera
boleh tambahkan seiris jeruk nipis jika suka
Air mendidih

Cara membuat:
Cuci bersih daun jeruk purut. Oia pilih yang masih segar dan hijau ya. Kemudian direndam menggunakan air mendidih di gelas. Ditutup rapat lebih enak. Tambahkan gula. Saya pakai gula batu. Dan entah mengapa kalau beli gula batu di supermarket warnanya bisa putih bening. Tapi kalau beli dipasar atau di penjual bumbu pawon warnanya agak kuning. Mungkin karena ga pakai pemutih kali ya #analisaasal. jika suka boleh ditambahkan irisan jeruk nipis. sebaiknya sih pakai jeruk nipis asli bukan jeruk lemon. Saya ngerasa koq beda ya #lagaknya.




 Teh atau wedang daun salam

Bahan:
 Daun salam segar secukupnya
 Gula batu sesuai selera
 Air mendidih

Cara membuat:

Seperti wedang daun jeruk. Cuci bersih daun salam segar dan hijau. Rendam dalam gelas yang diberi air mendidih. Tutup rapat. Kemudian tambahkan gula batu sesuai selera.

Oia selain dua bahan diatas saya juga pernah membuat teh dari daun jambu biji segar. Dan ternyata vitaminnya malah lebih banyak dari buah jambunya lo. Kata literatur yang saya baca begitu. 

Nah itu teh herbal ala emak. Rasanya segar dan hangat. Apalagi diminum pas musim hujan kayak sekarang. Sambil baca atau ngeblog pas banget. Jadi daripada mikir lama karena harga teh herbal mahal mending bikin sendiri. Sehat dan hemat. 
Ayooo...pada buat teh herbal sendiri ya di rumah. 


Senin, Januari 20, 2014

Amazing Sunset


Amazing Sunset

doc.pribadi. Pantai Drini April 2012



doc.pribadi 













Saya (ngakunya) pecinta senja..aih...ada dua grup yang hampir tiap hari pasti saya buka. Yang pertama Kumpulan Emak2 Blogger (ini lumayan banget untuk refernsi kalau mau blog walking) dan satunya Grup Pengabadi Senja. Nah grup yang terakhir ini adalah grup para pecinta senja. Setiap hari ada saja yang mau berbaik hati memposting foto2 senja mereka. Para penghuninya dari berbagai wilayah di Indonesia dan beberapa mancanegara. Jadi jika sedang ingin dihibur saya pasti memplototi gambar2 senja yang amazing di grup ini. Ada yang difoto dengan kamera DSLR professional sampai kamera henpon jadul. Tapi karena sudah dari sononya senja itu cantik mau difoto dimana dan pakai apa saja tetap cantik…bahkan amateur jepreter kayak saya ini klo moto senja koq ya jadi cantik hasilnya #benerinsandaljepit….:)))

Oia dimohon untuk tidak mengambil foto2 yg ada di sini..soalnya kebanyakan tdk di watermark (oia saya sdh izin ke semua pemilik foto)..tetapi jika anda ingin meminta fotonya izin langsung key g punya yaa…jangan ke saya izinnya….sebenarnya ada banyak foto cantik di grup itu tapi saya sungkan untuk meminta izin mau pasang di blog.


Selamat menikmati senja2 luar biasa ini.


Senja di Keladan.... (pesisir sungai Barito)






doc.Pribadi. Pantai Talise Palu Sulteng.








ini milik Bang Budi dayak Kurniawan







doc.pribadi. Pantai Drini, 27 Des-2013




doc.pribadi. Bantul Yogyakarta





Tugu itu kini telah berganti...

*tugu bundaran Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (tugu lama, sudah dibongkar dan diganti baru). foto dipasang terbalik...

















Sabtu, Januari 18, 2014

GL Zoo sekarang lebih keren

Bonbin Gembira Loka tambah asyik





Kebun Binatang Gembira Loka adalah salah satu destinasi (ciee, destinasi….^_^) favorit keluarga kami. Bisa dibilang tempat wisata ini hampir tiap tahun dikunjungi. Dulu sih saya malah menulis tentang Bonbin Gembira loka, la wong isinya itu-itu saja. Tapi sekarang  Bonbin Gembira Loka benar-benar berubah loh. Sekarang terjadi perubahan yang menurut saya sangat signifikan dengan pelayanan Kebun Raya ini. 

Tempat sampah sangat memadai dan selalu di bersihkan *_*

Memang harga tiket naik, sekitar 20 ribu per orang. Tetapi itu sebandinglah dengan yang kita dapat. Coba kalau kita nengok kuda nil harus ke Afrika sana tiketnya aja udah berapa. Belum lagi ternyata kalau dicekal di imigrasi Afrika, karena dikira menyeludupkan temannya si kuda nil, kan repot..#dilemparasbak…>.<…..
disediakan map untuk panduan pengunjung loh

Di Gembira Loka sekarang banyak banget hewannya. Ada zona Reptil, zona burung-burung yang asli keren banget, zona ikan air tawar yang eksotik banget. Pokoknya ga rugi datang ketempat ini. Oia sekarang denger-denger sudah ada Pinguin loh di sana. Wah pasti tambah seru yaaa. Beda banget dengan zaman saya masih SMA dulu. Sekarang isinya beragam dan juga lebih edukatif. dan satu hal yang penting adalah semua binatang yang ada di dalamnya sangat sehat dan terawat. Di bagian depan juga tersedia diorama untuk menjelaskan ekosistem kita dan berbagai jenis tanaman. Puaslah judulnya ^_^


Nah saya bagi2 foto2 saat kami di Kebun Binatang Gembira Loka saja ya…(modus, padahal niatnya emang mau narsis).


ada Onta ^_^


burung-burungnya cantik-cantik loh...#promo



Favoritnya si Zoe.

ada Kapal yang bisa dinaiki. bahkan tersedia speed boat dan sepeda air juga





Aaaaa...ada Kuda Nil ...^_^



Kado Cinta buat KEB

Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB) di Mataku



kopdar pertama saya dengan para EMAK2 BLOGGER jogja


Dunia blogging buat saya memang baru. Tetapi efeknya luar biasa. Bagi saya menulis di blog itu berbeda rasanya disbanding menulis di FB atau twitter. Di notes Fb sekalipun. Menulis di blog itu lebih intim dan hangat#apacoba?...hahaha.  jauhlah tulisan saya dari kata bagus. Abaikan kata menginspirasi atau menyentuh apalagi menghasilkan uang. Bagi saya membaca dan menulis itu untuk bersenang-senang. Jika ada pembaca yang nyangkut anggaplah itu bonus. Hehehehe. Apalagi jika bonusnya menang lomba nulis..double bonus itu namanya #nyengir.


Dan ketika bertemu dengan KEB (kumpulan Emak-emak blogger) saya menemukan rumah yang hangat. Benar-benar hangat. Saya bergabung di banyak grup. Ada yang memang dengan senang hati mencemplungkan diri ada yang ga bagaimana koq bisa2 kecemplung di grup aneh bin ajaib. Bahkan grup kepenulisan yang saya ikuti ada lumayan banyak. Tapi hanya KEB yang menurut saya nyaman buat saya. Tanpa tendensi dan jauh dari kepentingan pribadi. Semua anggota sama dan sejajar. Tak ada senior dan junior. Semua hebat dan luar biasa. Dan hebatnya lagi mau berbagi dan menyemangati. LUAR BIASA.


KEB dimata saya seperti kerlip bintang di malam hari. Haaaah, apa coba? Abaikan kiasan ini. Bingung mau nulis yang rada puitis koq malah jatuhnya jadi ga enak. Wkwkwkwk. Okey, dimata saya KEB itu seperti emak  cerewet tapi baik hati dan tak malu untuk belajar hal baru. Benar-benar bangga menjadi anak seorang emak yang seperti itu. Emak yang tidak sok tau dan emak yang rendah hati meskipun kadang cerewethehehehehemaaaak eike jangan ditendang yaaa. Ya iyalah kalau ga cerewet berapa banyak penyusup yang bisa lolos di grup kitaah.


Di KEB juga saya bertemu banyak para emak blogger lain yang hebat. Yang anggun, yang cantik yang pinter nulis novel yang sudah menerbitkan banyak buku yang blognya keren yang blognya lucu yang isi blognya bikin ane lapar terus (soalnya isinya resep masakan plus foto makanan yang maknyus). KEB benar-benar menyambungkan saya dengan orang-orang yang tadinya tidak saya kenal sama sekali dan ujung2nya saya merasa kenal banget padahal belum pernah kopi darat. Baru baca blognya saja rasanya saya sudah diterima dengan hangat#jiaaahhh.

Salam sayang untuk KEBku. Dua tahun usiamu semoga terus berkarya, bermanfaat dan menebar kebaikan buat emak-emak lain di luar sana. Ayooo saling bergandeng tangan membagi semangat untuk berbuat kebaikan. teyom atu-atu para emak-emak hebat di Kumpulan Emak-Emak Blogger.